Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 171


__ADS_3

Perjanjian yang sudah disepakati oleh kedua anak kecil ini selesai. Dimana Cahya pergi dari ruangan tersebut. Tapi sebelum dia pergi Cahya mengatakakn kepada Adi.”Sampai kapan kamu akan bersembunyi, lalu apa pertemuan ini tidak akan ketahuan oleh Cita,”kata Cahya.


‘Tenang saja dia tidak akan tahu apa yang kita lakukan. Karena setelah kamu masuk ke sini, mereka tidak akan mendengarkan apa yang kita bicarakan. Lalu untuk hadiahnya orang yang mengawasi kamu sudah kami tangani,”kata Adi yang pergi dari pintu lain yang ada di dalam ruangan. Cahya yang tersenyum didepan pintu yang sudah terbuka oleh sekertarsinya. Pergi berjalan meninggalkan perusahan yang dia datangi.


Di dalam mobil Cahya yang duduk dengan melihat perusahan yang dia masuki.”Tuan muda akankah itu akan baik saja,”kata sekertaris.


“Ini akan baik saja. Dia masih hidup tapi masih ingin tetap di rahasiakan,”kata Cahya.


“Anak itu beruntung bisa selamat dari kematian. Tapi apa Cita tidak sadar dengan kematian dia,”kata sekertaris.


“Tidak ada yang tahu soal malam itu bukan,”kata Cahya. Yang dimana mobil sudah melaju menuju vila. Sementara ditempat lain Adi yang sedang dibawah ruangan rahasia di dalam perusahan dihadapkan dengan mata-mata yang mengikuti Cahya.


“Hai kakak,”kata Adi sambil tersenyum ke arah mata-mata tersebut.”Bagaimana kamu masih hidup?,”kata mata-mata Toni.


“Bukan itu bagus jika aku masih hidup. Kalian tidak akan bisa selamat dari apa yang kalian lakukan kepadaku,”kata Adi.


“Kamu kira kamu bisa selamat, tidak. Kamu akan terbunuh oleh organisasi black,”kata mata-mata sebelum dia mati di hadapan Adi yang dengan wajah dingin. Melihat itu Adi hanya bisa terdiam.”Mau apa sekarang,”kata Prita.


“Apa lagi menjalankan kehidupan normal. Mereka masih belum tahu tentang diriku yang masih hidup. Kecuali mereka ada mata-mata lain yang melarikan diri dari pengawasan kita bukan,”kata Adi.


“Jika seperti itu biarkan aku mengantarkan kamu ke kontrakan,”kata Robin.

__ADS_1


“Baiklah. Tapi sebelum itu, kita belanja dulu keperluan dapur dan kulkas yang masih kosong,”kata Adi.”Anda tidak perluh belanja karena semua keperluan anda sudah kami beli. Setiap minggu akan ada yang mengantarkan bahan untuk anda,”kata Robin yang sudah mengurus semua kebutuhan Adi.


“Baiklah jika seperi itu. kita kembali sekarang,”kata Adi. Adi yang bersama dengan Robin dan Prita keluar dari ruang bawah tanah.


“Untuk sekolah kamu sudah aku daftarkan dan identitas kamu sudah kami buat. Kamu hanya perlu menjalankan kehidupan sekolah kamu dengan baik,”kata Prita.


“Terima kasih Prita,”kata Adi.


Sampai di luar Prita yang sudah dijemput oleh Bon untuk pergi ke pertemuan yang lain. Adi yang diantar oleh Robin menuju kontrakan. Di perjalanan yang tidak ada masalah dimana Adi bisa merasakan kalau kehidupan normal bisa membuat Adi tenang.


Sampai di kontrakkan Adi keluar dari mobil Robin.”Kamu bisa kembali, jika ada apa-apa kamu bisa mengirim email atau pesan. Aku masuk dulu,”ucap Adi yang berjalan menuju kontrakkan dia.


Adi yang berjalan menoleh sedikit ke arah mobil Robin yang sudah menjauh. Adi tersenyum dan masuk ke dalam kontrakan dia yang ada dilantai dua. Di depan pintu Adi membuka yang langsung masuk ke dalam rumah yang hanya dirinya sendiri.”Apa yang harus aku lakukan ya sekarang,”ucap Adi yang berjalan masuk ke dalam dapur. Melihat apa ada yang dia bisa gunakan untuk membuat makanan.


Selesai dengan makanan yang dia buat, Adi menikmati makanan itu. “Jika dipikirkan Ibu dulu selalu sendiri ya. Tapi bagaimana Ibu bisa mencari uang ya untuk bertahan hidup,”kata Adi. Yang kebetulan dia selalu membawa buku harian ibunya di ruang dimensi penyimpanan yang dia buat.


Adi yang telah mengeluarkan buku diary milik ibunya mulai membaca dari awal. Tapi saat Adi membaca setelah dia selesai makan. Membuat Adi kepikiran sesuatu untuk dia bisa mencari uang tambahan. “Apa aku menulis novel sama dengan ibu ya,”kata Adi yang ingin mencoba membuat satu karya novel yang berjudul perjuangan Kayla. Isi novel ini bercerita tentang Kayla yang yatim piatu yang hidup sendiri. Tapi pada akhirnya dia bertemu dengan seorang laki-laki yang merupakan anak yang tidak disayangi oleh keluarganya. Karena telah membunuh orang tuanya dalam sebuah kecelakaan karena seorang pendeta yang sudah meperdiksi kalau Kayla ada yang membawa sial.


Adi yang sudah mendapatkan alur itu mulai membuat cerita pertamanya dengan kata dan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh pembaca. Walaupun itu adalah cerita pertamanya Adi menyelesaikan satu hari.”Akhirnya selesai juga,”ucap Adi yang merenggangkan tubuhnya. Tapi tidak tahu kalau diluar sudah pagi.


Dimana Adi yang belum tertidur melihat jam di dinding.”Sudah waktunya berangkat sekolah,”ucap Adi yang dengan mata yang menghitam karena belum tertidur. Adi yang membuat bekal untuk dia bawa ke sekolah. Tapi sebelum dia menyiapkan itu Adi mandi dan memasukkan buku pelajaran. Selesai dengan persiapkan Adi hendak untuk berangkat. Tapi karena masih ada yang tertinggal, Adi masuk lagi.

__ADS_1


“Aku harus mengirim novelku dulu, sebelum aku berangkat,”kata Adi yang mengirim novelnya ke penerbit. Selesai dengan Adi mengirim novelnya dia berangkat dengan hati tenang. Jalan yang ramai pekerja dan anak sekolah yang berangkat di pagi hari itu. Adi yang juga menikmati suasana hari itu sampai di depan gerbang sekolah baru dia.


Adi yang berjalan masuk menuju ruang guru untuk memberitahukan kalau Adi anak pindahan. Karena usia Adi yang sudah beranjak 11 tahun dimana Adi masuk ke SMP Buaya Jaya. Dimana semua kalangan atas dan bawah ada di SMP tersebut. Karena Adi anak pindahan dari Wilayah B dengan latar belakang anak yatim piatu. Tidak ada yang menarik bagi siswa yang ada di SMP Buaya Jaya.


Adi didepan ruangn guru yang terlihat ramai Adi yang baru saja masuk tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sampai Adi berjalan mendekat kearah siswa yang ada dikeramain itu.”Hai apa yang terjadi disana,”kata Adi.


“Kamu tidak tahu kalau ada siswa kelas C membunuh anak kelas A didepan gurunya,”kata siswa tersebut.


“Membunuh apa itu sudah dilaporkan ke polisi,”kata Adi.


“Tunggu dulu. Aku tidak pernah melihat kamu, apa kamu anak baru itu yang pindah dari wilayah B dan yatim piatu itu,”kata siswa.


“Iya, Nama ku Putra,”kata Adi.


“Soal polisa yang kamu ucapkan pihak sekolah tidak mau panggil. Katanya akan membuat posisi sekolah kita menurun lagi,”kata siswa.


“Tapi siswa mana yang mau membunuh jika tidak ada kesalahan dari pihak yang membuat orang tersebut berniat membunuh,”kata Adi.


“Putra kamu benar tidak tahu ya. Yang anak kelas C itu lawan adalah anak elit. Katanya siswa yang ingin membunuh itu karena anak elit itu sudah membuat orang tuanya tewas dalam proyek bangunan,”kata siswa.


“Proyek banguanan yang baru ini terjadi kecelakan apa?,”kata Adi.

__ADS_1


“Tepat sekali,”kata siswa yang kembali melihat dan mendengarkan apa yang sedang terjadi di dalam sana.


__ADS_2