
Setelah perjalanan yang panjang mereka sampai di hotel dimana mereka bisa beristirahat. Dimana mereka dibebaskan untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Siswa yang lain yang merasa senang bisa berkumpul dan makan bersama dengan yang lain. Sementara Adi dan Ketua yang ada dikamar sedang bercerita. Dimana musuh yang datang menyerang mereka adalah kelompok musuh yang dikirim untuk Adi. Karena kebencian seorang wanita yang membuat Adi dalam bahaya.
Tapi ketua yang sudah tahu ceritanya masih bingung kenapa wanita itu meluapkan kebencian itu kepada Adi. Adi yang tahu kalau ketua ingin tahu kenapa wanita itu menyerang Adi. Karena wanita itu ingin warisan dari ayah kandung Adi.
“Ayah kandung kamu siapa Adi?,”kata Ketua.
“Aku akan katakan kepad kamu. Tapi jangan terkejut dan jangan memberitahu yang lain,”kata Adi.
“Baiklah aku tidak adakan memberitahukan yang lain,”kata Ketua yang berjanji dengan Adi disampingnya.
“Dia adalah Jordan Purwakarta. Pasti kamu sudah tahu siapa beliau bukan,”kata Adi.
“Pasti kamu sedang bercanda tidak mungkin dia adalah ayah kamu. Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi,”kata ketua yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Aku tahu kalau kamu tidak akan percaya. Tapi apa yang aku katakan adalah kebenarannya,”kata Adi yang melihat langit.
“Lalu anak yang bersama dengan wanita itu siapa dong,”kata Ketua.
“Dia anak yang diadobsi oleh wanita yang dulu sudah menikah dengan Jordan. Tapi pada saat yang sama dia membunuh ibu kandungku didepan mata Jordan. Yang saat itu sedang melindungi Jordan ayah kandungku,”kata Adi.
“Tapi kenapa dengan wajah kamu tidak suka dengan ayah kandung kamu Adi. Apa ada hal yang membuat kamu tidak suka dengan ayah kamu,”kata Ketua.
Adi hanya tersenyum saja sampai dia berkata,”Aku tidak suka dia karena dia menyakiti ibu aku dan memilih wanta itu dari pada ibu kandungku yang selalu setia kepada dia. Dia baru sadar setelah ibuku mati.”
Ketua yang merasa sangat tidak enak bertanya seperti itu kepada Adi. Karena merasa bersalah dia meminta maaf. Tapi respons yang diberikan adalah senyuman seperti Adi tidak terjadi apa-apa. Tapi melihat itu ketua tahu kalau hati kecil Adi sedang marah, sedih dan gelisah. Ketua hanya bisa memegang tangan Adi sambil berkata,”Jika kamu mau menangis menangislah aku ada disini untuk kamu bisa tenang.”
Adi yang mendengarnya merasa sedikit tersangjung. Tapi jika yang mengatakan adalah wanita tidak masalah,tapi yang mengatakannya adalah laki-laki membuat Adi merinding dengan ucapan ketua.”Ketua kamu jangan berkata seperti itu dengan wajah yang memelas itu. Aku masih normal, aku suka wanita bukan laki-laki,”kata Adi yang sedikit menjauh.
“Siapa juga yang menyukai kamu aku juga masih normal ya,”kata Ketua.
__ADS_1
“Aku hanya ingin menghibur kamu saja. Jangan salah paham,”kata ketua yang kembali melihat yang lain. Tapi tanpa mereka sadari Rey dan Roy ada dibelakang mereka yang dari tadi mendengarkan sampai dimana ketua menghibur Adi.
Ketua yang menoleh terkejut dengan adanya Rey dan Roy yang ada dibelang.”Kalian sejak kapan ada disitu,”kata Ketua.
“Sejak tadi,”kata Roy.
“Saat kamu menghibur Adi seperti kamu memperlihatkan wajah cantik dan poloskan untuk Adi yang sedang sedih,”kata Rey sambil menahan tawa.
Ketua yang mendengarnya merasa sedikit kaget dan berdiri serta menjelaskan kalau apa yang mereka pikirkan adalah salah. Ketua hanya menghibur Adi seperti pada umumnya.”Kami mengerti jadi kamu tenang saja,”kata Roy.
“Tapi Adi kamu mau izin melihat kakek kamu bukan,”kata Roy.
“Iya aku mau pergi sekalian pergi ke tempat itu,”kata Adi yang berdiri.
“Apa aku boleh ikut,”ucap Ketua. Adi yang melihat ke arah kedua kakaknya yang ada didepan pintu.
“Boleh hanya saja mungkin kamu akan melihat kejadian yang sama disaat kita di pertanian tadi. Apa kamu tidak masalah,”ucap Adi.
“Tidak masalah karena aku tahu kalau kalian akan mendapatkan masalah seperti itu lagi. Melihat kalian yang sudah terbiasa. Kurasa wanita itu benar ingin membunuh kamu ya,”kata Ketua.
“Jadi sampai mana kamu tahu tentang wanita itu ketua,”kata Rey.
“Bukan kalian tadi sudah mendengarnya saat kalian di belakang kami tadi,”kata ketua.
“Kami tidak tahu ceitanya kami datang saat dimana Adi tidak baik saja dan kamu menghiburnya saja,”kata Roy.
“Aku tahunya kalau wanita itu sudah membunuh ibu kandung Adi. Itu saja yang aku ketahui,”kata ketua.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Rey dan Roy. Ketua bisa ikut dengan mereka menjengung kakek Adi yang sekarang ada di rumah sakit. Mereka yang sudah memesan taksi pergi dari hotel setelah mendapatkan izin. Perjalanan mereka menuju rumah sakit yang tidak terjadi apa-apa. Sampai mereka di depan gedung rumah sakit dimana Roy yang membawa taksi perjalanan mereka menuju rumah sakit. Adi yang bersama dengan Rey berjalan lebih dulu disusul oleh ketua dan Roy dari belakang.
__ADS_1
“Apa benar ini rumah sakitnya,”kata Rey.
“Iya,”ucap Adi yang memperlihatkan isi pesan dari paman progemer.”Seharusnya disekitar sini ruangannya,”kata Adi sambil melihat sekelilingnya. Tabi saat mereka sudah menemukan ruangan Tomas. Adi melihat kalau ada Jordan didalam ruangan. Yang membuat Adi tidak bisa masuk dan segera peri dari depan pintu.
“Kenapa kita tidak masuk ke dalam,”ucap ketua.
“Itu karena didalam ada ayah Adi yang bertemu dengan Tomas,”kata Rey.
“Apa laki-laki tadi itu Jordan,”ucap Ketua yang sedikit terkejut. Karena pertama kali dia melihat sosok Jordan yang dia ketahui dari koran dan tv.”Kenapa kamu terkejut seperti itu. Apa kamu suka dengan ayah Adi,”kata Rey.
“Siapa juga yang suka,”kata ketua yang kemudian memalingkan wajahnya.
Adi yang melihat mereka bercanda membuat dia bisa tenang. Tapi disaat yang sama Jordan keluar dari ruangan Tomas. Adi dari jauh hanya melihat saja setelah sudah jauh. Adi bersama kawan yang lain masuk ke dalam ruangan dimana Tomas melihat ke luar jendela.
“Kakek,”ucap Adi. Tomas yang tadi melihat keluar jendela melihat ke arah pintu. “Adi apa itu benar kamu,”ucap Tomas yang senang bisa melihat anak dari Mia.
“Iya ini Adi kakek,”kata Adi.
“Kamu memanggil aku kakek. Apa aku pantas mendapatkan panggilan itu dari kamu,”kata Tomas yang kembali murung.
“Kenapa kakek berkata seperti itu. Kakek adalah ayah angkat ibuku. Jadi aku harus memanggil kakek bukan. Ohh iya mereka adalah kedua kakakku Rey dan Roy dan satu lagi teman kelasku dia adalah ketua kelasku Satya,”kata Adi mengubah topik pembicaraan.
“Hallo paman,”ucap mereka bertiga.
“Halo aku Tomas. Panggil saja Tomas,”kata Tomas.
“Apa kamu bertemu atau berpapasan dengan ayah kamu Adi,”kata Tomas.
“Tidak tapi aku melihat ayah keluar dari ruangan kakek. Kenapa dia datang ke sini,”kata Adi.
__ADS_1