Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 159


__ADS_3

Won yang juga ikut melihat ikut tersenyum yang setelah melihat kesebelahnya. Kemudian dia melihat ke arah depan dengan dekapan tangan menatap ke arah Roy.


“Kamu hebat juga memiliki anak buah yang cukup kuat. Tapi apa kamu tidak menyisahkan untuk addik kamu yang di rumah,”kata Won. Pada saatu itu Roy yang mendengar ucapkan Won sedikit terkejut dan mulai berhetar tangannya. Tapi dia kembali fokus kepada musuh didepannya. Dengan hati dia tidak boleh gentar dengan apa yang dikatakan oleh musuh walaupun nyawa adiknya dalam bahaya.


“Kenapa apa kamu takut,”ucap Ham.


“Takut untuk apa dia akan baik saja. walapun kamu menjatuhkan adikku dia akan datang menghancurkan kalian,”kata Roy yang berjalan melewati Toto dan Galang di depannya.


“Kamu cukup hebat untuk seorang kakak, tidak memperdulikan kedua adik kamu yang mungkin saja sudah mati sekarang,”kata Won yang berdiri.


“Mati kata kamu,”ucap Roy yang menundukkan wajahnya. Sampai Roy didepan Ham dia melirik ke arah wajah Ham. Yang kemudian dia mulai menyerang Ham didepan dia dengan cepat tepat dibagian perut dengan kekuatan penuh.


Ham yang tidak menyadari itu tidak bisa menghindar hanya bisa menerima. Karena yang dipikirkan Ham kalau pukulan Roy tidak akan sakit baginya yang sudah terbiasa didalam kegelapan. Ham yang tersenyum pada saat Roy memukul. Pukulan kencang dan saat dirasakan Ham tidak sakit untuk beberapa detik. Sampai pukulan mulai ditarik oleh Roy baru Ham merasakan pukulan yang membuat dia akan jatuh karena pukulan Roy.


Ham yang terpentar setelah pukulan Roy ditarik sampai membuat dinding dibelakang Ham yang menghantam rusak. Won yang menyadri itu segera menghindar dari Ham yang sudah terdorong. Ham yang pinsan karena pukulan Roy. Tatapan Won yang awalnya santai dan menganggap remeh anak kecil didepannya. Mulai waspada kepada Roy.”Kenapa kamu baru waspada sekarang, tadi kemana saja kamu,”ucap Roy yang sudah ada dibelakang Won.


Won yang mencari Roy saat melihat Ham terpental. Menatap ke arah depan kembali tapi tidak melihat Roy hanya ada Galang dan Toto. Tapi saat Roy ada dibelakang Won dia baru sadar dan hendak menghindar sebelum dia mendapatkan serangan dari Roy. Karena pada saat itu di belakang Won. Roy juga berencana menyerang Won sebelum ketahuan. Tapi sudah ketahuan lebih dulu yang membuat Roy tidak bisa menyerang.


“Menghindar dengan cepat, beda dengan teman kamu yang sedang pinsan ya,”kata Roy.


“Tapi apa kamu bisa bertahan,”kata Roy yang terdiam diri.


“Kamu tadi mengatakan kalau kamu membawa adikku kecilku ke tebing. Tapi kalian yakin dia sudah mati,”kata Roy yang tersenyum dingin ke arah Won.

__ADS_1


Galang yang masuk  ke dalam ruangan berjalan ke arah jendela untuk berjaga didalam. Sebelum Toto keluar dan menutup pintu ruangan Jesi.”Kenapa kamu tidak membantu Roy,”kata Jordan.


“Untuk apa mereka berdua sudah cukup,”kata Galang.


“Aku disini untuk menjaga Jesi bukan anak itu,”kata Galang lagi.


“Bagaimana anak itu bisa bersikap seperti itu. Apa ini karena anak itu bergaul dengan kalian,”kata Jordan menatap tajam.


“Bukan karena kami. Tapi karena wanita yang sudah menghancurkan anak kamu sendiri. Kenapa kamu tidak membuat wanita itu menderita, dari pada dia selalu membuat anak yang kamu cari tidak menderita,”kata Galang.


“Apa maksud kamu,”ucap Jordan yang tidak ingin percaya dengan kata dari preman di depannya. Tapi dalam hati dia tahu kalau Adi selalu dalam masalah karena Cita masih ada. Jordna yang juga ingin membunuh Cita, tapi selalu gagal dan ingin membuat dia masuk penjara. Ada orang yang lebih kuat darinya yang selalu membantu dia dan semua rencana dia selalu gagal. Jordan yang tidak tahu harus bagaimana juga bingung dengan apa yang dihadapi oleh anaknya sendiri.


“Tidak bisa karena selalu gagal. Tapi dari awal itu semua salah kamu bukan,”kata Galang yang menatap ke arah luar jendela. Karena masih ada musuh yang datang.Tapi di luar ruangan Toto yang bertarung dengan Won yang masih berdiri. Roy yang masih santai melihat Toto dan Won berkelahi. Ham terbangun dari pinsannya yang sudah ditatap oleh Roy.


“Mau bangun ya. Tapi maaf kamu harus segera tidur lagi ya. selamat malam,”ucap Roy yang memukul Ham lagi sampai pinsan.


“Kenapa mereka banyak sekali,”ucap Roy yang duduk menghubungi anak buahnya yang sedang bersembunyi untuk menghabisi musuh yang datang. Tapi Roy juga mencoba menghubungi Rey yang bersama Elang.”Rey apa kamu baik saja,”ucap hati Roy yang juga merasa gelisah dengan Rey. Sampai Toto bisa mengalahkan Won.


Won yang sudah pada titik dimana dia akan dihabisi Toto. Pada momen yang sudah ditunggu oleh Roy. Tapi momen itu dihalangi oleh orang mistirisu yang membantu Won dan Ham yang sudah pinsan. Roy yang tidak menyadari pergerakan orang mistirius itu hanya bisa duduk dan tidak berdaya.


“Sebaiknya kamu duduk santai saja jika kamu tidak ingin mati,”kata Wati.


“Siapa kamu,”ucap Roy dengan mulut yang bergetar karena kemampuan dari orang asing dan mistirius itu sangat hebat. Sampai Toto terpental olehnya, Toto yang menghapus luka di mulutnya dengan lengannya. Kalau orang asing itu akan hendak mendekati Roy dengan segera Toto melindunginya.

__ADS_1


“Tidak aku sangka kamu cepat juga datangnya. Tapi kamu kalah aku dulu yang datang,”ucap Wati.


“Kami tidak ingin berkelahi dengan kalian. Karena jika aku berkelahi dengan kalian, mungkin saja dia yang dibelakangku akan membunuhku,”kata Wati yang masih santai. Karena ada orang asing lagi yang membantu Roy dan Toto.


“Jika tidak ada keperluan lain kamu bisa pergi,”kata wakil anggota khusus Adi.


“Baiklah aku akan pergi,”kata Wati yang membawa Ham dan Won bersamanya. Sementara anak buah yang bisa berjalan membantu rekan merekan yang sudah tidak berdaya.”Siapa kamu?,”ucap Toto.


“Aku, bukan siapa-siapa tapi kamu hebat juga bisa mengalahkan mereka sampai... di belakang mereka datang membantu,”kata pimpinan anggota khusus.


“Ayo kita pergi. Urusan kita disini sudah selesai,”kata Pimpinan anggota khusus.


Roy yang merasa tidak tertekan langsung berdiri dan berkata kepada orang asing yang membantu mereka. Walaupun hanya sebentar saja orang asing itu membantu Roy ingin tahu siapa mereka.


“Kalian siapa?,”kata Roy.


“Maaf kami tidak bisa mengatakan kepada kalian kami siapa. Tapi kami akan memberitahu kalian kalau Rey dan Elang sudah aman,”kata wakil anggota khusus. Mereka berdua segera pergi dari rumah sakit.


Tapi karena merasa resah Jordan berjalan membuka pintu dan melihat Roy dan Toto sedang didekat dinding. Jordan yang melihat sekitarnya banyak orang, yang tidak tahu mereka musuh atau kawan.


“Apa sudah selesai,”ucap Galang.


“Sudah tapi mereka bisa meloloskan diri,”kata Toto.

__ADS_1


“Bagaimana dengan mamaku?,”ucap Roy yang segera masuk.


“Mama kamu masih tertidur. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Roy masuk untuk memastikan. Setelah melihat mama Jesi yang masih tertidur Roy merasa lega. Tapi Roy teringat dengan Rey dan hendak menghubungi Rey.


__ADS_2