Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 115


__ADS_3

“Aku tidak menyangka kalau kamu akan bisa dibawah seorang anak kecil dengan mudah. Apa lagi posisi kamu yang kuat dibandingkan dengan anak itu,”kata Gozok.


“Apa tidak terbalik dengan ucapan kamu. Kamu yang ada dibawah kendali anak itu dengan kamu di beli oleh anak itu bukan,”kata paman organisasi. Gozo yang terdiam memikirkan apa yangd ikatan rekan satu usianya. Gozo yang tersenyum meiihat rekan yang beda organisasi itu.


“Aku tahu tapi kamu juga tidak tahu apa yang terjadi di sini bukan,”kata Gozo.


“Bicara tentang kondisi bagaimana dengan kondisi anak  buah kamu dan kenapa kamu bisa menjadi budak di lelang ini,”kata paman organisasi.


Gozo menghela nafas dan melihat sekitarnya.”Kenapa kamu diam saja. Apa terjadi sesuatu kepada kamu dan anak buah kamu sampai kamu bisa ada di tempat ini sebagai budak,”kata paman organisasi. Gozo yang tidak ingin mengatakannya hanya terdiam diri sampai pesenan mereka datang.


“Jika kamu tidak mau mengatakannya tidak masalah. Tapi karena kamu sudah bagian dari Adi, kamu harus menjaga dia,”kata paman organisasi.


Di tempat lain Rey dan Roy yang menuju tempat penilaian barang.”Paman kami datang untuk mengambil uang hasil lelang barang yang kami berikan. Ini nomer lelangnya,”kata Roy.


“Tunggu sebentar aku akan mengecek dulu apa sudah terjual apa belum,”kata penjaga toko penilaian.


Rey dan Roy yang menuggu penjaga toko melihat sekitarnya.”Hai kak, Adi tadi mau pergi kemana,”ucap Rey.


“Dia pergi ke toko buku katanya,”ucap Roy. “Dia mau beli apa sampai mengajak Seta dan Mizan bersamanya. Di tambah lagi Gozo mengenal paman,”kata Rey.


“Aku juga kurang tahu, jika Gozo kenal dengan paman mungkin saja dia satu pimpinan dari suau organisasi,”kata Roy yang menebak. “Jika seperti itu, bukan aneh seorang pemimpin organisasi bisa masuk ke tempat ini menjadi budak kelas tinggi,”kata Rey.


“Benar juga dengan apa yang kamu katakan. Mungkin kita nanti bisa bertanya kepada dia nanti jika sudah berkumpul,”kata Roy.

__ADS_1


“Adi memiliki mata yang bagus ternyata untuk mencari anggota baru,”ucap Roy lagi.


Di sela pembicaraan kakak dan adik penjaga toko penilaian datang dengan membawa uang kepada Rey dan Roy.”Bagaimana apa sudah terjual senjata yang kami jual?,”kata Rey.


“Tentu saja sudah harga yang terjual untuk satu senjata adalah 1,5 juta dan senjata kedua adalah 2,5 juta,”kata penjaga toko penilaian. “Itu bagus,”kata Rey. Roy yang mendengarnya merasa senang dengan hasil yang dijual. Mereka berdua mengambil uangnya dan segera pergi. Tapi penjaga toko menghentikan mereka berdua.


“Ada apa?,”kata Roy.”Ini kartu nama saya, jika kalian membutuh sesuatu kaian bisa menghubungi saya,”kata penjaga toko penilaian. Roy mengambil kartu nama yang diberikan kepada penjaga toko penilaian. Segera mereka mendapatkan kartu nama mereka berdua berjalan-jalan ke toko lain.


Karena ada toko elektronik mereka berdua melihat-lihat. Apa ada yang menarik untuk mereka beli di toko tersebut. Sementara Adi yang sudah sampai di toko buku Adi mencari buku tentang tamannan dan buku kono yang dia bisa dapatakan. Mizan dan Seta yang tidak tahu harus berbuat apa hanya mengikuti Adi saja.


Adi yang melihat itu menatap mereka berdua.”Kenapa dengan kalian berdua. Jika ada yang manarik silakan diambil. Aku tidak akan melarang kalian jika aku masih sanggup untuk membayarnya,”kata Adi kepada mereka berdua.


“Apa kami boleh mengambil jika ada yang manarik,”ucap Seta.


Tapi saat hendak pergi Adi di hentikan oleh Seta dan Mizan karena menemukan buku yang menarik bagi mereka.”Adi kamu mau kemana, aku ingin menunjukan sesuatu kepada kamu,”kata Mizan.


“Aku juga kak,”kata Seta. Adi yang melihat mereka berdua sepeti menemukan harta karun membuat Adi ikut dengan mereka berdua secara bergilir. “Baik kita pergi ke tempat Seta dulu baru ke Mizan. Tidak masalahkan,”ucap Adi. Mereka berdua yang tidak keberatan dengan usul Adi pergi ke rak Seta dimana buku yang disukai oleh Seta.


“Sebenarnya buku apa yang kamu dapatkan Seta,”kata Adi.


“Itu buku kuno langkah,”kata Seta.”Buku kuno langkah. Aku belum pernah melihat buku seperti itu,”kata Adi.


“Nanti kakak akan tahu jika sudah melihatnya,”kata Seta.  Adi bersama dengan Seta dan Mizan berpergi bersama menuju Rak. Sampai di Rak Seta segera mengambi; buku yang dia lihat dan memberikan kepada Adi.”Ini bukunya,”ucap Seta sambil memberikan bukunya.

__ADS_1


Adi meliaht buku dari sampul sampai dia membaca isi dari buku itu. Awalnya Adi tidak bisa membaca buku kuno yang dia pegang. Tapi lama kelamaan Adi bisa mengerti dari isi buku tersebut. Adi yang berpikir tentang buku yang ditemukan Adi.”Bagaimana kak?,”kata Seta.


Adi masih terdiam karena buku yang ditemukan oleh Seta masih dicernak oleh Adi.”Kamu jangan memaksa Adi Seta. Mungkin saja Adi masih belum memahami isi dari buku yang kamu temukan,”kata Mizan.


Adi yang mendengar ucapan Mizan merasa kalau mereka berdua bisa membaca buku kuno.”Kalian berdua bisa membaca buku kono,”kata Adi. Mizan dan Seta memandang Adi dengan tatapan bingung.”Kenapa kakak berkata seperti itu,”kata Seta.


“Apa ada yang salah dengan apa yang aku ucapkan,”kata Adi.


“Tidak Adi hanya saja kami bisa membaca buku kuno karena kami berasal dari tempat yang kalian sebuat tulisan kuno,”kata Mizan.


“Jadi kallian berdua spesies yang berbeda ya,”kata Adi.”Kakak tidak terkejut dengan aku yang bisa membaca tulisan kuno. Karena kelas aku berbeda dengan Mizan,”kata Seta.


“Tidak dari awal aura kamu berbeda pada budak yang lain. Ada yang kamu sembunyikan,”kata Adi.


“Jadi kakak sudah tahu ya,”kata Seta. Adi hanya tersenyum saja sampai Mizan menarik tangan Adi menuju rak buku yang dia temukan. “kemana kita akan pergi,”ucap Adi dengan tangan dia yang ditarik.


“Kamu akan tahu jika sudah sampai,”kata Mizan. Sampai di salah satu rak Mizan mengambil buku itu yang dia temukan. Buku itu diberikan kepada Adi yang sudah ada disampingnya. Adi yang mengambil dan menerima buku dari Mizan. Mulai membaca dan memahami tulisannya.”Itu buku legenda Suci,”kata Mizan.


“Buku legenda Suci, bukan itu bukan para dewa ya,”kata Adi yang sedikit tahu. Mizan menganggu-anggu.”Tapi bagaimana kamu bisa membaca buku ini. Bukan tulisan dewa dengan spesies kalian sangat berbeda,”kata Adi.


“Itu benar tapi ada beberapa ornag bisa membaca buku dewa jika dia merupakan keturunan campuran,”kata Mizan.


“Kerurunan campuran apa maksud kamu Mizan. Aku tidak mengerti dengan ucapan yang kamu bicarakan,”kata Adi yang bingung.

__ADS_1


“Itu bisa dikatakan kalau darah Mizan adalah darah campuran dari dewa dan spesies langka,”kata Seta. ‘Aku tidak tahu soal itu, ternyata masih banyak sejarah yang tidak aku ketahui diluar sana ya,”kat Adi yang senang.


__ADS_2