Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 158


__ADS_3

“Siapa kamu sebenarnya kenapa kamu membantu kami berdua,”kata Rey dengan tajam dan tetep waspada.


Tapi respons yang diberikan oleh orang asing itu hanya santai dan ramah. Tapi disemyum itu dia tidak tahu apa yang dipikirkan orang asing itu.”Kamu ingin tahu siapa aku,”kata pimpinan anggota khusus.


“Tapi maaf aku tidak bisa memberitahukan kami siapa. Aku tidak ingin dihukum karena kesalahan jika aku memberitahu identitas ini kepada kamu. Lebih baik kamu belajar dengan baik, agar kamu bisa tahu siapa kamu dan siapa bos kami,”ucap pimpinan anggota khusus yang melepaskan tangan kecil yang memengan tangan dirinya. Perlahan pegangan bisa dilepaskan dan pimpinan anggota khusus bisa pergi dari rumah Jesi.


Tapi ditempat lain sesudah Rey dan Elang pergi ke rumah. Di rumah sakit Roy yang sedang menjaga mama Jesi merasakan ada aura yang menekan dan sangat membuat dia resah.”Siapa lagi ini yang mengganggu?,”kata Roy yang tidak perduli dengan alat penyandap. Roy yang berjalan ke arah jendela rumah sakit yang bisa melihat keluar jalan yang ada disamping rumah sakit.


Roy yang tidak tahu ada mobil hitam di jalan itu membuat Roy menghubungi semua anak buah dia untuk datang ke rumah sakit. Tapi pada saat yang sama ada seorang yang masuk. Roy menoleh dan melihat ada Galang dan Toto yang datang berkunjung.


“Kalian berdua kenapa datang ke sini,”kata Roy.


“Kami hanya ingin melihat kondisi orang tua kamu saja. Dimana Rey?,”kata Toto.


“Dia pulang bersama dengan Elang ke rumah,”kata Roy.


“Lalu kenapa kamu disana, apa ada masalah diluar,”kata Galang.


“Tidak hanya saja kita akan kedatangan tamu yang tidak di undang. Coba kamu hubungi Elang apa dia baik saja. karena aku merasa akan ada masalah yang datang,”kata Roy.


“Masalah apa yang kamu maksudkan?,”kata Toto.


“Tunggu dulu bagaimana jika kita bicara diluar saja, biarkan orang tua kamu istirahat,”kata Galang. Roy hanya menganggukan kepalanya dan berjalan keluar dari ruangan. Tapi Jordan yang mendengarnya merasa ada yang aneh dengan pembicaraan itu.

__ADS_1


“Apa yang mereka bicarakan, sampai harus kelur ruangan. Siapa yang berbicara dengan Roy,”kata Jordan yang mendengarnya.


“Aku ingin kalian kumpulkan semua informasi tentang Rey dan Roy bersama dengan Jesi. Secepatnya dan siapa saja mereka bersama,”kata Jordan.


Kembali ke tempat Roy yang sudah ada diluar ruangan bersama dengan Galang dan Toto. Mereka berbicara kalau ada musuh yang akan datang. “Tadi kamu berkata untuk menghubungi Elang ya. Tapi tidak ada respons dari dia. Apa perlu aku menghubungi lagi dia,”kata Galang.


“Tidak aku tahu kalau mereka akan baik saja. Sekarang cukup anak buah kita untuk datang ke sini. Kurasa musuh yang datang ulah dari wanita rubah itu,”kata Roy. Dalam hati Roy yang juga gelisah dnegan Rey yang bersama dengan Elang. Tapi dalam kondisi ini dia lebih menjaga mama Jesi kaena Roy tahu kalau adiknya bisa menjaga dirinya.


“Semua sudah berkumpul dan akan segera datang ke sini,”ucap Toto. Tapi pada saat itu juga Roy masuk ke dalam ruangan untuk melihat mama Jesi. Mama Jesi yang masih tertidur tidak ingin Roy membangunkannya. Sampai Roy sedikit mendengar suara keributan diluar. Roy yang hendak berdiri menatap ke luar jendela yang merasa kalau ada sinar merah mengarahkan ke arah mama Jesi.


Roy dengan santai berjalan menghadang sinar merah itu. Seperti yang dilihat oleh Shep dan musuh Roy yang membentangkan tangannya ke arah mama Jesi seperi membuat pelindung yang tidak bisa dilihat oleh mata.


Alat yang baru saja dibuat oleh Roy dengan bahan yang pas pelindung anti peluru yang tidak bisa dilihat. Setelah membentangkan tangannya di ruang hampa. Sinar merah yang mengarah ke arah dirinya sudah menghilang. Tapi Roy tetep melihat ke luar jendele. Dengan kaca mata jarah jauh dia melihat Shep sudah membunuh shniper yang mengincar mama Jesi. Roy hanya tersenyum saja ke arah luar.


Mata Roy melihat kebawah gedung ada orang berbaju hitam masuk ke dalam gedung rumah sakit. Tapi dari penampilannya mereka bukan orang dari pihak Roy. Tapi ada yang tidak asing dari semua orang yang masuk.


“Anda kenapa datang ke sini lagi,”kata Roy.


“Cepat kita bawa mama kamu pergi dari sini. Diluar ada musuh yang mengincar mama kamu dan kamu,”kata Jordan.


“Yang anda maksud itu siapa,”kata Roy. Sampai Galang dan Toto di ikat oleh anak buah Jordan.


“Hai Roy suruh mereka lepaskan kita sekarang,”kata Galang.

__ADS_1


“Maaf kurasa yang kalian maksud itu dia adalah teman saya. Bisa kalian lepaskan mereka dulu, pasti disini ada kesalahpahama,”kata Roy yang memegang keningnya sambil dia tersenyum.


“Apa maksud kamu, mereka bukan musuh,”ucap Jordan yang menoleh ke atah orang yang sudah ditangkap.


“Itu banar mereka ada dipihak anak itu,”kata Ham yang sudah ada di belakang Toto dan Galang. Segera merek berdua melepaskan diri yang kemudian mendorong anak buah Jordan ke dalam.”Habat kalian langsung siap bersiaga dengan kami datang ke sini,”ucap Ham.


“Ohh iya pasti kamu sedang menuggu anak itu ya sayang sekali dia sudah mati,”ucap Won yang tersenyum dibalik Won.


“Apa yang kalian maksudkan anak itu sudah mati. Kalian siapa,”ucap Jordan yang mendekat.


“Maaf paman dia bagianku. Lebih baik paman tetap disini bersama mama saja,”kata Roy yang berjalan setelah menghalangi Jordan untuk pergi masuk.


“Tunggu dulu nak Roy,”ucap Jordan yang juga menahan Roy yang sudah melangkah ke depan. Tapi tatapan Roy yang sudah berubah menjadi tajam dan dingin membuat Jordan sedikit terkejut. Sikap Roy yang berbeda saat pertama dia bertemu dengan dia.”Kenapa sikap anak ini berubah. Apa yang sudah anak ini alami selama ini,”kata hati Jordan yang melihat perubahan dari Roy.


Karena tidak tahu apa yang terjadi Jordan melepaskan tangan Roy setelah melihat wajah Roy.”Hati-hati dia bukan orang biasa,”ucap Jordan yang tidak bisa menahan Roy.


Galang dan Toto yang sudah didepan Ham yang dibelakang Ham ada Won sedang duduk santai.”Untuk apa kalian datang ke sini,”kata Roy yang mendekat.


“Tidak aku sangka kita akan bertemu lagi. Tapi sangat disayangkan kalau anak itu tidak ada disini, mungkin juga anak yang satu lagi juga akan mati,”kata Ham yang menunduk ke arah Roy yang masih kecil.


“Aku tidak tahu siapa yang kalian bicarakan. Tapi kurasa yang akan mati di sini adalah kalian bukan kami,”ucap Roy yang meladeni Ham.


“Itu cukup hebat untuk anak kecil seukuran kamu bisa menghadapi kami semua,”kata Ham yang memperlihatkan semua anak buah yang dia bawa. Tapi Roy yang juga sudah menyiapkan semuanya juga memuliki rencana untuk mengalahkan mereka yang dibawa oleh Won dan Ham.

__ADS_1


Ham yang melihat ke aah samping dia dimana anak buah mereka berdiri. Tapi Ham terkejut kalau semua anak buah dia sudah kalah digantikan dengan anak buah Roy.


“Kenapa kamu terkejut seperti itu. Apa ada sesuatu yang ingin anda katakan,”kata Roy yang tersenyum licik.


__ADS_2