
Semua siswa berkumpul di satu ruangan yang dimana mereka akan bertemu dengan guru dan kepala sekolah yang terbaru. Sambutan dari kepala sekolah yang bernama Jonet Martama kepala sekolah SMP Buaya Jaya dengan guru baru yang sudah bersettifikat. Serta Guru magang yang ingin mendapatkan sertifat guru.
“Selamat pagi siswa tercinta SMP Buaya Jaya. Saya Jonet Martama yang akan menjadi kepala sekolah kalian semua. Saya di sini ingin menyampaikan beberapa hal kepada siswa tercinta. Yang pertama adalah kepala sekolah yang dulu yang sudah tidak bertanggung jawab dengan kepemimpinan sekolahan sudah di cabut dan dikelurkan dari sekolahan SMP Buaya Jaya. Guru yang dulu tidak masuk dalam kategori penerimaan SMP Buaya Jaya dan tidak memenuhi standar sekolah pada umumnya sudah dikeluarkan. Kedua adalah kalian para siswa akan mendapatkan pendidikan yang layak dan setara dengan kelas yang lain dengan guru yang sudah kami dapatkan dari semua universitas. Ketiga kami dari pihak sekolah meminta maaf kepada siswa yang ada di SMP Buaya Jaya karena keteledoran kami yang mengajarkan siswa yang ada di SMP Buaya Jaya. Kami sebesarnya meminta pada kepada semua siswa yang ada didalam ruangan,”kata kepala sekolah.
Mereka semua yang menundukan kepala bersama dengan guru yang ada disamping kepala sekolahan. Setelah sambutan dan minta maaf kepada pihak sekolahan dan guru. Siswa hanya bisa terdiam saja sampai peraturan baru dibuat dengan kesepakatan dan berundingan dari pihak sekolahan dan departemen pendidikan pusat.
“Peraturan baru,”ucap Adi yang hanya tersenyum saja. Selesai dengan apa yang disampaikan oleh kepala sekolah semua siswa bubar dan masuk ke kelas. Mereka yang mendapatkan wali kelas baru setelah semua masuk ke dalam kelas masing-masing. Seorang pria masuk ke dalam kelas C dimana dia adalah Abang.”Selamat pagi anak-anak saya Abang wali kelas kalian yang baru dan guru bahasa inggris untuk kalian,”kata Abang.
“Pak Abang jadi wali kelas C. Kenapa?,”ucap siswa pria yang lain.
“Kenapa ya karena aku akan memberikan pengajaran dan pendidikan yang akan teringat oleh kalian semua. Tapi sebelum itu dulu, bapak akan menilai pengetahuan kalian dulu,”ucap Abang.
“Apa kita mengerjakan ujian, maksudnya,”kata siswa wanita.
“Iya. Apa ada masalah?,”kata Abang dengan wajah ramah. Ketua menganjungkan tangannya.”Ada apa ketua?,”ucap Abang.
“Itu soal ujian penilain yang dikatakan oleh bapak. Kita selama ini tidak mendapatkan pengetahuan tentang materi dan pelajaran yang pas saat masuk sekolahan ini. Bagaimana jika pengetahuan kita berbeda dengan siswa dan sekolahan yang lain,”ucap Ketua.
“Kalian tidak usah takut apa hasilnya kami para guru akan membuat kalian bisa memahami penetahuan tingkat SMP. Kita mulai sekarang ya,”kata Abang dengan membagikan lembaran soal dan lembar jawaban kepada siswa dikelas C.
Semua siswa mulai mengerjakan soal mereka tapi saat mereka melihat soalnya materi soalnya sama dengan Adi saat di gang. Siswa di tempat tersenyum dan mulai mengerjakan dengan soal yang ada dengan kemampuan mereka. Waktu terus berjalan sampai waktu yang ditentukan habis mereka harus mengumpulkan jawaban mereka. Adi yang menghela nafas mau naik kelas atau mau tetap di sini atau tidak.
Adi yang melirik De. Tapi tidak dia sangka kalau Dev melirik Adi.”Kamu mau lonjat kelas ya Putra,”ucap Dev dengan wajah sedih. Adi yang tadi berpikir seperti itu kembali mengerjakan 10 soal terakhir yang dia karang untuk bisa sama dengan mereka. Di waktu terakhir pak Abang yang datang mengambil soal Adi.
__ADS_1
“Aku akan tetep di kelas ini tidak lonjat kelas. Jadi aman saja,”ucap Adi. Dev yang kemudian memeluk Adi karena senang.”Terima kasih,’ucap Dev.
“Iya tapi bisa tidak kamu lepaskan pelukan kamu. Aku tidak nyaman,”kata Adi. Sementara mata siswa yang lain melihat mereka dan didepan bangung Adi.”Kalian pacaran ya,”ucap siswa didepan Adi.
“Siapa yang pacaran?,”ucap Adi.
“Kalian berdualah, habis kalian sangat serasi,”ucai di depan Dev.
“Emangnya kalian mau kalau Putra pindah kelas,”kata Dev.
“Apa?,”ucap siswa didalam ruangan. Tapi wali kelas mereka juga ikut mendengarkan pembicaran.”Siapa yang mau pindah kelas?,”kata Abang.
“Putra pak karena dia pintar,”kata wali kelas.
“Putra,”ucap Abang. Adi hanya tersenyum saja kepada wali kelas.”Tidak pak. Karena saya masih mau bersama mereka semua. Saya mau melihat perkembangan mereka,”kata Adi.
“Apa,”kata mereka semua yang terkejut dan kembali menatap ke arah Abang wali kelas C.”Apa itu benar pak, ujian kenaikkan kelas tinggal dua bulan lagi,”kata siswa pria.
Wali kelas hanya bisa tersenyum dan menuliskan materi pertama dalam kelas mereka yang mudah dipahami.”Itu benar. Karena itu kita mulai sekarang akan belajar materi yang mungkin masuk dalam ujian nanti. Apa kalian sudah siap,”kata Abang.
“Tentu saja,”ucap mereka semua yang semangat. Selesai dengan kelas pertama mereka dan dilanjutkan kelas berikutnya yang mereka juga mendapatkan soal untuk menilai kemampuan mereka setiap kelas akan berbeda. Bagaimana penangan mereka dalam memberikan materi.
Hari pertama mereka masuk sudah dihadapkan oleh soal penilaian dan belum memulai pengajaran yang sesuai oleh semua siswa SMP Buaya Jaya. Setelah semua aktifitas selesai mereka kembali ke rumah masing-masing. Adi yang hendak pergi pulang bersama dengan Dev. Karena Adi ingin pergi ke cafe. Tapi tidak tahunya wali kelas Adi datang.
__ADS_1
“Putra,”ucap Abang.
“Ada apa pak,”kata Adi.
“Putra bisa ikut dengan bapak ke ruang rapat bersama saya,”kata Abang.”Baiklah. Tapi ada apa yang saya harus pergi ke ruang rapat,”kata Adi yang tidak tahu kenapa dia dipanggil di ruang rapat.
Ruang rapat dimana semua guru dan kepala sekolah menyeleksi semua kegiatan sekolahan. Adi bersama dengan pak Abang masuk ke dalam ruangan yang dimana pak Jonet sudah ada di dalam ruangan.
“Apa anak itu bernama Putra?,”kata Jonet kepada wali kelas C.
“Itu benar pak,”kata Abang.
“Selamat sore pak. Ada apa yang saya dipanggil ke sini,”kata Adi.
“Maaf Putra jika bapak memanggil kamu ke sini. Bapak mau meminta bantuan kamu apa boleh, karena kenalan bapak menyarankan kamu,”ucap pak Jonet.
“Apa maksud bapak adalah Prita,”kata Adi.
“Itu benar. Kamu kenal dengan dia?,”kata Jonet.
“Kenal atau tidak dia sudah mendaftarkan saya ke sokalahan ini,”ucap Adi.
“Kalau begitu kamu boleh duduk didekat bapak. Karena semua guru sudah datang. Kita mulai dengan pembahasan dengan hasil ujian penilaian setiap kelas bagaimana,”kata pak Jonet.
__ADS_1
Adi di dalam ruangan mendengarkan sampai dia mendapatkan pesan untuk datang ke cafe. Tapi Adi yang melihat kalau rapat masih belum selesai hanya bisa meminta Izin saja karena dia masih ada kegiatan di sekolahan.
Setelah beberapa pembahasan mereka selesai hanya saja untuk menyelesaikan untuk kelas C dari kelas satu sampai 3 itu membuat guru bingung bagaimana menyelesaikannya.