Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 54


__ADS_3

Mia yang menuruni anak tangga yang sudah ditunggu oleh Surya dan Jem yang khawatir. Sampai mereka menayakan kondisi Mia. Mia yang sudah ada didepan mereka berdua langsung berkata dengan sikap wajah bingung.”Memangnya ada apa kalian gelisah seperti itu. Akukan hanay mencari hiasana busanaku di lantai dua,”kata Mia.


Surya dan Jem saling menatap kalau Mia tidak tahu kalau ada yang ingin membunuh dia.”Tidak kamu hanya terkejut kalau kamu tidak ada di tempat tadi. Bukan aku meminta kamu untuk tetap tinggal disana,”kata Jem.


“Maaf karena aku ingin melihat barang lain dilantai dua makanya aku pergi tanpa  izin kalian berdua,”kata Mia.


“Baiklah lain kalian jangan ulangi lagi. Apa kamu menemukan apa yang kamu cari di lantai dua. Tidak semua ada,”kata Mia.


Mia yang mencari lagi di lantai dasar dan sedangkan Surya yang diam-diam naik ke lantai dua. Jem dan Mia yang bersama mencari hiasan itu. Hingga waktu terus berjalan hanya bisa menemukan dua hiasan yang cocok. Karena masih kurang Mia meminta kepada Jem untuk mengantar ke toko lain.


Di tempat lain Surya yang sudah dilantai dua tidak melihat ada keanehan yang ada. Hanya ada orang yang membeli barang untuk kebutuhan mereka. Karena tidak ada yang aneh Surya kembali turun dan dari jauh melihat Jem dan Mia sedang berjala ke kasir.


Sementara Mia yang menuggu di kasir mendapatkan pesan masuk dari temannya kalau pengawalnya naik ke lantai dua. Tapi Mia yang tahu itu sedikit gelisah sampai Mia mendapatkan pesan baru kalau temannya memberitahukan kalau semua sudah beres dan tidak usah khawatir. Mia kembali tenang hingga Surya dan menghampirinya. Mia membayar belanjaannya kembali ke mobil.”Apa sudah selesai?,”ucap Surya di dalam o=mobil.


“Belum kita belanja di toko lain lagi,”kata Mia.”Apa barang yang kamu cari di toko tadi tidak ada,”kata Surya.


Mia menggelengkan kepalanya,”Ada tapi tidak lengkap.” Surya yang menyalakan mobilnya dan pergi ke toko lain yang lebih lengkap dengan beberapa informasi yang dia dapatkan dari rekannya. Sampai Mia berkata di tengah jalan.”Tadi kalian pergi kemana saat aku mencari hiasan,”kata Mia yang tidak tahu.

__ADS_1


“Kamu hanya melihat sekeliling saja, untung saja kamu tidak apa-apa Mia,”kata Surya.


“Emengnya kalau tidak ada kalian aku tidak bisa bergerak bebes. Kalian jangan terlalu khawatir dengan diriku. Aku bisa menjaga diriku sendiri jika kalian tidak ada,”kata Mia.


“Bukan kalian tahu selama ini aku bisa hidup dan bertahan karena aku bisa menjaga diriku sendiri,”kata Mia lagi.


“Kami tahu hanya saja ini adalah tugas kami berdua untuk menjaga kamu,”kata Jem.


“Apa ini perintah dari ayah angkat,”kata Mia. Surya dan Jem hanya terdiam saja, hingga mereka sampai di toko kedua dimana mereka turun.”Kita sudah sampai,”kata Surya. Mia turun dari mobil yang di ikuti oleh Jem dan Surya.


“Semoga saja di sini ada barang yang aku cari,”kat Mia dengan suara kecil. Mia berjalan masuk di dampingi oleh Jem dan Surya. Tapi lagi-lagi mereka di awasi olh orang lain membuat Surya berhenti melangkah. Mia yang melihat itu menoleh,”Ada apa Surya?.”


Sementara Jem yang menyadari itu hanya bisa berjaga di dekat Mia sampai mereka masuk ke dalam toko. Dimana banyak sekali hiasan untuk busana  Mia nanti. Mia yang mencari sampai teliti hingga dai menemukan barang yang dia inginkan. Mia mengambil barang itu sejukupnya sampai Mai menemukan benang yang cocok untuk kain yang dia beli. Selesai mengambil apa yang dia inginkan Mia naik ke lantai dua bersama dengan Jem.


Mia menyempatkan diri melihat keluar kaca toko dan melihat ada pertarungan. Jem yang melihat itu menghalangi Mia melihat.”Mia itu bagus sekali apa namanya,”kata Jem mengalihkan perhatian Mia.


“Yang mana yang kamu katakan indah,”kata Mia. Jem menarik dengan lembut ke arah barang yang di sukai oleh Jem. Mia yang melihat arah tunjuk Jem dan melihat barang itu.”Bagus sih hanya saja tidak cocok dengan kain yang aku beli,”kata Mia berguman.

__ADS_1


“Kenapa?,”kata Jem sedikit melirik ke arah jendela. “Tidak cocok dengan kain yang aku beli,”kata Mia. “Begitu ya tidak cocok. Tapi itu bagus loh,”kata Jem.


“Memang bagus hanya saja hiasan ini hanya bisa cocok dengan kain polos saja. sedangkan Kain yang aku beli sebagian bermotif dan polos cerah. Tapi tidak ada warna yang singkron dengan kain yang aku beli,”kata Mia menjelaskan. Jem menganggukan kepalanya setelah Surya sudah tidak ada di tempat dia lihat.


“Kita lihat yang lain lagi yuk,”kata Mia. Mia yang juga sadar kalau Jem mencoba mengalihkan perhatian aku agar tidak melihat mata-mata yang datang menyerang. Mia yang berjalan ke arah jendela melihat Surya keluar dari mobil dan hendak masuk ke dalm toko. Jem merasa lega karena urusan mata-mata sudah diselesaikan.


Tapi Mia yang melihat temannya juga sedang mengawasi Mia jika ada yang tidak baik seperti di toko sebelumnya. Mia yang melihat dan berkeliling sampai belanjaannya penuh kembali ke lantai dasar. Dimana Mia bisa membayar semua barang yang dia beli. Mia dan Jem yang melihat Surya seperti mencari mereka berdua. Di panggi oleh Jem kalau mereka ada di kasir.


Surya menghampirinya,”Maaf aku kelamaan.” Mia yang melihat Surya tidak marah hanya menghela nafas.


“Apa kamu lelah sampai tidur di dalam mobil?,”kata Mia yang mengarang cerita. Surya tersenyum sambil menggaruk kepalanya ka arah mereka berdua. Sampai kasih mengatakan jumlah nonimal yang harus di bayar adalah 590.000. Mia yang menggunakan uang tunai yang masih ada diberikan kepada kasir dengan uang 600.000. dan kembalian 10.000.


Selesai dengan belanjaannya mereka kembali ke dalam mobil dan segera pulang karena barang yang di inginkan Mia sudah terbeli. Di perjalanan menuju vila tanpa ada gangguan yang terjadi. Hingga mereka bertiga sampai di vila dengan selamat. Mia yang mengambil barang belanjaannya yangd ibantu oleh Surya dan Jem.


“Ini barang mau di taruh dimana Mia,”kata Jem.


“Dikamarku saja. Jika sempat aku ingin mengerjakan di kamar,”kata Mia kepada mereka berdua. Jem dan Surya yang berjalan ke lantai dua. Mia yang kedapur menyiapkan minum dingi untuk mereka berdua. Setelah Jem dan Surya kembali Mia memberikan minuman itu kepada mereka.”Terima kasih sudah mengantarkanku pergi,”ucap Mia dengan ramah.

__ADS_1


“Untuk apa kamu berterima kasih jni sudah tugas kami berdua,”ucap Jem.”Itu benar,”kata Surya. Mia yang senang dengan perjalanan hari ini membuat dia sangat bisa merasakan kalau dirinya masih hidup. Mia yang melihat arah jam dinding kalau hari sudah selesai Mia berjalan masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2