
Mia yang berjalan menuju bangku di dekat jendela dimana Irma sudah menuggu. Mia yang sudah duduk diberikan buku catatan kepada Irma.”Ini semua,”ucap Mia yang melihat catatan yang banyak dari Irma.
Irma yang tersenyum kepada Mia dengan tumpukan buku catatan yang harus disalin oleh Mia. Yang melihat hanya bisa terdiam sampai guru datang dan pelajaran di mulai. Hingga bel istirahat dimulai Mia yang membawa bekal dari rumah bersama dengan Irma.
Mereka berdua makan bersama sampai Mia berkata,”Irma bagaimana hubungan kamu dengan Jordan?.” Irma yang mendengar lalu terdiam dan berhenti makan sampai dia berkata,”Apa maksud kamu Mia, bukan kamu suka dengan Jordan. Aku tidak ingin berebutan dengan kamu.”
Mia hanya tersenyum,”Tapi dia suka dengan kamu Irma. Aku bisa mengalah kok, jika kamu memang suka dengan dia. Aku akan baik saja, banyak laki-laki di luar sana yang lebih tampan darinya.”
Irma yang ragu untuk mengatakannya hanya bisa terdiam. Sampai Mia mendapatkan pesan dari rumah sakit.”Irma aku angkat telepon dulu ya,”ucap Mia yang keluar. Mia yang mengangkat telepon dari rumah sakit soal barang yang ditemukan di dekat korban. Mia yang di minta untuk mengambil barang itu, tapi dia harus minta tolong kepada siapa ya. Mia yang masih berpikir menuju kelas dan melihat Irma sedang menghabiskan bekalnya. Mia datang dan duduk dan melanjutkan makanannya.
“Apa kamu sudah selesai menelepon Mia,”kata Irma dengan nada santai.
“Iya bagaimana kamu sudah selesai makannnya,”ucap Mia.
“Hampir. Mia ada hal yang ingin aku bicarakan tapi kamu jangan marah ya,”ucap Irma yang ragu.
“Apa yang ingin kamu bicarakan aku tidak akan marah,”kata Mia. Irma yang menceritakan kepada Mia saat dia pertama kali bertemu dengan Jordan di depan toko saat itu aku melihat dia berbeda. Hatiku berdebar saat melihat dia, waktu itu aku tidak tahu apa yang aku rasakan sampai. Kita pulang dari cafe Jordan membantuku membawa barang dan kami juga bertukar nomor. Setelah itu Jordan selalu menjemput Irma berangkat sekolah.
Satu hari dua hari tiga hari sampai hari ini aku baru tahu kalau aku suka dengan Jordan. Selama ini Irma menyembunyikannya kepada Mia. Hingga tadi Jordan mengajak aku untuk bertemu lagi ucap Irma yang menjelaskan kisah dia bersama dengan Jordan.
Mia yang sudah tahu kalau mata Jordan selalu menatap ke arah Irma hanya diam saja. Tapi Mia tidak tahu kalua selama ini Irma juga berbohong kepada dia. Mia yang ingin marah tapi dai tahan dan hanya tersenyum.”Aku tidak marah kok, jika kamu suka terima saja dia,”ucap Mia yang mencoba mendekatkan temannya kepada orang yang dia sukai. Walaupun dia akan sakit hati lagi, ini lebih baik dari pada dia di tikung dari belakang saat dia sudah jadian.
“Tapi apa kamu tidak apa-apa,”ucap Irma yang merasa bersalah.
“Aku baik saja untuk apa kamu khawatir,”kata Mia.
“Kamukan sahabatku dan temanku,”ucap Mia yang memeluknya agar Irma tidak khawatir dengan dirinya. Tidak lama mereka berbincang bel kelas berbunyi aktifitas kelas dimulai lagi sampai bel pulang.
__ADS_1
Mereka yang menuju ruang klub dimana mereka akan menjahit baju. Mia yang hanya bisa membuat diriya sibuk agar dia melupakan rasa sakit yang dia dapatkan. Setelah kehilangan orang tuanya dan temannya bersama dengan orang yang dia sukai.
Selesai Klub Irma pergi lebih dulu, Mia yang sudah tahu hanya bisa menyemangati Irma bersama Jordan. Walaupu dia masih sedikit tidak rela tapi dia hanya bisa menyembunyikan perasaannya di hatinya. “Mia,”ucap bu klub.
“Iya bu ada apa,”kata Mia yang melihat wajah ibu klub.
“Apa kamu baik saja?,”ucap Bu klub.”Aku baik saja terima kasih telah mengkhawatirkan aku,”kata Mia.
“Ibu turut berduga atas orang tua kamu. Jika ada apa-apa kamu bisa bicara dengan ibu,”kata bu Klub.
“Iya bu,”ucap Mia yang sudah selesai dengan barang yang dia bawa. Bersama dengan bu klub Mia keluar sampai dia melihat ada yang ketinggalan.”Ada apa Mia?,”ucap bu klub yang melihatnya.
“Itu bu kotak bekal saja ketinggalan di kelas, saya ingin mengambilnya. Jika ibu mau pulang dulu tidak apa-apa,”ucap Mia.
“Baiklah, ibu pulang dulu ya. Hati-hati saat pulang nanti,”ucap Ibu klub. Mia hanya menganggukan kepalanya setelah melihat bu klub sudah jauh di depan. Mia yang kembali ke kelas untuk mengambil kotak bekalnya. Sampai dia yang berjalan melewati lorong dan menuju pintu belakang. Melihat Jordan dan Irma yang sedang mengatakan perasaannya.
“Semoga kalian bahagia,”ucap Mia yang meniggalkan mereka berdua. Sampai di pintu gerbang Ben yang ada di depan pintu sedang menuggu. Tapi Mia yang tidak tahu siapa yang dia tunggu, Mia menghampirinya.
“Kamu menuggu siapa Ben?,”ucap Mia.
“Aku sedang menuggu mereka berdua itu dia,”ucap Ben yang menunjuk ke belakang.
“Maaf yang Ben menuggu lama,”ucap Jordan. “Mia kamu juga ada di sini,”ucap Irma yang terkejut.
“Baru keluar kenapa?,”ucap Mia yang tidak melihat apa-apa.
Irma yang awalnya berpegang tangan dengan Jordan dia lepaskan saat melihat Mia. “Ben maaf ya kali ini aku tidak bisa ikut dengan kamu. Aku ingin pergi dengan Irma ke suatu tempat,”ucap Jordan di depan semuanya.
__ADS_1
“Ohhh tidak masalah,”kata Ben.
“Mia kamu mau pulang,”ucap Irma yang sedikit canggung. “Tidak aku akan pergi ke suatu tempat tapi aku bingung,”ucap Mia.
“Kamu mau pergi kemana, biar aku antar kamu,”ucap Ben yang tahu kalau Mia ingin menyendiri setelah apa yang dia lihat.
“Kami pergi dulu ya Mia,”ucap Irma yang berjalan bersama dengan Jordan. Mia yang melihatnya hanya bisa menghela nafas. Sampai Ben berkata ,”Kamu mau pergi kemana?.”
“Rumah sakit jaya indah mengambil barang yang ditinggalkan oleh ayah dan ibu. Mau menemaniku,”ucap Mia yang sedikit serak.
“Ayo,”ucap Ben yang berjalan lebih dulu. Mereka berdua yang menuju rumah sakit jaya indah sampai Ben berkata,”Apa kamu baik saja?.”
“Iya aku baik saja tapi kenapa dengan kamu,”ucap Mia yang melihat wajah yang tidak biasanya.
“Apa kamu tidak sakit hati dengan mereka berdua di hadapan kamu,”ucap Ben yang terus terang. Mia yang syok mendengarnya hanya bisa terdiam sampai di lokasi pemberhentian Mia langsung turun yang di ikuti oleh Ben. Mia yang tidak ingin mengatakan apa-apa sampai di depan rumah sakit. Dimana dia melihat korban yang belum diambil oleh keluarga mereka. Mia yang menuju ke depan administrasi untuk mengambil barang milik orang tuanya.
Sampai perawat datang membawa barangnya Mia memeriksanya setelah sudah pasti ini milik orang tuanya Mia mengambilnya dengan menadatangani surat ambil. Selesai dengan semua barang orang tuanya Mia dan Ben langsung pulang. Tapi mereka sudah dijemput oleh ayah Ben,”Ayo masuk.”
Mia yang tidak tahu kalau ayah Ben bisa ada di depan gedung rumah sakit. sampai Ben berkata,”Aku yang meminta ayah jemput karena biaya busnya sampai ke sini mahal.”
“Apa,”ucap Mia yang tersenyum tipis.
“Terima kasih ya paman sudah mau menjempus saya,”ucap Mia.
“Ini sudah kewajiban paman, jadi jangan sungkan meminta tolong kepada paman atau Ben. Mia maukan makan malam bersama kami,”ucap Ayah Ben.
Mia yang harus membereskan barang orang tuanya harus menolak tawaran orang tua Ben.”Maaf paman lain kali saja ya. Untuk hari ini aku harus menyelesaikan beberapa catatan sekolah dan memberiskan barang milik orang tua saya,”ucap Mia yang merasa bersalah.
__ADS_1
“Baiklah paman tidak akan memaksa kamu, tapi jika kamu meminta bantuan datang ke tempat paman dan bibik ya,”kata ayah Ben.