Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 62


__ADS_3

Mia menghela nafas dan memikirkan apa yang dia selama ini dilakukan. Setekah melihat markas ayah angkatnya diserang oleh anak buah Cita. Mia yang tidak terlalu mengenal Cita yang berbeda dengan Irma yang dia kenal.”Bagaimana Cita bisa memiliki kekuatan yang mengerikan seperti ini, siapa sebenarnya Cita?,”ucap Mia dalam hati.


Karena Mia merasa tidak semangat untuk melanjutkan aktifitas menjahitnya. Mia membuka laptopnya dan melihat apa karya yang dia buat sudah terjual habis apa belum. Setelah Mia melihat email dari editornya kalau novel yang dia berikan naskahnya kepada editor. Sangat membuat dia senang karena dalam sekali cetak sudah mengeluarkan 1000 buku dan masih ada tambahanan 10.000 buku yang akan dicetak kembali. Karena semua toko merasa buku yang dibuat oleh Mia sangat membuat pembaca senang dan menarik.


Mendapatkan komentar seperti itu membuat Mia semangat untuk menulis judul novel yang baru saja dia buat. Dengan kerangka novel yang dia siapkan Mia mulai membuka lembaran kertas kosong di laptopnya. Mia mulai menulis judul dengan “Hati Yang Tersakiti”. Mia yang telah menulis judul noverlnya mulai berkerja. Satu pertau kata dia rangkai menjadi satu cerita yang membuat orang lain tertarik untuk membacanya. Mia yang mencari uang untuk kebutuhan dirinya sendiri, jika suatu saat terjadi masalah.


Tapi di tempat lain Jem yang ada dirumah sakit militer karena banyak rekan mereka yang terluka dan kurangnya dokter. Tomas meminta Jem untuk pergi membantu dan Surya yang masih di vila untuk menjaga Mia. Tapi tidak ada yang tahu kalau pertiswa itu akan terjadi kembali. Dimana orang yang tidak dikenal datang masuk ke pekarangan vila saat malam hari. Surya yang berjaga dan berkeliling di saat Jem tidak ada.


Mia yang saat itu masih terbangun karena melanjutkan aktifitasnya yang tertunda karena memikirkan sesuatu. Sedangkan Novel yang dia buat sudah dia kirim ke editor untuk seson pertama dan seson kedua akan dia tulis tiga bulan lagi. Jika kondisinya memungkinkan dia untuk melanjutkannya. Suara langkah kaki dan suara bisikan membuat Mia ingin melihat apa yang terjadi dilura. Karena Mia tidak tahu apa yang terjadi dia melihat dari balik jendela teras kamarnya. Melihat sekelompok orang berbaju hitam sedang menyelinap.


Mia yang tidak tahu siapa mereka langsung masuk dan mencari Surya agar dia bisa aman. Tapi saat Mia membuka pintu salah satu dari mereka sudah menyelinap masuk ke dalam vila. Mia yang melihat orang dengan berpakaian hitam yang menutupi wajahnya. Menyambut Mia yang membuka pintu.


“Kamu mau kemana Mia sayang,”ucap berbaju hitam. Mia mencoba tenang dan berjalan mundur dengan mencoba melihat ke arah berbaju hitam.


“Kalian siapa dan apa keinginan kalian?,”kata Mia yang sedikit bergetar.Tapi Surya yang merasa ada hawa keberadaan orang lain dengan segera berjalan menuju kamar Mia. Surya yang melihat seorang berbaju hitam masuk ke dalam kamar Mia. Yang waktu itu Mia membuka pintunya dan mereka saling menatap. Surya yang ingin menolong melihat sekitarnya sampai Mia melihat ke arah belakang berbaju hitam.


“Surya,”dalam hati Mia. Mia yang berjalan masuk dan dibelakang berbaju hitam ada Surya yang siap menyerang orang didepannya. Mia yang mengalihkan perhatian berbaju hitam dengan dia bertanya kepada dia. Karena berbaju hitam merespons Mia, rencana dia untuk mengalihkan perhatian berhasil.

__ADS_1


“Untuk apa kamu ingin tahu siapa aku dan apa alasan aku datang ke sini. Jika tidak dibayar aku juga tidak ingin pergi ke tempat ini,”kata berbaju hitam.


“Aku akan membayar kamu tiga kali lipat dari orang yang menyuruh kamu. Jika kamu mau melepaskan aku,”kata Mia.


“Tiga kali lipat, itu tidak bisa karena orang yang menyuruhku membayar aku 100 kali lipat dari kamu,”kata berbaju hitam. Mia yang mendengarnya merasa terkejut dengan pikiran yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Sampai Surya bisa mendapatkan keuntungan membunuh berbaju hitam saat dia lengah.


“Mia kamu tidak apa-apa?,”kata Surya yang terlah membunuh berbaju hitam yang ingin membunuh Mia.


“Aku baik saja, kita harus pergi dari sini,”ucap Mia yang mencoba tenang. Surya yang mengerti dengan kondisi malam itu membawa Mia ke ruang bawah tanah. Dimana mereka bisa aman sampai pagi datang. Mia dan Surya yang bergegas menuju ruang bawah tanah dimana tempat paling aman. Sampai di dalam ruang bawah tanah kaki Mia terasa lemas karena dengan apa yang di alami. Surya yang melihat itu terkejut dan membantu Mia duduk di kursi yang ada.


Surya hanya menggelengkan kepalanya karena sambungan teleponya terputus. Mia yang melihat sekitarnya dan melihat satu alat komunikasi yang bisa memberikan sinyal darurat.”Surya apa itu bisa digunakan?,”kata Mia menunjuk ke arah alam komunikasi tersebut.


“Aku tidak tahu ini bisa berfungsi apa tidak,”ucap Surya yang mencoba alat komunikaisnya Surya yang mencoba alat komunikasi darurat masih bisa digunakan. Surya mulai membuat porse sandi darurat ke markas.Surya yang tidak tahu akankah markas mengetahuinya karena Surya tahu kondisi markas tidak baik.


Surya yang telah memberikan pesan sandi ke markas. Sampai Mia merasakan kalau di dalam ruangan yang dia tempati terasa panas.”Kenapa disini panas Surya?,”kata Mia yang sambil menghempaskan tangannya mengurangi rasa panas.


“Apa Mia?,”kata Surya yang tidak merasakan apa-apa karena Surya sudah merasa terbiasa.

__ADS_1


“Di sini panas ya apa hanya aku saja yang panas,”kata Mia.


Surya yang melihat ke arah Mia sambil berkata,”Bertahanlah Mia.”


“Apa masih belum ada respons dari markas. Jika tidak bisa aku akan menghubungi orang lain bagaimana?.”


“Kamu ingin menghubungi siapa?,”kata Surya.


“Teman lama,”kata Mia. Mia yang mencoba mengkoordinasikan tempat Mia dengan teman pengembarnya. Mia memulai membuat sandi porsa yang isinya bantuan. Setelah dia mengirim pesan Mia semakin merasa kalau di dalam ruangan merasa panas.


“Surya apa tempat ini selalu panas ya,”kata Mia. Surya yang melihat Mia sedikit gerah mencoba menyentuh dinding pintu masuk. Saat Surya menyentuh dinding pintu hanya baru di ujung jari saja. Surya merasa panas dan melihat ke arah Mia. Mia yang duduk di alat komunikasi menuggu jawaban, hingga ada respin yang menayakan dimana Mia. Mia membalas pesannya kalau dia ada dibawa terkurung.”Mia apa ada respon dari teman kamu itu?,”kata Surya yang memastikan. Mia menganggukan kepada Surya, tapi Mia yang melihat ke arah Surya yang berwajah gelisah membuat Mia khawatir.


“Ada apa Surya apa terjadi masalah?,”kata Mia menatap ke arah Surya.


“Kurasa apa yang kamu rasakan benar Mia. Jika tebakkanku benar, vila sudah dibakar oleh mereka karena tidak menemukan kita,”kat Surya.


“Apa maksud kamu Surya, vila di bakar?,”kata Mia yang sedikit terkejut. Tapi Mia yang sudah meraskan panas membuat dia berkunang-kunang. Tapi dia mencoba bertahan sampai dia memberikan pesan kepada temannya kalau di bawah panas.

__ADS_1


__ADS_2