
Dev yang merasa Adi memiliki banyak rahasia terus menatap Adi. Tapi dari pembicaran yang tadi Dev dengar membuat dia sedikit terkejut. Nama yang sudah mati, dari kata itu membuat Dev ingin tahu apa yang terjadi.”Apa kamu masih penasaran lagi Dev,”ucap Adi melihat ke arah Dev dengan santai.
“Menurut kamu bagaimana Putra dari percakapan kalian. Kalau kamu di sini adalah pimpinan mereka semua. Kamu yang berusia 11 tahun kenapa bisa menjadi pimpinan mereka. Apa yang sudah terjadi kepada kamu,”kata Dev.
“Apa yang terjadi padaku sangat memperhatinkan. Jika kamu ingin tahu, itu sangat panjang ceritanya. Tapi aku malas membahas semuanya. Aku hanya bisa memberitahukan kamu kalau ada musuh yang tidak suka dengan kehadiran diriku. Orang itu ingin membunuhku disaat aku masih kecil dan belum mengenal dunia. Orang tuaku yang satu berkorban untuk melahirkan diriku dan mati karena mantan suami yang sudah menyakitinya,”kata Adi menjelaskan kepad aDev.
“Kata kamu sama dengan novel yang aku baca,”kata Dev.”Novel apa?,”kata Adi.
“Rahasia,”ucap Dev.”Kenapa,”kata Adi.
“Jika tidak mau diberitahu kasih tahu siapa penulisnya,”kata Adi.”Nama pena dan penulisnya sama AKP,”kata Dev. Di dalam hati Adi yang sedikit terkejut karena nama AKP adalah nama novel yang Adi buat. Karena senang Adi bertanya lagi kepada Dev.”Apa yang kamu sukai dari novel yang kamu sukai itu,”kata Adi.
Dev yang merasa kalau Adi sangat suka dengan apa yang dia sukai membuat dia curiga.”Kenapa kamu ingin tahu,”kata Dev.
“Apa aku tidak boleh tahu?,”uap Adi yang merasa kalau dirinya terlalu bersemangat dengan novel yang dia buat. “Ceritanya menarik hanya saja perasan dari penulis yang membuat pembaca penasaran dengan karyanya,”kata Odi.
“Odi,”ucap Adi melihat ke arah Odi.”Apa kamu juga suka dengan novel yang sama denganDev,”kata Adi.
“Sebagian besar iya. Karena penarik, tidak hanya diriku yang membaca Red juga ikut membaca,’kata Odi.
Adi yang merasa kalau karya yang dia buat itu masih kurang karena pembelinya adalah orang yang mengenal dirinya.”Itu benar tapi sangat membuat orang bosan juga. Yang aku penasaran adalah siapa AKP itu,”kata Dev.
“Kenapa kamu penasaran dengan AKP bukan novelnya,”kata Odi.
“Apa salahnya penasaran dengan penulisnya. Karena setiap tulisan yang dia buat pasti ada kata sedih, beban di tambah lagi musuh,”ucap Dev.
__ADS_1
“Itu benar juga itu yang juga membuat aku penasaran. Seperti penulis sedang dalam menghadapi masalah besar yang sulit untuk dia tangani sendiri,”kata Red.
“Tunggu dulu kenapa malah membahas novel. Kita disini ingin membahas apa yang sedang terjadi dengan misi dan apa yang terjadi dengan kelurga kamu bukan Putra,”kata Prita.
“Itu benar,”kata Adi.
“Emangnya keluarga kamu kenapa Putra,”ucap Dev yang melirik ke arah Adi.
“Keluargaku bukan sudah kamu tahu. Yang aku bicarakan adalah keluarga angkatku dan ayah kandungku yang sedang menjalin hubungan,”kata Adi. Semua mata berbaling ke arah lain setelah kata Adi mengatakan itu.”Menjalin hubungan maksud kamu kamu memilik ibu tiri begitu,”kata Dev.
“Bukan begitu. Karena dari kecil aku sudah di angkat menjadi bagian dari kelurga Jesi mama angkatku. Ayahku yang mencariku setelah kematian ibu kandungku,”kata Adi.
“Tunggu aku masih tidak mengerti Putra,”ucap De.
“Pembicaran yang sudah lama. Tapi kenapa kamu bisa ada di ini Putra. Kedua kakak kamu mencari kamu bersama Jesi. Apa sedikit saja kamu tidak memberikan kabar kepada mereka,”kata Gozo.
“Tidak, tapi mereka dalam pengawasanku. Bukan paman sudah tahu kalau aku sedang bersembunyi sampai wkatu itu tiba,”kata Putra yang mulai memasang wajah palsunya kembali. Karena dia hanya bisa melepaskan sebentar saja. Karena dia tidak ingin ketahuan oleh musuh yang mencari dirinya.
Adi yang sudah memasang kembali wajah palsunya dengan suasana kembali tegang dan dingin. Dimana mereka mulai membahas masalah ringan. Karena untuk kemanan saja mereka membagai rapat dan pertemuan menjadi dua bagian. Rapat biasa tapi selalu di tempat persembunyian dan aman dari telingga orang. Dalam rapat biasa mereka membahasa pembangunan, anggota baru dan musuh baru yang datang dan tidak lupa kerja sama.
Rapat khusus yang hanya bisa dihadiri oleh anggota utama khusus membahas hal yang penting seperti penyerbuaan, wilayah yang dirahasiankan, persenjataan anggota baru yang dicari dengan teliti untuk masuk ke dalam ke anggotaan khusus. Tapi kadang kala pembahasan juga bisa berkaitan dengan darah musuh yang harus dibunuh.
Karena pertemuan di bawah cafe adalah pertemuan biasa mereka membahas apa yang tampak terlihat oleh orang biasa saja. Dev yang mendengarkan mereka berbincang satu sama lain membuat dia seperti bagian dari rapat. Tapi dalam hari Dev berkata,”Apa mereka tidak takut aku membocorkan semua informasi yang mereka dapatkan?.”
“Kenapa Dev apa kamu merasa bosan disini,”kata Adi yang melihat raut wajah Dev yang gelisah.
__ADS_1
“Tidak aku hanya merasa kalau aku tidak pantas ada disini,”kata Dev.
“Emang kamu tidak pantas ada disini. Sana pergi,”kata Guntur.
“Sudah kalian berdua emang tidak pantas ada disini. Masih saja membuat keributan,”kata tapak darah.
“Paman kamu,”kata Guntur yang menurup mulutnya. Adi hanya tersenyum saja melihat mereka.”Sudahlah kenapa kamu marah. Putra saja masih santai dan tidak perduli dengan apa yang mereka ucapkan. Kenapa kamu marah,”kata Rabbit.
“Kamu siapa?,”kata tapak darah dengan dingin. “Aku siapa itu tidak penting, untuk apa juga kamu ingin tahu tentang diriku. Yang lebih penting kenapa kamu bisa dikejar oleh Won di wialayh C. Bukan kamu sangat hebat, tapi bisa terpojok ya,”kata Rabbit.
“Terpojo atau tidak kalian juga pernah bukan. Kenapa saling tidak suka, bukan kalian harus lebih baik lagi kedepannya agar tidak terpojokkan,”kata Adi. Rabbit dan Tapak darah terdiam seteleh mendengar kata dari Adi yang memberikan isyarat kalau kalian mau berantem sana diluar. Jangan di dalam ruangan, jika kalian tidak ingin aku masukan ke akademik lagi.
Suasana kembali hening dan sunyi. Hanya ada pembicaran tentang laporan yang masuk dan membahas tentang CEO kedua yang sedang dalam masalah soal isu tentang sekolah kedua putra mereka yang sudah dicuci. Hasil laporan yang Adi baca sampai ada laporan tentang Jesi dan Jordan yang sedang menjalin hubungan.
“Hai Guntur, menurut kamu apa kedua kakakku akan menerima hubungan mama dengan ayahku,”ucap Adi sambil membaca.
“Kenapa kamu bertanya kepadaku, bukan pada mereka berdua,”ucap Guntur.
“Bagaimana aku bertanya kalau aku sedang bersembunyi. Di tambah lagi Cita sudah masuk ke dalam keluarga purwakarta. Tapi masih belum mendapatkan kesempatan bertemu dengan para ketua,”kata Adi.
“Cita siapa dia?,”kata Dev.
“Dia wanita yang membunuh Adi saat masih hidup di tebing,”kata Guntur.
“Apa tebing dibunuh,”ucap Dev yang terkejut dan melihat ke arah Adi disampingnya. Dengan pikiran bagaimana Adi bisa mendapatkan hal seperti itu. Jadi selama ini apa yang dilakukan oleh Adi sampai membuat dia menyamar. Siapa musuh yang ingin nyawa Adi. Hati kecil Dev yang terus berkata membuat dia melihat ke arah Adi.
__ADS_1