Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 150


__ADS_3

Guntur dan Satya yang mulai melihat isi layar ponsel Adi. Dimana mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka baca kalaua ada orang yang ingin membuat mereka diculik tapi di awal pesan ada informasi lagi kalau ada bom di tempat mereka akan kunjungi. Tapi bom sudah bisa ditangani, dari pesan yang mereka baca tidak ada siapa yang ingin menculik mereka dan kenapa mereka.


Karena ingin tahu Guntru bertanya kepada Adi siapa yang ingin menculik mereka dan untuk apa. Adi yang berkata kalau mereka ingin menculik mereka berdua karena kalian adalah keluarga dari orang yang sangat perpengaruh.


“Pasti kalian sudah tahu apa yang terjadi bukan,”ucap Adi.


“Jadi ini karena pamanku ya,”kata Guntur yang sedikit paham dengan situasi yang dihadapinya.


“Jadi ini karena kak Yesa aku di incar. Tapi bagaimana mereka bisa tahu kalau aku adalah kelurga dari kak Yesa,”kata Satya.


“Itu karena mereka adalah tentara bayaran bulan malam,”kata Adi.


“Tentara bayaran,”kata Guntur. Adi menganggukan kepala yang berati iya. “Tapi kenapa mereka ingin menculik kami berdua dan soal bom itu apa mereka yang melakukannya,”kata Satya.


“Itu benar. Tapi kalian jangan bilang ke siapa-siapa ya. Karena semua sudah ditangani. Jadi aman untuk kunjung,”kata Roy.


“Jika sudah aman baiklah,”kata Guntur. Sampai guru pengawas memberitahukan kalau kita akan segera berangkat dimana para siswa harus masuk ke dalam bus. Adi yang bersama Satya masuk tapi sebelum masuk Adi berkata kepada Roy.


“Kak Roy kak Guntur aku berikan kepada kamu ya,”kata Adi yang kemudian masuk ke dalam bus. Roy hanya mengangkat tangannya yang kemudian dia masuk ke dalam bus setelah Guntur. Sementara Rey yang bisa melihat saja dan masuk ke dalam bus karena dia pinggil oleh wakil ketua yang satu banggu dengan dia.


Bus mulai melaju meninggalkan hotel dimana mereka tinggali untuk beberapa hari. Perjalanan yang panjang dimana mereka harus melewati jalan yang besar dan beberapa pohon yang ada dipinggiran jalan. Tiga jam telah berlalu dimana mereka sampai di akurium bawah dasar laut.”Akahirnya sampai juga,”ucap wakil ketua yang berdiri sambil merenggangkan tubuhnya.


“Kita sudah sampai,”kata Rey yang melihat ke sampingnya.


“Iya aku ayo turun sekarang,”kata wakil ketua.

__ADS_1


Rey yang turun setelah pintu bus dibuka oleh guru pengawas. Rey dan wakil yang turun disusul oleh kawan yang lain. “Kamu mau ke tempat Adik kamu ya,”kata wakil kepada Rey.


Rey tidak menjawab ucapan wakil ketua dan hanya senyuman saja sampai dia berjalan kerah mereka yang sudah berkumpul.”Sudah berkumpul kalian,”kata Rey.


“Sudah ayo kita pergi masuk,”kata Roy. Adi yang terdiam saat Roy mengajak mereka masuk ke dalam. Karena pada saat yang sama Adi mendapatkan pesan kalau bom sudah dipasangkan ke kapal musuh yang ingin membunuh mereka. Dari pesan yang masuk juga diberitahukan kalau yang mereka disuruh oleh Cita.


Adi hanya menghela nafas sampai Rey menepuk punggung Adi.”Ayo pergi,”kata Rey. Adi melirik ke arah Rey dan ikut berjalan dibelakang dimana mereka masuk ke dalam akurium dibawah laut. Didalam akurium yang dingin dengan pemandangan air yang penuh dengan macam ikan. Mereka yang berkeliling dengan bersama-sama sampai mengambil foto bersama.


Tapi pada saat yang sama ada beberapa orang yang mengikuti mereka. Rey dan Roy yang tahu kalau mereka adalah orang yang ingin menculik Satya dan Guntur. Tapi pada saat yang sama juga anak buah Adi yang juga sedang berjaga mengikuti mereka dan membuat mereka pinsan.


Setelah kondisi aman dimana mereka hendak mengaktifkan bom dengan informasi yang diberikan palsu kalau Satya dan Guntur sudah mereka dapatkan.”Bos semua beres disini,”kata anak buah Adi yang menggantikan musuh yang sudah dikalahkan. Karena pada saat yang sama Ham menghubungi mereka untuk menayakan kondsi mereka disana.


Setelah mendapatkan pesan salah Ham mulai meledakan akuriaum tapi malah sebaliknya yang kena imbas adalah kapal yang ditumpangi Ham.”Apa yang terjadi?,”kata Ham yang tidak tahu kalau bom sudah dipindahkan dikapal mereka.


“Bos kapal tenggelam karena ledakan bom,”kata anak buah.


“Apa yang terjadi kenapa kapal kita bisa ada bom,”kata Ham.


“Kurasa itu bom yang kita pasang di akurium bos,”ucap anak buahnya.


“Apa, bagaimana bisa siapa yang melakukannya. Pasti bukan anak itu yang melakukannya,”kata Ham sambil berpikir.


“Cepat hubungi pusat untuk membawakan kapal baru untuk kita,”kata Ham. “Jika ini yang mereka inginkan kita buat bus itu mengalami kecelakaan di dalam terowongan,”kata Ham yang tidak ingin tugsanya gagal.


“Tapi bos jika ini gagal lagi bagaimana,”ucap anak buahnya.

__ADS_1


“Tidak mungkin,”kata Ham. Sampai Ham mendapatkan infomasi semua penyerangan dari beberapa orang yang ingin nyawa Adi semuanya mati.


“Semuanya hentikan, kurasa anak yang kita hadapi bukan sembarangan,”kata Ham.


“Kita harus mengubah rencananya,”kata Ham.


“Kita mundur dulu untuk sekarang,”kata Ham lagi. Ham yang mundur untuk membuat rencana ulang setelah membaca dokumen yang baru saja masuk. Tapi Adi yang tahu kalau mereka tidak akan menyerah setalah sudah tahu apa saha tentang dirinya.


“Hai Adi lihat itu,”ucap Rey. Adi yang juga melihat ikan yang berenang di dasar laut. Dimana banyak jenisnya yang membuat Adi bersama dengan kawan yang lain senang. Waktu yang kunjung sudah selesai dimana Adi dan yang lain kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan mereka.


Perjalanan sampai malam tiba dimana mereka sudah sampai di sekolahan. Adi bersama Satya yang mengelurkan barang mereka dengan kawan yang lain. Mereka semua yang sebagian sudah meminta dijemput saat sudah mendekati sekolahan. Adi yang bersama dengan Rey dan Roy yang berkumpul bersama dengan barang olehan mereka yang sudah mereka bawa. Tinggal menuggu mama Jesi menjemput mereka di sekolahan.


“Kak kamu sudah menghubungi mamakan,”kata Adi.


“Sudah,”kata Roy. Tapi tidak ada yang menyangka musibah duka didepan mata mereka bertiga. Pada saat yang sama ibu dari Guntur dan ayah dari Satya menjemput. Memberitahukan kepada guru yang ada kalau mama Jesi mengalami kecelakaan yang sekarang sedang melakukan operasi.


“Satya kamu temani Adi, Rey dan Roy sana ayah mau bicara dengan guru kalian dulu,”kata Ayah Satya.


“”Guntur kamu ke sana dulu,”ucap Ibu Guntur.


Satya dan Guntur berjalan bersama yang saling memandang satu sama lain.”Hai Satya, kenapa orang tua kita,”kata Guntur kalau mereka menyembunyikan sesuatu.


“Kalian masih menuggu,”ucap Satya.


“Iya lah kenapa kalian masih disini mana orang tua kalian,”kata Rey. Guntur yang menunjuk ke arah mereka sedang berkumpul dengan guru yang lain.”Tapi kenapa mama lama sekali ya,”kata Rey. Roy yang mencoba menghubungi Jesi tapi tidak ada jawaban.

__ADS_1


Tapi perasaan mereka bertiga merasa kalau mereka tidak akan bertemu dengan mama Jesi lagi. Adi yang mencoba mencari tahu disetiap jalur menuju yang dilewati Jesi. Tapi pada saat di rumah Jesi yang segera berangkat dengan menaiki mobil. Awalnya tidak terjadi apa-apa tapi saat melewati jalan raya ada truk dari arah berlawanan yang sangat aneh mengendarainya.


Adi yang melihat itu terkejut sampai dia menjatuhkan ponselnya. Rey yang melihat mengambilnya dan memberikan kepada Adi.”Kamu kenapa Adi,”kata Rey menatap ke arahnya.


__ADS_2