
Adi yang tahu kalau ada dunia lain yang berbeda dari dunia dia berasal. Tapi Adi tidak menyangka kalau masih ada hal yang baru dia pelajari di tempat yang baru. Tapi dunia itu akankah bisa membuat dia bisa bahagia. Adi yang tidak tahu akan itu hanya bisa mencari tahu, sambil dia menyelesaikan kehidupan yang dia jalani.
Adi yang sudah menemukan dua buku yang bisa dibilang memiliki sejarah dunia. Tapi Adi yang ingin menyelusuri ruang bawah tanah mengajal Mizan dan Seta untuk ikut dengan Adi.”Apa ada lagi yang membuat kalian menarik. Jika tidak ada ayo kita ke bawah sana,”kata Adi.
“Kebawah mana,”ucap Mizan.”Kebawah,”kata Adi yang berjalan menuju pintu bawah.
Adi tidak terlalu menjelaskan tentang tempat ruang bawah kepada Mizan dan Seta. Adi yang berjalan dulu menuruni anak tangga dengan di ikuti oleh Mizan dan Seta di belakang. Sampai ditempat ruang bawah tanah dengan tekanan yang berbeda dengan ruang atas.
Di bawah yang mengkoleksi banyak buku kuno dan terlarang. Bagi siapa saja yang membaca buku tersebut hanya saja buku yang dijual dibawah sangat mahal. “Bagaimana dengan tempat ini, ada yang manerik untuk kalian temukan buku yang langkah dan kuno,”kata Adi.
Mizan dan Seta yang melihat sekelilingnya melihat satu titik terang di lorong rak buku yang gelap.”Ada satu di sana?,”kata mereka berdua. “Kalau gitu ayo kita pergi ke sana. Buku apa yang membuat kalian menarik,”kata Adi.
Mereka bertiga berjalan bersama menuju tempat yang di tuju sampai di lokasi rak yang dimaksudkan oleh Mizan dan Seta. Adi merasakan aura yang berbeda di salah satu buku yang berjejer rapi di rak buku.”Perasaan ini,”ucap Adi yang mengambil buku itu.
“Yang kalian maksudkan buku inikan,”kata Adi sambil memperlihatkan bukunya kepada Mizan dan Seta.”Itu benar,”kata Seta.
“Apa kamu tidak apa-apa memegang buku itu,”kata Mizan.”Tidak aku hanya memegang buku ini seperti buku yang lain. Tidak ada pengaruh apa-apa yang aku terima. Akukan manusia bukan sama dengan kalian berdua,”kata Adi.
Selesai meliahat buku Adi bersama dengan dua orang yang mengikutinya segera keluar dari ruang bawah tanah. Adi yang menuju kasir bersama empat buku yang dia dapatkan.”Berapa semuanya?,”kata Adi dengan ramah.
“Tunggu sebentar saya cek,”ucap kasir buku. Adi yang menuggu melihat keluar dimana dia melihat kedua kakaknya yang sedang menuju tempat lain.”Kemana mereka berdua mau pergi,”kata hari Adi setelah melihat kedua kakaknya. Adi yang masih mengamati melihat kakaknya yang pergi ke toko elektronik.
Sampai akhirnya kasir memberitahukan Adi kalau semuanya dalah 2 juta 500 ribu. Adi yang sudah mengambil karti kreditnya dan menggesik kartu itu ke salah satu pembayaran elektronik. Selesai membayar Adi memasukkan buku yang dia beli ke dalam tas dan berjalan ke tempat lain.
“Kita pergi menana lagi,”kata Mizan.
“Kita pergi ke toko tanaman,”ucap Adi.”Apa kakak ingin menaman tamanan,”ucap Seta. Adi hanya tersenyum saja sampai dia melihat satu toko yang menjual tanah lama. Adi yang tertarik masuk ke dalam toko dan bertanya-tanya apa saja yang dijual di toko tersebut.
__ADS_1
“Permisi,”ucap Adi yang masuk ke dalam toko.”Selamat datang ada yang bisa saya bantu tuan,”kata penjaga toko.
“Saya ingin bertanya apa saja yang dijual disini,”kata Adi. Penjaga toko menjelaskan kalau yang dijual adalah tanam lama, rumah lama dan pulau lama yang sudah tidak terpakai. Adi yang merasa tertarik bertanya lagi.”Untuk harga berapa?,”kata Adi.
“Untuk harga bisa dikatakan melihat situasi tanah yang dibeli. Apa anda tertarik, jika iay lihat saja katalok yang dijual di toko kami,”kata penjaga toko.
Adi yang melihat katalok barang yang dijual. Adi yang tidak terlalu terkejut dengan apa yang sudah tertera. Karena sudah diberitahukan sedikit oleh penjaga toko yang mereka jual itu tanah lama. Adi yang melihat dan mebolak-balikkan kataloknya. Sampai dia melihat satu rumah yang tidak terlalu mahal.
“Bisa saya melihat desain dari rumah tua ini,”kata Adi sambil menujuk rumah yang di incar olehAdi. Tapi Adi yang tidak menyardai itu Rey dan Roy ada dibelakang Adi.
“Kamu mau beli rumah Adi,”ucap Roy.”Kakak,”ucap Adi yang menoleh.
“Kenapa kakak ada di sini,”kata Adi.”Kamu tidak usah mengalihkan pertanyaan, kenapa kamu beli rumah. Apa kamu mau meninggalkan kami berdua bersama dengan mama,”kata Roy.
“Tidak, kakak jangan salah paham dulu. Aku membelinya untuk membuat markas baru. Anggota kitakan sudah mulai banyak,”kata Adi.
“Sedang apa kalian disini,”ucap paman organisasi yang datang bersama yang lain.
“Halo paman, kenapa paman datang ke sini,”kata Roy.
“Kenapa kalian lama kelilingnya,”kata paman organisasi.”Paman bisa minta tolong aku tidak paham dengan desain sketsa rumah ini,”kata Adi.
Paman organisasi bersama dengan Gozo melihat desain rumah yang di inginkan oleh Adi.”Tempatnya bagus,”ucap Gozo.
“Itu benar hanya saja masih kurang karena tidak ada tempat persembunyian,”kata paman organisasi.
“Paman bagaimana?,”kata Adi.”Apa kamu ingin membuat markas kamu sendiri karena jumlah orang yang sudah bertambah,”kata paman organisasi yang menebak.”Iya,”kata Adi.
__ADS_1
‘Tempat yang kamu pilih bagus hanya saja kura strategis saja,”kata paman organisasi.”Kurang strategis bagaimana?,”kata Adi.
“Kamu ingin melindungi atau mengorbankan semua anak buah yang kamu miliki. Karena tempat ini terlalu terbuka dan terlihat oleh musuh,”kata Paman organisasi.
“Tentu saja melindungi,”ucap Adi tapi yang diucapkan oleh Adi ada hal lain yang disembunyikan.
“Kenapa kamu terlihat tidak yakin dengan jawaban kamu Adi.Apa kamu menyembunyikan sesuatu,”kata Gozo yang menebak.”Aku menyembunyikan sesuatu atau tidak itu bukan urusan kamu bukan,”kata Adi sambil tersenyum.
“Kamu,”ucap Gozo yang sedikit kesal.”Jangan marah walaupun terbuka kita bisa membuat tempat itu menjadi tempat yang tidak bisa dimasukki,”kata Adi.
“Jadi begitu tempat itu luas dan ada ruang bawah tanah di bawahnya. Halaman juga luas bisa dijadikan tempat latian,”kata paman organisasi. Adi yang sudah paham mengambil rumah itu dan kembali melihat katalok lagi.
“Kamu ingin membelinya Adi,”ucap paman organisasi.”Iya. tapi tidak hanya ini saja, masih ada lagi,”kata Adi.
“Kamu ingin membeli rumah lagi,”kata Rey.”Tidak yang aku beli adalah pulau dan perusahana yang sudah tidak dipakai,”kata Adi yang mencari pulau di katalok.
“Untuk apa kamu mencari pulau Adi,”kata paman organisasi.”Untuk mereka mereka bertiga,”kata Adi.”Mereka bertiga siapa yang kamu maksudkan,”kata paman organisasi.
“Untuk Seta, Mizan dan paman Gozo,”kata Adi.
“Sedangkan untuk Toto, Krstan dan Coco akan tinggal di rumah ini sambil menjalankan bisnis kecil-kecilan,”akata Adi.
“Tunggu kenapa kamu mengirimkan aku ke pulau bersama mereka berdua,”kata Gozo.
“Untuk apa paman tidak sadar kalau paman sendiri saja dalam bahaya. Kenapa paman bisa ada di tempat ini jika kalau paman bisa menjaga anak buah paman sendiri. Pasti ada alasan lain bukan selain anak buah paman,”kata Adi.
“Tunggu Adi apa kamu tahu siapa Gozo,”kata paman organisasi.
__ADS_1