
Rey yang sudah tahu tidak terlalu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Adi. Adi hanya tersenyum kepada Roy sampai Rey yang menjelaskan apa dilakukan oleh Adi.”Gini kak biar aku yang jelaskan,”kata Rey.
“Rey apa kamu juga sudah tahu yang dilakukan Adi,”kata Roy sambil memegang kepalanya.
“Berapa banyak yang kalian sembunyikan dari kakak,”kata Roy.”Tidak banyak kok kak,”kata Adi.
“Tidak banyak,”ucap Roy sambil memukul dengan tenaga kecil kearah kepala kedua adiknya. Rey dan Adi bersuara sakit sambil memegang kepala mereka masing-masing.
“Kakak butuh penjelaskan tapi dari pada itu sejak kapan kalian memasangan cctv itu. Apa mama tahu?,”kata Roy. Rey dan Adi hanya menggelengkan kepalanya.”Tapi kakak jangan beritahu mama ya,”kata Adi sambil berwajah memelas.
Roy yang melihat Adi hanya bisa menghela nafas saja. Sampai mata mereka kembali berfokus pada orang berbaju hitam yang ada didepan pintu dan hendak ingin membuka. Tapi orang itu tidak bisa membukanya.
“Sial kenapa tidak bisa terbuka,”kata orang berbaju hitam. Berbaju hitam yang mengambil ponsel disakunya dan menghubungi orang lain. Yang membuat Adi, Roy dan Rey tidak tahu apa yang orang baju itu lakukan.”Kak apa perluh kita telepon polisi,”kata Rey.
“Kalau kita menghubungi sekarang apa mereka akan percaya dengan omongan anak kecil,”kata Adi yang masih fokus melihat. Karena orang berbaju hitam tadi menghubungi seorang membuat dia gelisah. Dan mencoba menyabotase cctv yang ada didekat rumah dan dia terkejut dengan rombongan orang yang datang.”Kakak lihat ini,”kata Adi.”Apa Adi,”kata Roy. Rey yang juga ikut melihat ke layar laptop Adi juga terkejut dengan apa yang mereka lihat.
“Bagaimana sekarang kakak?,”kata Rey.
“Kita keluar dari rumah sekarang,”kata Roy.”Terlambat kakak,”kata Rey.
“Terlambat apa. Lihat itu mereka sudah sampai didepan rumah dan mereka juga sudah berjalan kebelakang,”kata Adi. Roy yang mencoba tenang menghubungi mamanya tapi tidak ada jawaban. Roy yang sebagai kakak harus bisa memutuskan apa yang harus dia lakukan. Karena dalam kondisi genting Roy akan membawa kedua adinya ke ruang bawah tanah. Jalan yang menuju tempat yang ramai.
“Kita pergi lewat jalan bawah tanah. Kemasi semua barang yang kalian ingin bawa,”kata Roy. Rey dan Adik hanya bisa menganggukan kepala mereka. setelah memasukkan semua barang yang hendak dibawa. Mereka segera melihat ke arah pintu kamar.”Bagaimana kak?,”kata Rey.
__ADS_1
“Mereka belum masuk kita bisa bisa pergi ke ruang bawah tanah,”kata Adi sambil memantau.”Ok kita pergi sekarang,”ucap Roy yang berjalan di belakang kedua adiknya. Rey yang ada di depan menuju arah dimana ruang bawah tanah pintunya ada di kamar mamanya.
Sampai di kamar mama Rey menekan satu buku dirak buku dan terbuka satu jalan yang menuju arah bawah.”Kalian bawa senter,”kata Roy. Rey dan Adi yang sudah bawa dengan menujukan senter yang ada di kepala mereka. Roy hanya tersenyum dan mereka masuk ke dalam ruang bawah tanah setelah mereka masuk pintu kembali tertutup.
“Gelap kak,”ucap Rey.”Mereka bisa masuk kak, Kita harus segera pergi dari sini,”ucap Adi.
“Apa,”ucap mereka berdua sambil melihat ke arah layar.”Benar mereka sudah masuk ke rumah,”kata Rey. Setelah melihat di dalam rumah mereka bertiga segera menyusuri jalan di bawah tanah.
“Tapi kak apa kamu tahu jalan keluarnya,”kata Rey.
“Aku bawa peta hanya tenang saja. Kita masih harus jalan terus,”kata Roy. “Bagaiman Adi apa mereka sudah tahu ruang bawah tanah yang kita lawati,”kata Roy. Adi yang melihat ke layar laptop yang dia bawa di tangannya.”Mereka belum tahu,”ucap Adi.
“Jika mereka belum tahu lebih cepat kita keluar dari tempat ini,”kata Rey.”Aku setuju,”ucap Adi. Mereka bertiga mempercepat langkah mereka sampai di depan pintu mereka melihat anak tangga menuju ke atas. Rey yang dulu menaikki anak tangga samapi di ujung tangga Rey mencoba menggeser besi yang menutupinya.
“Kamu kita aku lemat tentu saja aku bisa,”ucap Rey yang tidak mau kalah mencoba membuka dnegan tenanga yang dia miliki. Hingga akhirnya penutup besi itu bisa terbuka Rey yang berjalan keluar setelah melihat situasi yang ada.”Aman kak,”ucap Rey. Adi yang keluar setelah Rey dengan dilanjutkan Roy di belakang. Roy menutup pintunya dan mereka bisa menghela nafas.
“Apa sekarang kita aman?,”kata Rey yang bersandar di dinding bangunan. Adi melihat ke layar dan melihat kalau mereka sudah menyadari kalau orang yang tadi masuk ke rumah sudah berjalan ke ruang bawah tanah.”Mereka menyusul,”ucap Adi.
“Kita pergi ke kantor polisi,”ucap Roy. Kedua adik Roy menyetujui dengan ide yang diberikan oleh Roy mereka kembali melanjutkan pergi ke kantor polis. Tidak mereka sangak tempat mereka melarikan diri dekat dengan kantor polisi.”Kak bukan itu kantor polisi,”ucap Rey.
“Iya kakak juga tahu kali Rey,”kata Roy.
“Kita pergi ke sana sekarang. Tapi kak apa mama sudah bisa dihubungi,”kata Adi.
__ADS_1
“Mama masih tidak bisa dihubungi,”kata Roy. Smapai di depan kantor polisi mereka bisa duduk sebentar hingga suara perut Rey berbunyi.
“Suara apa itu?,”ucap Adi.
“Kamu jangan ketawa. Aku lapar tahu tidak. Tapi kak bukan kita sekarang ada di kota pusat ya,”kata Rey.
Saat mereka bertiga berbincang datang polisi yang menghampiri mereka bertiga.”Adik apa yang kalian lakukan disini?,”kata petugas polisi. Mereka bertiga menoleh dan melihat petugas polisi yang bertanya kepada mereka.
Petugas polisi yang melihat ketiga anak yang duduk dan melihat dia sedikit ragu untuk berkata. Sampai Adi melihat kelayar kembali dan melihat kedepan.”Kakak, kita masuk saja ke dalam bagaimana?,”kata Adi yang sedikit gelisah.
Rey dan Roy yang melihat ke arah mata Adi melihat ke depan kalau orang yang tadi di rumah mereka sudah sampai di tempat mereka keluar tadi. Tapi mereka belum mengetahu kalau mereka ada dikantor polisi. Segera mereka bertiga berdiri dan menarik tangan petugas polisi masuk ke dalam kantor. Tapi petugas polisi yang melihat sikap mereka sedikit gelisah dan takut membuat dia bertanya.
“Dek apa yang sedang kalian takutkan,”ucap petugas polisi. Tapi mereka yang tidak membuka mulut mereka karena mata mereka masih tertuju ke arah pintu. Hingga pimpinan dari petugas polisi datang dan melihat ketiga anak itu.
“Jo siapa ketiga anak di depan kamu?,”kata Xieo.
“Mereka tadi ada didepan kantor pak. Tapi kemudian mereka menari saya masuk saya juga tidak tahu mereka siapa?,”kata Jo.
Xieo yang duduk didepan mereka yang gelisah.”Dek mama kalian ada dimana?,”kata Xieo dengan ramah dan lembut. Roy yang melihat kedua adik mereka yang ada disamping mereka.
“Mama katanya pergi mau beli barang untuk membuat kue. Tapi tadi saya telepon tidak diangkat,”kata Roy. Adi yang sedikit berjalan menuju jendela bersama dengan Rey. “Mereka sudah pergi,”ucap Rey.
“Kurasa sudah pergi. Tapi siapa mereka sampai bisa mengejar kita sampai sini,”kata Adi.
__ADS_1
“Mana aku tahu,”kata Rey.Tapi petugas polisi Jo yang mengikuti kedua anak tadi dan sedikit mendengarkan.”Siapa yang mengejar kalian?,”kata Jo yang sedikit bertanya. Rey dan Adi menoleh ke belakang dimana petugas Jo berdiri.