Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 12


__ADS_3

Mia yang ada di perpustakaan sampai bel berbunyi. Mia yang sudah membaca buku dan masih belum menemukan apa-apa hanya bisa kembali ke kelas. Mia yang ingin kembali ke kelas bertemu dengan Irma dan Jordan yang baru saja berangkat.


“Hai Irma Jordan,”ucap Mia dari belakang.


Irma dan Jordan yang menoleh menyapa mereka sedangkan Irma terlihat terkejut.”Mia,”ucap irma dengan suara kecil.


“Kalian baru berangkat,”ucap Mia.


“Iya kamu sudah dari tadi berangkatnya,”ucap Jordan. Mia hanya tersenyum kepada Jordan sambil menganggukan kepalanya sampai Irma yang melihat merasa tidak suka.


“Kamu dari mana Mia,”ucap Irma.


“Dari perpustakaan. Ohh iya Irma kemarin aku kirim kamu pesan masuk tidak. Aku tunggu tidak di belas,”ucap Mia yang tidak tahu apa-apa.


“Apakah itu benar Irma,”ucap Jordan.


“Maaf Mia kemarin aku sibuk menjahit sampai lupa membalas pesan kamu,”kata Irma.


“Tidak apa-apa,”ucap Mia yang berjalan ke arah mereka berdua.”Tapi kenapa kamu kirim pesan,”ucap Irma yang mengalihkan pertanyaan.


“Aku mau tanya soal klub yang beberapa hari ini aku tidak masuk,”ucap Mia.


“Soal itu nanti aku kasih tahu kamu saat klub saja tidak masalahkan,”ucap Irma


“Tidak, Ayo kita ke kelas sudah bel berbunyi,”ucap Mia yang menggandeng  Irma. Irma yang menerima dengan senang hati berjalan bersama dengan Mia sampai di kelas.

__ADS_1


“Bagaimana kursus kamu kemarin Irma,”kata Mia.


Irma yang kemarin berbohong bingung ingin berkata apa kepada Mia yang ada di sampingnya. Irma yang tidak tahu harus berkata apa hanya bisa berbohong kalau dia kursus sampai sore lalu dia menjahit tugas yang diberikan oleh klub. M


Mia yang mendengarnya merasa terkejut dengan dia tidak mengatakan apa-apa. Mia yang ingin mengatakan kenapa kamu berbohong kepadanya dia urungkan. Sampai Mia berpikir mungkin dia merahasiakan karena dia merasa tidak enak dengannya. Selesai dengan pembicaraan itu Mia dan Irma seperti biasa. Sampai di klub mereka saling berbincang seperti tidak terjadi apa-apa.


Irma yang membantu Mia mengerjakan tugas klub sampai mereka pulang bareng. Tapi tidak disangka Jordan dan Ben sedang beraduh fisik dan dilihat oleh Mia dan Irma.


Melihat itu mereka berdua menghentikan mereka berdua.”Apa yang kalian lakukan sebenarnya?,”ucap Irma yang menahan Jordan. Mia yang menahan Ben sampai Jordan berkata,”Hai kamu Mia.”


Mia yang menoleh ke arah Jordan merasa kalau mereka beranten karena suatu hal yang membuat Mia akan menyesal seumur hidup.”Kenapa kamu memanggilku dengan tatapan tidak suka seperti itu Jordan,”ucap Mia yang tidak tahu tapi hatinya merasa tercekik.


“Tutup mulut kamu Jordan,”ucap Ben yang menahan agar Jordan tidak mengatakannya.


Mia yang ada didekat Ben merasa ada sesuatu yang mereka bicarakan sampai membuat pertingkaian ini. “Sebenarnya apa yang terjadi Jordan,”ucap irma kepada Jordan yang ada didekatnya.


“Aku tidak suka dengan kamu jadi menjauhlah dariku dan jangan ganggu kekasihku lagi Irma. Bukan kalian berteman seharusnya kamu merelakan teman kamu bahagia bersama orang yang kamu sukai. Mungkin saja suka yang kamu berikan itu hanya sama dengan suka kepada idola saja bukan,”ucap Jordan dengan kasarnya.


Mia yang mendengarnya hanya menahan rasa sakit kalau orang yang dia sukai dari SMP mengatakan seperti itu. Mia yang mencoba tenang melihat ke arah mereka berdua sambil menahan rasa sakit dia berkata.


“Mungkin bagi kamu aku tidak ada apa-apanya bagimu. Aku yang selalu memperhatikan kamu saat SMP sampai sekarang kamu hanya menganggap kamu pengganggu kamu dan hanya sebagai idola kamu dan aku sama dengan wanita yang selalu mengejar kamu. Terima kasih. Jika kamu tidak ingin melihatku tidak masalah besok aku tidak akan melihat kalian berdua agar kalian bahagia. Awalnya aku tidak tahu siapa yang mencoba melepaskan  dan merebut disini. Tapi kamu yang tidak tahu penderitanku mengatakan itu,”kata Mia yang membantu Ben berdiri.


“Ayo kita pulang sudah mau malam,”ucap Mia yang tidak ingin mengatakannya.


Irma yang tidak tahu kenapa berkata kepada Mia,”Mia kamu mau kemana. Jordan berkkkataaa itu buakan untuk menyakiti kamu. Kamu jangan marah ya.”

__ADS_1


“Kalian berdua sangat serasi aku doakan kalian bahagia sampai akhir. Tapi aku tidak tahu kalau kalian jadian sampai melupakan persahabatan sampai harus membohongi temannya sendiri,”ucap Mia yang berjalan bersama dengan Ben.


Ben yang melihat Mia merasa bersalah sampai Mia mengantarkan Ben di depan rumah.”Kamu tidak apa-apa Mia,”ucap Ben yang menahan tangan Mia.


Mia hanya tersenyum saja dan melepaskan tangan Ben. Bergegas Mia kembali ke rumah setelah mengantarkan Ben sampai di depan rumah. Mia yang sudah masuk ke dalam rumah menutup pintunya dan terjatuh lemas ke lantai dan menangis.


Mia yang masih menangis mencoba untuk melupakan semua yang apa yang dia dengar sampai Mia berjalan perlahan menuju kamar sambil menghapus air matanya. “Kenapa aku menangis,”ucap Mia yang masih meneteskan air mata.


Mia yang sudah masuk ke dalam kamar dan di rumah yang sepi Mia yang tidak bisa menceritakan kesedihannya kepada orang lain karena semuanya telah menghilang. Mia yang membuka diary dia tulis semua keluh kesahnya sampai semua hatinya bisa tenang.


Apa yang terjadi hari ini Mia tulis kalua hatiya sakit karena mendengar dari orang yang telah menolongnya saat SMP. Dulu Jordan adalah cinta pertama Mia karena dia pernah menolong Mia saat di buliy. Sampai saat itu Mia selalu diam-diam memberikan bekal yang dia buat kepada Jordan. Mia yang tidak bisa mengatakannya selalu menyembunyikan rasa sukanya kepada Jordan. Sampai dia masuk ke sekolahan yang sama dengan Jordan. Mia hanya selalu melihat dia dari jauh.


Tapi hari ini Jordan yang tidak ingat dengan Mia mengatakan kalau dia tidak suka dengannya dan harus menjauh darinya. Tapi pada saat yang bersamaan Mia mendapatkan pesan dari sekolah kalau Mia harus dikeluarkan dari sekolah karena membuat ulah.


Mia yang membaca itu merasa bingung membuat masalah. Mia yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bisa bertanya besok di sekolahan di ruang kepala sekolah.”Sebenarnya apa yang terjadi di sini?,”ucap Mia yang masih menahan air matanya.


Sampai pagi datang Mia yang berangkat lebih pagi dan menuju ke ruang kepala sekolah. Mia yang mengetuk pintu di depan ruang kepala sekolah.”Silakan masuk,”ucap kepala sekolah.


Mia yang melihat orang tua Irma dan irma yang sudah ada di ruang kepala sekolah. Membuat dia bingung apa yang sebenarnya terjadi.”Apa kamu Mia?,”ucap Ibu Irma.


“Itu benar,”ucap Mia sampai dia mendapatkan tamparan dari ibu Irma. Irma yang ada di depannya hanya memalingkan wajahnya. Mia yang mendapatkan tamparan membuat dia bingung lalu berkata.”Maaf tante salah saya apa sampai menampar saya,”ucap Mia.


“Kamu tidak tahu kamu mau merebut Jordan dari putri kami. Kamu tahu tidak Irma itu adalah tunangan Jordan. Sebaiknya kamu menjauh dari Jordan,”ucap Ibu Irma.


“Tunangan apa maksud ini... Irma,”ucap Mia yang tidak tahu. Tapi irma yang memalingkan wajahnya tanpa berkata apa-apa seperti mendapatkan bom yang jatuh dari  langit.

__ADS_1


“Mia bapak dengan berat hati harus mengeluarkan kamu karena sudah merusak nama baik sekolah. Karena kamu merebut tunangan teman kamu,”ucap kepala sekolah.


“Peraturan apa ini aku baru tahu kalau ada peraturan seperti ini di sekolah ini,”ucap Mia yang merasa tidak bersalah. Tapi setelah itu penjaga sekolah datang dan membawa Mia keluar dari sekolahan. Mia yang tidak bisa apa-apa hanya bisa mengikutinya dari belakang. Mia yang menahan rasa sakitnya pergi tanpa tujuan sampai dia menuju ke tempat orang tuanya yang sudah tidak ada.


__ADS_2