
“Apa kamu yakin dengan pilihan ini,”kata Tentara.
“Itu pilihan yang bagus selama dia bersama dengan tapak darah Gozo akan aman. Sementara pulau masih belum selesai,”kata organisasi.
Adi yang kembali duduk diayunan dengan ditemani oleh para paman. Sementara paman dokter anak dan paman progemer yang mendekatai Adi bertanya apa dia baik saja. Adi yang yang menjawab kalau dia baik-baik saja. Hanya saja Adi masih tidak habis pikir kalau Won bagian dari Cita.
“Apa maksud kamu Adi Won bagian dari Cita,”kata Organisasi.
“Ohhh itu ya tadi Won dan anak buahnya datang bersama dengan Cita datang ke sini untuk membunuhku. Tapi setelah bicara denganCita hanya ada Won. Tepat setelah itu tapak darah datang membantu aku walaupun agak terlambat. Paman bisa periksa leherku, aku merasa sakit,”kata Adi yang seperti anak-anak.
Paman dokter anak yang memeriksa leher Adi yang merah.”Kenapa dengan leher kamu seperti bekas cekikan,”kata dokter anak.
“Itu Won dan musuh yang sebelumnya menarik bajuku sampai aku kecekik. Jadi bagaimana apa akan baik saja, terus akan segera hilangkan bekasnya. Jika guru dan mama tahu bisa masalah nanti,”kata Adi.
“Kamu tidak usah khawatit bekas luka ini akan sembuh. Nanti paman berikan obat penghilang rasa ya,”kata dokter anak.
“Baik paman,”kata Adi.”Ohh iya paman semua datang ke sini ada apa yang,”kata Adi yang tidak tahu kenapa paman semua datang ke sini. Apalagi mereka datang seterlah Cita datang, Adi yang berpikir apa mereka datang karena Cita datang ke sini.
“Kami datang karena kamu berkerja sama dengan organisasi tapak darah,”kata Progemer.
“Ohhh jadi paman datang karena khawatir kalau aku ada masalah dengan organisasi tapak darah. Aku kira pamana khawatir karena Cita datang ke sini,”ucap Adi.
“Apa maksud kamu Cita datang ke sini Adi, bukan tadi kamu katakan kalau yang datang itu adalah Won bukan Cita,”kata mantan tahanan.
Adi yang menghela nafas dan melihat ke arah paman.”Jadi paman tidak mendengarkan aku dari tadi. Akau sudah cerita kalau Won datang bersama dengan anak buahnya dan ada juga Cita yang bersama dengan Won. Tapi Cita pergi dulu setelah aku dikepung oleh mereka,”kata Adi menjelaskan lagi.
“Tapi kamu tidak diapakan oleh Cita bukan,”kata dokter anak.
__ADS_1
“Akus ih tidak masalah hanya omongan yang membuat naik darah saja,”kata Adi.
“Apa yang dia katakan kepada kamu,”kata organisasi.
“Dia berkata kalau aku tidak bisa bertemu dengan ibu karena dia sudah tidak ada. Oleh karena itu dia ingin aku menyusul ibu pergi. karena dengan aku ada dia tidak bisa tenang. Seperti itulah yang ucapannya walaupun ada yang aku lupakan sebagian. Karena malas mendengar tante jahat yang tidak memiliki hati,”kata Adi yang merasa kesal.
Setelah mendengar cerita dari Adi mereka hanya bisa terdiam. Tapi mereka yang juga merasa gelisah dengan Adi mereka berencana untuk memindahkan Adi saat lulus SMA nanti. Tapi waktu masih panjang, itupun masih rencana para paman.
“Kamu tdaik terluka itu sudah tidak masalah. Tapi kenapa kamu bisa ada disini, bukan ada dihotel,”kata mantan tahanan.
“Itu aku berkunjung melihat kakek Tomas dan kemudian bertemu dengan kakak dari temanku,”kata Adi.
“Lalu kenapa kamu sendirian dimana Rey dan Roy berada,”kata Progemer.
“Mereka tidur di cafe aku jalan-jalan bersama dengan paman Gozo karena pikiran tidka tenang,”kata Adi.
“Adi apa kamu sudah tahu kalau Tomas dibawa pergi oleh Cita,”kata Progemer.
“Soal itu aku sudah tahu karena orang yang menjaga kakek Tomas terluka. Jadi aku meminta bantuan darai tapak darah untuk menyelamatkan kakek Tomas dan membawa ke rumah sakit. sementara sisanya aku biarkan tapak darah menyelesaikannya,”kata Adi menjelaskan kepada para paman.
“Bagaimana kamu bisa kenal dengan si brutal Adi,”ucap organisadi dibelakang Adi dengan tatapan tajam. Adi yang menoleh sedikit terkejut dengaan paman organisasi yang ada tepat dibelakangnya.
“Paman kenapa di situ buat kaget saja,”kata Adi. Adi langsung berdiri setelah melihat paman organisasi dengan tatapan tajam membuat Adi seperti akan ditanyakan banyak hal. Oleh karena itu Adi meminta pamit pergi ke cafe untuk istirahat bersama dengan Rey dan Roy.
Untuk menghindari pertanyaan dari paman organisasi. Tapi pada saat yang sama di tempat Roy dan Rey yang bangun dan melihat sekitar.”Adi,”ucap Roy yang membuka mata. Roy yang mencari dari lantai satu sampai lantai tiga tidak menemukan Adi. Sampai Roy menghubungi Adi taoi ponsel Adi tertinggal di cafe.
Rey yang melihat Roy yang gelisah bertanya.”Apa yang kamu cari kakak,”kata Rey.
__ADS_1
“Kamu sudah bangun Rey. Kamu tahu dimana Adi sekarang. Aku sudah mencari dia tapi tidak menemukannya,”kata Roy.
“Bukan dia tidur bersama kita tadi,”kata Rey yang melihat sekelilingnya.
Di saat Roy dan Rey mencari Yesa dan Satya ikut terbangun karena suara bisik.”Kalian sedang apa berisik sekali,”kata Yesa.
“Maaf membuat kalian berdua terbangun. Aku mencari adiku Adi dia tidak ada disini,”kata Roy. Rey yang mencari kebawah juga tidak melihat Gozo dan berpikir apa dia pergi bersama dengan Gozo. Rey yang mencoba menghubungi Gozo tapi tidak ada jawaban sampai telepon ke tiga Gozo mengangkat.”Ada apa Rey menghubungiku,”kata Gozo lewat telepon.
“Kamu dimana sekarang dan mana Adi,”kata Gozo.”Adi sekarang ada di taman bersama dengan...,”kata Gozo yang belum selesai. Tapi sudah dimatikan oleh Rey yang segera ingin memberitahukan kepada Roy.
“Kakak Adi ada ditaman,”kata Rey.
“Ditaman,”kata Roy. Rey dan Roy segera berlari ke taman dimana Adi berada. Karena setelah kejadian tadi mereka berdua merasa khawatir jika Adi bertemu dengan musuh. Satya dan Yesa yang saling memandang yang kemudian mereka berdua ikut dengan Roy. Galang dan Ulta yang juga baru bangun karena bisika.
“Apa yang terjadi?,”kata Galang.
“Kurasa atasan kamu pergi ketaman sendirian dan kakaknya mencari dengan tatapan gelisah,”kata Yesa menjelaskan.”Apa,”ucap Galang dan Ulta. Mereka berdua yang juga ikut menyusul Roy dan Rey yang sudah pegri dulu. Sampai di taman Roy dan Rey berhenti karena melihat sekelompok orang.
“Mereka bukan paman penggemarkan,”kata Roy.”Kurasa iya,”kata Rey. Tapi Yesa, Satya, Galang dan Ulta yang belum mengenal mereka langsung datang ke arah Adi.”Kalian siapa mau apakan kamu Adi,”kata Galang yang marah.
Adi yang melihat ke arah depan ada Galang yang berteriak ke arah para paman.”Galang kenapa kamu ada disini,”kata Adi.
“Adi cepat sini, mereka tidak akan melukai kamu,”kata Ulta yang mengulurkan tanganya sambil dia berjalan hati-hati ke arah Adi.
“Tunggu,”ucap Roy.” Galang dan Ulta yang dihentikan oleh Roy menatap ke belakang.”Kalian jangan salah paham dulu. Mereka semua adalah paman Adi,”kata Rey.
“Apa?,”kata Galang yang sedikit bingung.
__ADS_1