
Mia dan bibi yang selesai belanja dengan tatapan bibi yang kasihan dengan Mia masih menatapnya. Sampai Mia selesai dengan pembayarnnya dia dan bibi membawa barang bawaannya.”Nona Mia,”ucap Bibi.”Ada apa bibi kenapa wajah bibi seprti bingung,”kata Mia yang melihat bibi.
“Aku hanya merasa penasaran kenapa kamu bisa menikah dengan tuan muda yang tidak suka dengan nona,”kata bibi. Mia yang tidak langsung menjawab hanya termenung dan melihat ke arah bibi.
“Itu permintaan dari Irma yang meminta Jordan untuk menikahiku. Untu alasan lain aku tidka tahu,”kata Mia.
“Apa nona Mia juga suka dengan tuan muda, hingga sampai seperti ini. Nona masih saja mau bersama dengan tuan muda,”kata bibi yang merasa kasihan.
“Mau bagaimana lagi bi, jika suka tidak bisa melihat yang lain. Tapi hati ornag yang disukai sudha menjadi milki orang lain. Hanya bisa menderita sampai akhir,”kata Mia yang mencoba tabah.
Bibi yang mendengarnya hanya bisa terdiam sampai mereka berdua sampai di rumah. Mia dan bibi yang menaruh barang bawaannya. Sampai bibi melihat wajah Mia yang masih terluka.”Nona,”ucap bibi.”Iya ada apa bi,”kata Mia yang masih memasukkan sayurannya.
“Luka di wajah nona apa tidak di bawa ke rumah sakit,”kata Bibi yang khawatir karena nanti akan membekas.
“Tadi aku sempat ke dokter terdekat bi. Jadi tidak usah khawatir,”kata Mia.
Bibi yang mendengarnya merasa senang dan melanjutkan membantu Mia untuk membereskan semua barang yang dibeli. Mia yang sudah selesai naik ke atas menuju kamar. Di dalam kamari Mia yang mencoba untuk istirahat menutup matanya. Tapi tidak tahu saat Mia terbangun Mia sudah meneteskan air mata.
“Kenapa aku menangis,”ucap Mia yang baru sadar seteleh melihat dia dicermin. “Apa karena luka dia wajahnya yang semakin sakit dia menangis,”ucap Mia lagi.
__ADS_1
Mia yang mengambil obat yang dia beli di rumah sakit. Mia mengoleskan obatnya di wajahnya sampai dia selesai Mia meminum obat untuk penyakitnya. Saat semua sudah diminum dan mengoleskan obat di wajahnya. Mia membuka laptop dan memulai menulis novel baru, sampai Mia mendapatkan email masuk dari Ben dan editornya sampai dokter petra juga memberikan pesan email.
“Tidak biasanya dokter memberikan pesan email,”ucap Mia yang membuka email dan membacanya. Pesan dari dokter petra yang menayakan kondisi Mia. Sedangkan email dari Ben yang menayakan kenapa Mia bisa menikah dengan Jordan.
Mia yang melanjutkan membaca email dari editornya memberitahukan kalau noverl yang baru saja dia kirim sudah dicetak dan sudah laku dijual. Mia yang mendapatkan kabar itu sangat senang. Tapi Mia yang masih ada rasa gelisah dihatinya kerena dia ingin menjual dan menjahit bajunya.
Tapi Mia yang sudah tinggal di vila Jordan harus meminta izin apa yang dia lakukan kalau dia ingin berjualan. Tapi Mia yang tidak tahu hanya kembali fokus mengetik novel yang baru saja dia mulai tulis judulnya Terombang Ambing Oleh Rasa Sakit.
Mia yang kembali fokus memulai mencari uang dari novel yang dia buat. Walaupun hasilnya tidak seberapa tapi lumayan untuk membeli obatnya sendiri. Mia yang sudah selesai mengetik sampai hari sore Mia membersihkan diri dan turun ke bawa. Dimana Mia mulai memasak untuk makan malam. Tapi Mia yang tidak tahu kalau Jordan sudah kembali dengan wajah yang kesal. Mia yang melihta darai jauh tidak berani bertanya hanya fokus membuat masakan. Sampai Jordan memanggilnya untuk ikut dia ke ruangannya.
Mia tidak tahu kenapa Jordan ingin berbicara dengan dia. Mia hanya mengikuti Jordna dari belakang setelah dia melepaskan celemek yang dia pakai. Sampai di depan pintu ruang kerja Jordan Mia masuk dan melihat dia dengan kesal melepaskan dasi.
“Ada apa kata kamu,”ucap Jordan yang marah dengan tatapan dingin. Mia yang tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya bisa menundukan kepalanya dan tidak berani melihat ke arah wajah Jordan. Sampai Jordan ada didepannya dan membuat Mia melihat dia dengan paksa.
“Kenapa kamu tidak melihatku, apa kamu takut,”ucap Jordan dengan dingin.
“Tidak,”ucap Mia yang merasa takut dan bergetar tubuhnya.
Jordan yang masih di depan Mia dengan tatapan dingin. “Kamu tidak tahu kenapa kamu aku suruh datang ke sini,”ucap Jordan. Mia hanya menganggukan kepalany sampai dia melihat foto yang memperlihatkan Irma ddipukul oleh seorang wanita. Tapi saat yang bersama Mia juga melihat tapi tidak membantu.
__ADS_1
“kamu tidak memiliki hatinya sebagai teman Irma,”ucap Jordan. Mia hanya bisa menahan mulutnya untuk tidak berkata hanya bisa mendengarkan Jordan marah kepada Mia. “Kenapa kamu tidak menolong Irma waktu itu,”ucap keras Jordan didepan Mia.
Mia yang mendengar Jordan berteriak marah kepadanya sampai rambut Mia di tarik dengan keras. Jordan yang menarik rambut Mia membawa dia ke kamar mandi.”Apa kamu maih ingin tutup mulut saja,”ucap Jordan yang menyalahan kran air dingin.
“Kenapa aku harus menolong dia, dia yang tidak ingin menemuiku dan membuat aku keluat darai sekolah. Kenapa aku harus menolong dia,”ucap Mia yang mengatakan sebenarnya.
“Irma tidak pernah melakukan apa yang kamu katakan ya. Irma itu gadis baik polos dan pintar tidak seperti kamu yang memanfaatkan dia saat menajdi temannya,”kata Jordan.
“Apa yang kamu katakan aku tidak pernah memanfaatkan Irma. Dia juga tahu smeua tentang aku tapi kenapa dia melakukan aku yang baru saja menderita. Kenapa kamu suka dengan orang seperti Irma bukan aku,”ucap Mia.
Jordan yang tidak ingin mendengar ucapan Mia hanya bisa menyiram air dingin dimusim penghujan. Mia yang merasa dingin dan kepalanya mulai sakit lagi ditambah luka diwajahnya juga membuat dia tambah mendenrita.”Kamu tidak mau mengaku salah. Karena kamu aku kehilangan Irma. Kamu harus tahu bagaimana rasanya kehilangan orang. Aku akan menyiksa kamu sampai kamu tidak bisa merasakan apa apa-apa,”ucap Jordan yang menambah suhu air dinginnya.
“Sudah Jordan aku kedinginan,”kata Mia yang lemas.
“Kamu ingin aku menghentikannya jangan berharap ini masih belum cukup untuk kamu menderita,”kata Jordan. Sementara Mia yang menggigil karena kedinginan di tambah rasa sakit hanya bisa merasakan rasa sakit yang diberiakn oleh Jordan kepadanya.
“Tahan Mia aku bisa,”ucap Hati Mia yang sudah sampai batasnya. Jordan yang sudah selesai dengan hukuman Mia keluar dari Vila.
Mia yang mencoba bangun dari kamar mandi dengan tubuh yang basah. Hanya bisa menangis sampai dia di dalam kamar Mia tidak bisa merasakan apa-apa karena tubuhnya yang lemas. Mia jatuh pinsan di lantai dengan tubuh yang basah. Bibi yang saat itu melihat dapur tidak melihat nona Mia.
__ADS_1
“Nona Mia ada dimana ya,”ucap Bibi. Bibi yang melihat tuan muda keluar dengan wajah kesalnya hanya menduga kalau terjadi sesuatau kepada nona Mia. Karena khawatir bibi naik ke lantai dua setelah tuan muda pergi meninggalkan vila.