Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 77


__ADS_3

Teman 10 yang merasa dirinya dalam bahaya, tapi tidak disangka rekan satu penggembar datang dengan memukul orang tersebut dari belakang.”Kamu baik=baik saja,”ucap teman 2.


“Aku baik hanya saja disana tidak baik,”ucap Teman 10.


“Biarkan aku yang membawa bayi itu. kamu pergilah kesana bukan kamu ingin mengambil barang yang kamu butuhkan,”ucap teman 88. Teman 10 memberikan bayi itu kepada teman 88. Karena teman 10 harus mengambil buku diary yang dimaksudkan oleh Mia. Tapi teman 10 harus bisa menuggu orang tersebut pergi.


“Kapan mereka bisa pergi,”ucap teman 10.


“Sebentar lagi,”kata teman 100.


‘Sejak kapan kamu datang ke sini,”kata teman 10. Setelah beberapa menuggu mereka akhirnya mulai pergi dari rumah tersebut. teman 10 yang bersama dengan teman 100 pergi ke rumah tersebut. Mereka yang dikejutkan dengan semua perabotan berjatuhan dan berantakan rumah tersebut.


Teman 10 yang tidak tahu apa yang terjadi pergi ke kamar Mia yang juga berantakan dimana dia mencari buku diary yang dimaksudkan Mia.”Kamu mencari apa?,”kata teman 100.


“Buku diary milik Mia. Dia meminta aku membawa buku itu jika aku harus pergi dari rumah ini,”kata teman 10.


Teman 100 yang melihat satu buku berkata kepada teman 10.”Apa yang kamu maksudka adalah buku ini,”ucap teman 100.


“Iya benar itu dia,”kata teman 10 yang berjalan kearah teman 100. Teman 100 yang ingin melihat apa yang ada di dalam buku diary Mia. Perlahan dia membuka dan membaca buku tersebut. dari halaman pertama membuat teman 100 tersentuh dengan apa yang ditulis oleh Mia.


“Kamu membacanya,”kata teman 10.


“Karena aku penasaran aku membuka halaman pertama,”kata teman 100.”Kita pergi sekarang,”kata teman 10.”Apa semua sudah kamu bawa?,”kata teman 100. Teman 10 hanya tersenyum karena semua sudah dia bawa termasuk kotak yang ada dibawah kasur Mia. Mereka berdua langsung pergi berkumpul dengan semua anggota. Dimana mereka berdua sampai bayi Mia menangis.


“Apa yang terjadi?,”kata teman 10.


“Si kecil menangis karena lapar. Tapi kenapa kamu hanya membawa bayinya saja,”kata teman 88.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak melihat ini saja,”ucap teman 10 yang sudah menyabotase rumah sakit dimana Mia lahir. Semua orang melihat apa yang ditunjukan oleh teman 10.” Cita,”ucap teman 100.


Mereka semua yang melihat tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menjaga bayi yang dilahirkan oleh Mia. “Siapa nama bayi ini?,”kata teman 50.


“Mia memberi nama putranya adalah Putra Adipurwakarta,”kata teman 10.


“Putra nama yang bagus. Kita harus menjaga anak ini,”ucap teman 88.


Semua yang ada ditempat bersepakat menjaga putra Mia dengan baik. Tapi di tempat lain Mia yang ada di dalam ruang operasi dikejutkan dengan Cita yang sudah masuk ke dalam ruangan.


“Mia aku tidak menyangka kamu bisa bertahan sampai di sini,”kata Cita.


“Tapi sampai kapan kamu bisa selamat,”kata Cita lagi.


“Apa yang kamu inginkan datang ke sini,”ucap Mia yang lemas.


“Bunuh dia,”ucap Cita yang berjalan keluar rumah sakit. Mia yang ada di dalam ruangan operasi melihat satu pemdangan yang membuat dia tersenyum. Agar apa yang dia lihat bisa menjadi nyata Mia berusaha untuk menggerakkan tubuhnya habis persalinan norman.


Mia yang tidak tahu apa dia bisa bertahan. Tapi tidak ada yang menduga, saat  Mia bisa keluar. Masih ada Cita di luar.


Mia yang tidak tahu kenapa Cita masih diluar. Dengan tubuh Mia yang sudah lemas dan tidak berdaya melihat Jordan didepan mata dia.”Jordan,”ucap Mia dengan suara kecil.


Jordan yang tadi berdebat dengan Mia sampai dia sudah tahu rencana busuk Cita. Yang mengambil bayi. Jordan yang tidak tahu bertanya dengan Cita.”Cita apa maksud semua ini dan bayi yang kau ambil ingin kamu apa kan,”kata Jordan.


“Tuan dia anak kamu dari Mia,”ucap sekertaris.


“Apa maksud kamu anak aku dengan Mia, bukan Mia sudah meninggal. Jangan kamu mengarang,”kata Jordan yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sekertarisnya. Jordan yang tidak percaya melihat seorang yang keluar dari ruang operasi. Jordan membuka matanya lebar-lebar.

__ADS_1


Cita yang merasa kesal berniat membunuh Jordan karena semua sudah diketahui. Rencana Cita yang gagal membuat dia berkeinganan untuk membunuh Jordan. Cita yang sudah membawa pistol dan menodongkan pistol itu dihadapan Jordan. Mia yang melihatnya berlari ke arah Jordan dan menerima tembakan Cita.


“Mia,”ucap Jordan yang terkejut. Sementara Cita dengan semua anak buahnya pergi. Tapi keluarga purwakarta dan keluarga Cahaya yang membawa bala bantuan untuk menangkan Cita. Cita hanya tersenyum melihat mereka selamat.


“Ingin menangkapku, kalian tidak bisa,”ucap Cita dengan percaya diri. Karena sudah ada orang suruhannya yang siap membantu Cita dari jauh. Semua orang yang ingin menangkap Cita semua terbunuh dengan anak buah Cita. Sniper yang juga sudah berjaga siapa melontarkan peluru kepada mereka yang ingin membawa Cita.


Cita yang bisa melarikan diri dari semua kepungan dengan membawa bayi palsu Mia. Jordna yang memeluk Mia menangis sejadinya.”Jangan menangis,”kata Mia.


“Kamu masih hidup,”ucap Jordan. Mia hanya tersenyum dan melihat Jordan yang menangis karena dirinya membuat dia senang.”Aku ingin bicara dengan kamu,”kata Mia dengan suara kecilnya.


“Anak kita masih selamat dia ada ditempat yang aman. Yang dibawa palsu. PUTRA ADIPURWAKARTA,”ucap Mia yang sudah tidak bisa diselamatkan. “Mia,”ucap Jordan yang melihat tubuh Mia yang sudah penuh dengan darah dan tubuh dia yang lemas.


“Mia,”kata Jordan lagi sambil menggoyakan tubuh Mia.


“Jangan main-main Mia, bangun. Aku minta maaf membuat kamu menderita,”kata Jordan.


“Lepaskan saja, Mia sudah tidak ada,”kata Tomas yang berjalan ke arah Jordan yang memeluk Mia.


“Berikan dia kepadaku,”kata Tomas. Tapi Jordan tidak memberikan Mia kepada Tomas. Jordan tetap memeluk Mia yang sudah tidak bernyawa. Tubuh Mia yang sudah dingin dangan darah yang mengalir. Semua yang melihat hanya bisa terdiam.


Jordan yang tidak percaya kalau dirinya akan diselamatkan oleh Mia. Mia yang selalu dia siksa sudah menyelamatkannya. Jordan yang merasa semua ini tidak nyata membuat hatinya sakit.”Kenapa aku tidak bisa melihat kamu,”ucap Jordan.


“Kenapa kamu selalu menjaga dan melindungiku sementara aku tidak pernah perduli dengan kamu,”kata Jordan yang merasa dirinya terpukul dengan apa yang terjadi. Ayah dan Ibu Jordan yang menghampiri Jordan dan menenangkannya. Sementara Tomas membawa mayat Mia yang sudah dingin untuk bisa dimakamkan.


“Sekarang kamu sudah tahu siapa yang benar mencinta kamu bukan,”ucap Tomas.


“Itu pantas untuk kamu yang tidak bisa mengharga Mia,”kata Tomas lagi dengan membawa Mia.

__ADS_1


“Kamu hanya perlu sadarkan diri kamu agar tidak tercerumus dalam taktik yang dimainkan oleh wanita itu. Dia masih akan berlanjut untuk menghancurkan kamu dan keluarga kamu. Ini hanya permulaann saja,”kata Tomas.


__ADS_2