
Sekertaris Jordan yang diam-diam mengawasi Cita mendengar kalau Cita sudha mendapatkan kabar dari mata-mata yang sudah menyusup. Sekertarsi Jordan yang sudah tahu itu memberitahukan kepada tuan besar kalau Cita sudah mendepatkan kabar berita kalau keluarga besar Jordan mencari keberadaan Mia.
Sementara di tempat lain keluarga besar Jordan yang sudah mendapatkan kabar dari sekertaris Jordan hanya bisa melakukan rencana selanjutnya. Dengan mereka diam-diam melihat pergerakan Cita untuk menjaga Mia. Walaupun mereka juga berpikir di tempat Mia sudah ada yang akan mejaga Mia yaitu Tomas. Ayah angkat Mia yang sekarang melindungi Mia dari mata-mata yang mengawasi Mia.
“Wanita rubuh itu sudah tahu sekarang,”ucap ibu Jordan.
“Kita tunggu saja. Apa dia akan menyuruh orang untuk mamatai kita atau tidak,”kata kakek.
“Wanita rubuh yang tidak ingin rencananya gagal. Masih saja ingin mengawasi kita, dia tidak cocok dengan Jordan. Kenapa kalian tidak bisa memberikan pendidikan yang baik untuk cucuku,”ucap Nenek yang sedikit agak kesal.
“Nenek jangan begitu dia juga cucu kamu juga. Kita sudha melakukan sebisa kami. Tapi anak itu masih saja keras kepala sama dengan ayahnya,”kata Ibu Jordan.
“Mereka memang sama,”ucap kakek.
“Sudah kenapa malah bahas ini. Tapi bagaimana dengan Mia apa dia masih baik-baik saja sekarang. Laporan yang aku dapatkan beberapa hari ini kalau Mia hampir saja tertembak oleh sniper,”kata Ayah Jordan.
“Itu benar tapi mereka gagal dan mata-mata itu dari pihak Cita,”kata kakek.
__ADS_1
“Tapi bukan aneh jika dia ingin nyawa Mia sekarang,”kata Nenek.
“Apa yang kamu katakan memang benar cukup aneh jika dia ingin membunuh Mia sekarang,”kata Ibu Jordan.
“Dia memang pintar membuat rencana agra kita terkecoh,”ucap ayah dengan tatapan serius.
“Wanita yang harus diwaspadai oleh banyak pembisnis agar mereka tidak gagal,”kata kakek.
“Dia melakukan itu dengan rencana tiga serangkai satu membunuh, mengawasi dan mengambil. Dengan begitu Cita bisa berhasil mengambil anak Mia dengan baik tanpa ketahuan karena ada pengalihan,”kata Ayah Jordan.
“Jadi menurut sayang jni semua adalah pengalihan saja,”kata Ibu Jordan. Ayah Jordan menganggukan kepalanya sementara mereka masih bertatapan sampai laporan baru datang. Kalau Cita sudha menyuruh ornag lain mengawasi keluarga utama.”Dia cepat juga,”kata nenek.”Itu benar,”kata Ibu Jordan.
Mia yang bisa keluar dari Vila untuk bersantai merasa senang.”Sekalian kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kandungan,”kata Jem.
Mia terdiam dan menganggu tanpa berkata Mia melihat keluar jendela karena dia bisa bebas. Walaupun dia masih diawasi, ditengah perjalanan ponsel Mia berdering. Mai yang mengambilnya dan melihat kelayar ponsel pesan email masuk dari orang yang dia minta tolong mencari tahu kondisi Jordan dan sahabat yang melindunginya.
Mia membaca pesan itu sangat terkejut kalau Jordan saat bersama dengan Cita wajah yang dipancarkan sangat perhatian. Berbeda dengan saat dia bersama dengan Mia. Mia yang melihat itu menghela nafas dan mencoba tenang sampai dia membaca informasi itu. semua data yang dia butuhkan telah dia baca. Mia yang sudah menyalin informasi itu terpisah dengan data pribadinya.
__ADS_1
“Apa kamu sakit?,”kata Jem yang ada di sampaingnya karena melihat Mia sedikit pucat setelah melihat ponselnya.”Tidak,”kata Mia.
“Jika itu berita yang tidak penting kamu tidak usah baca. Kamu tidak dalam kondisi baik, lebih baik kamu melepaskan orang itu dan menjalani kehidupan baru dengan anak yang kamu kandung,”kata Jem.
“Aku tahu, kalian tidak usah khawatir aku akan baik saja,”kata Mia yang menyembunyikan apa yang dia lakukan. Di perja;anan menuju toko tekstil dengan kondisi aman dan tidak terjadi apa-apa. Sampai mereka sampai di toko tektisl. Dimana Mia mulai melihat satu persatu kain yang hendak dia ingin beli. Mia yang membeli kain seperluhnya dengan uang yang didapatkan dari hadil penjualanan novel yang dia buat.
Mia yang tidak ingin menggunakan uang Tomas karena uang itu dia bisa gunakan untuk anaknya nanti. Selama Mia bisa mendapatkan uang dengan hasil yang dia peroleh dia akan menggunakan uang itu dengan cerih payah yang dia dapatkan. Karena selama dia tinggal sendiri dia sudah dihidup mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Mia yang juga pernah tidak makan karena uang yang dia dapatkan digunakan untuk pengobatannya.
Tapi sekarang dengan adanya Tomas Mia sudah berkecukupan. Tapi Mia kembali mengingat masa lalunya bersama dengan Jordan. Jordan yang sudah menjadi suaminya tidak pernah sekali membeikan uang untuk kebutuhan dirinya. Mia yang dulu penah meminta uang saat dia tidak memilikinya. Yang dikeluarkan oleh Jordan adalah,” Uang untuk apa semua sudah ada di rumah ini. jangan bilang uang itu kamu mau berikan untuk laki-laki lain.” Kata itu yang dia berikan, jadi saat itu Mia tidak pernah meminta uang kepada Jordan. Apa yang dia miliki dia manfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Sampai kebutuhan vila Mia enggan meminta karena Jordan pasti tidak akan memberikannya kepadanya. Mia yang mengingat itu merasa sakit. Tapi melihat Jem dan Surya yanga di dekatnya membuat Mia menahan rasa sakit itu. karena dia tidak ingin mereka khawatir. Untuk melupakan itu smeua Mia melihat kain untuk mengalihkan pandangan mereka.
Mia yang kembali fokus melihat kain yang indah di toko tersebut. Mia yang bersama dengan pegawai toko membeli kain yang mana kain itu dibutuhkan oleh Mia. Sudah ada 10 kain yang ukuran berbeda Mia beli. Karena tidak ada kain lagi yang dia inginkan dia menuju kasir untuk membayar. Setelah menuggu pegawai kasir menyebutkan jumlah nominal yang harus Mia bayar sebesar 350.000.
Mia memberikan uang tunai kepada pegawai tersebut. Surya membawakan barang bawaan Mia dan mereka berjalan menuju tempat lain untuk bahan tambahan untuk hiasan kain yang dibeli oleh Mia. Tapi Jem menghentikan karena mereka harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kandungan Mia.
Mia menuruti dokter pribadinya untuk pergi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Mia yang diperiksa oleh dokter wanita kalau kondisi kandungan Mia baik-baik saja. Setelah memeriksa kondisi kandungannya Mia diajak oleh Jem untuk memeriksa hasil rongsen yang beberapa hari lalu. Jem dan Mia masuk ke dalam ruangan dimana ada dokter spesialis kangker otak yang akan menjelaskan kondisi Mia.
__ADS_1
Setelah beberapa jam di dalam ruangan Mia hanya bisa terdiam. Tapi dengan apa yang dia harapkan kalau dia akan tetap pada pendiriannya. Walaupun resiko yang dia hadapi akan membuat dia meninggal. Tapi pilihan Mia tidak akan berubah, karena takdir akan berubah pada saatnya.