Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 81


__ADS_3

Jesi bersama dengan paman penggemar membawa Putra yang masih kecil ke tempat beru dengan keluarga baru. Perjalanan yang panjang tapi aman, tidak ada yang tahu akan masa depan Putra. Jika Cita tahu kalau anak yang dibawanya adalah palsu. Akankah Putra dalam masalah saat dia menjalankan kehidupan damainya.


“Kita sudah sampai,”ucap pembimbisnis. Jesi keluar dengan menggendong putranya sendiri bersama dengan putra satunya. Si bayi Putra yang digendong oleh dokter anak.”Jadi aku akan tinggal disini,”kata Jesi.


“Iya walaupun sederhana. Tempat ini sudah kami awasi, jadi jangan khawatir kalian dalam bahaya. Tapi apa kamu sanggup untuk menjaga Si bayi Putra,”kata organisasi bawah tanah.


“Kalian tidak usah khawatir,”kata Jesi.


“Mama apa Roy akan memilikiki adik lain selain Rey,”kata Roy. Jesi mengelus Roy yang bertanya dengan senyuman lembut.


“Itu benar adik yang kamu lihat tadi dan sekarang sedang di gendong oleh pama itu. Dia akan menjadi adik kedua kamu. Kamu bisa menjaga adik kedua kamu bersama dengan adik pertamakan Roy,”kata Jesi.


“Tentu saja aku bisa menjaga kedua adikku yang lucu. Aku akan menjaga mereka saat mama sedang kerja. Jadi jangan khawatir,”kata Roy yang sedang memiliki adik baru.


“Tapi mama siapa nana adik baru kita,”kata Roy.


“Namanya adalah Putra Adipurwakarta. Kamu bisa memanggil dia Putra atau Adi. Sesuka kamu bisa memanggilnya,”kata Jesi.


“Kalau gitu aku akan memanggi dia Adi saja,  muda di ingat,”kata Roy yang masih polos.


“Jika itu yang kamu mau mama tidak akan memaksa. Tapi kamu harus adil dengan adik kamu yang lain mengerti. Jangan pilih kasih, mama tidak suka,”kata Jesi.

__ADS_1


“Siap mama,”kata Roy. Mereka semua masuk ke dalam dimana semua sudah ada perabotan. Roy yang ada di kamar menjaga Adi dan Rey yang sedang tertidur pulas. Sementara Jesi yang melihat ke dalam toko ada ruang jahit dan ruang perjualan kue didepannya. Di dalam ruangan yang di sekat menjaga tiga bagian. Depan dekat pintu tempat untuk jualan kue atau makanan di sebelahnya adalah ruangan menjahit. Di belakang dekat dengan ruang jahit ada dapur yang bisa digunakan oleh Jesi untuk membuat kue atau makanan yang akan dia jual.


Setelah melihat-lihat Jesi melihat ke arah mereka yang membawa Adi.”Bisa kalian jelaskan apa yang sedang terjadi. Kalian hanya menceritakan sebagian saja,”kata Jesi.


“Itu yang bisa kami ceritakan. Tapi yang kami ingin katakan jaga dan lindungi Putra dan diri kamu sendiri. Aku tahu kalau kamu single mom, jika ada masalah kami bisa membantu kamu,”kata dokter anak.


“Tidak aku bisa menjaga mereka. Tapi apa Adi akan aman bersama denganku,”kata Jesi yang masih khawatir.


“Kamu tidak usah khawatir karena yang memilih kamu adalah Putra saat itu,”kata dokter anak.


‘Apa yang kamu maksudkan Adi yang memilih aku sebagai ibu angkat,”kata Jesi yang bingung.


Jesi yang mendengarnya merasa senang.”Aku akan menjaga keluargaku dengan baik. Kalian awasi saja Cita agar tidak mengganggu ketenangan Adi. Tapi bagaimana dengan Jordan?,”kata Jesi.


“Jordan,”kata organisasi bawah tanah.


“Kamu tidak usah khawatir dia tidak akan semuda ini mendapatkan tempat ini. kami dengan diam-diam akan menjaga wilayah tempat ini dengan sembunyi-bunyi,”kata Pembisnis. Jesi yang mendengarnya merasa lega dan berjalan menuju kamar di mana anak dia dan Mia sekarang tertidur.


“Kami akan pergi sekarang. Kamu bisa tinggal dan menjaga mereka dengan baikkan,”kata pembisnis.


“Kalian tidak usah khawatir. Tapi jika aku ingin tahu dimana Mia dimakamkan,”kata Jesi.

__ADS_1


“Kami akan memberi tahu kamu tapi bukan sekarang,”kata organisasi bawah tanah.


“Kami akan kembali. Kami akan menjaga dari jauh saja,”kata organisasi bawah tanah. Dari balik pintu mereka bertiga yang melihat Putra yang sudah tertidur pulang bersama dengan kedua anak Jesi. Jesi yang mengantarkan mereka bertiga sampai di depan pintu. Hingga mereka bertiga pergi menjauh menggunakan mobil yang mereka naiki.


Jesi kembali masuk ke dalam rumah dan berbaring tidur dekat ketiga putra Jesi. Tapi Jesi kembali ingat dia harus membuat kartu keluarga baru. Belum dia menutup mata karena kepikiran kartu keluarga yang baru ponsel Jesi berbunyi,


“Hai Jesi kamu tidak usah khawatir untuk kartu keluarga kamu sudah kami perbarui.  Kartu itu akan datang besok pagi bersama dengan sertifikat rumah, toko dan uang tunjangan bulan ini,”kata progemer lewat telepon. Tidak lama Jesi mendapatkan kabar itu telepon tertutup dan Jesi bisa tidur tenang bersama dengan mereka bertiga. Di dalam ruangan yang sederhana dengan kehangatan yang ada di dalam rumah baru mereka.


Di tengag malam yang dengan kehidupan yang baru Adi yang bersama keluarga baru tertidur. Di tempat lain di mekamanan yang berbeda waktu sudah terjadi prosesi pemakman Mia. Di datangi semua orang yang menyangi Mia. Suasana yang mendung karena alam juga bersedih karena kepergian Mia. Jordan yang melamun melihat peti yang sudah masuk ke dalam lahan. Dengan hati yang berbicara,”Aku akan menemukan putra kita Mia. Aku akan merawat dia dengan baik.”


Setalah pemakaman yang berakhir Tomas yang pergi bersama dengan rekannya pergi. Yang di ikuti oleh kelurga puerwakarta dan keluarga Cahaya yang juga ikut pergi. Jordan yang masih di depan makam Mia setelah semua pergi. Jordan menangis dihadapan makam Mia. “Maaf...maafkan aku Mia,”kata Jordan.


“Aku memang bodoh tidak bisa membedakan yang benar dan salah. Kamu yang selalu melihat aku selalu menjaga aku, sampai akhirpun aku tidak bisa meminta maaf langsung dengan kamu. Maafkan aku Mia,”kata Jordan sambil menangis.


Tapi ketiga paman penggemar yang melihat dari jauh hanya bisa menuggu Jordan pergi dari makam. Hingga ada sekertarsi yang selalu bersama dengan Jordan datang menghampirinya.”Bos kita harus pergi sekarang,”kata sekertarisnya.


“Nona Mia sudah pergi, untuk apa kamu menuggu dia. Anda harus bangkit, anda harus bisa mencari anak anda yang masih hidup,”kata sekertarsinya lagi. Jordan hanya terdiam dan menatap kosong didepannya dan kemudian dia melihat kelangit yang akan hujan.Jordan berdiri dari tempat dia temenung dan melihat ke arah sekertarsinya.


“Kamu sudah tahu kalua Mia selamat dari kecelakaan waktu itu,”kata Jordan yang mengubah suasana dinginya.


Sekertarsinya yang hanya diam saja tanpa berkata. Jordan yang menghempaskan rambutnya karena sudah ada air yang mulai berjatuhan. Jordan yang tidak tahu berjalan melewati sekertarisnyya. Sekertaris yang mengikyi bosnya dari belakang sampai di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2