Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 24


__ADS_3

Bibi yang sudah melihat tuan muda telah pergi segera naik ke atas untuk melihat apa nona Mia baik-baik saja. Tapi saat Bibi sampai di sana dan melihat kamar nona, bibi sangat terkejut dengan Mia yang berbaring di lantai. Bibi langsung menghampirinya dan memanggil nama Nona Mia. Tapi tidak ada jawaban sampai Bibi menyentuh tubuh Mia yang panas.


Bibi yang khawatir memanggil penjaga untuk membantu Mia ke kasurnya. Setelah Mia sudah di kasur Mia menghubungi tuan muda tapi tidak ada respons. “Bagaimana ini tuan tidak menjawab?,”ucpa bibi yang mulai gelisah.


Mia yang samar-samar mendengar suara bibi ingin membuka matanya tapi tubuhnya tidak bisa. Tubuh yang lemas dan tidak berdaya apa lagi Jordan memberikan air dingin kepadanya. Bibi yang tidak tahu harus melakukan apa hanya bisa meringankan tubuh Mia saja.


Bibi yang menjaga Mia sampai pagi datang tuan muda sudah kembali.”Mia, kenapa kamu buat makanan,”ucap Jordan.


Bibi yang mendengarnya langsung turun menemui tuan muda.”Tuan muda kenapa baru saja datang. Nona Mia masih belum sadarkan diri dia tubuhnya panas,”kata Bibi.


“Apa dia mau berpura-pura sakit,”kata Jordan yang marah dan berjalan naik ke atas.


Jordan masuk ke dalam Mia yang masih belum sadarkan diri langsung menarik selimutnya.”Sampai kapan kamu terus tidur cepat buat sarapannya,”kata Jordan dengan keras dan kasar.


Mia yang membuka mata dengan wajah yang menghitam di bawah kelopak matanya. “Kenapa Jordan?,”ucap Mia yang lemas.a


“Jangan bermalasan, cepat buat makanan,”kata Jordan. Mia yang ingin bicara lagi tapi jOrdan berkata dnegan dingin.”Jika kamu masih bermalasan jangan berharap kamu bisa keluar lagi untuk belanja. Atau ,”ucap Jordan melihat ke arah Mesin jahit Mia.


Mia yang melihat tatapan Jordan yang tertuju ke arah mesin jahitnya. Mia hanya bisa menebak kalau dia ingin menghancurkan mesin jahit yang dia bawa dari rumah.”Aku mengerti aku akan segera membuat makanan untuk kamu,”kata Mia yang lemas dan kepalanya masih pusing.


“Tapi tuan muda,nona masih sakit. Biarkan aku saja yang memasak hari ini,”kata bibi yang membela.


“Sakit apa lihat dia masih bisa berdiri,”kata Jordan yang menujuk dengan tatapan tajam.

__ADS_1


“Tidaka apa-apa bi. Aku bisa memasak kok hari ini,”kata Mia yang menahan rasa sakit.


“Tapi nona anda terlihat pucat,”ucap Bibi yang tidak tega melihatnya.


Mia yang dibantu oleh bibi menuju dapur. Sampai di dapur Mia mencoba menenangkan dirinya dan mencoba tegar. Sementara bibi yang melihat merasa kasian denga Mia yang sedang sakit tapi harus di suruh oleh tuan muda.


Mia yang mencoba tersenyum menyelesaikan masakannya walaupun tubuhnya tidak bisa bertahan lama. Karena dia merasakan tubuhnya seperi terjabik-jabik diseluruh tubuhnya. Selesai dengan masakan bibi membantu Mia menyiapkan makanan di meja makan. Sampai Jordan turun dan menikmati makananny. Selesai dengan makanannya Jordan pergi dihadapan mereka berdua tanpa berkata apa-apa.


Mia yang telah melihat Jordan pergi mencari tempat duduk didekat dia. Karena tubuhnya tidak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan.Bibi yang meliha Mia seperti ingin terjatuh membantunya memapahya.


“Nona istirahat saja, biarkan bibi yang membereskan,”kata Bibi.”Terima kasih bi,”ucap Mia yang bersandar di kursi.


Mia melihat kalau sekelilingnya berputar dan nafas yang terengah. Mia yang tidak bisa menahan rasa sakit hanya bisa beristirahat di waktu yang singkat. Bibi yang sudah selesai dengan cuciannya dan bersih-bersih melihat ke arah Mia. Bibi menghampirinya dan menyentuh dahinya yang maish panas. Bibi yang meminta penjaga untuk mengantarkan nona Mia ke dalam kamar. Sampai di dalam kamar Mia mngigo nama ayah dan ibunya sambil menangis.


Bibi yang menaruh konpresan kain di dahinya mendengarnya.”Apa nona Mia sedang merindukan orang tuanya,”kata bibi.


Walaupun sedikit ragu dan khawatir bibi harus menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi Mia. Bibi yang sudah menghubungi dokter pribadi. Yang kebetulan dokter pribadi Jordan adalah Petra. Dokter yang selalu merawat Mia.


Dokter Petra yang sudah mendapatkan laporan kalau ada pasien yang dikediaman Jordan sakit. Tanpa berpikir panjang Petra langsung menuju vila tempat Jordan tinggal. Sampai di sana Bibi yang merawat rumah datang menghampiri.


“Bi Jordan sakit apa sampai harus memanggilku,”kata Petra yang tidak tahu.


“Itu buakan tuan muda yang sakit tapi istrinya,”kata Bibi yang mengantar dokter Petra ke ruangan Mia. Sampai d depan pintu belum terlihat jelas Dokter Petra merasa tidak asing dengan tubuh yang sedang berbaring tersebut.

__ADS_1


Hingga dokter Petra masuk baru dia sadar kalau yang berbaring itu adalah Mia pasein kangker ota yang sudah dia rawat. Dokter Petra yang mencoba tenang dan memeriksa Mia dengan seksama. Sapai Dokter Petra merasa kasian dengan kondisi Mia saat dia sudah selesai mengeceknya.


“Bagaimana dia bisa panas Bi,”kata Petra.


“Bibi juga tidak tahu kemarin nona baik saja setelah dia kembali dari pasar. Tapi setelah tuan muda kembali dan merah-marah nona Mia di tarik ke kamar. Dan setelah itu bibi tidak tahu apa yang terhadi. Tapi saat bibi mencari nona Mia ke atas nona sudah berbaring di lantai dengan baju yang basah. Tadi pagi tuan muda juga merah-marah kepada nona Mia yang sedang sakit hanya untuk membuat sarapan pagi,”kata Bibi yang menjelaskan dengan rinci karena marasa kasian.


Petra yang mendengarnya merasa tercengang. Dan melihat ke arah Mia yang masih berbaring lemas.”Kita bawa ke rumah sakit saja hari ini. karena kondisi nona Mia sudah tidak baik,”kata Petra.


Tanpa mereka sdarai Jordan sudah kembali saat Mia dibopong oleh Petra.”Kamu mau bawa kemana istriku,”kata Jordan yang tidak suka.


“Apa kamu tidal lihat kalau istri kamu sedang sakit,”kata Petra.


“Dia tidak sakit,”ucap Jordan yang membawa Mia dipelukkannya dengan paksa. Tanpa perasaan Mai membawa Mia ke dalam kamar. Petra yang menghentikan Jordan tidak dihiraukan. Sampai terdengar suara teriakan Jordan kepada Mia.


“Apa yang Jordan lakukan pada Mia,”ucap Petra yang mendengarnya langsung bergegas menuju kamar Mia.


Petra yang sudah sampai di depan pintu dan tanpa sepontan membuka pintunya. Dan melihat Jordan yang menarik rambut Mia. Petra yang merasa terkejut langsung menolong Mia dan mendorong Jordan.


“Kamu gila dia istri kamu dan sedang sakit kamu menjabaknya begitu,”kata Petra yang kesal.


“Mia kamu tidak apa-apa,”kata Petra.


“Dokter kenapa kamu bisa ada di sini,”ucap Mia yang baru membuka mata tapi dengan tatapan yang lemas.

__ADS_1


“Kamu tidak usah khawatir sekarang kita pergi ke rumah sakit,”ucap Petra yang membantunya berdiri.


“Kata siapa kamu boleh membawanya pergi,”ucap Jordan yang manarik tangan Mia.


__ADS_2