Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 136


__ADS_3

Adi yang masih santai memainkan ayunannya didekati oeh Cita dari belakang.”Bagaimana kabar kamu Putra Adipurwakarta atau aku sebut kamu Adi. Apa kamu merindukan mama kamu Adi, maaf ya kamu tidak bisa bertemu dengan mama kamu,”ucap Cita yang menyindir dengan dia berposisi membisik ke telinga Adi.


“Tidak masalah tante. Tapi ada perlu apa tante Cita datang ke sini,”kata Adi yang bisa menahan emosinya.


“Kenapa aku datang ke sini, tentu saja untuk membunuh kamu,”kaa Cita yang dingin.


“Membunuhku, tapi apa salahku sampai tante ingin nyawa dari seorang anak kecil yang belum dewasa,”kaa Adi.


“Itu benar kanapa ya,”kata Cita.


“Tapi apa dengan aku mati tante bisa damai hidupnya,”ucap Adi.


“Tentu saja,”kata Cita yang senang. Adi yang masih duduk di ayunan berdiri dan melihat ke arah Cita yang ada dibelakang.”Tapi tante aku tidak ingin mati begitu saja ditangan tente yang sudah membunuh ibuku,”ucap Adi yang berjalan kerah Cita.


Won yang merasakan kehadiran pembunuh dari anak kecil itu langsung melindungi Cita. Saat itu Adi hanya bisa berhenti dan bertepuk tangan.”Hebat kamu langsung datang melindungi wanita itu,”kata Adi yang melihat didepannya.


“Kenapa kamu cepat pergi,”kata Cita kepada Won.


“Apa anda tidak sadar kalau anak ini bisa saja membunuh kamu jika aku tidak menghalanginya,”kata Won.


“Mustahil dia bisa membunuhku,”kata Cita yang tidak percaya dengan Won.


“Percuma saja kamu mengatakan kepada wanita di belakang kamu. Dia tidak akan percaya kepada kamu,”ucap Adi sambil menutup mulutnya.


Cita yang tidak tahan dengan Adi menyuruh Won dan anak buahnya untuk membunuh anak itu. ‘Ternayat kamu tidak sabaran ya Cita,”ucap Adi. Tapi disaat Adi terkepung Cita yang ada dibelakang Won segera pergi dari tempat kejadian.


Hanya ada Won di tempat bersama dengan anak buah yang dibawa”Gozo kurasa hidup kamu akan berakhir sekarang juga,”kata Won yang menyuruh anak buahnya menyerang. Gozo yang masih terdiam diri melihat Adi yang sudah terkepung.


Gozo yang masih bimbang ingin melawan atau tidak. Karena Gozo pernah kalah dari Won yang membuat dia tidak bisa berkutik melawanya.”Apa yang harus aku lakukan sekarang,”kata Gozo.

__ADS_1


Gozo yang bimbang dengan apa yang akan dilakukan. Adi yang tahu kalau Gozo masih kehilangan seorang karena Won telah membunuh semua anak buah serta istri yang dicintainya kerena dia bermusuhan dengan Won. Tapi karena itu juga Adi hanya bisa diam dengan mata Adi melihat ke arah Gozo yang bimbang.


”Aku tahu kamu tidak bisa melawan dia kecuali kamu meminta tolong kepada orang yang tepat,”kata Adi dari kerumuman.


Won yang berjalan ke araj Adi lebih dulu yang sudah dikepung. Tapi Adi yang masih berdiri dengan kelilingi tubuh yang besar dan tinggi. Adi yang melihat ke atas membuat lehernya sakit. “Kenapa aku harus melihat ke atas, sakit juga melihat keatas terus,”ucap Adi.


“Kenapa kamu diam saja. Apa tidak memiliki tenaga,”kata Won yang manari baju Adi.”Ringan sekali tubuh kamu,”ucap Won. Adi yang merasa tercekik dengan Won yang menarik bajunya.


“Kenapa lama sekali dia datang,”ucap hati Adi.


Tidak lama kemudian anggota rahasia organisasi tapak darah datang dengan mereka menyerang bagian belakang dimana semua anak buah Won mengepung Adi.”Kalian kenapa melukai anak kecil, tidak tahu tempat apa,”kata anggota rahasia.


Gozo kembali sadar saat si brutal datang menghabisi anak buah Won yang mengepung Adi. Tapi pada saat yang sama Adi melepaskan diri saat Won melihat ke arah lain dengan Adi menendang dengan kedua kakinya ketubuh Won. Adi yang terlempar dari cengkraman Won. Tapi Won yang melihat musuh bebuyutan dia ada disini membuat dia harus mundur.


“Semuanya mundur,”kata Won.


“Kita akan bertemu lagi nanti, kamu beruntung kalau kamu bisa selamat hari ini,”kata Won melihat ke arah Adi.


“Kenapa kamu datang terlambat,”ucap Adi.


“Pergi makan dulu. Tapi kenapa kamu tidak melawan dia. Bukan akan mudah bagi kamu melawan dia,”kata anggota rahasia.


“Iya mudah hanya saja. jatah aku bertarung sudah habis kamu ingin aku mati kelelahan,”kata Adi.


“Kamu ingat aku itu masih anak kecil yang belum dewasa masih SD aku,”kata Adi yang berterik keras.


“Hai Gozo kenapa kamu diam saja melihat tuan kamu diterkam oleh mereka. Apa kamu ingin kehilangan orang lagi,”kata anggota rahasia. Gozo yang tahu kalau ini adalah kesalahannya. Dia tahu kalau dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat Adi membutuhkan bantunannya.


“Sudah, dia juga masalah yang tidak bisa dia hadapai saat bertemu dengan Won. Sama dengan kamu yang tidak bisa bertemu dengan anak kamu,”kata Adi membalas ucapan anggota rahasia.

__ADS_1


“Aku ingin memukul kamu Adi. Jika kamu membuka mulut kamu lagi awas saja kamu,”kata anggora rahasia.


“Maaf Adi aku tidak bisa menolong kamu tadi,’ucap Gozo yang merasa bersalah.”Iya paman tidak usah khawatir aku tahu apa yang terjadi dengan kamu dan Won. Tapi itu masa lalu. Paman harus bisa berpikir apa yang ingin paman lakukan tetap hidup apa mau mati,”kata Adi.


“Aku sarankan kamu tetap hidup bersama dengan Adi. Kamu bisa menjadi bagian dari kelurga Adi. Dia juga sama dengan kamu kehilangan. Kerena itu dia tidak ingin kehilangan lagi,makanya dia berjalan tetap hidup dengan beban yang dia miliki. Untuk anak seusia dia,”kata anggota rahasia.


“Tapi apa aku bisa,”kata Gozo.”Kenapa tidak bisa kamu memiliki hal yang tidak dimiliki oleh Won. Kamu juga bisa mengalahkannya nanti,”kata Anggota rahasia.


“Baiklah sampai disini saja. Jika ada Won lagi hubungi aku Adi. Dia harus diberi pelajaran,”kata anggota rahasia.


“Tunggu dulu bawalah Gozo dengan kamu,”kata Adi. Gozo yang mendengar itu sedikit terkejut dan menatap ke arah Adi.”Ada apa kamu melihatku, aku tidak membuang kamu tenang saja. bukan kamu butuh tempat untuk kamu bisa bersembunyi. Tempat dia yang paling aman sebelum pulau selesai dibangun,”kata Adi.


“Tapi bagaimana dengan kamu,”kata Gozo.”Aku akan baik saja. Kebetulan itu lihat para paman datang ke sini saat melihat anggota rahasia,”kata Adi.


“Makanya aku ingin segera pergi dari sini,”kata anggora rahasia.”Kenapa buru-buru pergi masih ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kamu brutal,”kata paman organisasi.


“Kenapa kamu masih saja mengatakan aku brutal. Kamu sudah tua masih saja tidak kelur daai organsasi,”kata anggota rahasia.


“Kurasa kamu harus diberi hukuman ya,’”kata paman organisasi.


“Paman hentikan dia sudah bagian dari kelurga kita. Tapi kenapa paman ada disini semua, apa ada masalah,”kata Adi yang tidak tahu kenapa mereka datang.


“Kami datang ke sini karena kami mendapatkan kabar kalau kamu berkerja sama dengan organisasi tapak darah,”kata progemer.


“Soal itu emang iya tapi dia tidak akan melukaiku kok,”kata Adi.


“Apa benar kamu tidak akan melukai Adi,”kata paman mafia.


“Tentu saja karena musuh kami sama mau bagaimana lagi,”kata anggota rahasia.

__ADS_1


Setelah para paman percaya dengan ucapan pimpinan organisasi tapak darah mereka bisa tenang. Dimana sekarang paman organisasi melihat ke arah Gozo untuk ikut dengan tapak darah untuk berlindung.


__ADS_2