
Sun yang tidak menyadari kehadiran dari musuh didepan dia. Tapi saat Sun melihat Adi yang bersikap santai dan biasa saja membuat Sun bertanya apa dia tidak takut dengan musuh didepan dia.”Putra apa kamu baik-baik saja,”ucap Sun yang mencoba menenangkan Adi. Adi menoleh ke arah Sun yang mencoba menengakan dirinya.
“Aku baik saja, hanya saja kakak tidak apa-apa. Maaf ya kak, kurasa kita harus berhenti sebentar sebeluk ke kontrakan. Karena ada serangga yang mengganggu kita di tengah jalan,”ucap Adi dengan melirik ke atah musuh dengan dingin.
Sun merasa hawa dingin yang ada disekitarnya sampai Sun kembali melihat ke depan dia. Tapi tidak tahu bagaimana Adi yang yang sudah ada didekat mereka dengan musuh yang sudah terjatuh semua.”Ayo kak kita lanjutkan perjalanan kita,”kata Adi yang sudah selesai dengan musuh didepannya.
“Putra kamu itu siapa bagaimana kamu bisa mengalahkan musuh yang banyak seperti itu dengan mudah. Mereka pasti adalah suruhan Fal, tapi kamu dengan mudah bisa mengalahkannya dengan santai,”kata Sun. Adi hanya tersenyum saja sampai mereka melanjutkan perjalanan mereka ke kontrakan.
Di perjalanan menuju kontrakan Adi tidak mengatakan apa yang sedang terjadi. Sampai di rumah Adi menyiapkan makanan dan cemilan untuk Sun.”Jadi apa yang ingin kamu katakan sampai tidak bisa memberitahuku di cafe tadi,”kata Adi sambil meletakan minuman dan cemilan yang ada didapur.
“Kamu ini sebenernya siapa Putra,”kata Sun dengan hati-hati.
‘Aku putra anak yatim piatu yang ditinggalkan ibuku mati dan ayahku yang tidak berguna. Apa itu sudah cukup,”kata Adi.
“Aku tahu kalau kamu tidak akan mengatakan apa-apa kenapaku. Sebenarnya aku meminta tolong kepada kamu. Ajarkan aku pelajaran kulian, aku melihat kamu bisa semua mata pelajaran yang ada baik itu SD, SMP,SMA, SMK dan sampai jenjang kuliah,”kata Sun.
“Kakak ingin masuk ke universitas mana?,”kata Adi.
“Universitas yang ada di wilayah C ini. Aku ingin bisa membantu siswa yang ada di SMP Buaya Jaya,”kata Sun.
“Jadi kamu ingin mencari guru,”kata Adi yang menebak.
“Itu benar apa kamu bisa mengajariku masuk ke universitas yang ada diwilayah C,”kata Sun yang sedikit malu.
“Bisa,”kata Adi. “Sungguh kamu mau mengajariku,”kata Sun yang senang.
__ADS_1
“Tapi sebelum itu coba kakak kerjakan soal yang ada di buku itu. Kertas lembaran ada didalamnya,”kata Adi yang pergi ke dalam dapur. Dimana Adi mulai memasak untuk makan malan. Dengan suasana yang santai Sun mengerjakan soal yang diberikan dengan serius. Tanpa berpikir siapa Adi sebenarnya.
Tapi di tempat lain digang yang dilewati Adi dan Sun. Anak buah dari anggota khusus yang berjaga disekitar Adi membersihan musuh yang sudah dikalahkan oleh Adi.”Apa bos kecil yang mengalahkan semua ini,”ucap anak buah anggota khusus.
“Kalian gerakkan tangan kalian jangan mulut kalian,”kata Robin yang datang setelah anak buahnya datang.
“Jadi mereka adalah suruhan anak dari perusahan kedua yang memberikan perintah. Tapi sangat disayangkan mereka semua kalah begitu saja,”kata Robin.
“Mau bagaimana lagi bos kecilkan sangat kuat,”kata anak buah anggota khusus. Selesai membersihkan musuh yang sudah tidak berdaya. Mereka kembali keposisi mereka dengan Adi dan Sun yang ada didalam kontrakan melakuakn aktifitas mereka masing-masing dengan santai dan serius.
“Bagaimana kak Sun apa sudah selesai?,”kata Adi yang hampir selesai dengan masakan yang dia buat. Sun yang hampir selesai menjawab,”Sudah hampir selesai Putra.”
“Baiklah,”kata Adi yang meletakan makanan.”Bisa kamu bereskan buku dan lembar jawaban kamu. Kita akan makan dulu sebelum aku melihat jawaban kamu,”kata Adi. Sun yang melakukan apa yang dikatakan oleh Adi. Mereka makan bersama sampai semua hidangan selesai dengan semua perlengkapan sudah dibereskan oleh Adi.
Adi memeriksa jawaban dari Sun. Setelah beberapa menit Adi memeriksa jawaban Sun Adi memberitahukan kepada Sun hasilnya dari jawabannya.”Ini nilai yang aku berikan kepada kamu,”kata Adi. Yang kemudian dia memerikas hasil dari teman-teman Adi. Adi yang sudah memeriksa dan sudah tahu sampai mana tingkat kepehaman teman Adi.
“Jika aku berkata jujur ya kak. Kakak akan gagal masuk universitas dengan nilai yang seperti itu. TaPI Itu bisa diperbaiki jika kakak mau belajar dari nol lagi,”kata Adi.
“Apa kamu tidak keberatan mengajarkan aku Putra,”kata Sun dengan gelisah.
“Aku tidak keberatan. Tapi apa kakak mau bergabung dnegan siswa yang lain atau mau di kontrakanku untuk belajarnya,”ucap Adi yang berdiri karena sudah selesai dengan memeriksa hasil nilai dari rekan teman Adi yang baru.
“Jika kamu tidak kerepontan aku ingin belajar berpisah dengan siswa yang lain. Aku akan ke kontrakan kamu,”kata Sun.
“Baiklah, nanti aku akan berikan jadwanya ya kak,”kata Adi.
__ADS_1
“Tapi Adi dengan kemampuan kamu itu. Kamu bisa mendapatkan beasiswa disekolahan yang lainkan. Tapi kenapa kamu masuk ke sekolahan Buaya Jaya,”kata Sun.
“Itu bukan aku yang mendaftarkan. Tapi pihak panti yang dulu aku tinggali. Ohhh ya kak apa yang aku lakukan tadi. Jangan beritahu yang lain ya, ini untuk kebaikan kakak kedepannya,”kata Adi.
“Baiklah, aku tidak akan memberitahukan kepada yang lain,”ucap Sun.
“Tapi apa ini tempat tinggal kamu Putra. Cukup bersih juga tempat yang kamu tinggali,”kata Sun yang sangat terkejut. Adi hanya diam saja dan memberikan beberapa catatan kecil yang Adi buat kepada Sun.
“Kakak bisa belajar ringkasana materi yang aku buat. Jika aku belum mendapatkan jadwal yang pas,”kata Adi.
‘Terima kasih Putra,”kata Sun yang berdiri.”Kakak mau pulang sekarang,”kata Adi yang melihat Sun yang hendak pergi pulang.
‘Iya terima kasih untuk semuanya. Aku akan belajar dengan catatan yang kamu berikan kepadaku. Maaf sudah membuat kamu terganggu karena diriku,”kata Sun.
‘Itu tidak masalah kak. Aku malah senang jika kakak mau belajar untuk mendapatkan apa yang kakak inginkan,”kata Adi yang tersenyum ramah. Sampai Sun menjauh dari kontrakan Adi. “Keluarlah dia sudah pergi,”ucap Adi kalau Robin sudah datang ke kontrakan Adi.
“Tidak aku sangka ada yang mau belajar dengan kamu ya. Musuh sudah dibereskan, jadi kamu bisa santai. Tapi mungkin saja akan ada yang datang lagi. Ini laporan tentang kondisi keluarga Jesi dan kedua kakak kamu Rey dan Roy,”kata Robin memberikan hasil pengamatan mata-mata.
Adi yang melihat hasil dari pengamatan dari anak buah Sem yang menjadi mata-mata untuk mengawasi kelurga Adi. Jesi yang sudah membaik sudah membuka toko rotinya dengan Rey dan Roy yang juga masih terkenal dikalangan para wanita. Mereka berdua yang masuk ke dalam klub olahraga. Jordan yang sudah memberikan sedikit aset kepada Cahya tapi dia juga diam-diam masih mencari Adi.
“Baguslah kalau mereka baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan Tomas?,”ucap Adi.
“Untuk informasi Tomas sekarang ada digaris depan karena ada masalah antara kedua negara yang sudah menjadi tempat pertempuran. Tapi ada kabar terbaru kalau Tomas dan yang lain mengalami kesulitan karena musuh yang baru saja datang,”kata Robin sambil membaca datanya.
“Kirimkan bantuan untuk tim Tomas dengan kedua kelompok sembunyi dan terang,”kata Adi.
__ADS_1
“Baik,”ucap Robin yang memanggil anggota yang ada dipulau untuk memberitahukan tugas baru mereka.