
“Dia namanya paman Toto,”ucap Rey. “Dia kak Kristan,”ucap Roy.
”Halo aku Adi. Adik dari kak Rey dan Kak Roy. Tolong jaga kedua kakakku ya Toto Kristan,”ucap Adi dengan sopan.
Setelah Rey dan Roy yang menemukan orang yang mereka carai. Adi melihat setiap sel dan menghela nafa.”Aku tebak kamu tidak menemukannya ya,”ucap Rey. Adi hanya tersenyum saja dan berjalan masuk ke ruang ketiga. Tapi paman otganisasi menghentikan Adi karena tekanan di ruangan ketiga sangat kuat dan mencekap. Tapi Adi tidak perduli dengan tekanan yang ada Adi tetap masuk ke dalam.
“Kak Rey dan Kak Roy tetap disini. Tidak usah ikut aku masuk ke dalam. Kakak harus bersama paman,”kata Adi yang membuka pintu. Tapi menjaga memlihat Adi dengan tatapan was-was.”Apa anda yakin ingin masuk ke dalam tempat didepan kamu bukan sel tapi tempat yang terbuka,”kata penjaga pintu ketiga.
Adi menganggu dengan senyum polosnya. Penjaga yang hanya melaksanakan tugas saja membiarkan Adi masuk. Sementara Roy yang melihat paman dengan wajah gelisah melihat Adi yang masuk ke dalam.”Paman tidak usah khawatir Adi akan baik-baik saja. Dia selalu bisa menangani semua masalah itu sendiri. Kita hanya perlu percaya saja dengan dia,”kata Rey.
“Dia mirip Mia sifat dia mirip ayahnya. Tapi paman hanya merasa kalau anak itu belum waktunya untuk dewasa,”kata paman organisasi.
“Yang dikatakan oleh paman itu benar. Tapi siapa dulu yang membuat kami bertiga seperti ini jika bukan wanita itu,”kata Roy. Paman organisasi tidak bisa berkata apa-apa dengan apa yang dikatakan oleh Roy.”Tapi setelah ini kalian mau belanja apa lagi,”kata paman organisasi.
“Keliling sampai kita puas. Tapi paman bisa bilang kepada mama kalau paman mengaja kita jalan-jalan. Karena kita mungkin sampai malam, kalau tidak sampai besok,”kata Roy.
“Kalian berdua,”kata paman organisasi yang menghela nafas melihat mereka berdua. Setelah meliaht wajah mereka berdua yang memelas paman organisasi tidak bisa berkata hanya menyetujui dengan usul Roy. Rey dan Roy sangat senang dengan paman organisasi yang sudah setuju dengan usul dari Roy.
Sementara di tempat lain Adi yang masuk ke dalam ruangan ketiga.”Tekanan dan suasana yang tidak menyenangkan,”ucap Adi yang berjalan masuk. Tapi mata orang menatap ke arah Adi yang sedang melihat mereka. Adi yang berlaku sopen berjalan masuk ke dalam dan melihat. Tapi setelah melihat hanya ada satu orang yang dia dapatkan dari semua orang yang dia lihat.
Adi tersenyum dan berjalan ke arah satu budak. Adi duduk didekan orang tersebut, tapi budak itu tidka menghiraukan Adi.”Kakak asli dari mana?,”kata Adi.
“Kamu bertanya denganku, kenapa tidak bertanya kepada orang lain saja,”kata budak beda spesies.
__ADS_1
“Hai dek, percuma kamu mengajak dia bicara dia tidak akan menjawab pertanyaan kamu. Lebih baik kamu datang ke sini saja,”kata kakak lain.
“Tidak tertarik aku masu bicara dengan kakak ini. karena dia spesial,”ucap Adi. Sementara kakak yang beda spesies itu melihat ke arah Adi.”Kenapa kamu ingin bicara denganku?,”kata beda spesies.
“Akhirnya kakak mau membuka mulutnya,”kata Adi.
“Kakak dari mana asalnya, tepatnya dari pulau mana?,”kata Adi dari semua pembicaraan ada dua orang budak yang mendengar ucapan Adi. Yang membuat mereka berdua tertarik dan mendengar perkataan mereka berdua.”Kenapa kamu ingin tahu?,”kata beda spesies.
“Apa kakak tahu pulau terlarang di bumi,”kata Adi keinti pembicaraan. Beda spesies itu terkejut dengan yang dikatakan oleh Adi.”Kenapa kamu ingin tahu tempat itu,”kata beda spesies.
“Karena aku mencari orang yang bisa menujukkan pulau itu dan kakak bisa bisa memberikan petunjuk arah itu, bukan,”kata Adi.
“Kamu tahu tidak nak. Tempat yang kamu sebutkan itu sangat berbahaya untuk kalian para manusia,”kata beda spesies.
Adi yang keluar berbicara dengan penjaga kalau dia mengingkan tiga budak dengan nomer seri mereka bertiga. Adi yang keluar sudah ditunggu oleh paman organisasi dengan kedua kakaknya.”Bagaimana Adi kamu menemukan orang yang kamu cari,”kata Rey.
“Tentu saja hanya saja aku harus membayar dulu,”kata Adi. Mereka berjalan keluar dari ruangan yang menuju tempat di mana Adi membayar budak yang dia beli. Di depan kasir Adi yang sudah melihat Seta, Toto dan Kristan dan ketiga orang yang baru saja selesai membuat identitasnya.
“Semuannya adalah 50 Juta,”kata penjaga lalang bawah tanah. Adi yang memberikan kartu kredit yang berisi uang 50 juta. Setelah semua dibayar mereka semua keluar dari lantai bawah dan menuju lantai dua.”Adi siapa mereka bertiga,’kata paman organisasi.
“Mereka bertiga,”ucap Adi yang belum mengenal mereka bertiga.”Aku Mizan,”ucap Mizan yang beda spesies. “Aku Coco,”kata Coco mantan mafia. “Aku Gozo,”kata Gozo bos dari organisasi terlarang.
“Kurasa ada yang tidak asing disini,”kata Paman organisasi. “Kurasa aku juga ada yang tidak asing untuk sebuah bos organisasi tersembunyi datang ke sini bersama anak kecil. Apa mereka adalah anak kamu,”kata Gozo.
__ADS_1
“Kalian saling mengenal,”kata Adi yang melihat.”Tidak juga tapi kenapa kamu bisa bersama dengan orang ini. Apa kamu tidak tahu kalau orang ini sangat berbahaya,”kata Gozo.
“Berbahaya apa karea dia adalah paman yang membantu ibuku dan menyelamatkan diriku saat kecil,”kata Adi.
“Maksud kalian apa ini,”kata Gozo yang tidak tahu. “Sudahlah kenapa bicara tentang masa lalu sekarang. Adi kamu mau pergi keman lagi,”kata Rey.
“Aku pergi ke toko buku dengan Mizan dan Seta,”kata Adi yang memberikan nomer lelang.
“Ini,”ucap Roy,”Iya nomer lelang, mungkin saja senjata yang kakak jual sudah terjual,”kata Adi yang menebak.
“Baiklah kita nanti bertemu di cafe itu saja bagaimana,”ucap Roy. Adi yang mengangkat tanganya segera dia pergi bersama dengan Mizan dan Seta. Sementara yang lain ikut dengan paman organisasi. Rey dan Roy yang pergi berdua saja tidak ingin dikawal. Karena mereka juga hendak mencari barang lain tanpa pengawasan mereka.”Rey Roy kalian benar tidak ingin mereka mengantar kamu pergi,”kata paman organisasi.
“Iya paman kami berdua saja sudah cukup,”kata Roy. Mereka berdua berjalan meninggalkan paman organisasi bersama yang lain.”Kurasa ada hal yang harus kamu ceritakan kepadaku, bukan,”kata Gozo.
“Aku tahu, kita pergi ke sana saja dulu,”ucap paman organisasi.
Gozo yang bersama dengan Coco yang merasa ada yang eneh dengan sikap paman organisasi tersebut hanya mengikuttinya. Sampai di cafe yang di tunjuk oleh Roy Gozo duduk dan bertanya kepada rekan lamanya.”Kenapa kamu bisa bersama dengan anak yang membeli kami?,”kata Gozo.
“Kamu tanya seperti itu bukan sudah dijawab oleh Adi tadi,”kata paman organisasi
“Tapi itu sangat aneh jika kamu bisa bersama dengan seorang anak kecil. Apa dia anak kamu yang kamu sembunyikan,”kata Gozo.
“Bukan dia anak dari wanita yang aku idolakan. Tapi wanita itu sudah mati dan anak itu juga sedang di incar oleh wanita yang membunuh ibunya,”kata paman organisasi.
__ADS_1