Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 78


__ADS_3

Tomas yang membawa Mia yang sudah dingin dan tidak bernyawa. Jem dan Surya yang mengikuti Tomas dari belakang sampai ayah Jordan melihat Tomas.


“Kamu mau bawa kemana Mia,”kata ayah Jordan.


“Aku akan memakamkannya. Percuma juga dia ada disini, putri angkatku sudah tidak ada,”ucap Tomas.


“Kamu tidak ingin mencari anak dari Mia,”ucap Ayah Jordan.


“Aku tidak ingin mencarinya, biarkan dia yang akan mencari. Aku tahu kalua anak Mia akan selamat,”kata Tomas.


“Kamu tahu dimana putra,”ucap Jordan.


“Aku tidak tahu dia ada dimana. Tapi dia akan baik dan sehat,”ucap Tomas.


“Kenapa kamu baru khawatir setelah kehilangan Mia. Selama ini kamu dimana?,”kata Surya.


“Laki-laki yang tidak tahu berterima kasih,”ucap Jem. Jordan hanya terdiam mendengar ucapan dari Jem dan Surya. Sedangkan keluaga puerwakarta dan keluarga Cahaya yang ada ditempat hanya terdaim melihat semuanya.


“Kamu kira berapa banya Mia mengorbankan hatinya hanya untuk laki-laki busuk seperti kamu,”kata Surya.

__ADS_1


“Kamu tidak pantas untuk diselamatkan,”kata Jem.


“Sudah, kita pergi sekarang,”kata Tomas yang berjalan melangkah. Dimana Mia dibawa ke rumah sakit militer untuk dibersihkan dan untuk diambil peluruh yang menusuk tubuhnya. Tomas hanya bisa menahan tangisan saja. “Kenapa tidak di rumah sakit ini saja, jika ingin mengambil peluruh. Untuk apa jauh-jauh,”kata Ibu Jordan.


“Apa yang kamu katakan benar, kenapa tidak disini. Tapi kalian tidak menyadari kalau rumah sakit ini sudha kotor dengan siasat Cita,”kata Tomas sedikit menjelaskan. Semua orang yang mendengar hanya terdiam sampai Tomas sudah ada diluar. Yang sudah ada mobil menuggu.”Kita pergi sekarang,”ucap Tomas. Mia yang ada dipelukan Tomas dengan rasa sedih karena pertama kali bisa bertemu dia harus melihat kepergian Mia yang sebenarnya.


“Kenapa kamu cepat perginya putriku,”kata Tomas.


“Aku baru menemukan kamu. Tapi kamu sudah tidak ada, kenapa kamu pergi,”kata Tomas dalam hati sambil memeluk. Diperjalanan menuju rumah sakit dimana Mia dibawa ke ruang operasi bersama dengan Jem. Pengambilan peluru didalam tubuh Mia berjalan lancar sampai proses terakhit.


Di dalam ruangan semua orang berduga atas kepergian Mia. Keluarga Purwakarta dan Keluarga Cahaya yang datang.”Tomas,”ucap Kakek Jordan. Tomas menoleh tapi dia tidak berkata apa-apa.


“Kamu tahu kalau selama ini Mia selamat dari kebakaran vila itu bukan,”ucap kakek Jordan. Tomas hanya tersenyum sambil melihat kakek Jordan.


“Aku tidak tahu dimana Mia selama ini tinggal. Aku mencari tidak menemukan dia sampai aku mendapatkan kabar yang tidak terduga kalau Mia ada disini. Kalian sendiri untuk apa datang ke sini, kalian yang tidak bisa mengharga Mia untuk apa datang ke sini dan memperhatikan Mia yang sudah tidak ada. Apa kalian ke sini hanya untuk anak yang di kandung oleh Mia,”kata Tomas dengan dingin.


Semua terdiam saja hingga Jordan datang.”Kamu tahu Mia hamil dan selamat dari kecelakaan pesawat. Kenapa kamu tidak menghubungiku,”ucap Jordan yang dingin dan ingin tahu.


“Kamu ingin tahu sekarang, selama ini kamu ada dimana saat Mia membutuhkan orang yang ada disampingnya. Karena Irma mantan kekasih kamu mati oleh Cita. Kamu menuduh Mia yang tidak tahu apa-apa. Bukan kalian sudah cerai saat kamu melihat Cita sama persis dengan Irma,”kata Tomas dengan tajam.

__ADS_1


Jordan tidak bisa berkata apa-apa karena semua ini adalah kesalahannya. Tapi Jordan ingin sekali melihat Mia karena sudah tidak ada.”Lupakan dia, jangan cari dia. Termasuk Putra anak kamu, bairakan dia yang memilih untuk datang menemuik kamu sendiri atau tidak,”kata Tomas. Sampai Jem keluar bersama perawat yang lain dengan kasur roda disampingnya.”Kita bisa memakamkannya,”ucap Jem.


Jordan yang melihat segera berlari ke arah Mia yang sudah tertutup oleh kain putih. Dimana Mia tidak akan bangun lagi dan menyusul orang tuanya dipadang rumput yang indah. Jordan yang menangis sejadinya sementara yang lain hanya bisa melihat kepergian Mia.


Di tempat lain Cita yang sudah membawa bayi yang salah menuju tempat dia berada. Dengan Bayi yang dia bawa Cita ingin membesarkan anak yang bukan darah dagingnya untuk mendapatkan perusahan purwakarta.”Mia kamu sudah mati anak kamu ada ditangan aku. Kamu tenang saja anak ini akan aku jaga dengan baik.Jadi tidurlah dengan tenang,”kata Cita yang tersenyum dingin.


“Jordan kamu beruntung bisa selamat karena ada Mia yang melindungi kamu. Tapi kamu dan keluarga kamu tidak akan bisa selamat dari darah yang akan aku berikan kepada kamu. Kalian harus menderita,”ucap Cita yang merasa renacana yang dia bangun sudah gagal total.


Cita yang mundur untuk membuat rencana ulang dengan anak Mia yang dia bawa.”Sekarang kamu ada putraku aku akan memberi nama Cahya Ajipurwakarta,”ucap Cita dengan melihat ke arah bayi yang kecil dan tidak berdaya.


Di tempat lain di pagi yang mendung dengan hawa dingin dengan penuh kesedihan Mia di makamkan dengan banyak orang yang datang berduka. Mia yang baik dan selalu berjuang untuk menjalani kehidupan kesehariannya. Kesedirian Mia yang membuat banyak terharu dan merasa kalau Mia adalah wanita tanggung. Selama hidup Mia yang tidak melukai orang lain dan membantu apa yang dia bisa. Walaupun kehidupan percintaannya tidak terbalas karena dia salah memilih orang yang harus diperhatian. Dengan hidup yang sederhana Mia selalu berjuang hanya untuk mendapatkan uang untuk membiayai kehidupannya.


Banyak karya yang dia buat dengan kisah nyata yang dia tulis. Penggemar yang selalu mendukung dan membantu Mia dalam diam. Sampai akhir hayat Mia yang tidak memiliki apa-apa selalu diganggu oleh Cita sampai nyawa Mia terancam. Tapi demi Putra yang didalam kandungannya Mia bisa bertahan melawan semua kesendiriannnya, bahaya dan penyakitnya. Mia yang berjuang demi apa yang harapkan bisa menjalani hidup baru.


“Putraku mama minta maaf karena mama tidak bisa menjaga putraku yang lucu. Mama sudah lelah, jaga diri kamu bersama dengan para paman pengemar, jika kamu tidak ingin bersama dengan mereka kamu bisa mencari ayah kamu jika kamu atau ayah angkat. Kamu bisa memilih ingin mencari mereka atau hidup dengan apa yang kamu usahaka. Mama selalu melihat kamu jika temapt kita berbeda. Terus semangat dan teruslah melangkah karena perjalanan kamu akan panjang. Jadilah anak yang baik kepada orang lain jangan membenci ayah kamu. Dia juga menderita karena wnaita itu,”ucap Mia dalam semua diary.


“Kamu membaca bukunya progemer,”kata pembisnis.


“Karena aku ingin tahu apa yang dia tulis di dalam sini,”kata progemer sambil mengangkat buku diay yang dia bawa.

__ADS_1


“Apa bayi ini memiliki nama,”ucap Organisasi bawah tanah.


“Nama anak ini adalah Putra Adipurwakarta,”ucap progemer.


__ADS_2