Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 16


__ADS_3

Ben yang merasa ada yang aneh dengan sikap Jordan yang menuduh dia dengan Mia membuat dia tidak bisa terima. Sementara dia tidak melakukan apa-apa, tapi di tuduh melakukan tindakan jahat yang bukan dia lakukan.


Sementara Meri yang di dalam kamarnya melihat suara keributan dari rumah Ben. Mia membuka pintu jendela kamarnya dan melihat apa yang sedang terjadi. Tapi dia melihat Jordan membawa orang banyak datang ke rumah Ben.”Apa yang sedang terjadi di sana?,”kata Mia yang ingin melihatnya.


Mia turun dari lantai dua dan keluar dari pintu belakang berjalan menuju jalan lain agar jordan tidak tahu rumah Mia. Sampai di tempat dia mendengar kalau Jordan menuduh Ben dan dia yang melakukan penyerangan terhadap dirinya tadi pagi. Mia tahu kalau dia diserang tapi dia tidak tahu siapa yang melakukannya karena saat itu Mia berjalan ke sekolah lewat jalur itu.


Sampai Ben berkata kalau dia tidak melakukan itu semua tapi bukti mengarah kepada mereka berdua yang tidak tahu. Mia yang berjalan ke arah mereka sampai di lihat oleh Ben.”Kenapa kamu di sini Mia,”kata Ben yang melihat.


“Aku keluar karena mendengar suara bising makanya aku datang ke sini. Tapi apa yang sedang terjadi di sini Ben dan Jordan ada di sini,”kata Mia yang tidak tahu apa yang terjadi. Saat mereka berbicara datanglah Irma yang sambil menangis dihdapan Jordan.


Jordan yang lemah karena Irma hanya bisa memeluknya.”Kenapa kamu bisa ada di sini?,”kata Jordan yang memeluknya karen Irma menangis.


Tapi bagi Mia tatapan Irma seperti memiliki maksud yang lain.”Kenapa kamu di sini,”kata Mia yang dengan suara kecil.


“Mia akau tidak tahu kalau kamu membenciku sampai menyuruh preman datang ke rumahku dan kamu juga menyuruh para preman untuk melukai Jordan. Bukan kamu suka dengan Jordan tapi kenapa kamu tidak ingin melihat dia bahagia dengan sahabat kamu,”kata Irma yang berakting.


“Apa maksud kalian aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan,”kata Mia yang bingung.


“Kamu tidak usah berpura-pura tidak tahu,”ucap Jordan yang tidak bisa menahan amarah.


Mia yang bingung hanya menatap ke arah Ben yang membawa selembaran kertas.”Mereka berdua menuduh kita melakukan penyerangan,”kata Ben yang memberikan barang buktinya kepada Mia.

__ADS_1


Mia melihat bukti yang diberikan dan merasa ada yang aneh dan menatap ke arah Irma yang menyembunyikan sesuatu. Kondisi Mia yang saat itu tidak baik karena baru saja dia mendapatkan telepon darai rumah sakit soal hasil ronsennya. Sudah membuat Mia sakit sekarang datang lagi yang tidak terduga kalau dia di tuduh melukai Jordan yang Mia sukai.


Mia hanya mengatakan yang sebenarnya kalau dia tidak melakukan apa yang dia lihat. Semua bukti tidak bisa menjadikan barang karena Mia juga memiliki alabi pada waktu yang terterang pada foto tersebut.


“Aku tidak melakukannya,”kata Mia dengan dingin.


“Kamu masih tidak mengaku, seret dia kita bawa ke kantor polisi,”ucap Jordan.


“Apa kamu yakin dengan bukti yang kamu dapatkan dari Irma, Jordan. Aku tidak tahu kalua kamu tidak bisa membedakan benar dan salah, baik dan buruk hati orang,”kata Mia.


Irma yang mendengarnya langsung berkata kepada Jordan,”Apa yang dikatakan mungkin itu benar Jordan kalau mereka bukan yang melakukannya.”


Mia yang melihat dengan mata ingin menangis hanya bisa memberikan bukti yang dia bawa.”Lihat lah ini benar diriku atau bukan. Aku juga tidak ingin melakukannya tapi aku akan mengatakanya kepada kamu yang sebenarnya,”kata Mia yang terhenti karena Ben menatapnya.


Mia tersenyum kepada Ben,”Tidak apa-apa. Waktu itu memang aku berjalan di sekitar kamu di kroyok oleh preman tapi aku tidak melakukannya. Tapi aku yang menghubungi polisi untuk membantu kamu dan menyuruh anak kecil memberikan kota kecil yang berisi obat sampai teman kamu datang. Apa dengan itu kamu percaya kalau aku bukan pelakuknya.”


“Kamu bisa saja pura-pura hanya untuk mendapatkan perhatian Jordan,”kata Irma yang tidak suka.


“Pura-pura dari mananya aku pura-pura,”kata Mia yang melihat ke arah Irma.  Jordan langsung menampar Mia tanpa dia tahu. Ben yang ada didekatnya langsung mendorong Jordan,”Apa yang kamu lakukan Jordan. Kenapa kamu menampar Mia tanpa sebab.”


Mia yang merasa pipinya sakit dan melihat ke arah depan. Tapi yang dilihat Mia adalah tatapn yang berbeda dari Irma yang tersenyum licik dibalik tangan yang menutupi bibirnya setelah dia melihat Mia ditampar.

__ADS_1


Irma dengan wajanya menahan Jordan,”Kenapa kamu menampar Mia. Dia hanya mengatakan apa yang dia katakan. Kenapa kamu tersinggung.”


“Tapi dia berkata sambil melihat ke arah kamu,”ucap Jordan yang tidak suka kalau Mia menatap tajam ke arah wanitanya. Mia menahan tangis dan rasa sakit di wajahnya sampai dia mimisan.


“Mia hidung kamu berdarah,”kata Ben yang melihatnya.


“Apa,”ucap Mia yang tidak tahu. Setelah Mia menyentuh hidungnya dan melihat ke telapak tangannya kalau benar dia hidungnya berdarah.”Kamu,”kata Ben yang siap memukul Jordan tapi di tahan oleh Mia.


“Aku tidak apa-apa,”kata Mia yang menahan rasa sakitnya. “Tapi,”ucap Ben yang melihat wajah Mia yang merah dengan hidungnya mimisan. Mia yang mencoba tersenyum menganggukan kepalanya kalau dia tidak apa-apa.


“Apa kamu masih tetap ingin menyeret kami ke kantor polisi dengan tuduha palsu,”kata Mia. Jordan yang mendengarnya merasa ingin membunuh wanita di depanya karena telah menyalahka Irma yang sudah mencari bukti untukya.


“Bawa mereka ke kantor polis,”ucap Jordan kepada anak buahnya. Mereka berdua yang dibawa ke kantor polis untuk di intograsi sampai semua bukti tidak mengarahkan kepada mereka berdua. Karena tidak ada bukti yang kuat Mia dan Ben dilepaskan begitu saja karena alebi yang mereka buat semua benar dengan saksi yang disebutkan.


Jordan dan Irma hanya bisa menatap mereka berduaa. Hingga Mia yang berdampingan dengan Ben sampai di samping keduanya.”Sekarang kamu bisa lihatkan kalau kami bukan pelakuknya,”kata Mia ke arah Jordan.


“Sebaiknya kamu tanya apa benar Irma mencari bukti atau hanya ingin kamu di manfaatkan saja,”kata Mia. Irma yang disampingnya merasa tersinggung dengan ucapan Mia sampai dia berkata,”Kamu wanita bodoh jelek, jangan pernah kamu mengambil yang bukan milik kamu. Lihat kamu orang yang tidak memiliki orang tua.”


Hati Mia yang mendengar kata itu seperti tertusuk oleh pisau membuat Mia ingin menangin. Tapi dia urungkan itu sampai dia ingat kalau Mia tidak pernah mengatakan kepada Irma kalau orang tuanya sudah tidak ada. Tapi bagaimana dia bisa tahu soal kondisi keluarganya.


“Kamu tahu dari mana Irma soal aku yang tidak memiliki orang tua lagi. Sementara aku tidak pernah mengatakan apa-apa pada kamu. Apa kamu mencari tahu identitasku selama ini, tapi kenapa kamu melakukannya?,”kata Mia yang ingin tahu semuanya.

__ADS_1


__ADS_2