
Tomas dan Surya yang sudah ada di dalam ruang bawah tanah. Mulai mempertanyakan siapa mata-mata yang ingin mengincar nyawa Mia. Tapi mata-mata itu masih saja diam saja dan tidak ingin membuka mulutnya. Hingga akhirnya Tomas menyiksa mata-mata itu agar dia membuka mulutnya. Tapi yang di ucapkan oleh mata-mata itu adalah penolakan.”Jangan berharap kalian bisa tahu siapa orang dibalikku,”kata mata-mata.
“Apa itu yang ingin kamu katakan,”ucap Tomas.
“Itu benar juga, mungkin saja orang yang nyawa Mia adalah Cita Salsalbilah bukan,”ucap Surya. Saat mendengar itu mata-ata itu sedikit terkejut dengan nama Cita. Tapi kembali wajah mata-mata itu kembali berubah. Melihat sikap ekspresi itu Tomas dan Surya bisa menebak siapa dalang di balik keinginan nyawa Mia.
“Bawa dia ke kantor dimana dia bisa ditahan,”kata Tomas yang menyerahkan kepada anak buahnya.
Tomas dan Surya yang sudah menyerahkan kepada anak buah Tomas segera naik ke atas. Mia dan Jem yang duduk di dalam ruang tamu. Mia yang sedang membuka layar leptopnya dan Jem yang berjalan menuju dapur. Dimana Jem ingin membuat minuman.”Apa yang kamu lakukan Mia?,”kata Tomas yang sudah ada di depan Mia.
Mia yang melihat ke arah depan dan menatap ke arah Tomas.”Ayah apa sudah selesai intograsinya,”kata Mia.
“Sudah,”ucap Tomas. “Siapa dalangnya dan untuk apa mereka ingin nyawaku. Aku tidak memiliki apa-apa,”kata Mia.
“Dari sikap yang diberikan dan panjingan Surya dengan menyebut nama Cita dia sedikit tergerak dan terkejut. Jadi kami menyimpulkan kalau orang itu adalah Cita,”kata Tomas.
“Tapi kenapa?,”kata Mia yang berpikir setelah dia menyelesaikan naskah novel yang dia buat.
__ADS_1
“Untuk alsananya masih tidak tahu,”kata Surya.
“Bukan aneh, jika dia ingin aku mati,”kata Mia. Jem yang datang dan memberikan minuman kepada Mia sambil bekata,”Jangan terllau banyak pikiran nanti sakit lagi.”
“Iya aku tahu,”ucap Mia yang mengambil minuman yang diberikan kepada Jem.”Sebaiknya kamu istirahat Mia,”ucap Tomas. Mia yang saat ikut juga dalam kondisi tidak baik tapi dia sembunyikan dari ketiga ornag yang selalu menjaga dia.
Apa lagi setelah dia melihat berita kalau Jordan dan Cita sudah akan mengadakan acara pernikahan dengan Cita hamil. Hati Mia yang sakit dengan berita yang dia lihat tapi dia tahan. Tapi degan apa yang dia baca membuat dia merasa ada yang ganjil dengan Mia mengelus perut yang sudah mulai membesar.
Mia yang berjalan menaiki anak tangga dengan membawa laptop yang dia bawa. Sementara Jem, Surya dan Tomas yang masih di bawah melihat. Hingga Mia sudah berjalan di lantai dua dan menuju kamar. Mia yang menutup pintu kamarnya dan duduk di dekat teras kamarnya sambil melihat keluar pintu teras.
Saat itu angin berhembus sangat sejuk dan membuat Mia meneteskan air matanya.”Dia cepat sekali melupakan aku,”kata Mia dengan nada kecil dan sedikit sedik dan bergetar.”Apa jika aku datang dan mengatakan kalau aku hamil akankah dia mau bersama aku dan berubah,”kata Mia sambil menatap keluar teras.
“Tapi apa salahku sampai aku harus merasakan smeua ini,”kata Mia. Mia menghela nafas dan merasakan kalau hidungnya berdarah Mia mengambil tisu didekatnya dan menghabus darah yang ada dihidungnya. “Mimisan lagi,”ucap Mia.
Mia yang telah membersihkan hidungnya lalu mengelus perutnya dimana Mia bisa merasa tenang sambil dia berkata,”Aku akan tetap menjaga anak ini. aku harus memiliki kekuatan untuk menjaga anak ini.”
Mia yang yang menghapus air matanya dan mulai membuka laptopnya dan melihat status lelang yang dulu dia buat. Melihat banyak sekali komentar dan status yang masuk di kolom komentar lelalang yang Mia buat saat dia belum bersama dengan Jordan untuk mencari uang. Mia yang membacanya satu persatu ada yang berkomentar dengan baik yang menuggu lelang berikutnya. Mia yang membaca itu sangat senang.
__ADS_1
“Aku harus memulai dari awal lagi agar bisa melupakan semua ini sebelum aku pergi. Aku harus bisa membuat koneksi untuk anakku agar dia tetap aman,”kata Mia.
Mia yang dengan kepala tenang mulai membuat desain baju dimana dia akan mulai melakukan lelang online lagi. Walaupun Mia masih sedih dengan apa yang terjadi tapi setelah dia mengelus perut dimana anak yang dia kandung membuat dia bisa tenang kembali.
”Jika ada waktu mama ingin terus menjaga kamu sayang. Tapi jika mama tidak ada waktu lagi, kamu carilaha ayah kamu jika kamu mau atau kamu bisa bersama dengan ayah angkat. Jika kamu masih tidak mau dengan mereka berdua sayang bisa mencari apa yang kamu sukai. Mama akan selalu mendukung apa yang sayang sukai,”kata Mia dengan berlinang air mata.
Karena Mia tahu umur dia tidak akan pajang dengan dia yang masih sakit kangker otaknya dan ditambah lagi mereka yang ingin nyawa Mia. Mia yang sudah menyelesaikan satu desain mencari udara di teras untuk menenangkan dirinya smabil dia berpikir.”Ayah ibu apa sulit untuk kembali lagi,”kata Mia yang merindukan orang tuanya.
“Aku sendiri tapi banyak orang yang mendukungku dan menyangiku. Tapi kenapa orang yang aku sukai tidak menyukaiku. Apa aku melakukan kesalahan,”kata Mia dengan suara kecil.
Hingga malam tiba Mia yang makan bersama dengan Tomas, Jem dan Surya di dalam ruang makan. Dimana tidak ada obrolan yang penting dan hanya obrolan biasa. Sampai Jem memerikas kondisi Mia di dalam kamar dan menatap Mia.”Apa kamu mimisan lagi?,”ucap Jem melihat ke arah Mia.
“Maaf iya. Tapi jangan bilang kepada ayah ya. Aku tidakmau dia khawatir,”kata Mia kepada Jem.”Aku tidak bisa. Tapi aku akan lakukan jika kamu mengatakan apa yang membuat kamu mimisan,”kata Jem.
Mia masih terdiam dan tidak berkata sementara Jem yang menuggu jawaban Mia menghela nafas.”Jika kamu tidak ingin mengatakannya aku tidak akan memaksa kamu. Tidurlah jangan terlalu memikirkan yang tidak-tidak,”kata Jem yang menyerah dengan jawaban Mia.
Jem yang berjalan kelaur Mia yang melihat itu mengambil diary barunya dan menulis rasa yang dia selalu rasakan. Di dalam diary Mia yang menulis kalau rasa sakitnya masih berlanjut dengan berbagai kejutan yang membuat dia harus bangkit dan bangun dari mimpi yang tidak nyata.
__ADS_1
Saat dia tidak melihatku tapi aku selalu melihat kamu. Tapi kenapa aku selalu melihat kamu sementara kamu tidak melihat aku sebagai belahan jiwa kamu. Aku hanya berkayal kalau kamu akan datang melihatku. Tapi tidak sampai aku melihat kamu bahagia bersama dengan orang lain. mungkin itu adalah kebahagiaan kamu. Tapi bukan kebahagiaan untuk diriku yang sudah menderita. Semua kehidupan yang dulu bahagia perlahan menghilang dengan kebahagiaan kamu.
Apa kamu akan sedih jika aku tidak ada. Apa kamu akan menangis jika aku pergi. Apa kamu akan mencari dan menyesali perbuatan kamu jika aku tidak ada didunia ini. kenapa kamu selalu membuat aku menderita dengan kebahagiaan kamu. Rasanya sakit untuk aku melihat kamu lagi. Tapi hatiku yang tidak bisa lepas dari tatapan kamu. Aku menyukai kamu apa adanya. Aku suka kamu kapan kamu bisa bersama aku.