Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 61


__ADS_3

Tomas yang melihat layar cctv langsung melihat dengan dekat dengan apa yang dia lihat. Tapi Tomas merasa terkejut dengan apa yang dia lihat.”Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi?,”ucap Tomas sambil memukul meja yang kosong.


“Kalian ingin membunuh para tentara negara ini, kalian ingin perang ternyata,”ucap Tomas dengan kesal.


Tomas yang sudah melihat cctv dari awal sampai akhir hingga rekan Tomas datang dari belakang.”Komandan semua sudah diperisiapkann,”kata rekan Tomas.


“Aku mengerti,”kata Tomas dengan nada kecil karena mereas sedih dengan apa yang terjadi. Tomas yang merasa Frustasi  dengan apa yang terjadi sampai dia melihat semua amplop putih. Tomas yang tidak tahu mengambilny dan mengambil isi dari amplop putih tersebut. Tomas membaca isinya dan memberitahukan kalua semua ini ada kaitannya dengan Cita yang menuruh orang tersebut untuk membunuh semua orang yang ada di markas miliknya.


Tomas tersenyum tipis,”Wanita pembawa petaka, Cita kamu ingin berurusan dengan pemerintahan. Kamu yang akan mati.” Tomas yang kembali sadar berjalan bersama dengan rekannya.”Bagaimana dengan kondis yang lain?,”kata Tomas.


“Mereka yang terluka sudah dibawa ke rumah sakit dan mereka yang sudah gugur akan kami makamkan pada hari yang sama,”ucap Rekannya. Tomas yang sudah di luar gedung melihat rekan yang gugur dan mereka yang terluka. Tomas yang merasa frustasi dikejutkan dengan satu orang yang masuk ke dalam merkas. Rekan mereka yang masih bisa berjalan dan bergerak dengan sikap untuk bertahan.


Tomas melihat itu langsung berjalan ke arah pintu.”Siapa kalian?,”kata Tomas kepada satu orang yang masuk.


“Apa kamu Tomas ayah angkat dari Mia,”kata teman 5.


“Untuk apa aku memberitahu kamu,”kata Tomas yang mulai waspada dengan teman 5.


“Jangan takut aku disini hanya ingin membantu saja, hanya saja aku adalah mantan tahanan. Aku tidak tahu boleh tidak jika aku membantu kalian balas dendam. Tapi dengan izin kalian,”kata Teman 5.


“Mantan Tahanan, Siapa nama kamu,”kata Tomas.


“Maaf sekali aku masih tidak bisa memberitahukan namaku. Ini juga untuk keamanan kalian semua. Aku hanya ingin membantu ayah angkat dari Mia, bisa dibilang kalau aku punya utang budi dengan dia,”kata teman 5.


“Utang apa yang kamu maksud. Mia tidak pernah cerita kalau dia punya teman seorang mantan tahanan. Kamu pasti berbohong,”kata Tomas.

__ADS_1


“Jelas dia tidak cerita karena aku salah satu pengembar novelnya. Di luar sana masih banyak pengemar Mia yang ingin membantu Mia dengan diam-diam. Tidak hanya aku saja yang ingin  Mia hidup, kami semua sudah tahu kehidupan Mia. Kami ingin membantunya dengan diam-diam,”kata Teman 5.


“Bagaimana aku bisa percaya jika kalian ingin membantu, bukan ingin mencelakai Mia,”kata Tomas.


“Apa kamu tahu kejadian dimana kalian dihadang oleh orang saat Mia sedang mengalami krisi,”kata Teman 5. Tomas terdiam dan mengingat cerita dimana Mia pinsan dan dilarikan ke rumah sakit. Pada saat itu adal orang yang tidak dikenal membantu Mia.


“Apa itu kalian?,”ucap Tomas. Teman 5 hanya tersenyum,”Bagaimana masih ingin tidak percaya dengan kami.”


Tomas yang terdiam memikirkan apa yang diucapkan oleh lalaki didepannya. Tomas yang masih ragu hanya bisa memutuskan dengan waktu yang dibutuhkan.”Berikan aku waktu,”kata Tomas kepada teman 5.


“Baiklah jika itu yang kamu mau. Dan satu lagi apa kamu melihat orang yang masuk ke ruang merkas utama di tempat kamu,”kata Teman 5.


“Kamu mencari dua orang itu, apa mereka juga salah satu dari teman Mia,”kata Tomas.


“Aku tidak tahu kedua orang itu ada dimana setela mereka melihat cctv. Dia juga mengatakan kalau musuh yang kami hadapi adalah orang yang sama yang ingin dia bunuh,”kata Tomas. Teman 5 hanya tersenyum dan langsung pergi tanpa berkata apa-apa. Tomas yang melihat kepergian orang itu hanya bisa berpikir dengan tawaran yang orang tersebut katakan.


Hingga rekannya berkata,”Apa komandan ingin menerima tawaran itu?.”


“Masih belum pasti, tapi aku merasa orang tadi tidak berbohong kalau dia adalah pengembar Mia,”kata Tomas.


”Jika seperti yang kamu katakan Mia memiliki masalah yang serius dengan musuh yang menghancurkan rekan kita komanda. Tapi bagaimana bisa wanita biasa memiliki musuh yang begitu besar dan berbahaya, apa yang dilakukan oleh Mia kepada orang itu sampai rekan kita menjadi korban,”kata rekannya.


“Mia hanya gadis biasa saja, dia sudah terlalu menderita,”kata Tomas sambil mengehal nafas.”Sebaiknya kita selesaikan yang ada di sini lebih dulu,baru kita pikirkan yang lain,”kata Tomas yang kembali fokus dengan di depan matanya.


Sementara di Vila Mia yang sudah mulai menjahit satu desain busana yang dia buat. Mia yang terlihat senyum mendapatkan kabar yang tidak terduga kalau markas ayahnya sudha diserang oleh orang suruhan Cita. Mia yang mendengar dan menbaca pesan yang masuk hanya bisa terhenti dari aktifitasnya. Sampai Surya datang melihat kondisi Mia.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan Mia?,”kata Surya. Mia yang awalnya syok mengubah ekpresi wajahnya kembali seperti biasanya agar Surya tidak tahu kalau dirinya sudah tahu semuanya. “Surya kenapa kamu ke sini,”kata Mia yang menoleh.


“Aku membawakan cemilan untuk kamu dan Jem berpesan agar kamu tidak terlalu kecapean,”kata Surya.


“Aku tahu, tapi dimana Jem?,”kata Mia yang tidak melihat Jem dari pagi.


“Jem ada urusan jadi dia sudah pergi dari tadi pagi. Apa kamu sakit?,”kata Surya yang mendekat.”Tidak hanya tidak biasanya saja kamu yang datang, biasanyakan Jem yang datang,”kata Mia.


“Kamu tidak suka yang aku datang,”kata Surya yang sedikit sedih mendengar ucapan Mia.”Tidak aku merasa senang jika kamu yang datang,”kata Mia.


Surya yang menaruh cemilan didekat Mia. Tapi Surya yang melihat Mia merasa ada yang disembunyikan darinya.”Kamu menyembunyikan sesuatu ya Mia,”kata Surya yang menebak.


“Apa maksud kamu Surya, bukan kamu yang menyembunyikan sesuatu dariku,”kat Mia yang berbalik bertanya. Surya hanya tersenyum dengan santai dia berbarik dia atas sofa Mia. “Mia,”kat Surya.


“Apa?,”kata Mia.


“Apa kamu memiliki teman yang belum kamu ceitakan kepada kamu ya,”kata Surya yang mencoba mencari tahu.”Teman yang belum aku ceritakan adalah pengembar rahasiaku. Apa ada masalah dengan mereka?,”kata Mia.


“Itu karena salah satu dari mereka membantu kita. Apa itu suruhan dari kamu?,”kata Surya yang duduk kembali.


“Aku tidak pernah menyuruh mereka membantuka. Mereka hanya ingin membantuk saja dengan keinginan mereka. Aku juga tidak tahu kalau mereka membantku secara diam-diam,”kata Mia yang sedikit berbohong. Surya menghela nafas berdiri dan meninggalkan Mia dikamar. Surya yang sudah keluar dari kamar Mia.


Mia yang kembali melanjutkan aktifitasnya menjahahit. Tapi pikiran Mia yang masih khawatir membuat dia tidak fokus sampai jarinya terkena jarum. Mia yang merasakan kesakitan melihat tangan yang terkena jarum. Tangan Mia yang sedikit berdarah membuat Mia harus menghisap jarinya yang terluka sambil melihat keluar jendela teras.


“Cita kenapa kamu ingin aku mati, aku sudah tidak ada hubungannya dengan Jordan. Kenapa kamu melaukannya kepada orang terdekatku,”kata Mia yang merasa semua ini adalah kesalahannya.

__ADS_1


__ADS_2