Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 165


__ADS_3

Robin yang beradu mulut dengan Sem karena sikap Sem yang suka masuk lewat jendela apa lagi Sem suka sekali mengganggu Adi atau mengambil apa yang sudah disediakan oleh Robin. Adi yang melihat hanya diams aja sampai mereka selesai beradu mulut. Adi dengan apa yang dia bawa menatap dan mendengarkan mereka beradu mulut. Sampai hujan turun dimana Adi hanya bisa menghela nafas.


“Apa kalian sudah selesai dengan obrolan kalian,”kata Adi menatap ke arah mereka berdua.


“Sudah,”ucap Sem yang duduk disofa yang ada.


“Untuk apa kamu datang,”lata Robin yang masih kesal sambil meletakkan dokumen yang baru.


“Emangnya tidak boleh aku datang ke sini,”cuap Sem dengan santai.


“Sudahlah kalian berdua sampai kapan terus ribut. Apa ada kabar terbaru Sem, jika kamu datang ke sini,”kata Adi.


“itu dia yang ingin aku katakan kepada bos kecil,”ucap Sem. Adi hanya melihat ke arah Adi dimana Sem memberitahukan kalau Mon dan Blue bertemu dengan Toni di rumah Jesi. Sedangkan di rumah sakit Red dan Odi bertemu dengan Wati.


“Jadi mereka berdua datang secara sukarela saat anak buah mereka tersedak,”kata Adi.


“Tepat sekali,”kata Sem.


“Tapi tidak biasanya bukan kalau mereka akan muncul dihadapan mereka,”kata Robin.


‘itu dia yang sedang kami selidiki. Setelah Adi dikatakan Mati oleh mereka. secara terang-terangan orang dibalik Cita menampakan diri mereka,”kata Sem.


“Seperti mereka menuggu Adi tewas lebih dulu sebelum menapakan diri. Sedikit aneh,”kata Robin.


“Jelaslah aneh makanya sedang dalam penyelidikan organisasi black,”kata Sem.


“Jadi hasilnya bagaimana, menemukan yang baru atau tidak,”kata Adi.


“Masih belum, tunggu kabarnya dua minggu lagi. Tapi kapan kamu akan masuk sekolah lagi Adi, tidak mungkin kamu akan terus dipulau ini bukan,”kata Sem.


“Aku akan kembali sekolah dua minggu lagi,”ucap Adi.


“Jadi begitu kalau begitu kami bisa ikut dengan ku ke pulau terlarangkan selama seminggu,”kata Sem.


“Apa yang terjadi sampai kamu menyuruh Adi ikut,”kata Robin.


“Ada beberapa untuk memastikannya saja,”kata Sem.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu pastikan Sem, bukan tempat itu tidak bisa dimasukan oleh orang biasa ya,”kata Adi.


“Kata siapa tidak bisa dimasukkan kalau kita tahu caranyanya,”kata Sem.


Adi yang tahu kalau pulau kelurga purwakarta bisa dimasukan membuat Adi berpikir.”Jadi apa mereka juga bisa masuk ke sana,”kata Adi.


“Tentu saja makanya aku ingin mengajak kamu ikut karena dari organisasi black ada disana,”kata Sem.


“Tapi untuk apa mereka ada disana apa yang mereka inginkan,”kata Adi sambil berpikir.


Sem yang menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tahu apa yang sedang mereka cari. Karena sampai sekarang masih dalam proses pencarian tentang organisasi black. Adi hanya diam saja dan kembal membaca dokumen yang sudah ada didepan matanya. Sambil menyelesaikan  dokumen Adi mendengarkan Sem dengan informasi yang sudah didapatkan.


Sem yang dengan santai memberi tahukan informasi tentang usaha ayah Adi kalau setengah usaha yang dimiliki kelurga Purwakarta diberikan kepada Cahya. “Jadi itu keputusan ayahku ya. Tapi itu kapan?,”kata Adi.


“Itu terjadi baru ini tepatnya tadi pagi, pemberitahuannya. Kamu tidak masalah Adi soal ayah kamu,”kata Sem.


“Untuk apa jika aku memiliki usahaku sendiri,”kata Adi dengan santai.


“Itu benar juga ya,”kata Sem.


“Apa masih ada lagi yang ingin kamu katakan,”ucap Adi sambil membuka lembaran dokumen.


“Hai Sem pergi lewat pintu kenapa kamu itu maling apa,”ucap Robin yang melihat Sem.


“Maaf tidak bisa,”kata Sem yang pergi dengan kebiasaannya lewat jendela. Robin yang melihat menghela nafas sambil tanganya memegang keningnya. Adi yang melihat hanya tersenyum.


“Percuma saja kamu menasehati dia,tidak ada dikubris oleh dia,”kata Adi.


“Aku tahu Adi. Tapi bisakah kamu bilang kepada dia jangan lewat jendela,”kata Robin.


“Sudah aku bilang tapi dia tidak perduli. Karena dari dulu dia seperti itu. Tapi karena itu dia selalu handal mendapatkan informasi yang berguna bukan,”kata Adi menatap ke arah Robin.


Adi yang kembali melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya sampai malam tiba. Dimana semua pekerjaan yang sudah tertunda bisa selesai dengan tepat waktu. Adi yang selesai berjalan-jalan ke taman untuk menikmati suasana malam hari di taman bunga.


Adi yang sendirian berjalan ke arah taman bunga yang ada dibelakang rumahnya di pulau. Dimana disana juga ada danau yang indah apa lagi saat malam bulan muncul. Adi yang duduk di kursi taman sambil melihat bunga bermekaran dimalam hari. Bau bunga yang membuat Adi tenang.”Apa mereka baik-baik saja,”ucap Adi.


“Mereka akan baik saja,”kata Sem dari belakang.

__ADS_1


“Bukan kamu sudah kembali, kenapa masih ada dipulau,”kata Adi.


“Hanya ingin melihat bunga bersama kamu saja,”kata Sem yang duduk disamping Adi.


“Ada apa kamu kesini, pasti ada hal yang perlu kamu katakan hanya kita berdua bukan,”kata Adi yang sudah tahu kalau Sem masih menyembunyikan informasi yang lain.


“Seperti biasa kamu bisa menebak,”kata Sem. Sem memberikan data yang tidak diberikan kepada Adi saat ada Robin diruangan. Adi menerima dokumen itu yang kemudian dia baca perlahan. “Apa semua ini benar Sem,”kata Adi yang tidak percaya dengan informasi yang dia baca.


“Seperti yang sudah aku tulis. Sekarang mau bagaimana?,”kata Sem yang memetik tangkai bunga yang ada didekat Sem.


“Mau bagaimana lagi kita harus tetap bersembunyi sampai persiapan selesai. Kita masih ada dua tahun lagi sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan,”kata Adi


“Jadi masih harus bersembunyi dan mematai mereka lagi ya,”kata Sem mencium harum bunga yang ada ditangannya.


“Itu banar. Karena yang muncul hanya sebagian dari organisasi black, belum yang aslinya,”kata Adi.


“Tapi untuk apa mereka ingin membunuh kamu ya,”kata Sem melihat ke langit.


“Itu karena orang tuaku tahu tentang informasi yang dilakukan oleh organisasi black dibalik dunia,”kata Adi.


Sem hanya terdiam saja sampai Adi berkata.”Jika semua sudah terkumpul barangnya kita bisa menyerang mereka secara diam-diam sebagian wilayahnya,”ucap Adi. Sem yang mendengarnya hanay bisa tersenyum,”Seperti biasa kamu menyembunyikan wajah kamu ya bos kecil.”


“Itulah kita bukan,”kata Adi yang dengan santai.


“Apa yang kalian rencanakan,”kata Blue.


“Untuk apa kamu bertanya jika sudah bisa ditebak dengan wajah bos kecil kita bukan,”kata Red.


“Kalian sudah kembali, kerja bagus,”kata Adi.


“Tentu saja, tapi wilayah mana yang harus kita serang ini,”kata Sem.


“Wilayah mana ya,”ucap Adi dengan tatapan dingin dengan semua rencana yang membuat anak buah Adi sedikit merinding.


“Jangan bilang kalau wilayah itu adalah tambang uang mereka,”kata Red. Adi yang tidak berkata hanya tersenyum dengan menatap danau yang ada dibelakang Blue dan Red.


“Hai Adi kamu serius dengan wajah kamu seperti itu,”kata Blue.

__ADS_1


“Tidak bisa diubah lagi jadi kita menyerang tambang uang mereka yang ada dinegara C ya,”kata Sem.


‘Tapi disana penjagaannya ketat bagaimana kita bisa masuk ke sana,”kata Blue.


__ADS_2