
Jordan yang membawa Mia ke dalam satu ruangan kosong di rumah sakit. Sampai di dalam ruangan Jordan langsung mendorong Mia sampai dia jatuh dikasur pasien yang kosong. Jordan merenggangkan dasi yang dia kenakan dan melepkaskan kancing jas yang dia pakai.
Mia melihat ke arah Jordan dengan tidak berdayanya dia mencoba duduk. Tapi Jordan mendorong dia dan mereka saling berhadapannya. Tatapan dingin Jordan membuat Mia merasakan sakita hari. Mata yang selalu melihat kalau Mia selalu salah dimata Jordan.
Jordan berbisik ditelinga Mia yang terengah karena kondisi dia yang belum pulih.”Bukan ini yang kamu inginkan,”ucap Jordan mendekat ditelinga Mia sambil memegang kedua tangan Mia ahar dia tidak bisa bergerak.
Mia yang mencoba merontak tapi tidak bisa lepas dari cengkraman Jordan yang kuat. Mia yang lemas berbicara,”Tolong Jordan lepaskan aku. Aku tidak membunuh Irma. Aku mohon lepaskan aku.”
Tapi Jordan yang sudah dibutakan oleh Cinta Irma yang sudah digantikan oleh Cita yang ada di dalam hatinya. “Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan. Setelah ini kamu bukan lagi istriku. Jangan pernah kamu menemuiku. Apalagi muncul dihadapanku,”ucap Jordan sambil mencium setaip wajah Mia.
Mia yang ingin lepas dari pelukan Jordan yang dingin.”Aku tidak.. mau lepaskan aku,”kata Mia yang mencoba merontak.
“Tidak mau,”ucap Jordan yang menatap Mia yang matanya memerah dengan air mata berlinang air mata.
Jordan masih menyentuh Mia dengan kasar sampai dia menyentuh bagian yang selalu dijaga oleh setiap wanita. Jordan yang kasar membuat Mia tidak bisa bergerak dimalam yang hujan deras. Jordan mengambil mahkota yang dimiliki Mia. Mia yang mengharapkan kehangatan dari orang yang dia kagumi. Tapi yang diberikan adalah kebencian dan siksaan oleh Jordan. Mia yang menderita di malam yang dingin dengan tatapan Jordan.
Selesai dengan seksual yang menyiksa buat Mia. Jordan mengenakan pakaian yang dia kenakan. Suara ketukan pintu membuat Mia tersadar kalau kondisi dia tidak baik. Seorang laki-laki datang membawa sebuah dokumen. Setelah lelaki itu pergi Jordan melemparkan kertas itu kepada Mia.
“Cepat tanda tangani surat cerai itu,”uap Jordan yang seperti jijik melihat Mia. Mia yang tidak berdaya dengan kondisi tubuh dia setengah telanja. Dengan berlinang air mata Mia tanpa ragu menadatangani suart cerai itu.
__ADS_1
Mia yang sudah menadatangani surat cerai yang diberikan oleh Jordan. Jordan keluar dari ruangan itu. Mia yang masih didalam merantapi kepedihan yang dia rasakan.”Inikah yang aku inginkan,”ucap Mia yang sambil menangis melihat Jordan pergi.
“Kenapa aku harus menyukai kamu yang tidak memiliki hati. Kenapa aku harus menderita,”ucap Mia sambil meremas kedua lengannya dengan posisi merangkul dirinya sendiri.
“Sakit, sesak aku ingin pergi menyusul orang tuaku,”ucap Mia yang putus asa. Mia yang sudah tidak memiliki apa-apa hanya bisa ingin mengakhiri hidup ini. Mia yang berjalan menuju kamar mandi di ruangan itu membersihkan semua kotoran yang melekat pada dirinya.
Mia yang bersandar di dinging kamar mandi dengan air yang mengalir membasahi tubuhnya. Sampai dia mendengar suara Ben dan Petra yang memanggil namanya. Mia kembali tersadar dan bangun dari tempat dia duduk. Keluar dari tempat dia berada setelah dia memakai pakaian pasien.
Petra dan Ben yang melihat Mia kleuar dari ruangan pasien langsung berlari menuju Mia. Mia yang melihat mereka mencoba tersenyum hanya saja mata dia yang sudah tertutup oleh air mata kesedihan. Membuat dia tidak bisa berkata apa sampai semua yang dia lihat semua menghitam.
Jordan yang melihat dari jauh Mia terjatuh membuat dia ingin menolong. Tapi tidak tahu kenapa hati Jordan sedikit tergerak saat Mia jatuh lemas tidak berdaya.”Kenapa denganku, dia yang telah membuat Irma pergi,”ucap Jordan yang meyakinkan dirinya agar tetap pada pendiriannya sendiri.
Sementara Mia dibantu oleh Ben dan Petra. Tubuh Mia yang tidak bisa menerima beban yang berat membuat dia jatuh sakit. Di rumah sakit itu Mia di rawat dengan bantuan Ben dan Petra yang menolong. Waktu terus berjalan satu hari telah berlalu didalam mimpi. Mia masih tidak sadarkan diri sampai hari kedua Mia membuka matanya yang lemas.
Mia yang mencoba menjalankan hidup yang baru dengan kondisi dia yang sudah tidak baik. Mia ingin bertahan dengan apa yang dia rasakan. Mia yang melihat kelangit rumah sakit kembali menutup mata setelah dia melihat Petra dan Ben disamping dia.
Petra dan Ben yang berbaring tertidur karena kelelahan. Mia yang menerima kebaikkan dari dari dua lekaki yang baik untuk dia. Setelah orang tuanya pergi dan sahabat yang dia temuai menghianati dia dengan membuat dia jauh dalam kesedihan.
Mia kembali tertidur karena kondisi belum membaik. Hingga pagi datang Ben dan Petra yang membuka mata melihat Mia masih tertidur dan belum bangunkan diri.”Kapan Mia akan bangun Petra?,”ucap Ben di depan dia.
__ADS_1
“Melihat kondisi Mia seharusnya dia akan segera banguan,”kata Petra.
“Itu benar. Tapi sampai kapan kalian terus memegang tangan kedua tanganku. Aku tidak bisa luasa jika kalian terus memegang tanganku,”kata Mia yang membuka mata.
“Mia,”ucap Ben dan Petra yang senang melihat Mia sudah sadar.
“Iya aku sudah baik saja,”kata Mia.
“Bagaimana kamu bisa baik saja lihat kondisi kamu. Aku akan membunuh Jordan jika aku bertemu dia,”kata Ben. Tapi Mia memegang tangan Ben dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
“Kenapa kamu masih membela dia apa kamu tidak bisa melepaskan orang itu. Dia telah membuat kamu menderita,”kata Petra.
“Aku setuju dengan kata Petra,”kata Ben yang mendukung. Mia yang tahu kalau hatinya masih ada Jordan tapi mau dengan kondisi dia mau bagaimana dia bisa membuat Jordan menyerah juga tidak bisa.
Mia yang tahu kalau dia salah memilih seorang yang dia sukai. Tapi hati ini sulit untuk melepaskan Jordan. Mia yang ingin hidup dengan kehidupan baru, hanya meminta bantuan Ben dan Petra yang selalu ada disisi dia.
“Tolong jangan beritahu siapapun tentang kondisiku sekarang ini dan bantu aku mencari tempat tinggal yang baru di negara lain. Aku ingin memulai hidup yang baru,”kata Mia yang sudah memutuskan hidup yang baru.
Demi orang tua dia yang telah melahirkan Mia dan harapan orang tuanya yang sudah tidak ada untuk terus menjalani hidup dengan bangga. Petra dan Ben yang melihat senyum Mia sudah kembali dengan semangat untuk hidup. Hanya bisa membantu Mia mencari tempat baru. Selesai dengan operasi pengangkatan kangker yang ada didalam otaknya. Tapi semua itu tidak akan bisa bertahan lama.
__ADS_1
Karena itu hanya mencegah untuk sementara karena kapan saja Mia akan bisa merasakan sakit di kepalanya jika dia terlalu banyak beban pikiran.Mia yang mulai hidup baru dengan bantuan Petra dan Ben setelah menjalankan operasi. Rumah Mia yang ditinggalkan oleh orang tuanya yang akan di titipkan oleh Ben dan orang tuanya. Jika nanti dia kembali ke negaranya lagi.
“Apa kamu yakin tidak apa-apa pergi sendiri,”kata Ben. Mia yang tersenyum hanya menganggukan kepalanya. Sampai Petra yang juga menemani Mia dibandara. Mia berjalan perlahan masuk ke dalam pesawat meninggalkan semua kenangan yang menyedihkan. Hidup baru dimulai yang dijalani oleh Mia di negara yang baru. Perjalanan baru dimulai, ap asaja yang akan dia hadapkan oelh kehidupan baru Mia.