
Adi yang mendengarnya sedikit bingung dan terkejut.”Apa kamu serius dengan apa yang kamu katakan tadi,”ucap Adi.
“Tentu saja aku serius. Itulah yang terjadi disekolahan ini. Aku tahu kalau kamu tidak percaya. Kamu bisa lihat sendiri sana,”kata Siswa. Adi yang berjalan melihat ke ruang kelas A dan melihat ada guru yang memberikan pengajaran yang sesuai. Setelah melihat ke kelas B Adi melihat dua pembelajaran yang pertama kelas bahasa yang diajarkan oleh guru yang tidak lulus. Setelah menuggu Adi melihat ada guru yang masuk ada guru yang sesuai dengan pengajarannya yang bisa di bilang lulus bersertifikat guru.
“Jadi seperi ini proses pengajarannya,”kata Adi yang kembali ke kelas. Tapi Dev yang menuggu Adi tidak kunjung datang ke kelas.”Kemana dia pergi sudah berganti kelas, tapi dia tidak masuk,”ucap Dev.
Setelah kelas selesai baru Adi kembali dan Dev berkata,”Kamu dari mana Putra?.”
“Aku dari jalan-jalan ada apa?,”ucap Adi dengan santai dan duduk disamping Dev. Tapi mata menatap Adi yang masih tidak percaya dengan jawaban tadi. Tapi tatapan itu dirasakan oleh Adi.
“Kalian kenapa menatapku seperti itu, apa ada salah dengan diriku. Sampai kalian melihatku seperti itu,”ucap Adi.
“Hai Putra kamu kenapa jawaban kamu berbeda dengan ibu guru tadi,”kata Siswa didepan.
“Ohhh soal itu. Karena jawaban dari wali kelas salah semua. Jika kalian tidak percaya bisa carai dibuku pelajaran yang sama atau tanya disekolah yang lain, Untuk memastikan kebenaran jawabannya,”kata Adi.
Karena tidak mau terllau berlama-lama dengan apa yang terjadi kelas berlanjut dengan biasa saja. Sampai kelas selesai Adi yang tidak ikut dengan siswa yang lain pergi ke gang. Karena ada part time yang harus dia kerjakan di cafe. Di perjalanan menuju cafe ada di ikuti oleh beberapa anak kelas A dan beberapa orang.
“Kenapa mengikutiku seperti itu,”ucap Adi yang sudah tahu kalau salah satu anak kelas yang mengikuti Adi adalah Fal.
__ADS_1
“Bagaimana bisa kamu tahu kalau kami mengikuti kamu?,”kata Fal.
“Bagaimana bisa ya? Itu tidak penting juga bagiku. Tapi ada keperluan apa kamu datang ke sini mencariku,”kata Adi menoleh dengan dingin. Fal tidak perduli dengan tatapan yang diberikan oleh Adi. Tapi dengan santai dia menyuruh anak buahnya dan anak yang lain untuk memukul Adi.
“Kalian ingin main keroyokkan ya,”ucap Adi. Adi yang berjalan ke arah Fal yang sudah dijaga oleh pengawal untuk melindungi Fal.
“Untuk apa kamu menyuruh mereka menghadangku. Jika pada akhirnya mereka akan tewas karena ulah kamu sendiri,”kata Adi yang mulai menghajar pengawal Fal. Di samping Fal Adi berkata,”Kamu bekerja sama dengan organisasi black. Tapi sampai kapan mereka ada didalam pengaruh kamu.”
Dengan Adi memberikan pukulan diperut untuk Fal. Tapi Fal bisa menghindar dengan baik. Adi bertemuk tangan sampai anak yang dibawa Fal ada yang membantu untuk melindungi Fal. Yang lain menyerang Adi dengan kemampuan yang dimiliki bersama dengan anak buah yang ada disampai Fal.
“Hanya tikus saja melawan naga,”kata Adi yang tersenyum dingin dengan membuat posisi rambut yang menutupi mata dihempaskan oleh tangan Adi ke belakang dengan tatapan tajam dan dingin seperti ingin membunuh musuh. Sebelum Adi menyerang dia berkata,”Jika kalian tidak sayang nyawa kalian. Aku akan kabulkan kalian mati sekarang.”
“Ya kabur mereka,”ucap Adi yang belum selesai dengan apa yang diberikan kepadanya. Tapi pada saat yang sama Dev yang ada dibelang melihat semuanya. Tapi Dav yang tidak ingin ketahuan bersembunyi saat Fal datang mengepung. Tapi ternayata Dev melihat pemandangan yang tidak terduga.
Adi yang tahu kalau Dev ada didekat dia.”Sampai kapan kamu bersembunyi, keluarlah aku tidak akan mekana kamu,”kata Adi.
Dev keluar setelah semua sudah selesai. Karena dia juga sudah ketahuan oleh Adi.”Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada disana Putra,”kata Dev berjalan ke arah Adi.
“Bagaimana aku bisa tahu ya. Itu ma mudah saja, tapi aku tidak akan memberitahukan kepada kamu. Kenapa kamu mengikutiku, apa masih dengan soal yang tadi di kelas,”kata Adi dengan santai.
__ADS_1
“Bukan aku hanya ingin tahu kontrakan kamu saja. Lalu dari mana kamu bisa belajar bela diri Putra,”kata Dev.
“Aku belajar dari pengalaman yang menyedihkan. Tapi aku harus pergi ke cafe sekarang, maaf aku pergi dulu ya Dev,”kata Adi yang segera pergi karena tidak hanya kelompok Fal saja yang ikut. Tapi ada kelompok yang lain. Tapi dari sikap mereka yang berhati-hati membuat Adi ingin tahu siapa mereka.
“Jadi kalian ingin main bersembunyi ya. Tidak masalah, lakukan saja apa yang kalian inginkan,”kata Adi yang santai dengan apa yang sudah pernah dirasakan oleh Adi. Baik dulu maupun sekarang tidak ada yang berubah dengan kondisi Adi. Adi hanya menghela nafas saja sampai di Cafe Adi menuju ruang ganti.
Di mana Adi bertanya kepada pegawa yang lain yang juga satu shife dengan dia.”Aku tidak melihat bos. Dia ada dimana?,”kata Adi.
“Bos katanya dia ada uruskan jadi pergi keluar,”kata pegawai. Adi hanya menganggukan kepalanya saja sampai pegawai yang diajak bicara dengan Adi kelur lebih dulu. Adi yang masih berganti pakaian mendapatkan secarik kertas yang ada diloker lemarinya. Setelah dibaca itu dari Robin yang kembali ke pulau untuk beberapa hari.
Adi meletakan kembali dengan dia mengcoret isi pesannya. Adi kembali melakukan aktifitasnya sebagai pegawai cafe. Dimana Adi melayani para tamu yang datang dengan ramah. Sampai malam tiba Adi kembali ke kontrakan dan membuat jadwal belajar bersama Sun dan rekan di gang.
Selesai membuat jadwal dan materi yang terpisah. Adi membuaka laptopnya dan membuak email. Ternyata ada pesan masuk yang sudah dua hari lalu. Adi membuka email tersebut dan membacanya, ternyata dari editor penerbitan.
Kalau novel yang dibuat Adi sangat menarik dan hendak membuat kontrak dengan Adi. Adi yang senang menerima tawaran tersebut. Tapi Adi ingin mempelajari kontrak yang diberikan oleh editor penerbitan lebih lanjut agar tidak salah. Setelah selesai membalas pesan itu, tidak lama Adi menuggu ada pesan balasan kalau mereka ingin bertemu hari minggu ini.
Adi dengan senang hati menyetujui pertemuan itu. Tapi karena merasa senang Adi membuat novel kedua yang berjudul Burung dalam sangkar. Cerita ini menceritakan seorang gadis yang terkurung karena orang tuanya yang kejih. Karena anak yang dilahirkan oleh keluarga tersebut berbeda dengan kedua kakaknya.
Adi yang menulis isi novel dengan berhati-hati sampai Adi lupa akan waktu. Semalaman Adi menyelesaikan novel keduanya. Adi merenggangkan tangannya dan melirik ke arah jam dinding. Kalau sudah pagi,”Ternyata aku bergadang lagi.”
__ADS_1