
Kelompok kedua yang ada di ruangan sedang menyusun rencana jika ada kondisi dimana si bayi putra dalam masalah. Selesai dengan kelompok kedua kelompok ketiga yang sedang ada dalam perjalanan sudah sampai pada satu geng dimana ibu yang mereka cari berada tinggal. Karena mobil yang mereka lewati tidak bisa dimasuki oleh mobil yang mereka tumpangi. Mereka memutuskan untuk jalan kaki untuk sampai di rumah yang mereka inginkan.
Tapi tidak terduga sampai di tempat mereka melihat anak yang sama dengan anak dari ibu tersebut.”Hai adek kecil,”ucap pembisnis.
“Ada apa paman?,”kata anak dari ibu yang dicari.
“Ibu kamu ada di rumah,”kata pembisnis.”ibu sedang kerja di toko,”kata anak tersebut.
“Lalu kamu di sini bersama dengan siapa?,”kata pembisnis dengan ramah.
“Aku bersama dengan adik saya yang kecil. Saya diminta ibu untuk menjaga adek saat ibu kerja,”kata anak tersebut.
“Apa ibu kamu akan segera kembali. Kami ingin bertemu dengan dia,”kata pembisnis. Tidak lama kemudian ada seorang ibu yang datang.”Kalian siapa, untuk apa kamu mendekat kepada anak sayang. Apa kamu mau menculik anak saya?,”kata ibu yang dicari.
“Tidak, tapi apa kita bisa bicara di dalam rumah anda. Agar kami bisa menceritakan apa yang sedang terjadi,”kata organisasi bawah tanah.
“Baiklah, kalian ikut denganku masuk ke dalam,”kata ibu.
Sampai di dalam rumah yang sederhana milik ibu yang mereka bertiga cari. Di dalam ruangan yang kecil si bayi putra menangis kembali. Dokter anak yang mencoba menenangkan si bayi putra tapi tidak kunjung tenang. Sampai ibu Jesi berkata,”Bayi itu lapar. Kenapa kalian tidak membawa si ibu anak itu.”
Mereka bertiga terdiam karena ibu dari anak ini sudah mati.”Apa kamu bisa memberikan asi kepada anak ini?,”ucap dokter anak.
“Apa tidak masalah jika aku memberikan asi miliki. Bukan lebih baik kalau memberikan asi dari ibu anak ini,”kata Jesi.
Semua hanya terdiam tidak berkata karena ibu dari si bayi putra telah meninggal. Hanya ada si bayi putra yang masih hidup dan mereka bawa agar bisa menjalani kehidupan yang damai. Jesi yang melihat bayi itu masih menangis hanya bisa mengulurkan tangannya kepada dokter anak.
__ADS_1
“Bairkan aku memberi dia asi,”ucap Jesi yang merasa gelisah melihat bayi yang sedang kelaparan menanis. Jesi masuk ke dalam satu kamar bersama dengan kedua anaknya. Didalam kamar Jesi yang membuka bajunya dan memperlihatkan ****** susu untuk bisa dihisap oleh si bayi putra. Di dalam kamar Jesi memberikan asi kepada si bayi putra sementara ketiga orang yang mengantarkan Putra masih diluar.
Jesi yang melihat bersama dengan kedua putra dia bertanya-tanya.”Apa yang terjadi dengan ibu dari anak ini. Kenapa dia tidak ada di sini, apa terjadi sesuatu,”ucap hati Jesi yang ingin tahu. Jesi yang ingin tahu melihat dan memandangi si bayi putra sampai bayi itu sudah kenyang makan. Jesi merapikan bajunya dan keluar menggendong si bayi putra dan putra mereka yang pertama menggendong putra kedua yang masih belum bisa berjalan. Di luar masih di tunggu ketiga laki-laki yang datang bersama dengan bayi yang digendong oleh Jesi.”Sekarang apa kalian bisa ceritakan kedatangan kalian ke sini dan dimana ibu dari anak ini,”kata Jesi karena penasaran.
“Kami akan cerita tapi sebelum kami menceritakan apa kamu kenal dengan seorang novelis atau desainer yang bernama degan Mia Sarawati atau juga disebut Mia,”kata organisasi bawah tanah.
“Aku kenal dengan dia karena dia penggemar saya. Apa ini ada kaitannya dengan Mia?,”kata Jesi. Yang kemudian memikirkan apa yang sedang terjadi pada Mia idolanya. Melihat dari semua yang ada Jesi melihat tajam ke arah bayi yang dia gendong.
“Apa bayi ini adalah anak dari Mia. Jika itu benar dimana Mia sekarang, kenapa kalian yang membawa. Pasti kalian adalah satu dari penggemar Mia bukan,”kata Jesi yang langsung menebak dengan cepat.
“Itu benar kami adalah penggemar Mia sama dengan kamu. Kami di sini ingin meminta bantuan kamu ini dari Mia sendiri,”kata pembisnis.
“Kenapa dengan Mia apa terjadi sesuatu, cepat katakan,”kata Jesi dengan hati gelisah.
“Tunggu aku ingin tahu apa benar bayi ini adalah bayi dari Mia lalu dimana Mia sekarang,”ucap jesi.
“Seperti yang kamu perkirakan dan sudah kamu ketahui. Mis sudah tidak ada dia berkorban untuk Jordan menangkis peluru dari Cita. Sekarang si bayi putra yang tidak memilii ibu hanya bisa menjalani kehidupan biasa,”kata pembisnis.
“Kami tidak bisa menjaga dia dari dekat. Untuk mengurangi ke waspadaan Cita karena sekarang si bayi putra mungkin bisa aman. Tapi jika bayi yang dia bawa adalah palsu. Si bayi Putra dalam bahaya,”kata organisasi.
“Bagaimana bisa Mia sudah tidak ada. Kasihan sekali anak ini belum melihat ibunya sudah ditinggal dulu,”kata Jesi yang merasa sedih.
“Bagaimana dengan ayah dari anak ini?,”ucap Jesi.
“Biarkan anak ini yang memutuskan ingin bertemu atau tidak,”kata dokter anak.
__ADS_1
“Bagaimana apa kamu mau mengangkat anak ini,”ucap dokter anak lagi.
“Aku mau tapi dengan kondisi aku seperti ini bagaimana aku bisa menjaga anak Mia,”kata Jesi.
“Kamu tidak usah khawatir kami akan memberikan rumah dengan toko agar kamu bisa berjualan dan menjaga anak kamu. Bagaimana?,”ucap organisasi bawah tanah.
“Siapa nama bayi ini?,”kata Jesi yang melihat bayi mungkil yang kecil dan imut.”Nama bayi itu adalah Putra Adipurwakarta,”kata dokter anak.
“Nama yang bagus baiklah aku akan menjaga anak ini seperti anakku sendiri. Tapi jika dia sudah dewasa dan tidak ingin tinggal bersama saya. Aku akan melepaskannya, tidak masalahkan,”kata Jesi.
“Kami tidak keberatan soal itu,”kata mereka bertiga setelah melihat satu sama lain. Setelah putra di berikan oleh Jesi mereka bertiga membantu Jesi untuk berkemas. Karena mereka harus segera pergi dari tempat mereka tinggal.
“Apa ada lagi yang di tinggalkan oleh Mia kepada si bayi putra,”kata Jesi.
“Ada hanya saja belum waktunya anak ini tahu. Kami akan memberikannya saat dia masuk ke taman kanak-kanak,”ucap pembisnis. Selesai mengemasi barang yang akan dibawa mereka semua segera pergi dari rumah lama Jesi menuju rumah baru.
Perjalanan yang panjang sampai didalam mobil Jesi yang melihat kedua putranya bersama dengan akan Mia yang ada didekap dokter anak tersebut.”Kapan Mia meninggal?,”kata Jesi.
“Kemarin malam setelah melahirkan Putra dan kekacauan yang dibuat oleh Jesi. Progemer yang bersama Mia waktu itu membawa putra dan menggantikan bayi yang ada di tempat dengan bayi orang lain,”kata dokter anak.
“Kenapa Cita melakukan semua ini, apa dia tidak memiliki hati,”kata Jesi yang kesal dan marah. Karena idolanya sudah tidak ada lagi.
“Itu sudah terjadi Mia hanya bisa bertahan juga pada waktu itu saja, bukan kamu juga sudah tahu kalua Mia juga sakit parah. Dia tidak bisa bertahan lagi setelah dia melahirkan,”kata dokter anak.
“Itu banar, Mia wanita tangguh. Semoga dia bisa bertemu dengan orang tuanya disana. Aku akan menjaga anak kamu dengan baik. Kamu jangan khawatir Mia,”ucap Jesi sambil melihat ke arah putra kecil.
__ADS_1