Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 212


__ADS_3

Suara ribut terdengar dari luar kamar Adi. Dimana Adi terbangun dari tidurnya.”Ribut apa diluar buat orang sakit kepala saja,”ucap Adi yang bangun dari tempat tidur. Tapi saat Adi hendak berjalan dan melewati kaca kamarnya. Adi melihat hidung berdarah segera Adi mengambil Tisu.”Misisan lagi,’ucap Adi sambil membersihkan darah di hidungnya.


Selesai membersihkan hidungnya Adi berjalan ke arah pintu belum sempat Adi membuka. Seta yangd ari luar sudah membuka pintu dan melihat Adi didepannya.”Putra kamu sudah bangun,”ucap Seta yang sedikit terkejut.


“Iya. Tapi apa yang sedang terjadi diluar berisik sekali,”kata Adi berjalan melangkah keluar kamar.


Adi yang melihat ke arah ruangan yang ramai dengan semua anggota khusus sedang bermain kartu.”Apa yang kalian lakukan di rumahku sepagi ini, tidak ada kerjaankah kalian semua datang ke sini,”ucap Adi yang menghela nafas.


“Hai putra pagi,”ucap Red.


“Bagaimana kabar kamu apa sudah baikkan?,”kata Prita.


“Aku baik tapi kalian semua kenapa disini apa.... sejak malam kalian ada di sini,”kata Adi yang menebak. Mereka semua hanya tersenyum saja dan melanjutkan main kartunya. Adi yang kembali ke kamar untuk mengambil pakaian karena dia harus bersiap untuk berangkat sekolah.


Tapi Adi yang sudah sampai kamar merasa tubuhnya lemas sekali seperti tulangnya tidak bisa menompang tubuhnya yang besar.”Apa aku kambuh lagi, tidak biasanyanya,”ucap hati Adi yang mencoba menahan rasa sakit.


Adi kembali keluar dan menuju kamar mandi dimana Adi didalam mersakan tubuhnya seperti tercabik. Tapi pada saat yang sama Adi melihat dirinya yang sudah tidak bisa bertahan. Di dalam hati kecil Adi yang berharap semuanya agar bisa berakhir dengan bahagia. Waktu terus berjalan sampai dimana ujian terakhir dimana Adi dengan biasa mengerjakan soal.  Untuk terakhir kalinya Adi ingin membuat dirinya lepas.


Selesai ujian para  siswa dipersilakan untuk libur dua hari. Di waktu itttu juga Adi bisa bersantai karena hari libur Adi hari pernikahan Jordan dan Jesi. Adi yang tidak ingin bertemu hanya bisa meliaht dari jauh saja dan mendoakan mereka hidup bahagia.

__ADS_1


Adi yang juga melihat Rey,Roy dan Cahya yang mendamping orang tua mereka.”Indah ya,”ucap Adi.


“Iya indah kamu yakin hanya melihat dari sini saja, tidak ingin menyapa mereka,”kata Sem.


“Tidak, ini sudah cukup bagiku,”kata Adi.


“Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, tapi kamu sembunyi seperti ini akankah kamu bahagia,”kata Red.


“Aku bahagia atu tidak inilah kehidupanku. Berbeda dengan mereka yang selalu berusaha untuk hidup dalam kondisi apapun,”kata Adi yang berdiri dari tempat sembunyian dan segera pergi. Karena Adi sudah melihat mereka memasangkan cincin mereka berdua dan janji suci. Wajah mereka yang terlihat bahagia sudah membuat Aid tenang.


Tapi pikiran Adi yang beralih ke arah lain. Karena ada pengganggu yang juga sedang mengamati mereka.”Kalian berdua urus para tikus itu. Aku tunggu kalian di mobil,”ucap Adi yang pergi setelah memberikan tugas kepada Sem dan Red.


Adi mengamati sekitarnya ternyata musuh dari Adi datang untuk mengajau.”Tidak aku sangka mereka datang pada acara yang berbahagia ini,”kata Adi yang tidak memperdulikannya. Karena semuanya sudah dipersiapkan oleh Adi untuk membereskan mereka yang mengganggu. Awalnya hari ini adalah dimana Adi bisa mulai sedikit bersantai dengan rencana yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelum pernikahan dimulai.


Sebelum mereka mendekati tempat pesta Adi menyuruh semua anggota khususu untuk berjaga dan membunuh mereka yang berasal dari organisasi black. Adi yang kembali menutup matanya, tidak tahu kenapa hari itu Adi sangat lelah sampai mobil melaju meninggalkan lokasi pesta.”Bos kecil kemana kita akan pergi sekarang,”ucap anak buahnya yang mengemudikan mobil.


“Aku ingin berkunjung ke makan ibuku. Kamu bisakan membawaku ke sana,”kata Adi sambil menutup mata. Tapi hatinya sudah hancur dan remuk, tidak tahu kenapa Adi yang merasakan kalau sebagian tubuh dalamnya sudah tidak berfungsi bekerja. Sejak pagi itu Adi yang menyembunyikan dari Seta dan Mizan dengan kemampuan yang dia dapatkan dari sebuah kristal kehidupan. Tapi kristal itu juga akan berefek tidak baik untuk kondisi dirinya yang hanya manusia biasa.


Di perjalanan menuju makan Mia. Adi yang sebentar melihat keluar dengan tatapan sedih dan kosong hanya bisa terdiam dengan raut wajahnya yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit.”Aku ingin segera semuanya berakhir,”ucap Adi dengan suara kecil. Perjalanan yang panjang tapi membuat Adi lelah karena selalu saja ada yang mengikuti Adi.

__ADS_1


“Kenapa mereka mengikuti,”ucap Adi.


“Mereka akan ditanggani oleh tim Odi bos kecil. Jadi tidak usah khawatir,”kata anak buahnya yang dengan santai menyetir. Seperti tidak ada rintangan yang menghalanginy sampai di tempat tujuan. Sampai dimakan Adi mendapatkan pesan kalau mereka sudah mengalahkan sebagian dari anak buah Beto.


Di pesan itu juga memberitahukan kalau para paman juga ikut mengamankan acara pesta dengan cara mereka. Adi berjalan menuju makan ibunya yang dia tidak pernah berkunjung setelah membaca pesan dari anggota khusus. Sampai didepan makan yang bertulis nama Mia Sarawati Adi duduk didepannya.


Menatap dengan perasaan rindu dengan air mata yang mengalir. Adi yang tidak pernah sedih menangis dihadapan makan ibunya dengan dia mendekat wajahnya didepan tulisan nama ibunya.”Ibu aku rindu, ibu,”ucap Adi dengan wajah sedihnya.


Tapi pada saat yang sama datang Khalid dari belakang.”Tidak aku sangka kamu anak dari Mia masih hidup,”ucap Khalid dari belakang.


“Aku juga tidak sangka kamu akan datang ke sini sendirian hanya untuk mencariku,”ucap Adi yang menghabus air matanya dan mencoba tegar. Setelah ke datangan Khalid di pemakaman dimana Adi berada.


“Tapi kasihan juga kamu yang tidak bisa hidup tenang berbeda dengan kedua kakak kamu yang sekarang hidup bahagia bersama ibu angkat kamu. Apa kamu tidka marah apa yang kamu miliki sudah diambil oleh orang yang berharga untuk kamu lindungi,”ucap Khalid yang mencoba membuat Adi marah.


Tapi Khalid yang tidak tahu Adi yang sudah membuang semua perasaan kasih sayang mereka saat Adi melihat mereka bahagia. Adi yang menghela nafas berdiri dan berjalan melewati Khalid. Sampai disamping Khalid Adi berbisik,”Kita mencari tempat lain untuk bicara bagaimana. Aku tidak ingin pemakaman ini jadi berdarah. Apa lagi didepan tulisan ibuku.”


Adi yang berjalan melewatinya setelah berbisik kepada Khadli. Khalid yang menoleh ke belakang ikut berjalan mengikuti Adi yang masuk ke dalam mobil.”Kita pergi ke tebing dimana aku jatuh,”ucap Adi kepada anak buahnya.


Khalid yang tidak tahu kemana Adi akan membawanya hanya bisa mengikuti dengan anak buah yang Khalid bawa dengan mobil dia bawa.”Ikuti mobil didepan,”ucap Khalid kepada anak buahnya yang mengemudikan mobil. Khalid yang ikut dari belakang mengikuti mobil Adi. Khalid yang tidak tahu kemana Adi membawanya hanya bisa tetap waspada.

__ADS_1


__ADS_2