Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 151


__ADS_3

Adi yang masih terdiam lemas melihat apa yang dia lihat. Kalau mama Jesi mengalami kecelakaan. Semenatraan Rey dan Roy yang melihat ke arah Adi. Merasa bingung dengan Adi yang tiba-tiba menjatuhkan ponselnya.”Apa kamu lelah Adi,”ucap Satya.


Adi mencoba untuk tenang dan tersenyum kepada kedua temannya dan kakaknya yang ada didekatnya. Adi hanya menggelangkan kepalanya saja dan melihat ke arah guru dan orang tua Satya dan Guntur yang sedang melihat mereka.


“Kak aku mau ke sana dulu, tidak apa-apa,”kata Adi yang meminta Izin kepada kedua kakak.


“Boleh,”kata Roy. Adi yang tidak lupa untuk mengambil ponsel yang dibawa oleh Rey. Adi berjalan ke arah guru dan orang tua Satya dan Guntur yang melihat langkah Adi ke arahnya.”Adi ada apa?,”kata Guru.


“Ibu bapak bagaimana kondisi mama saya,”kata Adi. Guru pengawas dan ornag tua Satya dan Guntur yang ada didekatnya terkejut dengan perkataan Adi.”Mama kamu baik saja,”kata Ibu Guntur yang mendekat kepada Adi.


“Kamu tidak usah khawatir mama kamu baik saja,”kata ayah Satya. Guru pengawas yang jongkok di depan Adi dengan perlahan berkata.”Apa kamu merindukan mama Jesi Adi?,”kata Guru.


“Kalian tidak usah menyembunyikan dariku aku tahu kalau mama mengalami kecelakaan bukan. Tapi bagaimana kondisi dia sekarang,”kata Adi yang berkata jujur. Semua yang ada didekat Adi hanya bisa menghela nafas.”Apa kedua kakak kamu tahu soal mama Jesi Adi,”kata Guru untuk memastikan.


“Tidak,”kata Adi yang tidak ingin memberitahukan kepada kedua kakaknya. Karena Adi takut jika nanti mama Jesi tidak ada kedua kakak Adi akan sama dengan dirinya. Dalam hati Adi merasa kalau semua ini adalah kesalahan dirinya yang membuat mereka selalu dalam bahaya.


“Kamu tidak usah khawatir mama Jesi sudah selesai melakukan opersi. Tapi mama Jesi masih belum sadarkan diri. Jadi kamu harus berdoa agar mama Jesi bisa sembuh,”kata Ibu Guntur.


“Adi,”kata Roy bersama yang lain dari belakang. Adi menoleh bersama dengan guru dan orang tua Satya dan Guntur.


“Ada apa kak?,”kata Adi yang dengan biasa.


“Kamu sakit,”kata Rey. Adi menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada mereka.”Tapi kenapa kamu terlihat menyembunyikan sesuatu Adi. Apa yang kamu sembunyikan dari kami Adi? Kami ini kakak kamu,”kata Roy dengan sifat sebagai kakaknya.

__ADS_1


Adi menghela nafas,”Ayo kita melihat mama kakak.” Roy dan Rey yang mendengar kata dari Adi hanya bisa melihat satu sama lain.”Ayo kita bertemu mama,”ucap Roy yang tahu kalau Jesi dalam kondisi tidak baik.


“Adi,”kata Elang yang menjemput mereka.


“Kakak kenapa kamu disini,”kata Rey.


“Aku menjemput kalian karena mama kalian berhalangan datang ke sini,”kata Elang yang tersenyum.


“Adi, Rey, Roy kalian kenal dengan kakak itu,”kata Guru. Adi bersama dengan kedua kakaknya menganggu kalau mereka kenal dengan Elang yang datang menjemput mereka. Guru yang sudah memastikan kalau kakak yang datang adalah orang yang dikenal oleh Adi, Rey dan Roy. Mengizinkan mereka ikut dengan mereka pergi. Adi yang membawa barang bersama dengan kedua kakaknya masuk ke dalam mobil Elang.


“Adi, kakak ingin tanya,”ucap Roy yang duduk dibelakang.


“Mau bicara apa kak,”kata Adi.


“Mama masuk ke rumah sakit kakak. Karena kecelakaan dan belum sadarkan diri.Tapi kakak tidak usah khawatir mama akan baik saja,”kata Adi menceritakan kepada kedua kakaknya. Rey dan Roy yang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Adi.


“Adi kamu kamu tidak bercandakan. Mama tidak mungkin kecelakaan,”kata Rey yang tidak ingin mempercayai ucapan Adi. Tapi Roy yang merasa kalau ucapkan Adi tidak ada kebohongan memegang tangan Rey dengan tangan Roy yang bergetar. Tapi pada saat yang sama mobil yang dinaiki oleh Adi dan kakaknya dihadang oleh orang.


Adi menghela nafas dengan posisi mobil berhenti.”Biar aku yang menangani mereka,”kata Elang. Tapi Adi menahan Elang untuk turun.”Kak Roy kakak Rey Adi minta maaf ya, membuat kalian menderita karena Adi,”ucap hati Adi.


Adi yang manatap ke arah Elang memberikan isyarat untuk membawa kedua kakaknya ke rumah sakit. Adi yang keluar dari mobil tapi Roy menghentikan Adi. Yang dimana Roy menatap Adi.”Kamu mau kemana?,”kata Roy. Tapi tatapan Adi yang merasa bersalah untuk karena telah tinggal bersama dengan mereka.


Karena dirinya Jesi masuk ke rumah sakit.Kecelakaan yang terjadi pada Jesi adalah rencana orang untuk membuat orang yang didekat Adi menderita.”Kakak biarkan kau pergi ya. Jaga mama untukku ya, nanti kita akan bertemu lagi kok,”kata Adi yang melepaskan tangan Roy dan berdiri dari tempat dia duduk. “Adi,”kata Roy yang hendak keluar tapi pada saat yang sama pintu yang terbuka karena Adi tertutup dan Elang mengunji pintunya.

__ADS_1


“Kalian tetap disini saja,”kata Elang yang kembali menyalakan mobilnya.


“Elang kenapa kamu pergi meninggalkan Adi,”kata Roy. Sementara Rey yang masih sedih karena Jesi yang mengalami kecelakaan. Tapi saat Roy berterika kepada Adi. Rey sadar dan mencoba untuk kelur bersama dengan Roy. Tapi pintu sudah terkunci dan mobil mulai melaju.”Itu adalah perintah dari bos kami, untuk membawa kalian ke rumah sakit,”kata Elang.


“Tapi bagaimana dengan Adi,”kata Rey yang dengan sedih.


“Kalian akan bertemu lagi pada saatnya nanti,”kata Elang. Rey dan Roy yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Elang tahunya kalau Adi akan menyusul ke rumah sakit jika urusannya sudah selesai. Rey dan Roy yang melihat dari belakang mulai menjauh. Dimana Adi yang mulai masuk ke dalam kerumunan. Sampai memasuki simpangan jalan Rey dan Roy tidak melihat Adi lagi.


Adi menghela nafas dan menatap mata mereka yang sudah didepan kerumunan musuh.”Kalian yang membuat aku harus melakukannya,”kata Adi.


“Kita bertemu lagi bocah. Tapi kamu sekarang tidak akan bisa selamat lagi,”kata Cita yang berjalan masuk ke dalam kerumunan.


“Jadi ini semua ulah kamu yang tante. Karena kamu tidak suka dengan aku mengambil harta kamu, kamu menghancurkan kehidupan anak kecil yang baru saja kelad 3 SD. Kamu tidak malu,”ucap Adi dengan tajam.


“Malu kamu itu anak yang tidak berhak bahagia di dunia ini, sama dengan ibu kamu yang membuat kacau rencanaku,”kata Cita yang dingin kepada Adi.


“Lebih baik kamu mati disini dari pada orang yang didekat kamu mati sia-sia,”ucap Cita yang didalam pesannya memberikan isyarat kalau Jesi dalam bahaya.


“Ok jika itu yang kamu mau. Aku akan ikut dengan kamu, tapi lepaskan keluargaku yang sekarang biarkan mereka hidup damai,”kata Adi yang tidak ingin Jesi dalam masalah karena dirinya. Apa lagi Jesi harus membesarkan Roy dan Rey kakaknya. Adi tidak ingin kedua kakaknya merasakan rasa kesepian karena dirinya.


“Bagus jika kamu sadar, kamu itu membawa petaka,”kata Cita yang berbalik.


“Bawa dia. Kita bunuh ditempat lain,”kata Cita kepada anak buahnya. Karena ornag suruhan Elang datang untuk membantu Adi. Tapi saat mereka sampai sudah tidak ada mereka dan Adi juga tidak ada. Mereka hanya menemukan ponsel Adi saja yang jatuh di tanah. Yang pesannya memberitahukan jangan cari dia dan tetap jaga kedua kakaknya dan mamanya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2