Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 112


__ADS_3

Paman organisasi berjalan meninggalkan Adi dan menuju meja kedua dan mengambil batu kecil yang disebutkan oleh Adi. Tapi paman organisasi yang sedikit ragu hanya melihat Adi dari jauh. Tapi Adi yang sudah melihat hanya tersenyum dan kembali berbincang kepada orang tau di depannya.


“Untuk harga anda saja yang menentukan,”kata Adi.


“Apa tidak maslah jika aku menentukan harganya. Tapi ini batu yang anda dapatkan,”kata Orang tua.


“Tidak masalah karena yang aku inginkan adalah batu ini,”ucap Adi yang memperlihatkan batu yang di inginkan oleh Adi. Orang tua itu hanya bisa menghela nafas dan memberikan kartu nama dan kartu VIP kartu yang bisa digunakan dimana saja.


“Disini ada jumlah uang 100 M aku berikan kepada kamu dan ini juga kartu namaku. Jika ada masalah kamu bisa menghubungi nomer yang terteran di situ,”kata orang tua yang memberikan kartu VIP dan kartu nama.


“Apa anda yakin memberikan uang ini. Apa ada tidak salah perhitungan,”kata Adi yang merasa sedikit khawatir.


“Ambil saja karena itu adalah harga yang pas untuk batu yang kamu berikan,”kata orang tua. Adi hanya tersenyum saja sampai paman organisasi berjalan mendekat.”Bela batu ini,”ucap paman organisasi. Sementara anak buahnya yang membayar batu lelang yang diambil oleh paman organisasi.


Sebelum pergi orang tua itu menasehati Adi untuk berhati-hati kepada orang yang ada disampingnya. Karena orang yang disamping Adi tidak bisa disinggung. Adi hanya mengucapkan terima kasih karena sudah mengkhawatirkan dirinya. Adi yang menuggu hasil dari lelang batu pertama dan menyimpan batu ketiga ke dalam tas.


Adi bersama dengan kedua kakaknya yang hendak ingin pergi ditahan oleh paman organisasi yang menyadarai mereka bertiga ingin pergi meninggalkan tempat lelang batu.”kalian bertiga mau kemana?,”ucap paman organisasi yang masih belum redah amarahnya.


“Kenapa anda begitu paman, kami mau melihat tempat lain,”kata Adi.


“Iya paman,”ucap Roy. “Kalian mau pergi kemana,”kata Paman organisasi menatap tajam kepada mereka bertiga. Rey dan Roy yang melihat Adi bingung ingin mengatakan atau tidak sementara mereka tidak ingin paman organisasi tahu dimana mereka akan pergi.


“Kenapa kalian diam saja, apa perluh aku laporan kalian bertiga datang ke tempat yang berbahaya ini. Jika kalian masih diam saja,”ucap paman organisasi yang mengambil ponsel didalam saku.


“Ok kami akan mengatakannya,”ucap Adi yang menyerah.


“Tapi paman tidak boleh mengatakan kepada mama ya,”kata Adi.”Aku tidak akan mengatakannya asalkan kalian mengatakan kepada kami dan paman juga akan ikut dengan kalian bertiga,”kata paman organisasi.

__ADS_1


“Kami mau pergi ke bawah,”ucap Rey.


“Ke bawah untuk apa,”kata paman organisasi.”Untuk mencari orang paman,”kata Adi.


“Lebih baik paman bisa tidak melepaskan tanganku,”kata Adi sambil melihat ke belakang paman organisasi. Paman organisasi yang menoleh kebelakang kalau batu yang dia beli adalah. Batu kristal merah darah murni karena terkejut dia menatap ke arah Adi.


“Bukan paman menginginkannya, sudah dapatkan,”kata Adi sambil melihat tangannya yang sedikit merah. Adi yang melihat ke arah Rey dan Roy untuk berjalan pelan. Tapi mereka sudah terkepung oleh anak buah paman organisasai. “Kamu mau pergi ya,”kata paman organisasi sambil tersenyum.


“Paman,”ucap Adi. Rey dan Roy yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengikuti Adi. Adi yang tahu akan kejadian ini bisa terjadi mereka berempat yang pergi ke ruang masuk bawah tanah. Setelah Adi mendapatkan uang lelang yang berjumlah 50 M dengan kartu.


“Bagaimana kalian bertiga bisa datang ke sini,”ucap paman organisasi.


“Kami mendapatkan tiket bulanan makanya kami bisa ada disini,”ucap Roy.


“Apa mama kalian tahu kalian datang ke sini,”kata paman organisasi.


“Paman tidak akan memberitahukan mama kalian. Tapi jika kalian ada di sini kalian harus bersama paman. Karena tempat ini berbahaya apa lagi kamu Adi,”kata paman organisasi.


“Iya. Tapi aku akan baik saja dengan barang yang aku bawa,”kata Adi.


“Apa kamu tidak tahu barang dan uang yang kamu dapatkan bisa saja diambil dengan diam-diam. Kamu tahukan tempat apa yang kamu kunjungi ini,”kata paman organisasi.


“Aku tahu tempat apa ini. Tapi kenapa paman ada disini, bukan paman jarang datang ke tempat ini ya,”kata Adi.


“Paman datang ke sini karena lelang nanti malam,”kata paman organisasi.


“Apa yang paman cari di lelang nanti malam,”kata Adi yang melihat ke arah paman organisasi.

__ADS_1


“Kamu tidak usah khawatir,”kata paman organisasi.


Adi yang awalnya ingin tahu menjadi tidak tertarik karena mereka sudah sampai di pintu masuk ruang bawah tanah. Tapi Roy dan Rey yang sedikit bertanya kerens sudah bertanya kepada para pengunjung dan para penjual. Kalau mau pergi ke ruang bawah harus memiliki tiket masuk.


“Adi kamu yakin ingin masuk,”kata Roy. Adi yang memberikan tiket untuk tiga orang yang kemudian melihat ke arah kakaknya.”Kenapa jadilah,”ucap Adi yang sudah menyerrahkan tiket. Sementara Rey dan Roy yang tidak tahu kalau Adi memiliki tiket itu sedikit terkejut.”Kamu dapat tiket itu dari mana?,”kata Rey.


“Dari mana belilah,”ucap Adi yang berjalan masuk. “Adi,”ucap paman organisasi. “Ada apa paman,”kata Adi yang menoleh.


“Kamu tahu tidak satu tiket bawah tanah ini haragnya  10 juta jika kamu membeli tiga dari mana kamu mendapatkan 30 juta uang itu,”kata paman organisasi yang sudah lama tahu sistem di pasar lelang.


“Aku mengumpulkan uang dari hasil penjualan barang yang aku buat dan bisnis yang aku jalankan bersama dengan anggota lain,”kata Adi.


“Tunggu dulu Adi. Apa maksud kamu bisnis yang kamu kerjakan bersama Sato,”kata Roy.


“Iya bisnis itu berjalan lancar,”kata Adi yang kembali masuk. Rey dan Roy yang mengikuti Adi dari belakang. Sedangkan paman yang memiliki kartu VIP lelang bisa masuk tanpa tiket.”Tidak aku snagka kamu banyak sekali yang kamu sembunyikan dari tiket, pengamatan dan pemahaman kamu tentang dunia bawah. Adi kamu belajar semua ini apa dari orang yang kamu recrut itu,”kata Paman organisasi.


“Tidak juga, aku tahu secara tidak sengaja saja. Tapi kenapa paman ingin tahu,”kata Adi.


“Paman hanya khawatir dengan kamu jika kamu terjadi masalah apa-apa. Kamu tidak sayang dengan ibu kamu yang sudah berkorban demi kamu,”kata paman organisasi.


“Aku masih sayang dengan ibu walaupun aku tidak pernah bertemu dengan dia. Tapi aku tahu kalau ibu selalu mengawasiku dari jauh sana,”kata Adi yang sudah sampai di tenpat.


Ruang bawah tanah yang dimana budak dijual dengan harga renda. Dari manusia sampai orang yang memiliki spesialis untuk membayar utang mereka. Adi yang melihat dari harga sekitar 100 ribu sampai 1 juta di tahap pertama.


“Kamu ingin mencari orang yang seperti apa. Paman bisa membelinya untuk kamu, jika kamu mau,”kata paman organisasi.


“Tidak paman aku ingin menggunakan uang yang sudah aku dapatkan,”kata Adi.

__ADS_1


“Kamu mau carai yang seperti apa Adi,”kata Rey yang juga melihat.”Jika kalian ada yang disukai bisa ambil kok. Nanti uang yang aku dapatkan bisa untuk membayarnya,”kata Adi melihat sekelilingnya.


__ADS_2