Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 215


__ADS_3

Mizan dan Seta yang hanya menatap karena hanya merasakan kalau Adi memang ada di tebing. Tapi hawa keberadaannya sudah menghilang. Mizan dan Seta tanpa berpikir langsung terjun ke dasar laut di tebing dimana dulu Adi jatuh. Mereka yang mendengar suara jatuh menoleh ke belakang mereka yang saat itu mata mereka melihat Khalid yang sudah tewas.


“Mizan Seta,”ucap Red yang berlari ke arah mereka yang sudah terjun. Red yang bersama dengan yang lain hanya bisa menebak apa Adi jatuh lagi ke dasar laut sama saat dia kecil dulu. Red yang tidak berpikir panjang ikut terjun ke dasar tapi dihentikan oleh Blue.


“Kamu mau apa?,”uap Blue.


“Mencari Adi lah kamu kira apa,”ucap Red yang sudah tidak bisa tenang.


“Tenanglah dulu Red. Jika kamu terjun bukan kamu akan menyelamatkan tapi kamu akan mati. Biarkan Mizan dan Seta yang mencari Adi,”kata Prita.


“Itu benar kita tunggu dulu mereka,”kata Bon. Mereka yang juga gelisah mencoba untuk tenang tapi hati mereka juga meresa sedih. Apa lagi hari itu cuaca hujan sangat deras. Mizan dan Seta yang mencari di dasar laut tidak melihat ke beradaan Adi. Mereka yang sudah beberapa jam menyelam tapi tidak menemukan hasilnya. Sampai mereka naik ke permukaan dimana ada kapal yang menuggu mereka.


Mizan dan Seta naik ke kapal itu.”Bagaimana dimana Adi?,”ucap Odi. Mizan dan Seta hanya termenung dan menggelengkan kepalanya saja. Karena mereka tidak menemukan jejak Adi.”Jika tidak ada hanya satu yang bisa kita cari . Si putih,”kata Robin.


Si putih yang bersama dengan Rabbit mereka melihat ruang dimensi yang ada di leher siputih. Mereka masuk ke dalam dan mengambil semua barang yang ada diruang penyimpanan Adi. Tapi tidak menemukan apa-apa tapi mereka hanya menemukan catatan. Tatapan mereka yang saling memandang sampai Rabbit membuka catatan itu untuk mengetahui isi dari catatan Adi.


Lembaran  pertama Rabbit membuka catatan itu dia membacanya.”BaCA Rabbit jangan di batin. Kami semua ingin tahu apa isi catatan itu,”ucap Red. Mata mereka juga berharap kepada Rabbit karena ingin tahu apa isinya.


“Baiklah aku akan membacanya,”ucap Rabbit.

__ADS_1


Rabbit membaca halaman pertama yang berisi tentang masa kecil Adi yang selalu bersama dengan keluarga Jesi. Tapi setelah mengetahui kebenarannya hati Adi sangat sedih membuat dia marah dan ingin membunuh wanita yang bernama Cita. Tapi apa daya dirinya yang masih kecil tidak bisa membunuhnya. Tapi sebelum para paman dari Mia datang memberitahukannya. Adi sudah mencar tahu tentang dirinya yang berbeda dengan kedua kakaknya.


Adi sangat sedih dengan kebenaran yang dia tahu. Di masa kecil Adi selalu menyelinap pergi keluar rumah saat Adi bisa berjalan. Tanpa diketahui oleh mama Jesi dan kedua kakaknya. Saat itu Adi yang berjalan di tengah malam bertemu dengan preman yang sedang berkelahi. Adi terdiam dan melihat mereka. Pada saat itu juga Adi berpikir untuk belajar berkelahi tanpa ada yang tahu dirinya.


Waktu itu Adi menggunakan nama Putra untuk bisa melihat dan bergaul dengan mereka. Sampai Adi bertemu dengan wanita yang bernama Cita sedang bersama seorang. Adi yang yang bertanya kepada salah satu orang siapa wanita ituuu baru tahu kalau dia adalah Cita. Adi hanya terdiam dan menatap dengan dingin.


“Enaknya dia bisa tersenyum semenara dia membuat ibu kandungku mati. Adik dan kakak sama saja ternayata sama-sama rubah,”ucap Adi dalam hati. Adi pergi meninggalkannya, tapi saat sampai di pintu keluar Adi menabrak satu seorang yang sombong di dunia bawah. Mata orang itu melihat ke arah Adi dengan dingin.


Sampai orang sombong itu menendang Adi. Adi terbangun dari tempat dia terjatuh sampai mata mereka bertatapan.”Untuk apa anak kecl seperti kamu ada disini. Pergi sana bertemu dengan ibu kamu,”ucap orang sombong itu. Adi hanya diam saja dan berjalan keluar cafe. Tapi saat diluar Adi menatap kebelakang dengan tatapan dingin.


Untuk pertama kalinya ada keingin membunuh yang besar di dalam hati Adi. Adi yang berjalan melihat sesuatu yang mudah terbakar. Adi menutup wajahnya dan menggunakan sarung tangan menyebarkan minyak dan barang yang mudah terbakar mengelilingi tempat Cita dan orang sombong itu.


“Selamat tinggal,”ucap Adi yang melempar korek api ke arah minyak yang sudah ditaburkan mengelilingi tempat Cita berada. Adi yang pergi menjauh dari kobaran api yang sudah mulai menyebar.


Tapi Adi yang kembali ke rumah Jesi setelah dia membersihkannya. Adi yang tertidur tapi dalam mimpi dimana semua gelap tanpa ada cahaya yang Adi lihat. Dalam mimpi yang tidak ada ujung, Adi hanya berjalan sendirian. Sampai hari terus berlalu Adi bertemu dengan Sem yang saat itu sedang menjalankan misi.


“Tunggu dulu Rabbit,”ucap Sem.


“Apa?,”kata Rabbit yang menghentikan bacaannya.”Biar aku yang baca bagian itu,”kata Sem. Rabbit memberikan catatan itu kepada Sem. Tapi belum melihat Sem hanya bisa meneteskan air mata.”Kenapa kamu menangis kamu belum baca,”kata Seta melihat ke arah Sem.

__ADS_1


“Itu benar. Apa ada hal yang membuat kamu menangis,”kata Blue.


“Ada kurasa Adi sudah berkumpul dengan ibu kandungnya disurga. Karena dia tidak muncul saat kita bca uku catatan miliknya,”ucap Sem. Semua hanya terdiam saja dan menundukan kepalanya saja.”Kurasa iya. Tapi kenapa bukan katanya dia akan bisa bertahan lebih lama lagi dengan tanaman yang kita temukan,”kata  Odi.


Seta dan Mizan hanya diam saja sampai si putih memberikan sebuah batu.”Apa ini putih,”ucap Mizan. Seta yang melihat dengan seksama merasa tidak asing dengan batu yang diberikan putih. Tiba-tiba Seta mengambil dan melihat dengan dekat. Tanpa berlama lama Seta meneteskan air mata.”Bodoh kenapa kamu membohongi kami kak,”ucap Seta yang memeluk Mizan di sampingnya.


Semua hanya melihat saja, tapi lama kelamaain mereka penasaran dengan Seta yang menagis setelah melihat batu tersebut.”Seta kenapa kamu menangis?,”ucap Mizan.


“Itu batu kehidupan yang bisa menyembunyikan kondisi asli dari tubuh Adi kakak,”uca Seta sambil terisak.


“Apa maksud kamu batu kehidupan,”kata Mizan. Mizan melihat dengan seksama batu tersebut.”Tapi bagaimana bisa ini batu kristal kehiupan berubah menjadi batu,”kata Mizan. Sampai Mizan tersadar dan menatap ke arah Seta yang menangis.


“Adi kenapa kamu melakukannya kepada kami semua,”kata Mizan.


“Kalian kenapa apa kalians udah tahu dimana Adi sekarang,”ucap Prita.


“Adi..”kata Mizan yang terhenti dan menatap ke arah tebing.”Hai Mizan jawab apa yang kamu ketahui tentang Adi dimana dia sekarang?,”ucap Red sambil memengang bahu Mizan.


“Adi sudah menghilang bersama deburan air laut mengikuti jejak ibunya yang sudah meninggal,”kata Mizan dengan perasaan sedih.

__ADS_1


“Apa?,”ucap Red yang masih tidak percaya yang kemudian dia melepaskan pegangan Red.


__ADS_2