
Adi dan Rey yang masuk kelas dengan biasa. Seperti biasanya mereka berbincang dengan teman mereka yang lain. Kehidupan sekolah Adi bersama dengan kedua kakaknya yang berjalan baik. Pelajaran yang mereka ikuti selalu membuat Rey dan Adi senang apa lagi mereka selalu peringan pertama dan kedua. Sedangkan kakaknya Roy yang selalu mendapatkan peringkat Pertama dikelas dan selalu dikagumi oleh banyak wanita.
Pelajran demi pelajaran yang mereka kuasai hingga waktu berakhir kelas mereka mengikuti klub bela diri. Dimana mereka juga tidak kalah senior mereka yang sudah mendapatkan medali kejuaraan. Adi yang tidak ingin terlalu mencolok hanya bisa menyembunyikan kemampuan dia dalam bela diri. Di sengga semua melakukan tanding satu sama lain. Adi menyelindap keluar klub untuk bersantai.
Kedua kakaknya yang tahu akan kebiasaan Adi yang baru yang selalu sembunyi dari setiap kegiatan. Walaupun dia juga pernah mendapatkan juara dengan dia sebagai pemain cadangan. Semua anggota klub sudah tahu sikap Adi yang kadang ada dan menghilang saat kegiatan klub berlangsung. Tapi jika ada yang meminta bantuan Adi selalu membantu, walaupun kadang Adi melakukannya terpaksa.
Adi yang sudah menyelinpa pergi ke atas. Dimana Adi membuka ponselnya dan membuka email yang masuk. Untuk mendapatkan kabar ke ketiga wilayah yang sudah menjadi bawahannya. Adi melihat dari atas sampai bawah ada satu pesan dari Ulta tentang apa yang dicari oleh Adi. “Jadi dia sudah menemukannya,”ucap Adi. Adi membaca isi pesan yang masuk dengan berbagai informasi dari latar keluarga kehidupan orang yang dicari.
“Jadi dia masih bersembunyi. Jadi nama dia adalah Cahya Adi Purwakarta,”kata Adi.
“Kurasa aku harus memulai dengan Cahya sebelum membuat Cita menderita,”kata Adi yang sudah tahu apa yang ingin dia lakukan setelah pergi ke wilayah Selatan.
Karena semua sudah dipersiapkan tinggal Adi pergi ke tempat itu. Tapi karena perubahan rencana dia menggunakan cara dari luar. Dimana Adi hanya melakukan dengan diam-diam agar wilayah selatan menjadi milikinya. Adi yang sudah mendapatkankan apa yang dibutuhkan tinggal memasukkan bumbu yang pedas ke wilayah Selatan.
“Sato kamu akan ada dibawah kekuasaanku sebentar lagi,”ucap Adi dengan tatapan yang dingin. Adi yang melihat ke langit yang cerah dengan awan putih langit biru.
“Hai Roy dimana adik kamu Adi,”kata ketua klub.
“Adi bukan tadi ada disini,”kata Roy melihat sekelilingnya. Setelah Roy tahu Adi tidak ada ditempat hanya bisa menghela nafas.”Dia kabur lagi,”kata Roy.
“Kurasa adik kamu suka sekali menghilang dan muncul saat kelas selesai ya,”kata wakil klub.
“Mau bagaimana lagi kebiasaan baru sudah muncul,”kata Roy.
__ADS_1
“Rey coba kamu cari Adi,”kata Roy.”Adi, itu dia baru saja duduk disana. Kurasa dia baru saja kembali dari atap,”kata Rey yang melihat ke arah pintu masuk.
“Adi,”ucap ketua klub.
“Ada apa ketua memanggil saya,”kata Adi yang merasa tidak bersalah.
“Kamu dari mana, yang lain pada latihan kamu menghilang. Kabur lagi,”kata Ketua.
“Habis ketoilet kak. Aku akan latihan,”ucap Adi dengan nada agak malas.”Adi,”ucap Rey.
“Ada apa kak Rey,”kata Adi didepan Rey. Belum siap Adi untuk memulai latian Rey mulai menyerang Adi yang belum persiapan. Adi yang dengan santai bisa menghindari serangan kakaknya Rey.”Kakak jangan main aku capek,”kata Adi.
“Kamu latihan apa tidak sama saja bisa menghindar ya Adi,”kata wakil ketua.
“Hanya malas saja, kak,”kata Adi. Kembali berjalan menuju tempat dimana biasa Adi bersandar. Adni yang melihat yang lain berlatih bela diri. Dirinya hanya bisa menutup mata karena kelelahan, hingga sore tiba klub sudah selesai. Mereka kembali membersihkan ruangan klub dan segera pulang. Adi, Rey dan Roy yang kembali bersama mampir ke toko buku. Di saat mereka hendak masuk ke toko buku, mereka melihat keributan di dalam toko.
“Aku tidak tahu masuk tidak,”ucap Rey. Adi yang berjalan masuk ke dalam toko yang saat itu sedang ada keributan. Adi yang biasa saja dengan tenang masuk, tanpa takut. Sedangkan Rey dan Roy yang melihat ke samping dimana Adi berdiri sudah tidak melihatnya.”Dimana Adi,”kata Rey.
Roy melihat ke arah depan dan ternyata Adi sudah ada di dalam.”Anak itu sudah ada di dalam saja,”kata Roy.
Rey dan Roy berjalan masuk dan menyusul Adi yang sudah mencari buku yang dia inginkan. Adi yang melihat satu karya lama membuat dia terpanah. Adi mengambi satu karya dan melihat penulis pena karya novel tersebut. Adi yang tidak asing dengan nama pena tersebut membeli karya novel yang dia lihat.
“Kamu membeli itu Adi,”kata Roy.
__ADS_1
“Iya kakak sudah mendapatkan buku yang dicari,”kata Adi.
“Itu sedang dicari oleh Rey,”kata Roy. Adi kembali melihat kerumunan orang yang masih saja berkumpul di tempat yang sama.”Kenapa penasaran, jika penasaran kenapa kamu tidak melihat saja,”kata Roy.
“Tidaklah,”kata Adi yang kembali melihat ke arah buku yang lain. Rey datang dengan membawa buku yang dicari.”Sudah selesai, kita balik yuk,”kata Rey.”Sudah dapat,”kata Roy.
Rey memperlihatkan buku yang mereka berdua cari. Setelah menuju kasir mereka keluar dari toko dan mencari cemilan untuk mereka makan saat hendak berjalan pulang. Tapi tiba-tiba ada keanehnya yang membuat mereka merasakan kejadian yang sama seperti dhari itu.”kakak,”ucap Adi dengan wajah sedikit berbeda.
Roy yang tahu menghubungi mama mereka tapi tidak adak jawaban. Rey yang mencoba menghubungi telepon rumah dan telepon toko juga tidak ada jawaban.”Kurasa firasat kamu benar Adi,”kata Roy.
“Lalu kita pergi kemana,”kata Adi yang tidak tahu mereka harus mencari tempat lain. Mereka bertiga mencari tempat yang dimana mereka bisa mengeluarjan kemampuan mereka atau juga mereka minta bantuan. Tapi tidak disangka saat mereka hendak mencari tempat itu dari depan sudah ada orang yang menghalangi mereka.”Mereka datang,”ucap Rey.
“Sekarang bagaimana?,”kata Adi.
“Kita berjalan biasa saja seperti tidak tahu saha,”kata Roy. Mereka berdua setuju saja dengan usul yang diberikan oleh Roy. Mereka berjalan santai melewati mereka yang kebetulan tempat mereka lewati masih banyak orang. Sambil mengobrol mereka berjalan santai seperti tidak terjadi apa-apa. Hingga mereka melewati orang tersebut tapi orang sudah melewati mereka kembali berbalik dan mengikuti ketiga anak tersebut.
Santai dan berhat-hati sampai mereka sampai ditempapat yang sepi orang yang mengikuti mereka mulai mengepung mereka bertiga.”Kalian siapa untuk apa kalian mengganggu kami,”kaa Roy.
“Itu bukan urusan kalian, yang kami mau adalah ada itu,”ucap berbaju hitam sambil menunjuk ke arah Adi.
“Aku,”kata Adi menunjuk dirinya.”Untuk apa kamu menginginkan adik kami. Pergi sana jika kalian tidak ingin masuk penjara,”kata Rey.
“Kalian bocah ingusan yang tidak tahu dunia luar. Mau mengancam kami, tidak salah,”kata satu preman berbaju hitam.
__ADS_1
“Kami tidak bilang jika kami mengancam kalian. Hanya saja, kami ingin segera kembali ke rumah jangan halangi kami bertiga,”kata Roy.
“Kami bisa membebaskan kalian tapi berkan anak itu kepada kami dna kalian berdua selemat. Bagaimana tawaran yang kami berikan simplekan,”kata preman tersebut.