
Adi yang sudah bertemu dengan Sem di satu ruangan penuh dengan hasil penelitian tanaman. Di dalam ruangan tersebut juga ada buku tentang jenis tanaman yang ada di taman yang mereka lihat. Sem yang membaca bukunya satu persatu sampai dia berpikir kalau apa yang dia temukan bisa saja menjadi penemuan yang bagus untuk organisasi.
“Bos kecil,”ucap Sem yang tersenyum.
“Ambillah tapi jangan lupa taruh benihnya juga di sini agar bisa berkembang biang. Untuk buku yang kita temukan ambil saja yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup manusia,”kata Adi sambil membaca buku yang dia pegang.
Santai dan nyaman Sem pergi kelurar ruangan untuk memberitahukan kepada anak buahnya yang ada ditaman. Tapi Adi menghentikan Sem karena ada pergerakan yang dimana orang yang datang bukan dari pihak Adi atau Sem.”Kenapa?,”kata Sem menoleh ke arah Adi.
“Ada musuh yang datang,”kata Adi.
“Apa?,”kata Sem yang tidak merasakan kehadiran musuh. Tapi jika yang dikatakan oleh Adi benar, maka ada musuh yang bisa saja menyerang anak buah mereka yang diluar ruangan.”Lalu kita harus bagaimana?,”kata Sem.
“Kita tetap disini sampai mereka lelah dan kehabisan tenaga karena melewati lorong yang panjang,”kata Adi.
“Tapi bagaimana jika mereka bisa datang ke sini, tanpa ada halangan,”kata Sem. Adi terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Sem.”Jika begitu kita pergi setelah membawa apa yang kita butuhkan. Lewat jalan itu,”kata Adi sambil menunjuk pintu yang lain.
“Baik,”kata Sem yang mengambil buku yang penting.
Satu jam telah berlalu dimana Sem dan Adi yang sudah mengumpulkan buku di ruangan tersebut. Pergi dari ruangan kerana mereka sudah tahu akan ruangan yang mereka tempati. Melewati jalur pintu rahasia yang ditemukan oleh Adi. Sem mengikutinya dari belakang. Tapi di saat menemukan pintu keluar yang dimana pintu itu terhubung menuju taman yang mereka datangni dari awal.
“Mereka dari organisasi black. Bagaimana mereka bisa ada di sini?,”kata Sem.
“Apa mereka mengikuti kita dari belakang saat kita pergi tadi,”kata Adi.
“Itu tidak mungkin, karena dari tadi aku tidak merasakan kalau mereka mengikuti. Jika tidak mereka memang ingin pergi ke pulau ini,”kata Sem.
“Itu juga bisa jadi. Kalau begitu kita beritahu anak buah yang kita bawa untuk menyelinap kabur jika meraka bisa,”kata Adi.
__ADS_1
“Aku mengerti, sudah aku berikan kodenya kepada mereka yang melihat kita,”kata Sem.
“Lalu bagaimana dengan tanaman ini, kita tidak bisa mengambil sedikit benih dari tanaman yang ada disini dong,”kata Sem lagi.
“Sudahlah, untuk apa menguruskan tanaman itu. Kita harus pergi dari sini lebih dulu, ingat kita tidak boleh ketahuan sebelum waktunya tibakan,”kata Adi. Sem mengerti dengan apa yang dikatakn oleh Adi. Yang menyuruh anak buah mereka untuk pergi jika ada kesempatan. Dimanan Sem membuta celah agar mereka yang tertangkap bisa kabur menuju kapal.
Sem yang bergerak untuk membantu anak buah mereka dengan Adi yang sudah pergi dari tempat itu menuju ke arah pintu.”Aku tunggu di pintu keluar,”kata Adi.
“Siapa bos kecil,”kata Sem yang mulai bergerak. Adi yang keluar tidak sengaja bertemu dengan seorang dari organisasi black.”Hai adik kecil kenapa kamu bisa ada disini,”ucap Toni.
“Kakak siapa?,”kata Adi yang sudah menyamar.
“Kakak sedang malakukan penelitain. Tapi kamu disini apa bersama orang tua kamu, ini sangat berbahaya jika kamu sendirian disini,”kata Toni yang mendekat ke arah Adi.
“Tidak kok kak. Aku bersama dengan paman tadi, tapi aku diminta untuk keluar dulu dari sana. Kalau kakak ke sini untuk peneliti, pasti akan bertemu dengan paman saya didalam,”kata Adi yang biasa saja.
“Tidak kakak,”ucap Adi. Sampai Sem dan anak buah yang melarikan diri sudah mengubuah penampilan mereka karena jumalh organisasi black yang datang.”Kamu kenapa masih disini, bukan paman meminta kamu langsung ke kapal,”kata Sem yang juga ikut berakting dengan Adi.
“Maaf paman tadinya mau pergi ke kapal. Tapi kakak itu bertanya kepada saya, jadi aku berhenti dulu,”kata Adi.
“Maafkan keponakan saya jika mengganggu para peneliti. Kami akan segera pergi dari sini,”kata Sem.
“Tunggu dulu. Kalian datang ke sini untuk meneliti juga bukan,”kata Toni.
‘Tidak kami datang ke sini hanya untuk mengambil gambar saja. Karena kami terdampar dipulau ini saat hendak pulang,”kata Sem.
“Jadi begitu, silakan kalian pergi dari pulau ini. Karena tempat ini sangat berbahaya,”kata Toni yang tidak merasa curiga lagi. Toni yang pergi masuk dengan Adi yang mulai menjauh dari bangunan.
__ADS_1
“Kenapa dia ada disini?,”kata Sem.
“Kamu kira dia datang ke sini untuk apa,”kata Adi dengan suara kecil. Mereka berdua yang pergi ke kapal yang letaknya jauh dari kapal organisasi black. Karena letaknya jauh dan tidak diketahu oleh musuh mereka bisa pergi dari pulau dengan santai tanpa ada yang menghalangi.
“Bos tadi kami melihat ada kapal dari organisasi black datang ke pulau kabut. Apa kalian berdua baik-baik saja?,”kata anak buah yang sedang berjaga di kapal.
“Kami baik saja, Tolong periksa mereka yang terluka,”kata Sem.
Adi yang masuk bersama dengan Sem. Dimana kapal mulai melaju meninggalkan pulau agra tidak ketahuan oleh organisasi black. Karena buku yang mereka cari sudah dibawa oleh Sem dan Adi.”Kita mendapatkan bukunya tapi tanaman tidak kita dapatkan, bukan akan sia-sia ya perjalanan kita,”kata Sem yang duduk.
“Kenapa sia-sia. Lihat ini,”kata Adi yang mengelurkan bibit tanaman yang dia ambil secara diam-diam.
“Ini bagaimana kamu bisa mendapatkan ini,”kata Sem.
“Bagaimana sebelum aku pergi masuk ke ruangan buku. Aku menyuruh sebagian dari anak buah kita untuk mengambil bibit yang kecil. Untuk bisa dibawa saat mereka kapur,”kata Adi.
“Jadi kamu sudah tahu kalau mereka akan datang. Makanya sudah kamu persiapkan semuanya,”kata Sem yang menghela nafas.
“Janganlah marah, kamu tahukan kita selalu saja di ikuti tanpa kita merasakan mereka. Makanya kita harus ada rencana cadangan dalam kondidi genting bukan,”kata Adi yang menepuk bahu Sem.
“Untuk tanaman ini aku serahkan kepada kamu untuk kamu kembang biakkan. Jangan lupa ahur ada penjagaan untuk tanaman ini, harus tetap di sembunyikan. Kalau mereka tahu perang akan terjadi bukan,”kata Adi.
“Itu benar sekali,”kata Sem. Adi yang pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya. Dimana Adi tidak lupa untuk membaca buku agar tidak terlalu ketinggalan dan melupakan materi yang harus dia pelajari. Tapi lama kelamaan Adi merasa bosan dengan materi buku dasar. Karena untuk menambak pengetahuan lain Adi selalu membawa buku cadangan yang tingkatnya anak kuliahan.
Perjalanan tiga hari di laut lepas sudah berlalu. Dimana Sem dan Adi kembali ke pulau yang dimana Adi sambut oleh Robin.
“Anda sudah kembali bos kecil,”kata Robin.
__ADS_1
“Iya bagaimana dengan kondisi saat ini. Apa masih terkendali?,”kata Adi.