Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 204


__ADS_3

“Kami juga tidak tahu. Tapi mau bagaimana lagi?,”kata Rabbit.


Semua hanya terdiam saja sampai  Rabbit berkata kembali.”Apa kamu yakin ingin memulai perang dengan organisasi itu atau menuggu sampai waktu yang sudah disepakati. Jika kamu ingin menyelesaikan pendidikan kamu,”kata Rabbit.


Adi hanya diam saja sampai Sem yang berjalan sambil membawa piring kotornya.Sambil berjalan Sem berkata,”Jika kamu maunya begitu kita bisa melakukan penyerangan hari ini juga. Karena semuanya sudah selesai untuk membawa mereka ke dalam kegelapan.”


“Tapi jika kamu ingin melakukan sekarang juga kehidupan kamu mungkin saja akan berantakan,”kata Rabbit.


“Bukan kehidupanku sudah berantakan ya dari awal sejak Cita mengincar nyawaku saat bersama dengan kelurga Jesi,”kata Adi. Semua mata melihat Adi yang tidak bisa mereka mengertikan sampai Seta dan Mizan mengetuk pintu dari pntu belakang dan masuk ke dalam rumah.


“Apa yang sedang kalian bicarakan sampai suasana tidak enak muncul di dalam ruangan ini,”kata Mizan.


“Apa begitu jelasnya kah,”kata Sem yang melirik mereka berdua berjalan masuk.


“Sangat jelas bukan kalian berdua tahu kalau kita berdua berbeda dengan kalian,”kata Mizan.


“Kak Putra bagaimana kabar kamu,”ucap Seta yang berjalan ke arahnya. Seta yang duduk didekat Adi yang terlihat pucat tapi disembunyikan dengan wajah kesal Adi. Seta dan Mizan yang melihat sudah bisa menebak kalau penyakit dingin Adi kambuh lagi.


“Sebaiknya kalian berdua kembali ke posko saja dulu. Bairkan kami berdua yang berbicara dengan Putra apa yang ingin dia lakukan,”kata Mizan.Sem dan Rabbit hanya bisa berjalan keluar tapi sebelum mereka pergi Sem berkata,”Jika kamu berubah pikiran katakan kepada kami berdua. Masih ada waktu untuk berpikir.”


“Kita akan pergi sesuai jadwal saja,”ucap Adi yang mencoba tersenyum. Sem dan Rabbit segera pergi dari ruangan. Sementara Mizan dan Seta yang memasang pelindung bayangan palsu agar mereka yang diluar tidak mencurigai apa yang mereka lakukan.


Saat Seta dan Mizan memasang pelindung bayangan palsu. Adi terjatu di lantai Mizan yang menyadari itu langsung bergerak menolong Adi. Mizan yang tepat waktu bisa menompang kepala Adi.”Bagaimana Seta kondisinya?,”kata Mizan.


Seta yang sedang memeriksa kondisi Adi dalam kondisi suhu tubuh Adi dingin karena akibat dari saat dia kecil jatuh ke laut yang dingin.”Kondisi dia untuk saat ini sama seperti saat kita menemukan dia dalam laut,”kata Seta.


“Kurasa kita harus membuat obat untuk Adi yang terbaru,”kata Mizan. Mereka berdua yang mengeluarkan kemampuan mereka untuk memberikan kehangatan bagi Adi yang sekarang dalam kondisi tidak baik. Kondisi tubuh Adi yang dingin dan luka yang ada di tubuhnya terbuka kembali akibat benturan air dingin dari tebing saat Adi terjatuh.


Mizan dan Seta yang berusaha memulihkan tenaga Adi. Waktu terus berjalan sampai Adi mulai membaik. Dimana Mizan dan Seta bisa merasa lega dan mebawa Adi ke dalam kamar. Pelindung yang maish terpasang sampai Adi terbangun di pagi hari. Adi membuka matanya yang sudah ada didalam kamar.”Apa aku pinsan lagi?,”ucap Adi.

__ADS_1


Seta yang masuk untuk memeriksa melihat Adi yang sudah duduk di kasurnya.”Bagaimana kabar kakak apa sudah mulai membaik?,”kata Seta.


“Iya apa aku pinsan saat kalian memasang penlindung,”kata Adi.


“Itu benar. Kakak pinsan dan satu lagi kak obat kamu dimana?,”kata Seta. Adi mengambil obat yang ada diloker samping kasurnya dan satunya ada di ruang penyimpanan.


“Ini tapi mau buat apa?,”kata Adi.


“Kita mau buat yang baru kursa kalau kamu masih menggunakan obat itu kamu akan sering sakit. Tapi sampai kapan kamu akan menyembunyikan penyakit kamu dari rekan kamu Putra,”kata Mizan yang datang dari balik pintu.


“Sampai semuanya selesai jika mereka yang berharga sudah aman aku bisa tenang dan aku akan mengatakan kepada mereka. untuk sekarang aku tidak ingin memberitahu kondisiku kepada mereka dulu,”ucap Adi.


“Jika itu yang kamu mau kami tidak ingin memaksa.Tapi kamu sudah waktunya mandi bukan hari ini kamu sekolah,”kata Seta. Adi melihat jam di dinding yang sudah menunjukan jam setengah enam. Adi berdiri beranjak dari kasur menuju kamar mandi. Dimana Adi akan membersihkan diri, tapi sebelum Adi masuk ke dalam kamar mandi.


“Bagaimana dengan sarapan dan bekalku?,”ucap Adi kepada mereka berdua.


Setelah pelindung dilepaskan mereka yang penjaga Adi tidak merasa curiga dengan apa yang mereka lakukan. Adi yang sudah selesai pergi ke kamar untuk mengambil pakaian seragam yang lupa Adi bawa. Di dalam kamar Adi yang memakai seragam sekolahan dengan memasukan buku yang hendak dia bawa.


Adi yang berjalan keluar dari kamar dan menuju Seta dan Mizan yang sudah didepan meja. Mereka yang makan bersama tanpa ada yang dikatakan soal penyakit Adi. Selesai dengan makanan Seta dan Mizan bertela pati satu sama lain.  Adi tidak tahu apa yang mereka bicarakan hanya berkata,”Apa yang kalian bicarakan sampai aku tidak boleh tahu.”


“Bukan begitu Putra, hanya saja kamu tahukan kalau kami baru saja balik dari pulau yang kamu minta selidiki,”kata Seta.


“Iya bagaimana apa ada hal yang membuat kalian kepikiran,”kata Adi.


“Itu soal apa yang kamu ingin cari Putra,”kata Mizan.


“Yang aku inginkan adalah lahat tanah obat dan pohon dunia yang katanya didalam pohon dunia ada dunia buku dan pengetahuan,”ucap Adi.


“Jadi karena itu kamu ingin masuk ke dalam sana. Tapi bukan kamu yang merupakan darah keturunan langsung dari keluarga purwakarta. Tentu saja kamu bisa masuk bukan,”kata Seta.

__ADS_1


“Awalnya aku pikir iya. Tapi masih ada hal yang membuat aku takut,”kata Adi.


“Apa yang kamu takutkan kalau kamu bukan darah daging dari ayah kamu begitu,”kata Mizan. Adi hanya tersenyum saja kepada mereka berdua setelah memasukan bekal yang dibuat oleh Mizan.


“Aku akan berangkat sekarang,”ucap Adi yang berdiri dan mebuka pintu. Adi yang berjalan melewati anak tangga berhadapan dengan Dev yang ingin menjempu Adi.


“Kamu mau berangkat,”kata Dev.


“Ayo kita berangkat,”kata Adi tanpa berkata apa lagi. Mereka yang berjalan beriringan melewati smeua gang. Sampai Dev berkata,”Kemarin kenapa pak Abang mencari kamu Putra?.”


“Kemarin untuk mengikuti rapat,”kata Adi.


“Apa rapat apa? Kenapa kamu harus ikut bukan kamu hanya siswa saja bukan seorang guru ya,”kata Dev yang merasa terkejut dan bingung.


Adi yang melihat itu bisa ditebak kalau Dev sedang terkejut. Bagaimana dengan prang yang masuk ke dalam ruangan itu juga akan bingung.”Tapi kenapa mereka ingin kamu ikut rapat Putra,”kata Dev.


“Mana aku tahu Dev. Jika itu akan membuat aku harus izin shift kerjaku ku undur dengan teman pegawai lain.


“Jadi kamu kemari pulang agak larut ya,”kata Dev.


“Iya. Tapi nanti juga aku harus bertemu dengan kepala sekolah lagi,”kata Adi.


“Kenapa?,”kata Dev yang ingin tahu.


“untuk memberikan catatan belajar kalian,”kata Adi dengan jujur.


“Untuk apa mereka ingin tahu catatan belajar kita semua,”kata Dev.


“Untuk mengetahui dari mana mereka harus memberikan pengajaran bagi kalian yang berbeda agar ujian nanti sesuai dengan standar sekolahan,”kata Adi.

__ADS_1


__ADS_2