
Mia dan Jem yang keluar dari ruangan bertemu dengan Surya yang berjaga di luar.”Bagaimana hasilnya?,”kata Surya.
“Hasil sama seperti dulu, tidak ada perkembangan,”kata Jem.”Apa sekarang kita bisa pergi membeli barangnya,”kata Mia yang tidak sabaran. Tapi Jem melihat ke arah Mia.”Kita cari makan dulu,”kata Jem.
“Semangat boleh tapi harus tahu kesehatan lebih utama,”kata Surya.
“Iya maaf. Kita cari makan. Tapi mau makan apa,”kata Mia.”Aku akan belum terlalu kenal dengan kota ini, bukan kalian sudah tahuka aku baru dua bulan di sini. Semua aktifitasku ada di vila kalau keluar jika perlu saja,”kata Mia menjelaskan.
Jem dan Surya saling memandang satu sama lain.”Kamu tidak usah khawatir ada tempat makan yang enak dan suasana yang bagus. Kamu mau kesana,”ucap Jem.
Mia yang mendengarnya merasa senang dan mereka menuju ke parkiran bawah. Tapi tidak disangka Mia yang melihat sekelilingnya melihat sosok yang dia kenal.”Ben,”ucap dengan suara kecil Mia.
Jem dan Surya melihat ke arah mata Mia tertuju.”Apa kamu mau menyapa dia?,”kata Surya. Tapi Mia yang dalam persembunyian tidak bisa bertemu dengan Ben dan tetep melanjutkan perjalanan mereka.”Apa kamu baik-baik saja tidak menyapa teman kamu?,”kata Surya.
“Tidak apa-apa dia tahu kalau aku sudah mati. Untuk apa kamu bertemu dengan dia. Jika aku muncul dihadapan dia bukan akan jadi masalah untuk kita,”kata Mia yang tahu kalau dia masih hidup semua yang dia siapkan akan gagal.
Jem dan Surya hanya bisa tersenyum dan laju mobil meninggalkan tempat parkiran dimana mereka pergi menjauh. Di perjalanan Jem yang melihat ke arah Mia berkata,”Kamu tidak akan menyesal untuk tetep menyembunyikan keberadaan kamu.”
“Tentu saja tidak akan menyesal apa lagi dengan kondisi tubuhku seperti ini,”kata Mia yang menatap balik Jem di sampingnya.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai di sebuah restoran dimana Jem dan Surya keluar dari mobil. Mia yang masih di dalam menatap tempat itu dan kembali dia teringat kalau tempat itu sama dengan tempat dimana Irma meminta Jordan untuk makan bersama. Karena waktu itu Mia yang tidak sengaja melihat status facebook Irma.
“Kenapa kamu tidak keluar,”kata Jem yang membuka pintu. Mia yang mencoba tersenyum dengan biasa agar mereka tidak tahu.”Aku tidak tahu apa restoran ini terkenal makanannya. Sampai kalian mengaja aku datang ke sini,”kata Mia.
“Kamu akan tahu saat sudah masuk ke dalam,”kata Surya. Jem dan Surya yang mengikuti Mia dari samping masuk ke dalam Restoran. Dimana para pelayan sudah menyambut mereka bertiha. Dibawalah mereka bertiga di satu ruangan dimana tempat itu sudah dipesan oleh Surya saat dia ada dirumah sakit.
“Kamu sudah memesan tempat Surya,”kata Mia.
“Sudah, aku pesan saat kalian di rumah sakit,”kata Surya.”Pantas saja Jem ingin mengajak makan sebelum kita melanjutkan perjalanan. Apa kalian sudah sekongkol ya?,”kata Mia yang menebak.
“Tidak begitu. Kamu tahukan Mia permintaan Tomas untuk mengaja kamu makan,”kata Jem.
“Ayah, kenapa kamu ada di sini?,”ucap Mia yang sedikit terkejut.
“Aku ingin makan bersama kamu, makanya aku menyuruh mereka berdua untuk datang ke tempat ini,”kata Tomas menjelaskan.
Mia bersama dengan kedua orang yang mengikuti duduk. Di satu ruangan Tomas yang sudah memesan makanan untuk empat orang.”Jadi ini adalah ulah ayah,”kata Mia.
“Kamu terkejut ya,”kata Tomas yang tersenyum.”Bagaimana kamu suka tempat ini?,”kata Tomas. Mia yang di dalam hati hanya bisa terdiam dan merasakan ingatan yang menyakitkan. Tapi karena Tomas tidak tahu Mia hanya bisa tersenyum karena dia tidak ingin membuat mereka khawatir.”Apa kamu tidak suka dengan tempat ini?,”kata Tomas yang mulai gelisah.
__ADS_1
“Tidak aku suka hanya saja..,”kata Mia yang terhenti dan tidak ingin berkata.
“Ayah sudah memesan makanannya,”kata Mia yang ingin berganti topik pembicarannya. Tapi Tomas yang melihat wajah Mia yang menyembunyikan sesuatu hanya bisa membalas ucapkan Mia.”Ayah sudah memesan makanannya,”kata Tomas yang merasa kalau dia akan bersedih melihat Mia dengan wajah sedihnya dengan dia berpura-pura tersenyum.
Pelayan datang membawa pesenan makanan Tomas dan tamu yang lain. Mia bersama dengan ke tiag orang lain memakan hidangan yang sudah disediakan. Sampai makanan sudah hampir habis Tomas berkata,”Mia apa yang kamu sembunyikan dari ayah?.”
Mia melihar ke arah Tomas,”Tidak ada.” Mia yang tidak ingin mengatakannya masih dipaksa oleh Tomas agar Mia mau bercerita. Tapi paksaan itu tidak mengubah pikiran Mia karena dia tidak ingin Toas tahu kalau restoran ini mengingatkan dia pada Irma dan Jordan pada saat dimana Mia ulang tahun.
Dimana Mia yang saat ulang tahun tidak bisa merasakan kasih sayang setelah orang tuanya pergi. Apa lagi saat Mia mendapatkan sakit yang parah Mia selalu fokus mencari uang. Hingga dia pada saat itu ingin mekan di restoran yang dia inginkan ya itu tempat dimana dia berdiri sekarang.
Karena waktu itu Mia yang sudah mengumpulkan uang untuk datang ke sini. Mia yang sudah memesan satu tempat dan sudah sampai di restoran dan mengatakan kepada pelayan. Mia yang jauh-jauh datang ke sini hanya untuk merayakan ulang tahunnya karena tempat ini membuat Mia bisa kembali ke masa lalu.
Dimana dia bisa mengenang kembali masa bersama orang tuanya. Tapi pelayang itu mengatakan kalau tempat ini sudah penuh dan membuat Mia sakit. Tapi Mia yang sudah memesan jauh hari sudah diambil oleh Jordan dan Irma untuk merayakan hari jadi mereka berdua. Mia yang tidak tahu kenapa pesenan yang dia minta jauh hari dibatalkan pada hari H. Mia yang bertanya kepada pelayan dan jawaban dari pelayan adalah pesana ini sudah di pesan dua kali pipat dari harga yang Mia tawarkan.
Mia yang bertanya lagi siapa yang memesan dua kali lipat itu. Pelayan itu melihat ke arah ornag yang memesan Mia langsung terkejut kalau yang membayar dan mengambil pesenan itu adalah Jordan. Mia yang melihat itu langsung meminta uang yang dia bayar untuk di kembalikan. Tapi pelayan itu berkata kalau uang itu tidak bisa dikembalikan lagi. Mia yang ingin marah waktu itu di urungkan sampai Mia keluar dan mencari tempat lain. Dimana Mia bisa merayakan ulang tahunnya yang penuh penderitaan.Tapi saat Mia mencari tempat itu Irma datang dari belakang.”Kenapa kamu ada di sini. Apa kamu datang untuk mengganggu aku dan Jordan lagi?,”kata Irma wkau itu.
Tapi Mia tidak menjawab dan meninggalkan Irma. Tapi sekarang Mia ada di tempat ini rasanya tempat ini membuat Mia tidak nyaman.”Ayah makanan di sini ternyata tidak terlalu enak ya,”kata Mia.
“Apa iyakah Mia,”ucap Tomas. “Mungkin yang kamu maksudkan adalah pelayanannya,”kata Tomas yang dari awal sudah tahu kalau tempat ini adalah kesedihan Mia. Oleh sebab itu Tomas mengajak Mia walaupun Mia tidak mengatakannya. Tomas memanggil pelayang yang waktu itu menerimanpesenan Jordan dan Irma.
__ADS_1