Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 90


__ADS_3

Pemuda asing yang belum dikenal oleh Adi hanya terdiam melihanya.”Tidak aku hanya merasa kamu sedikit berbeda,”kata pemuda asing.


“Berbeda apa?,”kata Adi yang tidak paham.”Ohh iya tadi kakak bertanya apa aku kenal dengan mereka atau tidakkan. Aku tidak kenal dengan mereka hanya saja saat aku ingin merenugkan masalah yang aku dapatkan. Mereka datang dengan menancamku, jadi untuk melampiaskan amarah dan kesedihanku. Aku memukul mereka, maaf ya kak,”kata Adi yang menjelaskan.


“Apa maksud kamu memukul mereka?,”kata pemuda asing yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh si bocil.


“Aku tahu kalau kakak tidak percaya dengan apa yang aku katakan,” kata Adi. Pemuda asing itu yang melihat tidak ada aura yang dingin disekeliling bocil. Mendekat ke arah bocil yang masih duduk santai.”Tadi kamu bertanya ingin balas dendam. Apa kamu ingin belas dendam dengan anak buahku yang sudah mengganggu kamu,”kata pemuda asing.


“Aku kira kakak tidak percaya dengan ucapanku. Tidak aku tidak ingin belas dendam dengan anak buah kakak untuk apa,”kata Adi.


“Laku kamu ingin balas dendam dengan siapa?,”kata pemuda asing.


“Aku masih belum tahu ingin balas dendam apa tidak. Makanya aku bertanya kepada kakak,”ucap Adi yang melihat dengan wajah polosnya.


“Kamu itu tadi dengan wajah dingin sekarang kamu berwajah polos yang tidak memiliki dosa. Kamu itu siapa sebenarnya bocil,”kata pemuda asing.


“Bukan seharusnya kakak yang memperkenalkan kakak dulu, bukan aku,”kata Adi. Pemuda asing itu tertawa sambil memegang jidatnya yang kemudian menarik kebelakang kepala.”Aku akan perkenalkan diriku. Aku adalah Elang bos dari anak buah yang kamu hajar tadi yang batu datang dan kemudian pergi,”kata Elang dengan tatapan tegas.


Elang yang melihat wajah datar bocil membuat dia bingung dengan pikiran berkata apa dia tidak takut denganku.”Aku Adi panggilan di rumah. Untuk nama panjang tidak aku sebutkan ya kak Elang,”kata Adi dengan santai.


“Kamu tidak takut denganku,”kata Elang. “Takut apa. Kakak bukan setan atau hantu kakak manusia sama denganku. Untuk apa takut,”ucap Adi.


“Kamu anak yang aneh. Kita lanjutkan pembicaraan yang tadi soal balas dendam. Kamu ingin balas dendam dengan siapa sampai kamu sedih seperti ini,”kata Elang.

__ADS_1


“Mau dari mana yang ceritanya aku juga masih bingung,”kata Adi yang tidak bisa menjawab.”Lalu bagaimana kamu bisa sampai ke sini,”kata Elang.


“Aku datang dengan berjalan kaki untuk mencari kesunyian. Untuk menata ulang pikiranku,”kata Adi.


“Ok kenapa kamu datang ke sini bukan tempat lain,”kata Elang.”Memangnya ini tempat kakak, aku tidak boleh datang ke sini,”ucap Adi.


“Kakak sendiri kenapa bisa ada di tempat ini,”kata Adi lagi.


“Karena tempat ini adalah wilayahku. Dimana semua preman yang ada diwilayah ini adalah anak buahku. Apa kamu takut,”ucap Elang yang membanggakan dirinya sendiri.”Aku takut,”ucap Adi yang sedikit memberikan gerakan dengan wajah yang polos.


“Kamu menyindir aku Adi,”kata Elang.”Habisnya dari tadi kakak mengucapakan apa kamu takut melulu,”kata Adi. Elang yang disamping Adi hanya bisa menghela nafas dengan sikap yang diberikan Adi yang sama sekali tidak perduli dengan dirinya yang preman. Tapi karena sikap itulah yang membuat Elang merasa tertarik dengan Adi.


“Apa kamu tinggal di dekat sini Adi, biar aku mengantarkan kamu ke rumah,”kata Elang.


“Tidak aku bisa pulang sendiri. Aku hanya ingin sendirian, karena aku sudah mulai membaik aku ingin berbicara yang lain. Apa kakak mau mendengarkanku?,”kata Adi yang mengubah ekspresi wajahnya darai polos menjadi dingin.


Elang yang menganggpa ucapakan Adi hanya ucapan candaan tidak mengubrisnya.”Kakak tidak ingin mau bekerja sama denganku karena aku anak kecil ya,”kata Adi yang menoleh dengan dingin.


Elang yang tadi tertuduk melihat ke arah Adi yang melihat dirinya dengan tatapan yang tajam dan dingin.Elang merasa tidak bisa berkutik dengan tatapan Adi.”Kamu serius dengan ucapan kamu,”kat Elang.


“Kakak pikir aku bercanda,”kata Adi yang kembali melihat ke langit dan bangunan didepannya.


Elang yang tidak tahu merasa kalau sikap yang diberikan bocil ini berbeda dari anak pada umurnya.”Kamu ingin bekerja sama tentang apa dengan kondisi kamu seperti ini,”kata Elang.

__ADS_1


“Aku akan memberitahu kakak nanti lewat email. Kakak hanya perluh mencari tahu nama yang aku beritahu nanti. Sekalian jika kakak bisa melakukan apa yang aku minta aku akan membantu kakak untuk menguasai wilayah lain dari wilayah ini,”kata Adi.


“Bocil seperti kamu bagaimana bisa membantuku,”kat Elang yang tidak percaya.


“Kakak tidak percaya. Jika tidak percaya kakak akan tahu dua hari lagi satu wilayah yang kakak inginkan akan menjadi milik kakak,”kata Adi.


Adi yang sudah mengakatakan apa yang dia ingin ucapkan. Adi berjalan menjauh dan meninggalkan wilayah kumuh tersebut. setelah Adi pergi preman yang tadi ingin melaporkan datang menemui Elang.”Bos apa kamu baik saja,”kata preman A.


“Aku baik saja. Tapi wajah kalian kenapa?”kata Elang yang dingin kepada anak buahnya.


“Bos apa anak tadi tidak berbuat yang aneh kepada anda,”kata preman A.”Tidak, kalian memalukan bisa dipukul oleh seorang bocil,”kata Elang yang merasa malu dengan anak buahnya.


“Bos tidak tahu anak itu bisa berantem dan wajahnya sangat mengerikan,”kata preman A.


Di temapat lain mantan tahanan yang sudah sampai di tempat tidak melihat Adi. Sampai dia menyuruh semua anak buahnya untuk mencari Adi di wilayah tersebut hingga mantan tahanan bertemu dengan Elang.


“Kamu bos di wilayah ini,”kata mantan tahanan.”Siapa kamu datang ke wilayahku,”kata Elang.


“Kamu tidak usah tahu siapa aku, jika kamu ingin hidup. Aku akan bertanya apa ada anak kecil yang datang ke sini barusan seorang laki-laki,”kata mantan tahanan.


“Maksud kamu bocil umur 6 tahun. Dia sudah pergi, apa hubungannya kamu dengan anak itu,”kata Elang.”Jika kamu melukai anak itu kamu akan mati,”kata mantan tahanan.


Mantan tahanan yang sudah mendapatkan informasi segera pergi dari tempat itu dan menghubungi yang ada di rumah apa Adi sudah kembali. Tapi mereka memberitahukan kalau Adi belum kembali.”Kemana anak itu pergi. Kalian tetap di sini dan mencari tahu apa Adi masih disekitar ini atau tidak,”kata mantan tahanan.

__ADS_1


Adi yang sudah  pergi dari gang kumuh pergi ke tempat lain karena dirinya masih belum puas dengan hatinya yang masih sedih.”Aku harus mencari tempat pelapiasan hatiku,”kata Adi yang kepikiran untuk pergi ke arah gang yang ada disebalah lain.Yang pimpinan berbeda dari tempat Adi datangi.


Adi yang berjalan jauh melewati gang dan jalan yang tidak ada cctv yang terpasang. Sampai ditempat yang dituju Adi sudah melihat preman yang sedang nongkrong dengan kawan yang lain. Karena Adi tidak ingin membahayakan orang terdekat. Adi menutup wajahnya dengan kain yang dia bawa. Setelah dia menutup wajahnya Adi dengan berani berjalan ke arah preman.


__ADS_2