Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 149


__ADS_3

Adi yang melihat mereka sedang bermain air dengan hari yang indah. Tapi hari indah itu tidak lama lagi akan menghilang dimana  Adi harus bersiap dengan musuh yang datang. Adi yang berbaring di atas pasir putih denga  suasana hembusan angin laut. Suara tawa dan canda oleh siswa dan teman Adi. Membuat Adi merasa tenang, sampai Roy datang duduk disampingnya.


“Kenapa kamu?,”kata Roy.


“Tidak ada, bagaimana mereka bisa membantu Yesa,”kata Adi dengan dia melihat ke langit.


“Semua berjalan baik tidak ada masalah. Jadi kamu tidak usah khawatir, lebih baik bukan kamu menikmati hari ini selagi tidak ada pengganggu,”kata Roy.


“Itu benar, tapi aku mau berbaring,”kata Adi. Satya bersama dengan Rey datang menghampiri mereka berdua yang saat itu sedang berbincang.”Kalian sedang apa,”kata Satya.


“Sedang bersantai saja, ada apa,”kata Adi.


“Tidak hanya saja kalian menyermbunyikan sesuatu dariku ya,”kata Satya yang duduk disamping  Adi.


“Apa yang ingin kamu ketahui Satya, sampai kamu berpikir kalau kami menyembunyikan sesuatu,”kata Roy.


“Jadi kalian tidak sadar dengan apa yang kalian ucapkan.  Bukan soal pasar kuliner itu ulah kalian bertiga bukan. Lalu bagaimana dengan kakakku,”kata Satya yang berbicara dengan nada sedang sampai rendah dengan posisi tangan bermain pasir.


“Baiklah aku akan katakan kepada kamu. Tapi kamu jangan terlalu khawatir kalau dia baik-baik saja,”kata Adi.


“Emangnya apa yang terjadi dengan kakakku,”kata Satya.


“Saat kita di dalam bus kakak kamu meminta bantuan dariku. Kalau dia sedang diserang oleh musuh. Tapi sekarang dia sudahdi tolong oleh rekan Rey dan Roy. Jadi kamu tidak usah gelisah,”kaa Adi.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak bilang masalah ini. Kenapa kamu menutup mulut, kamu tahukan kalau aku sangat khawatir dengan kak Yesa. Aku tidak mau kakak melakukan hal yang kotor, tapi kakak suka itu,”kata Satya.


“Dia melakukan itu pasti ada maksud lain bukan,”kata Rey.


“Itu benar pasti dia melakukan itu ada hal yang membuat dia harus melakukan itu. Mungkin saja itu ada kaitannya dnegan usaha orang tua kamu,”kata Adi.


“Apa maksud kamu  Adi,”kata Satya yang tidak mengerti. “Aku hanya menebak saja kok, jangan diambil pusing,”kata Adi yang tersenyum sambil melihat Satya.


“Tapi kalian setelah ini mau apa,”kata Satya. Rey dan Roy yang masih tidak tahu hanya bisa diam sementara Adi juga tidak menjawab. Sampai Satya tahu kalau mereka bertiga masih belum bisa memutuskan apa yang akan mereka lakukan.


Tapi pada saat yang sama Adi merasakan kalau akan ada musibah yang akan menimpa mereka setelah pulang dari pantai ini. Adi yang duduk dan mengambil ponsel untuk memperketat penjagaan semua siswa dan perjalanan mereka  pulang ke sekolah. Rey dan Roy yang tahu sikap dari Adi yang serius hanya bisa memberitahu dan mencari tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Untuk pencegahan kalau nanti akan ada musuh yang datang. Guntur yang saat itu bermain air bersama dengan kawan yang lain meiihat kapal dari jauh. Guntur melihat kapal itu, tapi karena tidak ada yang aneh dia melanjutkan main airnya.


Tapi pada saat yang sama ada kapal yang sedang melihat Adi bersama dengan kawan yang lain. “Apa kamu sudah menemukan tergetnya,”kata Cita lewat telepon.


“Sudah  tapi kenapa kamu ingin anak itu mati. Dia hanya anak kecil dan tidak berbahaya ya,”ucap anggota baru yang ditemukan oleh Cita. Dia adalah Ham tentara bayaran dari bulan merah. Yang terkenal dengan misi yang sukses membunuh orang yang terkenal dan terhormat dikalangan atas.


Ham yang melihat sekumpulan siswa yang sedang bermain air dan bersantai. Dengan dia tersenyum mendapatkan laporan kunjungan berikutnya. “Kurasa harus ada banyak anak yang akan tewas karena bocil itu,”kata Ham.


“Suruh mereka memasang bom disekitar akurium untuk membunuh mereka,”kata Ham kepada anak buahnya. Setalah mendapatkan perintah dari bos semua anak buah Ham mulai menyiapkan keperluan yang dibutuhkan. Karena misi yang diberikan sangat mudah hanya anak buah Ham yang pergi ke akurium saat malam hari untuk memasang bom waktu dan bom kontrol jauh. Ham yang santai dengan para gadis dengan beberapa minuman.


Sampai dia beritahu kalau bom sudah dipasang di akurium yang akan dikunjungi anak sekolah dasar tersebut. “Tinggal menuggu mereka mati tenggelam,”kata Ham sambi minum.


Tapi pada saat yang sama ada laporan tentang identitas anak yang mereka ingin bunuh.”Bos gawat,”kata anak buahnya yang membawa lembaran identitas para siswa.

__ADS_1


“Ada apa mengganggu saja,”kata Ham yang marah dengan tajam melihat ke arah anak buahnya yang mengganggu dia.”Lihat ini bos,”ucap anak buahnya sambil memberikan lembaran identitas yang baru saja didapatkan.


Ham yang membaca lembaran kertas identitas itu menemukan ada dua anak kalau dia adalah keluarga dari seorang preman yang menguasai wilayah J kedua yang bernama Yesa. Identitas anak yang lain adalah Guntur adalah keponakan dari organisasi tapak darah. Ham yang tersenyum sambil melihat ke arah kertas.”Hebat tidak aku sangak akan menemukan hal seperti ini,”ucap Ham.


“Bagaimana bos sekarang, apa yang harus kita lakukan. Apa perluh kita melanjutkan atau tidak?,”kata anak buahnya.


“Tentu saja kita lakukan saja. Tapi itu bisa kita mendapatkan kelemahan dari orang yang penting disini. Culik kedua anak itu disaat ledakan terjadi, agar kita mendapatkan uang,”kata Ham.


Tapi pada saat yang sama pada malam hari Adi mendapatkan laporan kalau ada tentara bayaran yang memasang bom di akurim yang mereka kunjungi besok. Tapi di dalam laporan itu juga kalua bom sudah dijinakan. Mereka juga sedang mencari tahu siapa pelaku dari pemasangan bom.


Adi yang sudah mendapatkan pesan itu memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mengembalikan bom yang sudah mereka pasang kepada musuh yang memasangnya. Selesai memberitahukan itu Adi kembali tertidur karena dia sudah lelah.


Pagi yang cerah datang dimana semua siswa mengemasi semua barangnya yang mereka bawa. Karena mereka sudah selesai kunjungan di wilayah J mereka harus kembali melanjutkan perjalanan mereka kembali ke sekolahan. Tapi sebelum mereka kembali mereka akan mampir ke akurium untuk perjalanan terakhir.


Setelah semua persiapan sudah selesai dengan barang dibawa ke bagasi bus. Mereka sarapan pagi sebelum pergi meninggalkan wilayah J. Tapi pada saat yang sama Rey dan Roy mendapatkan kabar kalau Yesa sudah aman dan mereka menerima kerja sama dengan Adi.


Adi yang tersenyum dengan dia berkata,”Satya Guntur dari kalian jangan jauh-jauh dariku yang saat di akurium. Karena mungkin saja kalian akan diculik nanti.”


Satya dan Guntur yang saat itu sedang makan sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Adi.


“Adi kamu sedang bercandakan,”kata Satya.


“Kurasa tidak Satya melihat Adi yang tersenyum seperti itu,”kata Guntur. Adi yang memberikan informasi yang baru saja dia dapatkan tadi malam kepada Satya dan Guntur. Satya dan Guntur tidak tahu kenapa Adi memberikan ponselnya kepada mereka sampai Roy berkata.

__ADS_1


“Di ponsel itu ada informasi tentang siapa yang ingin menculik kalian berdua,”kata Roy.


Guntur mengambil ponsel Adi dan melihat dibalik layar apa yang dikatakan oleh Roy benar apa tidak bersama dengan Satya. Hati mereka yang berdebar saat hendak ingin melihat isi dari informasi yang dikatakan oleh Adi.”Kenapa mereka ingin menculik kami,”kata hati Satya dan Guntur yang bertanya.


__ADS_2