Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 122


__ADS_3

Adi mencari darai informasi yang didapatkan dari Roy. Tapi Adi yang juga sudah tahu setelah melihat Cita dan Cahya yang datang ke museum ini.”Bukan kamu sudah bisa menebak kenapa paman langsung mematikan teleponnya,”kata Roy.


“Jadi itu karena kedatangan Ayah ke sini ya, makanya Cita dan Cahya juga ada disini,”kata Adi.


“Itu benar. Khekawatiran kamu itu tepay. Cita dan Cahya datang ke sini karena ingin mempertemukan  Cahya dengan Jordan ayah kandung kamu,”kata Roy.


“Tapi bisa saja kamu diawasi agar kamu tidak bisa dipertemukan dengan ayah kamu. Bukan kamu tadi berpapasan dengan Cita dan Cahya,”kata Roy.


“Itu benar tapi dia sepertinya tidak mengenalku. Tapi ada rasa was-was dan dia menyuruh orang memataiku,”kata Adi.


“Jadi kamu ketahuan oleh mereka,”kata Roy.


“Tidak juga mereka yang memataiku darai pihak Cita sudah tewas dan sudah dikurung,”kata Adi.


Dari tempat lain ketua dan guntur yang datang bersama menghampiri mereka bertiga.”Kalian sedang apa disini,”ucap Guntur.


“Iya ayo kita keliling lagi,”kata ketua.


“Istirahat dulula,”kata Rey.


“Baiklah. Tapi apa yang sedang kalian bicarakan serius,”kata Ketua kelas.


Mereka bertiga menggelegkan kepalanya sampai Ketua kelas hanya bisa menghela nafas dengan pikiran kalau Adi bersama dengan kedua kakaknya pasti menyembunyikan sesuatu. Tapi ketua kelas tidak ingin mencari tahu. Sampai Guntur melihat ke ramaian dari pintu masuk museum.”Itu di sana ada apa. Apa ada tamu yang akan datang ke museum?,”kata Guntur.


“Tamu apa yang kamu maksudkan?,”kata Rey yang menoleh ke arah  belakang. Bersama dengan Roy dan Adi juga ikut menoleh dimana Guntur melihat. Adi yang melihat sedikit terkejut dengan seorang pria yang sudah berusia 50 an tapi dia masih terlihat tampan dan elegan. Adi yang merasa kalau dia ayah Adi hanya bisa tersenyum.”Ayah kamu tidak pernah berubah, tapi ibu sudah menjadi tanah,”ucap hati Adi yang kembali berdiri.


“Adi kamu meu kemana?,”kata Ketua kelas.


“Mau masuk melihat musemu lagi, mau ikut tidak,”kata Adi yang tersenyum. Tapi Roy dan Rey yang melihat Adi seperti biasa membuat mereka berdua gelisah dan tetap bersama dengan Adi.


Tapi saat bersamaan Jordan yang melihat anak-anak masuk merasakan ada perasaan yang tidak asing. Jordan yang berjalan menuju anak-anak yang masuk ke dalam museum. Tapi tidak ada yang menduga saat Adi bersama dengan kawan yang lain masuk ada Cita dan Cahya yang hendak kelur untuk beristirahat.

__ADS_1


Pada saat itulah Jordan merasa sedikit ada rasa kebencian terhadapa Cita.”Jordan,”ucap Cita.


“Untuk apa kamu ke sini,”kata Jordan dengan dingin.


“Tidak aku hanya jalan-jalan bersama anakku saja,”kata Cita sambil menggandeng Cahya.”Ma siapa dia,”kata Cahya yang polos.


“Dia..,”ucap Cita yang tidak berani mengatakan siapa orang didepannya. Tapi Jordan yang melihat anak didepannya persis dengan dirinya.”Apa dia anakku dengan Cita,”kata hatai Jordan. Tapi Jordan yang tidak bisa mempercayai itu hanya bisa terdiam. Sampai Cahya yang mengatakan,”Ma apa dia ayah Cahya.”


Cita hanya diam saja dan menundukan kepalanya tapi wajah Jordan yang melihat itu sedikit memiliki perasaan yang tidak asing.”Ma kenapa diam saja,”ucap Cahya.


“Apa kamu ayah Cahya,”kata Cahya kepada Jordan. Tapi disaat yang sama Adi bersama dengan yang lain ikut mendengar ucapakan mereka. Hati Adi yang awalnya acuh dengan kedatangan Ayah kandungnya merasakan kalau dirinya sakit mendengar Cahya berkata seperti itu.


Adi hanya tersenyum dan kembali berjalan meninggalkan mereka semua. Tapi hati Adi merasakan rasa yang sama di saat Ibu yang menyukai Ayah tapi dia menyukai teman Ibu.”Jadi ini yang dirasakan ibu saat itu skait tapi dia pendam rasa cinta ibu sampai dia mengorbankan nyawanya,”kata hati Adi yang sedikit sedih.


Adi yang merasakan perasaan itu meneteskan air mata itupun dilihat oleh ketua yang bersamanya.”Adi kamu kenapa apa kamu sakit. kenapa kamu menangis,”kata ketua.


“Tidak aku hanya kemasukkan debu saja. Aku pergi ke toilet dulu untuk mencuci muka ya,”kata Adi yang berlari meninggalkan mereka.


“Aku juga tidak tahu kenapa dengan Adi. Dia sedikit aneh setelah melihat tamu yang diluar sana,”kata Guntur yang menebak.


Rey dan Roy hanya terdiam saja kerena mereka merasakan ada seorang yang menguping pembicaraan mereka semua.”Guntur sebaiknya kamu jangan banyak bicara.Mungkin saja Adi sedih karena Ibu kandungnya,”kata Rey.


“Ibu kandung Adi,”ucap Guntur yang terdiam.”Kak sekarang apa,”ucap Rey.


“Kamu tetap bersama mereka aku akan menyelusuri tempat lain,”kata Roy.


“Roy kamu mau kemana?,”kata Guntur,


“Aku akan menyususl Adi ke toilte,”kata Roy.


“Kamu tidak usah khawatir dan tidak usah ikut. Kamu disini saja jaga Adiku,”kata Roy kepada Guntur.

__ADS_1


“Ok, sana pergi,”kata Guntur.


Roy yang segera pergi meninggalkan mereka hanya ada Rey yang bersama Guntur dan ketua kelas.Tapi saat orang asing mematai mereka Roy yang dari belakang menghentikan pergerakan mereka.”Kamu cari siapa kak?,”ucap Roy.


Orang asing yang mematai mereka terdiam dengan keahlian dia menoleh.”Sedang apa kamu dek disini. Ini bukan tempat kamu sebaiknya kamu segera pergi dari sini. Sebelum kamu tewas,”kata mata-mata Cita.


“Tidak aku sangka ada yang lolos dari kejaran pengawasan Adi,”kata Roy.


“Tuan muda Roy kenapa anda bisa disini,”kata pengawas Adi.


“Aku juga sedang berpikir sedang apa kamu disini. Kenapa kamu meloloskan satu orang untuk mengawasi kami,”kata Roy.


“Itu perintah tuam muda Roy. Adi anda meminta satu orang untuk diloloskan gara bisa dijadikan bocoran untuk musuh,”kata pengawasan.


“Di loloskan, tidak seperti biasanya,”kata Roy yang melepaskan musuh. Tapi musuh yang tdiak tahu strategi mereka merasa kalau dia dalam bahaya dan segera pergi dari tempat itu. Tapi Roy dan pengawas yang melihatnya hanya bisa terdiam melihat mereka pergi. Tapi pengawas yang menyuruh mereka mengawasi secara diam-diam mata-mata yang kabur.


“Tapi untuk apa Adi menyuruh kamu untuk meloloskannya. Apa yang dipikirkan Adi?,”kata Roy.


“Soal itu kenapa tuan muda tidak tanya kepada Adi anda sendiri, saya akan pergi sekarang,”ucap pengawas Adi.


“Kurasa aku harus bertemu dengan Adi,”kata Roy yang berjalan menuju tempat Adi.”Tapi dia pergi ke tolilet mana ya,”kata Roy yang memasuki satau toilet mencari Adi. Tapi sudah tiga toilet Roy tidak menemukan Adi. Pada akhirnya Roy menelepon Adi, tapi tidak ada jawaban.”Kemana kamu pergi Adi,”ucap Roy.


Karena tidak bisa menemukan Adi, Roy kembali ke tempat Rey. “Kenapa kamu kembali sendiri, dimana Adi,”kata ketua.


“Aku tidak menemukan dia,”ucap Roy.”Tidak menemukannya,”ucap Ketua yang menghela nafas.”Sudah aku tebak pasti dia hanya berpura-pura pergi ke toilet saja. Adi kamu kira kamu bisa kabur dari ku. Awal saja jika ketemu,”kata Ketua.


Tapi Roy dan Rey yang melohat wajah ketua membuat mereka merindung sampai Guntur menepuk punggung Ketua.”Sabar ketua mungkin saja Adi merasa ingin berjalan sendiri saja, tanpa pengawasan,”kata Guntur.


“Tapi ini bukan wilayah kita tapi wilayah baru. Dia belum mengenal tempat ini dengan baik,”kata ketua.”Ayo kita carai dia dibangunan yang di sebelah sana,”kata ektau.


“Kenapa kita mencari disebelah sana bukan mencari di sebelah sini,”kata Roy. Ketua hanya tersenyum saja tanpa berkata sampai mereka berjalan ke ke gedung yanga da disebelah.

__ADS_1


__ADS_2