
Jesi yang ada di dalam kamar mandi membersihkan dirinya. Sementara Roy yang berjaga dengan kedua adiknya yang masih kecil. Rey yang terbangun mencoba untuk bergerak ke samping. Roy yang melihat sedikit menjauhkan adi Adik agar tidak terkena tindi oleh Rey. Tapi Rey yang melihat langsung memeluk Adi saat dia bergerak kesamping.
“Rey tidak boleh, nanti adik Adi bangun. Kamu terlalu berat untuk Adi yang masih kecil. Jangan terlalu di tekan,”ucap Roy yang melihat Rey. Rey yang tersenyum memeluk dengan lembut. Adi yang sudah dipeluk merasa nyaman yang awalnya terbuka karena suara Roy kembali tertidu lagi. Sampai Jesi yang sudah selesai berkara,”Ada apa Roy?.”
“Mama tadi kamu berkata, tapi mama tidak terlalu mendengarkan,”ucap Jesi yang melihat Rey memeluk tidur Adik. Jesi yang menunjuk ke araj Adi dan Rey yang tertidur sambil berpelukan dengan dia melihat ke arah Roy.
“Rey ingin memeluk adik Adi,”kata Roy. Jesi berjalan perlahan dan melihat kalau Rey tidak memul dengan keras jadi membuat Jesi menghela nafas.”Mama tidak usah gelisah Rey sudah aku nasehati tadi agar tidak terlalu keras memeluknya dan harus lembut karena adik Adi masih kecil,”kata Roy yang bangga.
“Mama bangga dengan kamu Roy bisa menjaga adik kamu,”kata Jesi.
“Waktunya makam Roy. Mama sudah memasak untuk kamu. Kamu bisakan makan sendiri. Mama ingin memberikan makan untuk kedua adik kamu,”kata Jesi.
“Tenang saja mama, Roy bisa makan sendiri. Makanan ada di atas mejakan,”kata Roy.
“Iya, tapi hati-hati saat mengambil kuah panas ya,”kata Jesi yang mengingatakan. Roy yang berjalan menuju dapur naik ke atas kursi dan melihat masakan mama yang sudah tersajikan. Jesi yang melihat dari balik pintu melihat Roy mengambil makanan yang di sukai oleh Roy. Sambil memberikan asi kepada Adi. Selesai memberikan asi kepada Adi Jesi memberikan asi kepada Rey.
Roy yang masih memakan sarapannya sampai Jesi selesai memberikan asi kepada kedua anaknya. Adi dan Rey yang dibawa menggunakan kursi dorong untuk dua anak.”Apa kamu sudah selesai sayang,”kata Jesi kepada Roy.
“Hampir selesai mama. Mama tidak sarapan,”kata Roy yang berhenti makan untuk berbicara kepada mamanya.
“Mama baru saja mau makan,”kata Jesi yang mengambil lauk dan sayuran didepannya. Mereka berdua yang menikmati sarapan mereka. Sampai selesai makan Jesi berkata kepada Roy soal sekolah yang akan dia pergi belajar.
__ADS_1
“Roy besok kita pergi ke sekolah baru kamu ya,”kata Jesi. Roy hanya menganggukan kepalanya sampai Roy selesai dan membersihkan piring dan gelas yang dia gunakan menuju tempat cuci piring. Selesai menaruh piring dan gelas kotor. Roy bermain dengan kedua adiknya.”Mama nanti mau jualan apa?,”ucap Roy.
“Mama sedang memikirkannya Roy,”kata Jesi yang sudah selesai makan dan memberisihkan piring dan gelas yang kotor.
“Bagaimana jika mama buat kue saja untuk dijual sambil menjahit,”kata Jesi.
“Itu bagus mama. Tapi mama tidak boleh terlalu capek ya,”kata Roy.
Selesai dengan urusan rumah Jesi bersama dengan ketiga anaknya pergi ke supermarket terdekat untuk membeli barang yang akan digunakan. Jalan-jalan yang mengasikan sampai waktu membuat mereka lupa kalau mereka sudah selesai dengan barang yang dibeli. Jesi yang mendorong kursi roda meletakkan barang bawaannya di tempat dimana semua barang bisa dibawa oleh Jesi. Kerena dia bersama ketiga anaknya yang masih kecil. Tas dorong yang seukuran Roy membawa barang bawaanya.
Roy yang pengertian selalu membantu mamanya jika Roy bisa membawa. Untuk mengurangi kelelahan mama Roy. Sampai di depan pintu masuk Roy yang sudah lelah duduk didepan kursi roda adiknya yang sudah terbangun.”Kita sudah sampai Adi Rey,”kata Roy.
“Iya mama. Roy akan disini sambil istirahat,”kata Roy yang duduk sambil bermain jari dengan kedua adiknya. Roy yang melepaskan lelah saat bersama dengan kedua adiknya yang sangat lucu. Sampai Jesi datang melihat mereka bermain. “Roy kita masuk sekarang,”kata Jesi. Roy menoleh ke arah mamanya dan menganggukan kepalanya. Roy yang masuk ke dalam lebih dulu. Jesi yang mendorong kursi roda Adi dan Rey masuk ke dalam di dalam Jesi yang sudah menyiapkan kasur di lantai untu mereka berdua bisa berbaring.
Jesi meletakkan Adi dan Rey di lantai yang sudah berikan alas tidur untuk mereka berbaring. Roy yang ada didekat menyalahakan televisi karena Roy ingin melihat kartun. Jesi yang mengawasi dari dapur sambil membereskan barang yang dia beli. Karena Jesi yang berpikir untuk membuat kue untuk dia akan jual. Tapi Jesi masih berpikir bagaimana caranya karena dia baru saja di tempat ini.
Jesi yang berjalan melihat ke arah Roy bersama kedua anaknya.”Ternyata mereka sudah tertidur lelap, pasti mereka sangat lelah,”kata Jesi. Sementara ketiga anak mereka yang tertidur Jesi melihat dan membuat resep kue yang akan dia buat. Hari telah sore dimana Roy sudah terbangun melihat adiknya masih tertidur. Roy berjalan ke arah dapur untuk mencari minuman.”Mama sedang apa?,”kata Roy yang melihat mamanya di dapur.
“Roy kamu sudah bangun,”kata Jesi. Roy menganggukan kepalanya dan berkata,”Mama Roy haus ada minuman tidak.”
Jesi yang meletakkan adonan yang dia bawa dan mengambil minuman dingin di kulkas. Jesi memberikan minuman itu kepada Roy dengan cemilan yang bisa mengisi perut Roy. Roy kembali berjalan ke arah adiknya yang masih tertidur.
__ADS_1
“Roy apa adik kamu masih tertidur,”kata Jesi sebelum Roy berjalan menjauh.
“Adik masih tertidur ma,”kata Roy. Roy kembali melangkah menuju ke tempat adiknya sambil menyalakan televisi yang sudah mati karena Roy tertidur tadi. Roy yang asik menonton kartun dengan Jesi yang sibuk membuat kue untuk dicoba.
Roy yang kadang melihat kedua adiknya terbangun.”Rey Adi sudah bangun,”ucap Roy.
“Mama Rey dan Adi sudah bangun,”kata Roy sambil berteriak. Roy yang mencoba bermain dengan kedua adiknya sampai Jesi datang.”Sudah bangun putra mama,”kata Jesi.
Jesi yang sudah membersihkan tangannya mulai memberikan makanan kepada dua putranya secara bergilir. Mereka berdua yang tidak terlalu rewel menurut sampai waktu sudah beranjak satu tahu sudah berlalu. Dimana Roy sudah ada ditaman kanak-kanak dan kedua putra Jesi yang dia jaga disela Jesi berjualan.
Waktu terus berjalan sampai usia Roy 5 tahun dimana Roy sudah masuk sekolah dasar. Rey yang berusia 2 tahun masuk ke taman kana-kanak dengan Adi yang sudah berusia 1 tahun juga masuk taman kanak-kanak. Ray dan Adi yang masuk kenak-kanak di tempat yang sama. Karena kesibukkan Jesi yang kadang tidak bisa menjemput Rey dan Adi. Roy yang sebagai kakak tertua saat dia pulang sekolah menjemput kedua adiknya.
“Hai Roy kamu mau jemput kedua adik kamu ya,”kata teman sekelas yang juga harus menjemput adiknya juga.
“Iya Guntur,”ucap Roy.
“Bareng ya Rey aku juga harus menjemput adikku Mela,”kata Guntur.
“Ayo,untuk saja taman kanak-kanaknya tempatnya saja bukan,”ucap Roy.
“Iya juga Roy. Tapi kamu tidak bosan selalu menjemput adik kamu,”kata Guntur. “Tidak aku yang sebagai anak tertua harus bisa membantu mama menjaga adik. Di saat mama sibuk,”kata Roy yang memikirkan mamanya yang sudah bekerja keras.
__ADS_1