
Setelah berunding mereka bertiga sepakat untuk membeli vas untuk hadian mama Jesi. Dengan mereka beriuran untuk membeli vas yang mereka inginkan.”Aku ada 50 ribu,”ucap Roy.
“Aku juga,”kata Rey.
“Aku ada 100 ribu. Jadi cukup kali untuk membeli vas itu,”kata Adi. Mereka bertiga yang pergi ke arah vas yang kebetulan harganya 200 ribu dan uang yang mereka kumpulkan bisa untuk membeli vas. Setelah vas di kemas Adi membawa vas itu tapi karena vas yang mereka beli adalah tanah liat dan bisa saja pecah. Mereka sedikit bingung vas yang mereka beli mau di taruh kemana. Sampai guru datang mengatakan untuk menyimpan pada satu tempat yang sama.
Karena ada kawan yang lain bersama dengan guru membeli vas. Syaratnya vas harus diberi nama agar tidak bertukar dengan barang yang lain. Adi bersama dengan kedua kakaknya senang karena masalah yang mereka hadapi bisa diselesaikan dengan bantuan guru.
Setelah memberikan nama Roy memberikan kepada guru untuk menyimpankan vas yang mereka beli. Setelah semua berkumpul kembali mereka masuk ke dalam bus karena mereka akan pergi ke tempa berikutnya. Tapi tidak tahu kenapa ada telpon darai guru lain. Kalau ada siswa yang sakit dan mengharuskan mereka untuk kembali ke hotel.
‘Maaf murid-murid kunjugan kuliner kita tunda besok. Karena ada teman kalian yang sedang sakit. Jadi kita para guru memutuskan untuk kembali ke hotel. Kalian dibebaskan jalan-jalan di sekitar hotel. Tapi dengan syarat kalian harus melaporkan kemana kalian akan pergi kepada guru yang mengawasi.Apa kalian mengerti,”ucap Guru pengawas.
“Kami mengerti pak,”kata siswa yang lain..
Di perjalanan menuju hotel mereka yang santai bermian dengan kawan yang lain. Waktu terus berjalan dimana mereka menuju hotel sampai di hotel siswa semua siswa pergi turun.”Kita mau kemana sekarang,”ucap Satya.
“Mau kemana emangnya,”kata Adi.
“Kalian mau pergi tidak,”ucap Guntur yang bersama dengan Roy yanga da didepan bus Adi.
“Kalian saja yang pergi aku akan di kamar untuk istirahat. Tapi kalau mau mencari cemilan bagi aku ya,”kata Adi yang berjalan menuju kamar hotel.
“Dia pergi. Jadi mau jalan kemana yang ada didekat sini,”kata Guntur.
“Kalian mau pergi kemana,”kata Rey.
__ADS_1
“Jalan-jalan dekat sini saja, mau ikut,”kata Roy. “Tentu saja mau tapi dimana Adi,”kata Rey.
“Dia pegi ke kamar. Kurasa dia sedang lelah, biarkan saja dia istirahat. Pergi sekarang,”ucap Satya.
“Tentu,”kata mereka bertiga.
Setelah semua sudah dipersiapkan dan izin dari guru pengawas telah didapatkan mereka pergi jalan-jalan didekat hotel. Dengan mereka membawa kartu siswa yang sudah diberikan kepada guru pengawas. Roy bersama dengan ketga kawan lain pergi jalan-jalan yang dimana ada cafe dan toko pakaian dan sepatu dan tidak lupa perhiasan.
“Kita pergi ke cafe bagaimana?,”ucap Guntur yang menuju satu cafe yang dimana tidak ada pengunjung disana.”Boleh ayo kita pergi ke sana,”kata Rey.
“Tapi kenapa tidak ada pengunjung datang ke sini ya,”ucap Roy.
“Aku juga berpikir seperti itu kenapa ya. Ada yang aneh,”kata Satya.
Mereka masuk ke dalam dimana tempat cukup bersahabat dengan latar alam yang ada pohon dan tanaman.”Selamat datang di cafe alam, ada yang bisa saya bantu,”ucap pegawasi.
“Tentu saja,”kata pegawai yang mengatarkan mereka berempat ke satu tempat yang terbuka. Guntur bersama dengan Satya yang terkejut dengan pemandangan yang diperlihatkan membuat mereka nyawam. Tapi Rey dan Roy yang sudah terbiasa hanya bisa duduk saja dan melihat dengan santai.”Kalian berdua tidak duduk,”kata Rey.
“Kenapa kalian tidak terlihat terkejut,”ucap Guntur.
“Untuk apa terkejut bukan sudah biasa seperti ini. Maaf kakak apa kami bisa melihat menu cefe ini,”kata Roy. Pegawai memberikan menu kepada mereka berempat. Dimana sambil memilih menu pegawai memberikan usulan menu yang ada di cefe. Satya, Guntur, Rey dan Roy yang membuka menu sedikit syok karena nama dimenu membuat mereka bertanya.
“Kakak apa di menu ini bisa dimakan,”ucap Satya.
“Iya kak namanya aneh dan membuat orang yang membaca sedikit merinding. Masakan menu makanan di sini tertulis daging kepala manusia, darah manusia, hati manusia, jantung monster dewa, darah nerakan. Apa benar ini minuman atau penjualan ilegal,”kata Guntur.
__ADS_1
“Kalian berdua itu hanya menuju nama saja iyakan kak,”kata Rey.
“Yapi melihat kamu yang tidak ingin mengakui nama ini kenapa bertanya kepada pelayan,”ucap Roy. Rey yang melihat kakaknya sedikit berbaling karena ucapan Roy.”Adek tidak usah khawatir itu hanya nama dan penampilan saja. Tapi bahan dibuat dari bahan yang umum kok dan ada pada cafe yang lain,”kata pegawai.
“Pantas saja tidak ada yang berkunjung ke sini karena suasana dan nama menu yang membuat orang merinding,”kata Roy.
“Iya kak apa benar yang dikatakan teman saya cafe ini tidak ada pengunjung karena nama dan tampilan tempat ini,”kata Satya. Pegawai itu hanya tersenyum kepada kearah para adik dengan malu.
“Kalau begitu bukan mudah untuk mengganti saja nama menunya yang sewajarnya,”kata Guntut.
“Itu dia dek bos kami tidak mau mengganti nama menunya. Kami hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi dengan cafe ini. Tapi ada juga yang mampir ke cafe kok, hanya untuk anak kecil dan remaja saja yang tidak mau datang ke sini,”ucap pegawai dengan wajah pasrahnya.
“Lalu yang datang ke sini seperi apa penampilannya ya,”kata Satya.
“Kebentulan ada tamu. Itu dia dek seperti itu, tapi jangan terlalu takut mereka baik kok, hanya penampilan saja sedikit menyerakan,”kata pegawai yang sedikit menuju ke arah tamu yang datang.
Rey dan Roy yang melihat ke arah pegawai cafe mereka berdua yang merasa terkejut dengan mereka ada disini. Rey yang menatap ke arah Roy yang sedang tersenyum.”Baiklah kakak kalau begitu aku mau pesan yang ini dan ini dulu ya kak. Jika aku suka nanti aku pesan yang lain dulu,”ucap Roy yang menuju makananan kritik batu, neraka surga dan cismi rambut coklat.
Satya yang melihat ke arah tamu kalau orang yang datang ke sini bukan orang baik untuk Rey dan Roy. Tapi dimata Satya hanya bisa menebak kalau dia adalah anak buah kakakku.”Kalian mau pesan apa,”kata pegawai.
Rey yang memesan rumput surga, susu surga dan mata monster. Satya yang sedang memilih hanya bisa menuggu Guntur yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. “Aku pesan jaring rambut, telut naga dan danau biru,”kata Guntur.
Selesai Guntur memasan Satya memilih taman bintang, kristal laut dan hati bunda. Selesai menulis semua pesanan pegawai itu segera pergi dari tempat Roy berada. Setelah kepergian pegawai mereka saling mengobrol satu sama lain dengan suasana yang santai dan agak ke alam terbuka.”Menurut kalian bagaimana tempat ini saat malam hari,”ucap Guntur.
“Pasti sangat horor, untung saja kita datang pada sore hari. Bagaimana kita datang besok bersama dengan Adi,”kata Satya.
__ADS_1
“Itu ide yang bagus pasti sangat menarik. Tapi aku masih penasaran dengan menu ini,”kata Rey yang mengambil buku menu. Mereka yang juga sama dengan apa yang dipikirkan oleh Rey juga bertanya-tanya dengan nama menunya.