
Di depan gerbang SMP Buaya Jaya mereka berpisah dimana Adi harus pergi ke ruang kepala sekolahan untuk mengantarkan barang. Sedangkan Dev yang pergi ke ruang kelas dengan jalur yang berbeda.”Kamu mau pergi ke ruang kepala sekolah untuk apa Putra?,”kata Dev.
“Mau mengantarkan barang,”ucap Adi yang berjalan lebih dulu ke arah ruang kepala sekolah. Dev yang melihat hanya diam saja sampai didepan dia melihat siswa informan yang bersama kawanya. Dev menghampirinya dan ikut mengobrol bersama mereka.
Suasana sekolahan yang tenang dan damai dengan pengawasan yang tepat. Berbeda saat di kembar ada dimana mereka selalu tertekan. Dimana mereka harus memikirkan uang setiap harinya. Tapi untuk sekarang mereka bisa menikmati suasana sekolahan dengan pembelajaran yang mereka inginkan.
“Hai Dev dimana Putra biasanya kamu selalu bersama anak itu. Tapi hari ini tidak terlihat,”kata siswa informan.
“Dia pergi ke ruang kepala sekolah,”kata Dev dengan santai.
“Untuk apa dia pergi ke ruang kepala sekolah. Apa ada masalah dia?,”kata siswa infroman.
“Tidak dia itu pergi ke sana mau mengantar barang katanya,”kata Dev.
“Mengantar barang apa?,”ucap siswa yang bersama dengan siswa informan. Dev tidak mengatakan apa-apa hanya bisa diam saja dengan wajah tidak tahunya.
“Jadi kamu tidak tahu ya. Aneh juga Putra pergi ke ruang kepala sekolah hanya untuk mengantar barang,”kata Siswa informan. Mereka yang pergi ke kelas yang berbeda dimana Dev di dalam kelas menaruh tasya. Dimana ketua dan wakil ketua bersama dengan anak yang lain sedang belajar bersama. Adi yang didepan pintu ruang kepala sekolah mengetuk pintu.
“Pak Jonet ini saya Putra mau bertemu dengan bapak. Apa saya boleh masuk?,”ucap Adi dibalik pintu.
“Masuk saja Putra,”kata pak Jonet di balik pintu dengan posisi duduk dikursi kerjanya. Adi masuk ke dalam ruangan yang dimana sudah ada pak Jonet menuggu.
__ADS_1
“Ada apa Putra?,”kata Pak Jonet.
“Saya mau memberikan ini kepada bapak. Mungkin saja ini bisa membantu dalam memberikan pengajaran kepada siswa yang lain,”kata Adi sambil mengambil buku catatan dia di dalam tas. Adi mengeluarkan buku catatan itu dan memberikan kepada pak Jonet.
“Ini,”ucap pak Jonet sambil melihat buku yang diberikan oleh Adi.
“Itu catatan yang bisa membantu para guru, hanya itu saja yang bisa aku bantu. Saya hanya mengatarkan itu saja. Saya keluar dulu, maaf mengganggu bapak,”kata Adi sambil berjalan keluar ruangan.
Kepala sekolah yang melihat catatan Adi dengan seksama setelah beberapa melihat sampai akhir dia memanggil ketua tim guru untuk memberikan catatan itu. Lawat wakil ketua kepala sekolah yang saat itu masuk setelah Adi keluar.
“Berikan kepada para guru dan untuk menerapkan rumus yang ada didalam catatan ini untuk mengajar para siswa kelas C dan B. Untuk kelas A yang sudah bisa kita menerapkan kelas dan pembelajaran seperti biasa,”ucap kepala sekolah Jonet.
Wakil kelapa sekolah yang sudah membawa buku catatan yang diberikan kepada pak Jonet. Tapi dalam pikiran wakil kepala sekolah tidak tahu apa yang ada didalam catatan itu. Karena penasaran dia mencoba melihta lembaran pertama saat dia keluar dari ruang kepala sekolahan menuju ruang guru. Wakil kepala sekolah yang membaca sanagt terkejut dengan rumusan yang ada didalam catatan.
“Adaa apa bu wakil ke sini?,”ucap ketau tim pengajar.
“Saya ingin memberikan catatan untuk diberikan kepada para guru. Untuk bisa memberikan pengajaran kepada para siswa kelas C dan B,”kata wakil kepala sekolah sambil memberikan buku catatan tersebut. Ketua tim pengajar guru memeriksa buku catatan di halama pertama. Dia sangat terkejut dan melihat wakil kepala sekolah.
“Ini apa ibu wakil yang membuatnya atau pek kepala sekolah. Ini sangat mudah dipahami. Kurasa dengan catatan ini kita bisa membantu para siswa di kelas C dan B yang dalam krisis ini menuju ujian kenaikkan kelas,”kata ketua pengajar guru.
“Pak Tor, kamu foto copy catatan ini dan lalu bagikan kepada para guru agar bisa mengajar siswa kelas C DAN b,”kata ketua pengajar guru. Pak Tor mulai mengcopy catatan yang ada dilembaran buku kecil tersebut. Jumlah yang dicopy sama dengan jumlah pengajar yang ada di SMP Buaya Jaya. Setelah mengcopy dengan jumlah guru pak Tor membagikan kepada para guru yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
Para guru yang sudah mencapatkan copyan catatan Adi mulai membaca dan mempelajari rumus tersebut. Sesuai dengan pelajaran yang mereka pegang. Waktu bel masuk telah berbunyi dimana para guru mulai menuju kelas mereka.
Adi yang sudah sampai di kelas duduk waktunya tepat dengan bel berbunyi masuk. “Kamu datang tepa pada waktunya Putra,”ucap Dev disampingnya.
Adi hanya tersenyum saja sampai guru datang memberikan pengajaran dengan rumus catatan yang dibagikan oleh Adi. Para siswa yang bisa menerima rumus dan mudah dipahami membuat mereka tahu dan paham setelah diberikan pengarahan serta penjelasan yang pas. Di bagian akhir mereka diberikan tugas untuk mereka bawa ke rumah untuk mereka palajari.
Pelajaran berganti dengan guru yang lain. Para siswa yang sangat semangat untuk belajar. Sampai mereka tidak sadar kalau waktu sudah sore. Dimana bel pulang sudah berbunyi mereka yang merasa lega bisa belajar dengan tenang. Pengajaran yang mudah dipahami oleh para siswa membuat mereka mudah memahami materi yang diberikan oleh setiap guru.
Adi bersama siswa yang lain selesai dengan kelas mulai melakukan ekskul yang mereka pilih. Adi yang tidak ikut eksul karena kerja part time sampai pak Abang datang keles C. Setelah selesai pengajaran.
“Putra bisa ikut bapak ke ruang guru sekarang?,”kata pak Abang. Adi yang tidak tahu kenapa dia dipanggil lagi hanya mengikuti pak abang dari belakang. Sampai di ruang guru pak Abang duduk dan memberikan kerja part time di sekolahan agar Adi tidak ketinggalan pembelajaran. Adi yang mendapatkan lembaran itu menatap ke arah pak Abang wali kelas Adi.
“Ini apa pak maksudnya?,”ucap Adi.
“Itu ada lowongan di sekolah jika kamu mau pindah dari tempat kamu kerja. Bapak tidak mau jika kamu ketinggalan pembelajaran karena kamu harus par time,”kata Pak Abang.
“Maaf pak saya sudah terbiasa kerja di tempat saya sekarang. Saya tidak bisa pindah begitu saja, untuk pembelajaran saya tidak akan ketinggalan,”kata Adi yang menolak tawaran dari wali kelas.
“Apa kamu yakin tidak mau dengan tawaran bapak ini,”kata Pak Abang.
“Iya saya yakin. Terima kasih untuk tawarannnya, tapi saya akan tetap kerja part time di tempat saya sekarang. Karena sudah nyaman,”kata Adi.
__ADS_1
“Baiklah jika itu adalah pilihan kamu. Bapak tidak bisa memaksa kamu. Tapi kamu jangan lupa untuk belajar untuk kenaikkan kelas ya Putra,”ucap Pak Abang. Adi hanya menganggukan kepala saja yang kemudian dia segera pergi dari ruangan guru.