Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 109


__ADS_3

Setelah melihat berita sambil makan roti yang dibuat oleh Jesi mereka bersantai. Jesi yang di dapur melihat apa yang akan dia masak. Tapi melihat persediakan makanan sudah hampir menimpis Jesi meminta kepada Roy dan kedua putranya untuk belanja.”Roy aja kedua adik kamu belanja. Ada bahan yang harus kalian beli,”kata Jesi.


“Apa ma,”kata Roy yang tidak mendengarkan.”Belanja bersama dengan adik kamu ini catatan yang harus kalian beli,”kata Jesi. Roy yang melihat catatan belanja yang kemudian Jesi juga memberikan uang belanja.”Adi Rey ayo pergi,”kata Roy.


“Kemana kak,”kata Rey.


“Belanja ke supermarket,”kata Roy.”Apa bahan dikulkas sudah mau habis,”kata Adi yang tadi mengambil tidak terlalu memperhatikan isinya.”Sudah makannya mama meminta kita pergi belanja,”kata Roy yang berdiri dari tempat duduk.


Adi dan Rey yang juga ikut berdiri mereka yang siap untuk kelur untuk belanja. Di perjalanan menuju supermarket mereka saling berbincang hingga mereka sampai dipan supermarket terdekat. Adi yang hendak masuk sekilas melihat seorang yang tidak asing. Tapi Adi hiraukan dan tetap masuk menyusul kedua kakaknya yang sudah masuk ke dalam. Mereka bersama mencari barang yang akan dibeli. Dari sayuran,buah, telur, beras, bahan pelengkap, termasuk makanan ringan mereka beli dengan apa yang sudah terjancung dalam catatan. Karena sudah diluar mereka sempatkan mencari bahan untuk mereka membuat senjata pendukung.


“Jadi kakak mau kemana lagi,”ucap Adi.”Tentu saja beli bahan untuk melengkapi senjata yang baru aku buat,”kata Roy.”Aku juga,”ucap Rey.


“Kalian berdua buat apa sebenarnya,”kata Adi yang tidak tahu apa yang mereka buat selama ini.”Itu rahasia,”ucap Roy dengan Rey yang tersenyum. Adi hanya terdiam saja dan hanya mengikut kedua kakaknya pergi setelah berbelanja di supermarket.


Masing dari mereka bertiga membawa satu kantong. Sampai di toko perlengkapan mereka masuk kedalam dan melihat apa ada yang sesuai dengan keinginan Rey dan Roy. Adi yang juga masuk juga ikut melihat sekitarnya. Awalnya tidak ada yang menariksampai disatu barang rongsokan dengan harga murah Adi melihat cahaya. Adi berjalan ke barang tersebut dan mencarinya dan menemukan satu batang besi biasa.


Adi yang melihat dan mengamati batang besi itu agak sedikit berbeda membuat dia tertarik dan ingin membelinya. Adi yang pergi ke kasir untuk membayar barang yang dia beli. Sementar Rey dan Roy yang sudah ada dibelakang Adi.”Kamu beli apa Adi,”kata Rey.

__ADS_1


“Tidak beli apa-apa,”ucap Adi.


“Untuk apa kamu membelinya, apa ada yang menarik dari batang besi itu,”ucap Rey.”Aku juga tidak tahu hanya ingin beli saja,”kata Adi. Setelah membeli barang yang di ingkan mereka kembali ke rumah dengan barang belanjaan


Waktu terus berjalan sampai dimana ujian telah selesai dan mereka mendapatkan libut dua hari sebelum karyawisata. Adi dan kedua kakaknya yang mendapatkan libut sekolah selama dua hari. Dimana Adi dan kedua kakaknya untuk pergi ke tempat lelang bawah tanah. Karena hari dan wkatu sangat pas saat liburan sekolah mereka. Roy yang bisa membuat alasan untuk membeli barang keperluan karyawisata bersama dengan kedua adiknya.


Jesi yang memberikan uang jajan kepada mereka bertiga untuk membeli barang yang akan mereka bawa. Adi yang sudah siap membawa tas bersama dengan kedua kakaknya. Yang Adi melihat kedua kakaknya seperti membawa barang di dalam tas.”Kak apa yang kamu bawa,”kata Adi diluar rumah.


“Barang yang ingin aku jual di tempat lelang,”ka Rey.”Barang apa?,”ucap Adi. Adi yang berpikir dengan apa yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Sampai Adi mengingat kalau kakaknya suka sekali membuat barang yang aneh.”Apa kak Rey dan kak Roy ingin menjual barang yang baru mereka buat,”kata hati Adi.


Perjalanan menuju tempat lelang bawah tanah adalah tempat dimana sebuah tempat yang sudah tidak berpenghuni atau bisa dibilang tempat itu sudah ditinggalkan oleh orang. “Apa kamu yakin ini tempatnya?,”ucap Rey


Adi yang menunjukkan tiket yang dia dapatkan.”Jadi kalian salah satu pengunjung. Kalian jalan saja ke bawah ada pintu kalian mausk saja, jika kalian butuh pendamping kalian bisa minta,”kata penjaga pintu yang mengizinkan mereka bertiga masuk.


Adi, Rey dan Roy yang turun ke bawah mendapatkan pesan dari penjaga kalau untuk berhati-hati karena didalam tempat yang berbahaya. Adi dan kedua kakaknya yang tahu tempat apa di dalam hanya bisa terdiam dan menganggu paham kepada penjaga. Smapai Adi membuka pintu bersama dengan kedua kakaknya.


Suara ramai dan bising antara penjual dan pembeli dan preman, penjabat, mafia, keluarga ternama, dan organisasi yang mendapatkan tiket dengan mereka membeli.”Ramai juga ya,”ucap Rey.

__ADS_1


“Iya, tapi kemana dulu kita pergi,”kata Roy.


“Bagaimana jika kalian jual dulu barang yang kakak bawa,”kata Adi memberikan usulan. “Boleh juga itu,”kata Roy bersama dengan Rey. Adi yang melihat peta ruangan pergi ke tempat penilaian barang untuk mereka bisa menjual barang yang dibawa Rey dan Roy.”Disini tempat penilaian barangnya sebelum dijual,”kata Adi.


“Selamat datang di tempat penilaia barang. Apa ada yang bisa saya bantu,”penjaga tempat penilaian barang.


“Kami ingin menjual barang ini. Apa bisa dinilai harga tawarnya berapa,”kata Rey yang mengeluarkan barang yang dia buat. Penjaga lelang yang bertugas untuk menilai seberapa tinggi barang yang akan dijual selalu melihat secara detail.


“Semua barang dan pembuatan sudah ada didalam,”kata Roy juga menyerahkan barangnya.


“Tunggu dulu ya kami akan segera menilai barangnya,”kata penjaga penilaian.


Sambil menuggu mereka bertiga melihat toko cemilan yang dimana harganya murah bagi mereka.”Kalian lapar tidak ada toko disana,”ucap Rey.”Boleh kalian berdua kesana saja pesan makanannya nanti aku kesana jika disini sudah selesai,”kata Adi.


“Kamu tidak apa-apa disini sendirian,”ucap Roy.”Tidak usah khawatir aku bisa melihat kalian dan kalian juga bisa melihatku dari jarak ini bukan,”kata Adi.”Baiklah kami akan ke sana memesan makanan, kamu tunggu diisni.Jangan pergi kemana-mana,”kata Roy. Adi menganggukan kepalanya dan mereka segera berpisah Adi yang duduk didepan toko penilaian lelang.”Maaf kak apa aku bisa melihat barang yang akan di lelang hari ini,”ucap Adi.


“Ini dia brosur barang dari semua kelas yang akan dijual di lelang hari ini. Apa kamu ingin membeli barang lelang dek,”akta penjaga toko penilaian.

__ADS_1


“Aku tidak tahu aku melihat dulu. Ada tidak barang yang aku cari,”kata Adi yang membuka halaman pertama dengan barbagai jenis yang barang yang akan dijual. Adi yang sudah melihat bagian pertama tidak ada yang bagus, mulai membuka halaman kedua.


Sampai penjaga toko penilaian sudah memberikan hasil darai kedua barang yang dijual oleh Rey dan Roy.”Ini adalah harga yang kami tawarkan untuk kedua senjata ini,”kata penjaga toko penilaian.


__ADS_2