
Orang tua yang tadi bersama dengan Adi merasakan kalau Adi akan beruntung mendapatkan batu yang sangat langka dan murni. Adi yang sedang menuggu hasil pembelahan batu pertama membuat penjaga batu dan kasir yang didekat yang terkejut. Karena batu yang di belah adalah batu Kristal putih.”Selamat ya dek anda mendapatkan kristal putih,”ucap pembelah batu.
“Kristal putih, batu apa itu,”ucap Roy.
“Kristal putih murni adalah batu langkah yang jarang didapatkan. Batu ini bisa dijadikan perihiasan dengan harga yang akan dijual dipasaran adalah sekitar 10 M,”kata Adi.
“Apa 10 M kamu tidak bercanda Adi dengan harga yang kamu sebutkan,”kata Rey. Adi menggelengkan kepalanya kalau dia tidak salah mengucapkan. Rey dan Roy yang sedikit terkejut dengan harga yang disebuatkan oleh Adi. Tapi Adi yang melihat baru kristal tidak telalu senang. Karena dia hanya ingin mau Kristal pelangi agar Adi bisa membuat ruang dimensi yang bisa membawa barang apa saja, baik itu hidup maupun mati.
“Kita lanjut batu kedua ya dek,”kata pemebelah batu. Adi hanya menganggukan saja sampai batu kristal putih dibersihkan di tempatkan dalam kotak kecil untuk menyimpan batu yang baru dibersihkan. Tapi Roy yang melihat ada mata yang terus memandang mereka membuat Roy khawatit.
“Adi apa tidak masalah jika kamu membuka batu ini disini. Tapi kenapa mata melihat ke arah kita,”kata Roy yang berbisik kepada Adi.
“Itu karena mereka menginginkan baru ini karena barang langkah. Kakak tidak usah khawatir,”kata Adi yang masih santai.
“Hai, Adi melihat wajah kamu. Aku tebak kamu tidak suka dengan batu itu ya,”kata Rey menebak karena wajah Adi yang tidak terlihat senang.”Itu benar sekali,”kata Adi berkata jujur.
“Jika kamu tidak suka kenapa kamu tidak menjual saja baru kristal putih itu,”kaTA Rey.
“Nanti jika kedua batu ini sudah terlihat bentuknnya,”kata Adi. Batu kedua yang sudah terbuka terlihat warnah cahaya yang sedikit berbeda. Pembelah yang menyelesaikan merasa terkejut karena batu yang didapatkan adalah batu kristal darah murni. Adi kembali menghela nafas dan kedua kakaknya yang tidak tahu jenis batu itu.
__ADS_1
“Hai Adi apa nama batu itu,”kata Rey.
“Itu namanya batu kristal darah murni bisa digunakan sebagai hiasan dan obat,”kata orang tua yang datang dari belakang. Adi menoleh dan menudukkan kepalanya dengan dia tersenyum ramah.”Siapa dia Adi,”kata Roy.
“Dia salah satu pengunjung lelang batu yang tadi aku berbincang dengan beliau. Untuk nama aku belum tahu,”kata Adi.
“Maaf kek ada apa yang datang ke sini,”ucap Adi yang melihat ke arah orang tua. Tapi Adi bisa menebak dari gerak mata yang telihat tertarik dengan batu kedua milik Adi. Tapi Adi hanya terdiam saja tidak tahu dan kembali melihat batu ketiga yang akan dibelah. Adi yang berharap kalau batu itu adalah batu yang dicari oleh Adi.
Tapi Adi hanya bisa pasra jika batu ke tiga ini bukan batu yang dia inginkan hanya bisa mencari cara lain untuk membuat dimensi ruang penyimpanan. Adi yang kembali fokus melihat batu ketiga yang akan dibelah. Adi merasakan kalau aura yang tidak biasa terpancar dari dalam batu yang hanya terbelah sebagian.
Adi masih menuggu bersama dengan kedua kakaknya. Tapi tidak tahu banyak mata yang banyak melihat mereka setelah batu kedua dibuka. Adi yang tahu akan itu hanya bisa mencoba tenang. Tapi kedua kakaknya yang merasa mata ini membuat mereka berdua waspada.”Apa mereka hanya ingin batu ini saja,”ucap Rey yang berbisik kepada Roy.
Roy dan Rey yang menoleh ke arah orang yang mencoba masuk ke dalam ke ramaian. Roy yang melihat seperti tidak asing bersama dengan Rey.”Adi,”ucap Roy bersama dengan Rey yang merasa mereka akan ketahuan. Karena yang masuk ke dalam keramaian adalah paman penggemar atau paman organisasi.
“Aku tahu dia paman organisasi bukan yang datang ke sini,”kata Adi yang bisa menebak dari suara yang datang.
“Tapi kamu yakin tidak masalah jika mereka tahu kita di sini,”kata Roy. Adi yang tidak perduli masih menuggu batu ketiga terbuka. Tapi paman organisasi yang sudah masuk ke dalam dan melihata mereka berdua. Menatap tajam dengan dingin, tapi Rey dan Roy yang melihat hanya bisa terdiam diri dengan sumyuman. Kalau mereka akan ketahuan dan akan dihukum oleh Jesi mama mereka.
“Kak tidak usah gelisah seperti itu, paman organisasi tidak akan bilang kepada mama. Jika kita ada disini,”kata Adi yang tersenyum. Melihat baru ketiga adalah batu kristal pelangi yang dia cari.”Akhirnya aku mendapatkannya juga,”ucap Adi.
__ADS_1
Rey dan Roy yang mendengar ucapan Adi menatap mata Adi dari samping.”Jadi kamu menginginkan batu itu Adi,”kata Roy.
“Kamu terlihat senang sekali melihat batu itu. Emang apa bagusnya batu itu Adi sampai kamu tersenyum bahagia,”kata Rey.
“Kenapa kalian melihat aku seperti itu,”ucap Adi yang merasa senang dengan batu ketiga dia.
“Jelaslah kami bingung dengan kamu, sementara kita berdua ketahuan oleh paman kamu itu,”ucap Roy sambil melirik kearah paman organisasi.
“Kenapa emangnya,”kata Adi yang melihat ke arah paman organsasi yang terlihat marah. Adi hanya bisa terdiam diri dan kembali melihat batu yang dia dapatkan.”Apa anda ingin melelangnya atau ada simpan dek,”ucap pembelah batu.
“Aku akan mengambil dua batu ini dan satu batu ini aku ingin lelangkan,”kata Adi sambil menujuk kedua batu yang disimpan yaitu batu darah murni dan batu pelangi. Untuk batu kristal putih Adi ingin lelangkan karena dia tidak menyukainya. Tapi orang tua yang ada dibelakang mereka berdua masih menatap batu merah darah murni yang didapatkan oleh Adi.
“Dek, kenapa kamu tidak melelang batu kristal merah darah murni itu?,”kata orang tua.”Batu ini emang tidak aku lelang,”kata Adi yang memberikan batu itu kepada orang tua. Orang tua yang mendapakan uluran barang yang berisi kristal merah darah murni.”Ini apa maksudnya?,”kata orang tua.
“Karena anda melihat terus dari tadi saya kira anda menginginkan kristal merdah darah murni ini,”kata Adi yang tersenyum.
“Tapi...aku tidak bisa menerima batu ini dengan percuma bagaimana jika aku bayar untuk batu ini,”kata orang tua.
“Jika itu yang anda inginkan tidak masalah,”kata Adi.”Berapa yang anda ingin jual batu ini,”kata Orang tua.”Tunggu dulu, aku juga menginginkan batu merah darah murni itu juga,”kata paman organisasi yang datang mendekat. Rey dan Roy yang berlindung dibalik Adi.
__ADS_1
“Tidak boleh,”ucap Adi dengan santai.”Kenapa aku tidak boleh tapi orang tua ini boleh,”kata paman organisasi yang tidak bisa terima.”Sini,”ucap Adi sambil melambaikan tangan kepada paman organisasi. Paman organisasi langsung mendekat kepada Adi.”Paman beli saja batu yang ada di pojok sana meja barus kedua. Batu yang kecil sendiri,”kata Adi yang berbisik.