
Adi yang pergi ke tempat dimana dia bisa menyendiri. Adi yang berjalan melewati gang dimana gang itu adalag gank para preman brandalan. Karena tempat yang sudah tidak dirawat dan tidak terjangkau oleh orang lain. Adi yang sedang dalam kondisi tidak baik setelah dia membaca buku diary milik ibunya Mia.
Sampai si salah satu sungai dimana Adi bisa melepaskan rasa sedihnya. Tapi tidak disangka ada beberapa preman yang datang menghampiri Adi.”Hai anak kecil sini kamu,”ucap preman.
Adi yang tidak perduli dengan omongan mereka hanya terdiam sampai preman itu memegang bahu Adi dengan kencang.”Bisa tidak jangan ganggu aku,”ucap Adi dengan tatapan dinginnya. Preman yang melihatnya merasa tidak suka dengan sikap yang diberikan Adi.”Kenapa kamu tidak suka,”kata preman. Adi yang dalam kondisi tidak baik menghela nafas dan menyipitkan kedua matanyanya dengan tatapan tajam.
“Kalian ingin mati ternyata pengganggu kecil lalat tidak memiliki otak,”ucap Adi yang dalam kondisi tidak baik dengan informasi yang dia dapatkan.
“Tapi kalian beruntung datang ke sini. Aku bisa bermain sedikit dengan kalian semua,”kata Adi yang tidak seperti biasanya. Preman yang melihat tatapan Adi awalnya merasa ragu. Tapi setelah melihat dengan seksama dia hanya seorang anak yang tidak akan bisa memukul mereka.
“Kamu ingin bermain, jika itu yang kamu inginkan aku bisa bermain dengan kamu. Tapi jangan sampai kamu menangis,”kata preman yang memegang bahu Adi dengan erat. Adi yang memegang tangan preman yang telah menyentuh bahunya dengan satu tangan kecil Adi. Dia meremas tangan preman yang besan dengan sedikit mengeluarkan rasa benci dan sedihnya. Preman yang merasakan tekanan yang tidak biasa yang dikeluarkan oleh anak di depannya.
Preman itu sedikit tertekan dan mencoba melepaskan tangan Adi. Tapi Adi yang tidak melepaskannya dengan santai mengepalkan tangan yang satunya siap untuk memukul preman di depanya. Sementara tangan yang dia pegang mencoba untuk melarikan diri dari genggaman tangan kecil Adi. Adi yang tersenyum licik dan dingin berkata,”Kakak kamu memilih hari yang salah, maaf ya kak.”
Satu pukulan menghantam perut si preman yang memegang bahu Adi. Saat memukul preman itu Adi dengan bersamaan melepaskan pegangan dari tangan preman. Hingga membuat premmman tiu terdorong ke belakang. Semua preman yang ada dibelakang merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh bocak yang berumur enam tahun.
__ADS_1
“Kenapa kalian hanya melihat saja. Tidak mau bermain denganku lagi,”kata Adi. Setelah mendapatkan bujukan dari Adi para preman dengan secara bersamaan melawan si bocil yang belum dewasa. Adi yang melihat hanya tersenyum sini.”Kalian mau main kroyok ternyata, memalukan,”ucap Adi.
Adi yang awalnya hanya menggunakan tangan kosong mencari barang yang dia bisa dia gunakan. Karena hatinya dalam kondisi tidak baik Adi hanya bisa melambiaskan amarahnya dan sedihnya kepada ara preman yang ada di gang tertinggal tersebut. Adi dengan kesal mulai memukul para preman dengan tubuh kecil dia Adi bisa menghindari dari setiap kepungan preman. Sampai dua jam telah berlalu preman yang melawan Adi sudah terjatuh semua.
“Apa hanya ini saja kemampuan kalian yang suka memalak orang yang lemah. Bisa kalah dengan anak umur 6 tahun, memalukan saja,”ucap Adi yang pergi dari tempat dia berkelahi. Adi yang masih sedih mencari tempat lain sampai ada bangunan yang dulunya dalah komplek perumahan.Adi masuk ke dalam banguan itu menaikki anak tangga yang sudah tersedia. Samapi di lantai dua Adi berjalan menyusuri setaiap ruangan yang sudah kosong. Sambil memikirkan apa yang selama ini ibunya berjuang demi dirinya.
Adi yang sudah berjalan dilorong lantai dua ada tempat duduk. Adi duduk di tempat itu sambil melihat ke arah langit yang gelap.”Mama kenapa kamu menyukai papa sementara. Papa sudah membuat mama menderita. Kenapa mama mengorbankan nyawa mama hanya untuk papa yang tidak memiliki hati. Apa yang mama sukai dari papa?,”ucap Adi dalam kesunyian bangunan yang ditinggalkan.
“Siapa kamu?,”kata satu pemuda yang tidak dikenal oleh Adi.
“Adi kak. Kakak siapa kenapa bisa ada di sini?,”kata Adi dengan sopan. Adi yang mencoba tersenyum kepada kakak yang dilihat di sampingnya.
Adi hanya menggelengkan kepalanya. Pemuda asing itu melihat wajah si bocil yang terlihat sedih. Di samping tempat duduk Adi yang kosong. Tanpa berkata apa-apa pemuda itu duduk disamping Adi yang melihat ke langit.”Kenapa kamu datang ke sini, tempat ini berbahaya,”ucap pemuda asing.
“Berbahaya seperti apa yang kamu maksudkan. Aku datang ke sini karena ingin menenangkan pikiranku,”kata Adi yang masih melihat ke langit. Sampai mengatakan kata yang membuat pemuda itu tercengang.
__ADS_1
“Kakak apa pernah kamu membunuh orang untuk membalas dendam,”kata Adi dengan dingin. Pemuda itu tidak langsung menjawab setelah dia melihat tatapan dingin anak yang ada disampingnya.
“Balas dendam ya. Kakak pernah, tapi tidak sampai membunuh orang hanya membuat orang yang telah menyakitiku menderita saja,”kata pemuda asing.
“Membuat dia menderita ya. Tapi jika membuat mereka tersiksa, apa mereka bisa membalas apa yang kita akan lakukan tidak,”kata Adi. Pemuda asing itu melihat ke arah Adi dan bertanya,”Kenapa kamu bertanya ingin membalas dendam dan membunuh. Anak seusia kamu itu harusnya belajar dengan baik, agar orang tua kamu senang bukan.”
Adi hanya tersenyum yang kemudian Adi menangis di samping pemuda asing yang bersamanya.Pemuda asing itu bingung dengan sikap yang ditunjukan oleh bocil yang tiba-tiba menangis. Pemuda asing itu mencoba untuk menenangkan tapi tiba-tiba anak buah datang yang tadi di hajar oleh Adi.
“Bos gawat,”kata preman yang sudah kena pukul. Pemuda asing itu melihat ke arah tangga dimana anak buanya menghampirinya. Sementara Adi yang tidak asing dengan suara itu menoleh dengan wajah yang penuh dengan air mata yang mengalir.
Preman yang awalnya menjadi pimpinan terkejut dengan anak yang ada disamping bosnya. Dengan gemetar dia penunjuk sambil berkata,”Ke...kenapa kamu bisa ada disini.”
Pemuda asing yang duduk disamping Adi melihat ke arahnya.”Kamu kenal dengan anak ini A,”kata pemuda asing.
Preman A terdiam ketakutan dan tidak bisa berkata kepada bosnya. Karena melihat anak kecil yang memukulnya.”Kenapa kamu bisa ada di sini, masih kurangkah kamu membuat aku frustasi,”ucap Adi dengan dingin yang mengeluarkan aura dingin disekitarnta. Pemuda asing yang bersamanya dengan reflek menjauh seperti mewaspadai anak yang tadi dia ajak bicara.
__ADS_1
“Tidak saya pergi silakan lanjutkan,”kata preman A. Sedangkan pemuda asing yang sudah menjauh tidka bisa berkata apa-apa.”Dek kenapa kamu sangat marah dengan anak buahku,”ucap pemuda asing. Adi yang menghela nafas kembali menghapus air matanya dengan tenang mengubah ekspresi wajahnya.
“Aku tidak marah hanya saja anak buah kakak yang dulu mencari masalah bukan aku. Kenapa kakak memberikan jarak dari kita,”kata Adi dengan santai tersenyum biasa