Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 141


__ADS_3

Adi yang turun dari bus bersama dengan Satya. Dimana Ro, rey dan Guntur sudah mencari mereka dikeramaian. Untuk masuk bersaam melihat keramik didalam.”Kenapa kalian lama sekali,”ucap Guntur.


“Maaf aku bangunkan Adi dulu. Kita masuk sekarang, tidak ada tugaskan dari guru pengawas,”ucap Satya.


“Kata siapa tidak ada. Ini apa,”kata Rey.


“Jadi ada tugas yang harus kita kerjakan ya,”ucap Satya.


“Iya. Tapi kita hanya diberikan satu soal saja kok. Proses pembuatan kramik dari tanah liat saja,”kata Rey sambil membaca lembarana kertas.


“Ya sudah kita masuk sekarang saja biar cepat selesai kita mengerjakan dan bisa keliling,”kata Adi. Mereka semua menganggu dan berjalan menuju satu tempta dimana proses pembuatan keramik dibuat. Yang dimana didepan mereka sudah ada kelompok lain menuju tempat pertama.


“Kita pergi dulu atau santai saja kali ini. Melihat kalian yang pucat itu,”kata Guntur.


“Seperti biasa saja,”ucap Roy.


“Kamu tidak masalahkan Adi,”ucap Roy lagi. Adi hanya menggelengkan kepalanya kalau dia baik saja. Setalah memutuskan mereka berjalan lebih dulu dimana mereka melihat dimana bahan pertama di temukan.


Bahan pertahan yang digunakan dalam proses pembuatan karamik dari tanah liat adalah tanah liat sendiri. Ciri-ciri khusus tersebut diantaranya bersifat liat atau lengket, sulit menyerap air, serta dapat terpecah menjadi butir-butiran yang halus saat keadaan kering.  Beberapa ciri itu membuat tanah liat menjadi mudah dibentuk dan dikreasikan sesuai dengan keinginan.


Pembentukan tanah tanpa meja putar bisa dilakukan menggunakan teknik pemijatan, teknik pilin, dan teknik lempengan. Sedangkan teknik putar dikerjakan di atas meja putar, baik manual ataupun elektrik. Pembntukan tanah melalui teknik cetak dilakukan dengan mencetak tanah di cetakan yang biasanya terbuat dari gips atau silikon.

__ADS_1


Setelah proses pembentukan selesai, tahapan selanjutnya adalah proses pengeringan. Paling baik adalah mengeringkan dengan memanfaatkan angin alam atau penjemuran di luar ruangan dibawah sinar matahari. Setidaknya dibutuhkan waktu minimal 3 hari untuk proses pengeringan secara alami.


Proses selanjutnya adalah pembakaran, proses ini dilakukan supaya keramik yang semula rapuh menjadi padat, keras, dan kuat. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pembakaran di antaranya suhu matang, atmosfer tungku, dan mineral yang terlibat. Bahan-bahan keramik mentah kemudian dimasukkan ke dalam tungku pembakaran lalu dibakar memakai suhu sekitar 700-1.000 derajat celcius.


Proses pengglasiran adalah untuk melindungi keramik, memperkuat struktur, dan memperindah tampilannya. Penerapan bahan glasir ini dapat dilakukan dengan cara dicelup, disemprot, dituang, atau dioles dengan kuas ke permukaan keramik secara merata. Fungsi pengglasiran pada keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. Terakhir, keramik-keramik yang telah di glasir ini perlu melewati tahapan pembakaran glasir terlebih dahulu untuk menyempurnakan hasilnya.


“Tadi bukan dibuat dari tanah liat. Tapi ada berapa jenis tanah liat yang bisa digunakan dalam pembuatan kerami,”ucap Roy.


“Aku tidak tahu. Jenis tanah liat ada beberapa jenis yang aku tahu. Tapi setiap negara akan menggunakan tanah liat berbeda-beda,”kata Satya.


“Adi kamu tahu tidak jenis tanah liat yang bisa digunakan,”kata Rey.


“Akau tidak tahu. Kenapa kita tidak tanya saja kepada pengrajin keramik untuk menambah ilu kita,”kata Adi.


Kaolin Clay dikenal karena kemurnian mineralnya, Kaolin Clay memiliki warna yang terang hingga sangat sering digunakan untuk porselen di kebudayaan masyarakat Tionghoa/ China. Meskipun tanah liat kaolin memang memiliki beberapa variasi warna, warnanya sangat terang. Saat lembab, mereka akan berwarna abu-abu muda dan akan menyala dalam kisaran antara abu-abu atau putih. Hingga disebut juga sebagai Tanah Liat Putih. Selain itu Tanah liat putih sering digunakan dalam pembuatan kosmetik di industri kosmetik.


Ball Clay atau Tanah Liat Bola memiliki mineral kotor yang sangat sedikit, hingga tidak dapat digunakan sendiri karena penyusutannya yang berlebihan selama pengeringan dan pembakaran di suhu 1285 ℃. Mereka sangat berguna, bagaimanapun, ketika ditambahkan ke tanah liat lain untuk meningkatkan kemampuan kerja dan plastisitas adonan Keramik. Karena plastisitas yang tinggi dan kualitas pengikatan yang tinggi, lempung Bola biasanya digunakan untuk ubin lantai, mangkuk toilet, vas bunga, dan peralatan makan.


Fire clays adalah jenis tanah liat yang memiliki refraktivitas yang tinggi 1,600 °C dan cocok untuk digunakan dalam konstruksi fireplace, firebox, dan aplikasi lain yang membutuhkan suhu tinggi seperti industri pengolahan Metal. Biasanya terdiri dari kaolinit, halloysite, dan mineral lain yang memberikan sifat tahan panas yang baik. Fire clays juga sering digunakan dalam produksi keramik dan material lain yang terpapar suhu tinggi. Ditemukan di berbagai lokasi di seluruh dunia dan dapat diproses untuk menghasilkan berbagai jenis produk tanah liat tahan api.


Stoneware Clay adalah Tanah Liat cukup plastis, keras, dan tidak keropos hampir seperti batu. Mendapatkan namanya karena kualitasnya yang layaknya sebuah batu. Tanah liat Stoneware sebagian besar berbahan dasar bola-tanah liat, bukan dan bukan berbahan dasar kaolin. Selain itu seperti halnya Fireclay, Stoneware Clay juga memiliki titik panas yang cukup tinggi yaitu 1100 sampai 1200 ⁰C. Stoneware Clay menjadi tanah liat yang populer digunakan untuk peralatan makan seperti Periuk.

__ADS_1


“Ternyata ada 5 jenis tanah liat yang bisa digunakan,”kata Satya.


“Sekarang kita sudah tahu 5 jenis tanah itu. Jika nanti kita ingin membuat suatu barang dari tanah liat,”kata Adi.


“Itu benar tapi bukan langkah pembuatannya cukup sulit bukan,”kata Guntur sambil menggaruk pipinya.


“Tidak juga jika kita ingin membuatnya,”kata Rey.


“Itu benar, hanya saja sekarang sudah jam berapa. Kita kumpul jam berapa,”kata Adi.


“Untuk hari ini kita kumpul pukul tiga sore. Setelah itu kita akan makan bersama sebelum ke hotel,”kaa Satya.


“Makan apa kali ini,”ucap Guntu.


“Disini tertulis makanan khas daerah sini,”kata Satya.


“Jadi kita kuliner makan setelah ini,”kata Adi. Satya yang menganggukan kepala. Setelah selesai bertanya mereka pergi melihat kerajinan apa saja yang bisa mereka buat oleh-oleh.


“Kurasa disana ada tempat untuk kita membeli oleh-oleh dari tanah liat. Kita kesana yuk,”ucap Satya. Mereka pergi ke tempat yang dituju oleh Satya yang dimana guru dan siswa yang lain juga pergi membeli oleh-oleh keramik dari tanah liat.


Adi yang melihat darai piring, vas,gelas, ukiran dengan bentuk yang berbeda. Sampai Roy yang ada dibelakangnya juga ikut memperhatikan.”Apa ada yang kamu sukai Adi,”kata Roy.

__ADS_1


“Kurasa tidak ada kak. Tapi mama kira-kira suka tidak yang jika kita membelikan vas yang berbaur dengan dua warna itu,”kata Adi sambil menunjuk ke aran Vas merah bercampur putih yang berbaur satu sama lin.


“Kurasa mama akan suka,”kata Rey berjalan mendekat.


__ADS_2