Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 206


__ADS_3

Adi yang berjalan lewat lorong dan melihat Dev yang bersama kawan lain sedang berlari untuk pemanasan sebelum mereka bermin sepak bola. Adi dengan tenang melihat ke langit yang sudah berwarna kekuningan. Dimana Adi berjalan ke arah Cafe untuk mulai bekerja.


Tapi tidak tahu saat sedang mencari makanan Adi dihentikan oleh seorang mobil hitam.”Masuklah,”ucap Cita.


“Kenapa anda mencari saya lagi. Apa ada hal yang ingin anda bicarakan dengan saya,”ucap Adi dengan mencoba menahan perasaannya. Tapi pada saat yang sama Robin datang dari belakang.”Hai putra kenapa kamu ada  disini,”ucap Robin.


“Bos kenapa ada di sini bukan di Cafe,”kata Adi yang menoleh ke belakang.


“Aku baru saja mau ke cafe tapi mau mengisi perut dulu. Kamu apa juga mau makan, kalau begitu ayo bersama dengan saya. Bapak yang akan mentraktir kamu,”kata Robin.


“Bapak apa kekasih kamu sudah hamil. Kamu menyebut bapak,”kata Adi. Robin tersenyum lebar Adi hanya bisa terdiam.”Maaf nona saya akan pergi dulu,”kata Adi yang berjalan bersama dengan Robin.


Di perjalanan menuju tempat mereka makan. Sampai Cita yang ada didalam mobil menyuruh anak buahnya untuk mengikuti mereka berdua. Sampai di dalam kedai dimana Robin memilih tempat khusus  oleh pelayan.


Karena mereka sadar ada yang mengikuti mereka, hingga di dala ruangan khusus sambil menuggu makanan datang.”Wanita itu keras kepala juga ya masih saja menyuruh orang lain untuk mengikuti kamu,”kata Robin.


“Akau juga tidak tahu. Tapi kamu datang pada waktu yang tepat,”kata Adi.


Mereka berdua yang saling berbincang sampai pelayan datang membawakan pesenan mereka. Tapi dibelakang pelayan ada anak buah Adi yang melaporkan kalau nyamuk sudah di bereskan. “Kurasa kita bisa tenang lebih dulu. Tapi kenapa Cita sering mencari kamu ya Putra,”kata Robin.


Adi menghela nafas sambil menatap ke bawah dengan penuh hidangan yang sudah disajikan.”Aku juga tidak tahU. Tapi kurasa Cita menyadari identitasku,”kata Adi sambil makan.


“Apa kamu yakin wanita itu menyadari identitas kamu,”kata Robin.


“Awal pertemuanku dimalan itu Cita berbisik kepada Beto. Wajah Beto sangat terkejut sampai berkata nama asliku. Jika bukan aku tidak berakting bisa saja identitasku terbongkar,”kata Adi.


“Jadi saat itu kamu kesal itu karena itu,”kata Robin.


“Menurut kamu karena apa. Kamukan tahu kalau aku ingin santai saat menjalankan kehidupan sekolahku,”kata Adi.

__ADS_1


“Itu benar. Tapi aku tidak menyangka kalau wanita itu sampai akan datang sendiri untuk bertemu dengan kamu,”kata Robin.


Robin dan Adi makan bersama setelah pembicaran yang tidak ada ujungnya. Sampai mereka selesai Adi bersama dengan Robin pergi ke cafe. Adi yang mulai bekerja Robin yang pergi ke ruangannya. Dimana mereka menjalankan peranan mereka masing-masing. Smapai malam tiba cafe di tutup. Ad yang pergi dari cafe.


Bersama dengan Robin mereka pergi melewati gang karena mereka masih diawasi.”Kurasa kita harus menyelesaikan setengahnya dulu,”ucap Robin. Karena mereka sudah dikepung saat lewat persimpangan gang yang berbelok arah.


“Putra kamu bisa ikut denganku sekarang,”kata Cita dibalik orangnya.


“Aku tidak mau, emangnya kamu siapa kamu bukan wanitaku. Kenapa aku harus ikut dengan kamu yang aku tidak kenal,”kata Adi.


“Jika kamu masih saja tidak mau ikut. Bos kamu itu bisa saja mati karena kamu,”kata Cita.


“Silakan saja. Jika kamu mau membunuh Bosku aku  tidak perduli,”kata Adi dengan dingin.


“Kamu teganya dengan diriku yang sudah mentraktir kamu makan,”ucap Robin berwajah sedih.


Cita yang merasa anak yang dia ingin dapatkan berbeda pada umumnya.”Siapa kamu?,”ucap Cita yang menyadari kalau ada yang berbeda.


“Siapa aku, bukan itu adalah aku yang berkata siapa kamu yang mengganggu ketenanganku dengan anak buah kamu yang datang,”ucap Putra.


“Kamu hanya anak yatim piatu yang sudah ditinggalkan oleh orang tua kamu. Sebaiknya kamu menyusul saja kemana orang tua kamu pergi,”kata Cita dengan dingain. Adi yang mendengar ucapakan Cita teringat saat dia kembali ke masa lalu.


“Kamu yakin aku bisa pergi begitu saja,”kata Adi. Cita hanya tertawa saja sampai menyuruh anak buahnya untuk mulai bergerak.”Tangkap anak itu segera,”ucap Cita dengan tajam.


Tapi pada saat yang sama anak buah Adi dan Robin datang mengepung dari segala arah. Membuat mereka terkepung anak buah Cita bersama dengan Cita sendiri.”Bagaimana mungkin anak itu memiliki anak buah yang banyak seperti itu. Pasti itu bos anak itu yang membantu,”kata hati Cita sambil mencoba jalan keluarnya.


“Kamu ingin keluar tapi kurasa tidak akan mudah,”kata Robin.


“Itu benar tidak mudah. Tapi kamu hanya bos cafe biasa, bisa memiliki anak buah yang banyak kamu dari keluarga mana?,”kata Cita yang mencoba mendekat. Cita yang ingin merayu Robin yang sudah menggerakkan semua orang yang mengelilinginya. Tapi rayuan itu tidak akan berguna untuk Robin yang sudah tahu sifat asli dari Cita.

__ADS_1


“Kenapa kamu datang ke sini, apa kamu ingin membunuhku dengan tangan kamu,”ucap Robin.


“Mana mungkin aku ingin memberikan tubuhku untuk kamu. Apa kamu mau?,”ucap Cita.


“Kamu ingin memberikan tubuh kamu kepadaku. Tapi sangat disayangkan aku tidak suka yang bekas. Aku suka yang baru,”ucap Robin.


“Tapi jika kamu mencoba mengendalikan diriku. Kamu juga tidak akan bisa mengendalikan orang yang mengepung dirimu bukan,”bisik Robin. Cita yang melihat ke arah Adi dengan tatapan dingin dengan hawa pembunuh dan menyuruh anak buahnya untuk membunuh tikus yang ada ditempat itu sekarang juga tanpa ambun.


Sementara Cita yang tidak sadar akan semua itu langsung menoleh ke belakang dan dia terkejut dengan. Anak buah yang dia bawa sudah mati berlumur darah hanya ada Cita sendiri. Cita yang melihat itu sangat takut dan melangkah mundur.”Kamu siapa kamu?,”ucap Cita.


“Untuk terakhir kalinya aku akan memberitahu kamu.Tapi kamu harus mati sekarang juga atas kesalahan kamu,”kata Adi yang berjalan ke arah Cita.


Cita yang merasa kalau anak didepan dia akan membunuh dia. Cita yang menoleh ke belakang dan mencoba mencari jalan yang lain . Tapi semua sudah terkepung.”Percuma saja kamu mau kabur, bukan kamu yang memulai semua ini jadi masalah besar bagi kamu,”kata Robin.


“Itu benar tapi aku belum tahu kenapa kamu melakukan itu kepada saya,”kata Adi mulai mendekat. Sampai didepan Cita Adi berbisik kepada Cita.


“Kamu yang membuat aku yatim piatu. Kamu yang membunuh ibuku dan hendak membunuhku dari tebing. Kamu kira aku bisa melepaskan kamu,”bisik Adi disampingnya.


Cita melirik ke arah Adi yang ada disampingnya.”Kamu..Adi.. tidak mungkin,”kata Cita yang terkejut.


“Percaya atau tidak aku akan membuat kamu tenang mulai sekarang dan tidak menggangguku mulai sekarang,”ucap Adi yang hendak menusuk Cita. Tapi Cita yang mencoba menahan dengan kedua tangannya.


“Jika kamu membunuhku kamu akan menyesal mereka akan membunuh kamu yang masih hidup,”kata Cita yang berusah menahan tekanan dari Adi.


“Kamu kira aku tidak tahu siapa orang dibalik kamu,”kata Adi yang dengan tanganya menusuk dalam satu serangan sampai menembus tubuh Cita.


“Kamu tidak akan menyesal telah mati di tangan anak dari wanita yang kamu tidak suka. Selamat tinggal dengan damai,”ucap Adi yang melepaskan tusukan tepat dijantung Cita. Robin yang melihat menyusuh anak buahnya membereskan semua ke kecauan yang ada. Robin mendekat Adi dan membersihka tangan Adi.


“Apa kamu sudah mulai tenang lagi Putra?,”ucap Robin. Tapi tatapan wajah Adi yang tenang sambil menatap ke langit malam.”Ibu aku sudah membalaskan dendam kamu,”ucap Adi dengan dia meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2